Pegunungan Kendeng Utara di Kabupaten Pati yang menyimpan material batuan kapur tercatat memicu sejumlah peristiwa sosial. Tak terkecuali penolakan rencana pabrik semen di kawasan Pati selatan. Tercatat, sudah ada dua pabrik semen nasional yang telah berusaha membangun pabriknya di kawasan Pegunungan Kendeng Utara.

Hal tersebut dikatakan Husaini, aktivis lingkungan di Pati, kepada Tim Liputan Khusus (Lipsus) Beta News, beberapa waktu lalu. Aktivis yang dulu terlibat dalam penolakan rencana pembangunan pabrik semen di Pati itu menjelaskan, ada dua perusahaan semen nasional yang telah masuk. Dua pabrik tersebut yakni Semen Gresik (Semen Indonesia) dan Indocement.

Husaini, Aktivis Lungkungan. Foto: Kaerul Umam

“Tidak hanya berencana, dua perusahaan tersebut telah mengurus prizinannya juga. Tapi karena ada penolakan keras dari masyarakat, khususnya di lokasi pembangunan pabrik, dua perusahaan tersebut urung membangun pabriknya di Pati,” ujar Husaini saat di temui di Pati, beberapa waktu lalu.

Tidak hanya berencana, dua perusahaan tersebut telah mengurus prizinannya juga. Tapi karena ada penolakan keras dari masyarakat, dua perusahaan tersebut urung membangun pabriknya di Pati

Husaini, Aktivis Lingkungan

Dia menjelaskan, pada tahun 2006 Semen Gresik mengajukan izin pendirian pabrik semen di Kecamatan Sukolilo, tepatnya di Desa Kedumulyo. Husaini bersama sejumlah aktivis dan warga yang tergabung dalam Masyarakat Peduli Lingkungan (FMPL), melakukan sejumlah aksi penolakan.

FMPL, kata Husaini, juga melakukan penyadaran terhadap warga setempat tentang bahaya kerusakan lingkungan jika ada eksploitasi pegunungan kapur di wilayah mereka. Selain itu, aksi juga dilakukan melalui kegiatan-kegiatan lain, di antaranya pentas seni.

Tinggalkan Balasan