Pegunungan Kendeng Utara yang telah terbentuk puluhan juta tahun silam menyimpan sejumlah kandungan. Meski saat ini pegunungan tersebut lebih banyak dieksploitasi untuk bahan bangunan, sebenarnya material pegunungan kapur juga bisa dimanfaatkan untuk bahan produk-produk industri. Tak hanya untuk semen, batuan kapur yang mengandung kalsium karbonat juga bisa dimanfaatkan untuk produk pasta gigi, cat, kertas, hingga kosmetik.

Hal tersebut diungkapkan Agus Hendratno, Departemen Teknik Geologi UGM, Yogyakarta. Kepada Tim Lipsus Beta News, Agus menjelaskan kandungan material yang tersimpan di dalam pegunungan kapur, termasuk di Pegunungan Kendeng Utara.

Agus Hendratno, Pakar Geologi UGM. Foto: Zoom

Dia menjelaskan, pegunungan kapur sebenarnya hanya mengandung kapur. Namun, batuan kapur tersebut mengandung sejumlah senyawa kimia yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan industri. Senyawa yang terkangdung antara lain, Ca (kapur), CaCO3 (kalsium karbonat), dan MG (dolomit).

Namun, batuan kapur tersebut bisa dimanfaatkan untuk bahan-bahan industri. Di antaranya untuk produk pasta gigi, kertas, peleburan baja, dan masih banyak yang lain. Jadi tidak hanya untuk semen

Agus Hendratno, Pakar Geologi UGM

“Kalau ditanya apa kandungan pegunungan kapur, jawabannya ya kapur, titik, tidak ada koma. Namun, batuan kapur tersebut bisa dimanfaatkan untuk bahan-bahan industri. Di antaranya untuk produk pasta gigi, kertas, peleburan baja, dan masih banyak yang lain. Jadi tidak hanya untuk semen,” tutur Agus saat diwawancari via Zoom, beberapa waktu lalu.

Menurut Agus, batuan kapur bisa dibuat pasta gigi karena mengandung kalsium. Kemudian semen juga terbuat dari bahan baku kapur yang kandungan kapurnya mencapai 70 persen hingga 80 persen. Hal itu berlaku untuk semua semen, terutama semen porcelain.

“Nah itu ditambang dari bahan batu kapur. Kemudian kita menulis dengan kertas yang putih sekali, itu filternya adalah kalsium dari bahan baku kapur juga. Jadi kandungan konteks batuan hanya batu kapur. Dalam bahasa ilmiah kalsium karbonat (CaCo3) itu bahasa kimianya atau batu gamping,” terang Agus.

Sementara bahan bangunan, batu kapur bisa digunakan untuk pondasi dan urugan. Bisanya digunakan untuk mengurug tanah rawa-rawa yang ambles dan pecah-pecah, dengan diurug batu kapur nantinya tanah bisa lebih stabil.

“Nah itu banyak di daerah Gadudero, daerah-daerah yang sering banjir itu diurug dengan batu kapur. Jadi dari arah Prawoto sampai Sukolilo itu ada penambangan batu kapur untuk urugan, sebagian dihancurkan untuk pupuk. Sebab ada dolomitnya, dolomit itu (MG),” jelasnya.

Tinggalkan Balasan