Tokoh Sedulur Sikep Dukuh Kaliyoso, Wargono bersama istri. Foto: Rabu Sipan

Di Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, terdapat satu dukuh yang banyak dihuni kelompok masyarakat penganut ajaran Sedulur Sikep yang diwariskan Samin Surosentiko. Dukuh tersebut yakni Kaliyoso. Mereka membaur dengan masyarakat lain, hidup rukun berdampingan.

Ada satu bangunan rumah berbentuk joglo pencu yang cukup mencolok di dukuh tersebut. Beratap genting tanah liat, bagian depan terdapat pohon beringin yang terpotong rapi. Rumah itu dihuni Wargono, sesepuh Sedulur Sikep Dukuh Kaliyoso, yang juga ayah dari Gunretno, tokoh Sikep yang tinggal di Sukolilo, Pati.

Dalam berpakaian kami tidak menyamakan diri dengan orang yang memiliki perbadaan tata cara kehidupan. Oleh karenanya, harus tahu apa pakaian yang menjadi milik kita dari para leluhur. Misalnya, kami menggunakan penutup kepala berupa udeng, artinya yang menggunakan sudah merasa mudeng

Wargono, Sesepuh Sedulur Sikep Dukuh Kaliyoso

Di dalam rumah, terlihat beberapa kursi berjajar menghadap meja yang di antaranya berbahan marmer. Tim Liputan Betanew.id, berkesempatan mengobrol dengan Wargono, tentang ajaran Sikep yang hingga kini masih dipegang teguh oleh masyarakat di sana.

Kepada Tim Liputan Beta News, Wargono menjelaskan, masyarakat Sikep memiliki beberapa ajaran, larangan, tata interaksi, sikap dan tindakan, hingga jenis pakaian yang digunakan sesuai adat Sikep. Hal itu menjadi ciri khas yang cukup jelas yang membedakan masyarakat Sikep dengan masyarakat lainnya.

Lima Dasar Ajaran Sedulur Sikep

Sedulur Sikep memiliki lima dasar ajaran yang senantiasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Wargono menyebut, lima dasar itu antara lain:

- advertisement -
  1. Jrengki (fitnah)
  2. Srei (serakah)
  3. Panasten (mudah tersinggung)
  4. Dahwen (mendakwa tanpa bukti)
  5. Kemeren (iri hati)

Selain ajaran lima dasar tersebut, orang Sedulur Sikep juga memiliki beberapa larangan, atau hal-hal yang harus ditinggalkan dalam kehidupan sehari-hari. Wargono menyebut, larangan itu antara lain:

  1. Bedok (merampok)
  2. Colong (mencuri)
  3. Petil (mengutil)
  4. Jumput (mengambil milik orang lain)
  5. Nemu (mengambil barang yang ditemukan)

Ajaran Interaksi Sedulur Sikep

Sedulur Sikep juga memiliki ajaran yang mengatur interaksi di dalam keluarga dan kelompok Sikep, serta hubungan dengan masyarakat sekitar. Wargono menjelaskan, ada empat hubungan yang harus dijaga agar selalu hidup rukun. Keempat rukun itu antara lain:

  1. Rukun dengan pasangan (suami/istri)
  2. Rukun dengan anak
  3. Rukun dengan orang tua
  4. Rukun dengan tetangga (masyarakat lain)

Selain itu, dalam ajaran Sedulur Sikep, para penganutnya juga dilarang untuk mengumbar tata kehidupan. Wargono menjelaskan, yang dimaksud mengumbar, yakni melakuan tindakan atau mengucap sesuatu sesuka hati. Larangan mengumbar tiga perkara itu antara lain:

  1. Mengumbar ucapan
  2. Mengumbar tindakan
  3. Mengumbar tatanan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini