
Masyarakat Sedulur Sikep sejak lama telah menjadikan bertani sebagai pekerjaan utama. Hal itu tetap dipertahankan warga Sikep hingga sekarang. Meski boleh bekerja sampingan, misalnya beternak atau jadi kuli, warga Sikep dilarang untuk berdagang.
Kepada Tim Liputan Khusus Betanews.id, sesepuh masyarakat Sikep Dukuh Kaliyoso, Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Wargono memberikan penjelasan tentang pekerjaan utama bertani dan larangan bagi warga Sikep untuk berdagang. Wargono menjelaskan, bertani adalah ajaran hidup yang diwariskan Samin Surosentiko.
Wargono menuturkan, dirinya menginginkan keturunannya untuk tidak meninggalkan garapan sawah (bertani) sesuai dengan ajaran Sikep. Jika suka pakaian dan doyan makan, harus bekerja keras dengan menggarap sawah. “Semua anak-anak Sedulur Sikep ingin menjadi petani. Tidak ada yang lainnya,” terangnya.
Bukan tanpa alasan warga Sedulur Sikep memilih bertani karena mengikuti pesan dari para leluhurnya sejak Samin Surosentiko masih hidup. Mereka memilih bertani untuk membangun keseimbangan alam.
Gunretno, Tokoh Sedulur Sikep Pati
Terkait larangan berdagang bagi warga Sikep, Wargono menjelaskan, Sedulur Sikep tidak mengajarkan untuk berdagang. Hal itu karena menurutnya, banyak praktik ketidakjujuran dalam berdagang.
“Nak dagang mengko lugune ilang. Nanging nak ana sing ape dagang ya gak apa-apa. Kan yo perlu ono sing ditukoni kanggo kebutuhan (Kalau berdagang nanti kejujurannya hilang. Namun jika ada yang ingin berdagang tidak apa-apa. Kan perlu ada tempat untuk membeli kebutuhan sehari-hari,” tuturnya.
Ditemui terpisah, tokoh Sedulur Sikep Sukolilo, Pati, Gunretno menjelaskan, bukan tanpa alasan warga Sedulur Sikep memilih bertani karena mengikuti pesan dari para leluhurnya sejak Samin Surosentiko masih hidup. Mereka memilih bertani untuk membangun keseimbangan alam. Dalam tatanan kehidupan ada yang bekerja menulis, pejabat negara dan ada yang bertani.
Gunretno menegaskan, anak cucu Samin Surosentiko disuruh bertani untuk menjaga keseimbangan tersebut. Hingga saat ini warga Sedulur Sikep masih menekuni pertanian sebagai pekerjaan utama.
“Ada juga pekerjaan yang lain, seperti bertenak, menjadi kuli atau memproduksi batik. Tetapi itu pekerjaan sampingan, bertani tetap menajdi pekerjaan utama,” terangnya.






