31 C
Kudus
Kamis, Februari 12, 2026

Beri Kelonggaran Warga, Ini Lima Titik Jalan di Kudus yang Sudah Dibuka

BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus berikan kelonggaran pada warganya meski masih dalam masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4. Dari 12 titik jalan yang sebelumnya ditutup, kini ada 5 ruas jalan yang kembali dibuka.

Kasatlantas Polres Kudus AKP Galuh Pandu Pandega menjelaskan, lima jalan itu adalah Sempalan Jati, Perempatan Jetak, Perempatan Barongan, Ngembalrejo arah Kota, dan Perempatan Panjang.

“Kita buka demi memberikan kelonggaran bagi warga. Terutama bagi pengendara dari arah luar Kudus. Sekaligus demi mengurangi kepadatan di beberapa titik itu,” katanya, Senin (26/7/2021).

-Advertisement-

Baca juga: Jeritan Pedagang Taman Bojana: ‘Sudahi Penyekatan, Saya Butuh Hidup Pak Hartopo’

Lebih lanjut, Pandu menyebut, salah satu ruas jalan yang masih ditutup rapat adalah Perbatasan Kudus-Demak. Akses jalur tersebut masih ditutup dengan menggunakan water barrier dan diarahkan untuk melewati jalan lingkar.

“Sementara akses masuk area kota sendiri masih kami tutup. Bahkan cenderung dipertebal. Sembari menunggu instruksi dari Polda,” sambungnya.

Selain tempat tersebut, ada beberapa titik lokasi yang diketahui masih tertutup rapat. Yakni di simpang Sleko, simpang Pura, simpang Jember, simpang Baagil, simpang Persatuan Perusahaan Rokok Kudus (PPRK), simpang Polsek Kota.

Dalam pemantauan di lokasi, para personel polisi disiagakan untuk mengantisipasi adanya warga yang nekat menerobos penutupan. 

“Selain itu juga untuk mengantisipasi adanya pengendara dari luar daerah yang nekat masuk tanpa membawa dokumen pendukung,” ucapnya.

Baca juga: Keluh Ojol Kudus Akibat Penyekatan, Kena Omel Konsumen Hingga Boros BBM

Selain itu, Bupati Kudus HM Hartopo juga memberikan kelonggaran bagi pelaku usaha swalayan modern maupun mall. Mereka diizinkan untuk kembali beroperasi, baik yang menjual bahan pokok sembako, maupun yang bukan. Namun, dengan kapasitas yang tetap dibatasi.

Sementara untuk tempat wisata, Hartopo belum berani untuk membuka. Sebab belum adanya perintah dari pemerintah pusat untuk membuka kembali tempat wisata.

“Wisata dan kegiatan hajatan belum ada sinyal dari sana (pemerintah pusat). Dari kita sendiri belum berani, nanti kalau sudah ada sinyal, baru boleh buka,” tandas Hartopo.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER