31 C
Kudus
Jumat, Februari 13, 2026

Lapak Gorengan Khas Tegal di Gribig Ini Bisa Jual Ratusan Biji Sehari

BETANEWS.ID, KUDUS – Di tepi Jalan Sudimoro, tepatnya di Desa Gribig, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, terlihat gerobak warna hijau yang bertuliskan kuliner khas Tegal. Tampak beberapa pembeli di sana memilih menu yang tersedia, sedangkan seorang perempuan paruh baya melayani pembeli tersebut. Dia adalah Dewi Angrariyatiningdiah (57), penjual gorengan khas Tegal.

Setelah melayani, perempuan yang akrab disapa Dewi tersebut bersedia berbagi informasi tentang usahanya itu. Dia menuturkan, penjualan gorengan khas Tegal tersebut diminati semua kalangan mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Setidaknya, ia mampu menjual hingga 350 biji gorengan setiap harinya.

Dewi sedang melayani pembeli Gorengan Khas Tegal di lapaknya. Foto: Kaerul Umam

“Kalau di sini sendiri bisa menjual antara 50 sampai 70 biji gorengan. Sedangkan saya biasanya selalu menitipkan gorengan di kafe Man 2 Kudus sebanyak 200an, kemudian di pondok dan MTs Prambatan masing-masing 50 biji,” beber Dewi kepada betanews.id, Kamis (2/6/2022).

-Advertisement-

Baca juga: Hujan Jadi Berkah Bagi Ismail, Gorengannya Selalu Laris manis

Usaha yang dirintis sejak 2020 itu, kata Dewi, menyediakan berbagai macam gorengan khas Tegal, seperti tahu aci, tahu pletok, cireng salju, tahu walik, pangsit goreng, tahu mercon, olos Tegal, pangsit mercon, tahu mie, pangsit mie, martabak mie, pangsit sosis, tahu bakso ayam, tahu petis, tahu kentang, dan piscok.

Selain itu, dirinya juga menyediakan nasi rames, nasi kuning, nasi uduk, puding, senteling, gobet, gado-gado emping, dan gado-gado kentang. Menurutnya, yang paling banyak diminati adalah tahu pletok dan tahu walik.

“Untuk harga gorengan per biji hanya seribu rupiah. Tadinya per biji hanya lima ratus rupiah, karena bahan baku naik jadi sekarang harganya seribuan,” rinci ibu dua anak tersebut.

Baca juga: Mencicipi Ayam Guling ala Korea, Rasa Gurihnya Sampai ke Tulang

Ia menambahkan, sebelum jual gorengan khas Tegal itu, ia dulunya berjualan di kantin sekolah Madrasah Aliyah Negeri (Man 2 Kudus) selama kurang lebih 10 tahun. Karena imbas pandemi, kantin ditutup dan kemudian ia bingung mencari tempat jualan.

Dalam pencarian itu, ia akhirnya ia mendapat ide jualan gorengan karena pernah lama tinggal di Tegal. Namun, ia butuh waktu enam bulan untuk membuat lapaknya laris manis.

Alhamdulillah saat ini sudah banyak yang tahu, karena saya dibantu anak saya mempromosikan lewat Facebook dengan akun Tahuaci_taci_kudus dan Instagram @tahuaci_taci_kudus. sedangkan untuk yang ingin pesan bisa menghubungi Whatsapp di nomor 0877 3389 7776,” tandasnya di warung yang buka mulai pukul 9.00 WIB hingga 16.00 WIB itu.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER