31 C
Kudus
Rabu, September 22, 2021
spot_img
BerandaKUDUSJeritan Pedagang Taman...

Jeritan Pedagang Taman Bojana: ‘Sudahi Penyekatan, Saya Butuh Hidup Pak Hartopo’

BETANEWS.ID, KUDUS – Tiga pedagang Taman Bojana yang buka kembali pekan lalu, berencana menutup usahanya lagi mulai Selasa (27/7/2021) besok. Ini dampak dari penyekatan jalan yang masih berlaku setelah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 diperpanjang hingga 2 Agustus 2021 mendatang.

Satu di antara pedagang Taman Bojana Kudus, Rahayu Mei Diawati (45) menuturkan, keputusan penutupan ini karena sepinya warung saat PPKM. Perempuan yang berjualan Soto Bu Ramidjan itu menambahkan, selama berjualan lagi, pembeli yang datang sangat sedikit. Sehari paling hanya dua atau tiga orang saja. Hal itu tentu berbeda saat sebelum ada penyekatan yang bisa mendatangkan pembeli jauh lebih banyak.

“Bagaimana tidak sepi, kita diperbolehkan berjualan. Boleh melayani makan di tempat, tapi akses menuju Taman Bojana Kudus ditutup semua. Itu kan sama juga bohong,” ujar perempuan yang akrab disapa Mei kepada Betanews.id, Senin (26/7/2021).

- Ads Banner -

Karena sepi pembeli itulah, ia mengaku rugi. Sebab hasil dari berjualan tidak mampu menutup operasional. Menurutnya, jangankan menutup modal, untuk belanja bahan, untuk membayar gaji pekerja, dan ongkos becak yang mengangkut dagangan saja tidak cukup. Dalam sehari, ia hanya bisa mendapatkan uang sebesar paling banyak Rp 50 ribu saja.

Baca juga: Cerita Pilu Pedagang Taman Bojana, Sampai Jual Motor Demi Tutupi Kerugian dan Bayar Utang

“Kami mengira setelah boleh melayani makan di tempat, pembeli akan berdatangan. Oleh sebab itu saya buka kios dan berjualan. Tapi saya salah, pembeli yang datang tetap sepi,” ungkapnya.

Dia berharap, Pemerintah Kudus bersedia membuka akses jalan yang menuju Tama Bojana Kudus. Sebab selama ini, akses untuk ke Taman Bojana ini susah sekali, penutupannya rapat, dan dijaga petugas. Seyogyanya akses jalan ada kelonggaran. Kalau tidak semua ya separuhnya, yang penting motor dan mobil bisa lewat.

“Pak Bupati mohon buka lah jalannya. Agar kami rakyat kecil bisa berjualan dengan baik. Kami juga butuh uang, Pak. Uang untuk biaya sekolah anak, biaya kehidupan sehari-hari dan lainnya,” ujarnya.

Hal senada juga diungkap pedagang lain, yakni Nikmah. Nikmah juga mengaku akan ikut menutup kiosnya. Sebab kios yang bagian depan saja tutup, apalagi kiosnya yang di belakang. Kalau pun buka percuma, pasti tidak kelihatan dari luar.

“Kalau sudah ada anggapan seperti itu kan berarti tidak ada pembeli yang datang. Ini saja ada temannya yang buka saja pembeli sepi banget kok,” ungkapnya.

Baca juga: Agar Tak Seharian Tunggu Pembeli, Pedagang Taman Bojana Berharap Akses Jalan Dibuka

Ia pun memohon kerendahan hati para pemangku kebijakan untuk membuka akses jalan menuju Taman Bojana Kudus. Para pedagang juga butuh hidup. Ia juga punya banyak kebutuhan yang perlu dipenuhi. Sedangkan penghasilan keluarganya itu berasal dari jualan.

“Saya mohon kawelasan kepada Pak Bupati agar menyudahi penyekatan jalan ini. Saya mohon dengan hormat Pak Hartopo, saya juga butuh hidup Pak,” harap Nikmah.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Kudus, Putut Sri Kuncoro mengatakan, pihaknya akan menggeser penyekatan jalan antara gereja dan kantor Bupati ke Resto Garuda. Ini untuk memberi kelonggaran dan menindaklanjuti keluhan pedagang di Taman Bojana.

“Kemungkinan Selasa (27/7/2021) besok penyekatan jalan digeser ke pojok Resto Garuda melintang timur ke barat. Antara Resto Garuda dan pos polisi di Taman Bojana. Tujuannya agar warga dengan mudah ke Taman Bojana, dan berwisata kuliner,” tutup Putut.

Editor: Ahmad Muhlisin

Lipsus 7 - Sejarah Kereta Api Pertama di Indonesia dan Reaktivasi Jalur Semarang-Lasem

Tinggalkan Balasan

30,414FansSuka
14,922PengikutMengikuti
4,321PengikutMengikuti
52,135PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler