31 C
Kudus
Senin, Oktober 25, 2021
spot_img
BerandaKomunitasKomunitas Avoka Gelar...

Komunitas Avoka Gelar Kegiatan Hapus Tato Bayar Seikhlasnya

BETANEWS.ID, KUDUS – Di teras sebuah rumah Desa Mejobo, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, terlihat ramai oleh beberapa warga yang sedang menghapus tatonya. Di beberapa bagian tubuh bertato itu, terdapat cairan berwarna hitam yang dioleskan oleh beberapa pria berpeci. Kegiatan tersebut merupakan agenda Komunitas Pecinta Alam Avoka untuk memfasilitasi warga yang ingin menghapus tatonya.

Ketua Komunitas Pecinta Alam Avoka, Moh Khoirun Nafi’i menjelaskan, tujuan kegiatan penghapusan tato ini untuk membantu teman-teman yang ingin menghapus tato dengan biaya yang bisa dibayar seikhlasnya.

Salah seorang warga saat mengikuti kegiatan hapus tato bayar seikhlasnya di Kudus. Foto: Kartika Wulandari.

“Dalam rangka anniversarry ke 31, kami adakan kegiatan penghapusan tato dengan membayar seikhlasnya. Kali ini kami bekerja sama dengan Pondok Pesantren An-Najach Tegalrejo, Magelang,” jelasnya, Sabtu (25/9/2021).

- Ads Banner -

Baca juga: Dua Pekan ke Depan Ada Operasi Patuh Candi di Kudus, tapi Tidak Ada Penilangan

Menurutnya, antusias masyarakat yang mengikuti kegiatan tersebut cukup tinggi. Tercatat ada puluhan peserta yang ingin menghapus tatonya di acara yang berlangsung dari pukul 8.00 hingga 12.00 WIB itu.

Perwakilan Ponpes An-Najach, Ahmad Jumanin mengatakan, penghapusan tato ini dilakukan secara manual menggunakan 6 obat kimia yang dicampur menjadi satu. Menurutnya, penghapusan tato dengan metode ini bisa menghilangkan tato dalam sekali oles. Setelah itu, pemilik tato tinggal menghilangkan bekasnya seperti menghilangkan bekas luka.

“Untuk pencampuran obatnya, kami juga berkonsultasi dengan pihak dokter. Jadi tidak sembarangan,” tambah Ahmad.

Baca juga: Ibu-ibu di Desa Langgardalem Kudus Dilatih Membuat Batik Cap

Salah satu peserta penghapusan tato asal Demak, Hanum (17) mengatakan, dirinya mengetahui informasi ini dari temanya. Menurutnya, obat yang dioleskan untuk menghilangkan tatonya itu rasanya sangat panas. Dalam pengakuannya saat ditato dan dihapus tatonya itu ternyata lebih sakit saat menghapus tato.

“Alasan saya menghapus tato karena ingin hijrah, ingin jadi orang yang lebih baik lagi. Ini saya ada tiga tato, satu di pungung dan dua ditangan. Sementara saya hilangkan yang di tangan dulu,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

Lipsus 10 - Kisah Oei Tiong Ham, Sang Raja Gula Terkaya di Asia Tenggara dari Semarang

Tinggalkan Balasan

31,087FansSuka
15,023PengikutMengikuti
4,337PengikutMengikuti
62,220PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler