Kodriyah. Foto: Kaerul Umam

Selain susah sinyal, tak jarang listrik padam saat terjadi hujan badai. Meski demikkian, dia tetap bersyukur karena dia masih bisa belajar di hari berikutnya.

Ketika ada waktu senggang, Kodriyah mengaku membantu ibunya untuk membuat pembibitan mangrove hingga penanaman. Selain itu, dia juga membantu ibunya membuat kreasi teh dan kripik yang terbuat dari daun mangrove.

“Kalau kegiatan sehari-hari biasanya membantu ibu, kadang nanam mangrove kadang juga membuat kreasi mangrove,” katanya.

Masa remaja Kodriyah sebgaian besar dia habiskan bersama keluarganya yang hidup di tengah laut. Untuk bisa bermain dengan teman-temannya, Kodriyah harus menyeberang ke darat menggunakan perahu.

“Kalau temann-teman disuruh kesini pada mikir-mikir. Jadi saya yang harus mengalah main ke rumah teman,” paparnya.

- advertisement -

Setelah lulus dia ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi di Universitas Diponegoro (Undip) atau Universitas Negeri Semarang (Unnes). Dia mengaku ingin menjadi seorang psikolog. Dia berharap, cita-citanya itu kelak bisa ia capai.

Kepada Tim Liputan Khusus Betanews.id, Pasijah mengaku ingin dua anak terakhirnya mengenyam pendidikan setinggi mungkin. Oleh karena itu dia berusaha sekuat tenaga untuk bisa membiayani pendidikan keduanya.

Pasijah mengatakan, sejak sekolah dasar hingga kini duduk di bangku SMK, dirinya mengantar Kodriyah berangkat ke sekolah. Setiap hari putrinya itu diantar menggunakan perahu menuju sekolahnya yang berada di seberang.

“Setiap hari saya mengantarnya ke sekolah menggunakan perahu. Dulu waktu SMP, setelah sampai di darat, kemudian saya bonceng menggunakan sepeda sampai sekolah. Kalau sekarang, hanya mengantarnya sampai ke darat saja,” katanya.

Untuk membiayai pendidikan anak-anaknya, Pasijah mengaku menjual bibit mangrove. Kini hanya itu yang bisa dia andalkan untuk bisa menyekolahkan anak-anaknya. Lahan pertanian yang dulu menjadi tumpuan hidup, kini telah tenggelam menjadi lautan.


Tim Liputan: Dafi Yusuf, Ahmad Rosyidi, Rabu Sipan, Kaerul Umam (Reporter, Videografer). Suwoko (Editor Berita). Andi Sugiarto (Editor Video). Manarul Hidayat (Desain Grafis), Lisa Mayna Wulandari (Transkip dan Terjemah).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini