31 C
Kudus
Rabu, April 21, 2021
Beranda Seni Sejarah Tari Kretek,...

Sejarah Tari Kretek, Diciptakan Endang Tonny untuk Resmikan Museum Kretek

BETANEWS.ID, KUDUS – Iringan seperangkat gamelan Jawa mengiringi gerak demi gerak tarian yang dimainkan oleh beberapa wanita di Sanggar Seni Puring Sari, Perumahan Muria Indah, Kayuapu Kulon, Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, sore itu. Para penari itu dengan luwes menarikan tari dengan mengikuti arahan dari seorang wanita berhijab yang berdiri tidak jauh dari mereka. Hari itu, rupanya mereka sedang berlatih tari khas Kudus, yaitu Tari Kretek.

Di sela-sela melatih tari, pemilik sanggar, Endang Tonny bersedia menjelaskan Tari Kretek yang diciptakannya untuk meresmikan Museum Kretek pada 3 Oktober 1986 itu. Dalam ceritanya, proses penciptaan tari tersebut bermula dari permintaan Gubernur Jawa Tengah kala itu Soepardjo Roestam.

Endang Tonny, penari legendaris Kudus yang ciptakan Tari Kretek. Foto: Millatul Mardhiyya.

Saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan Museum Kretek, ia meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus membuatkan tari yang khas daerah, untuk dipentaskan saat peresmian museum tersebut. Mandat itu kemudian diserahkan bupati kepada Dwijisumuno (Kasi Kebudayaan pada Dinas Pariwisata waktu itu) untuk mencari sosok yangtepat untuk menciptakan tari khas Kudus. Akhirnya, sosok yang dianggap tepat untuk itu adalah Endang Tonny.

Baca juga: Artsotika Muria, Festival Seni Penggugah Gerakan Peduli Kawasan Muria

Diketahui, Endang Tonny ialah sosok penari legendaris asal Kudus. Ia terjun dalam dunia tari sejak kecil karena tertarik melihat orang tuanya menari. Sampai akhirnya, ia belajar tari dan sekolah di jurusan seni tari. Segudang prestasi telah ia dapatkan, khususnya dalam bidang tari. Sangat banyak karya tari yang telah ia ciptakan, salah satunya adalah Tari Kretek.

Dalam penjelasannya, Tari Kretek terinspirasi dari sebuah proses pembuatan rokok. Karena sebagian besar warga kudus saat itu berprofesi sebagai buruh rokok, Endang melakukan penelitian selama kurang lebih dua minggu di pabrik rokok untuk menciptakan gerakan Tari Kretek.

“Tarian ini menceritakan tentang para buruh rokok yang sedang bekerja membuat rokok, mulai dari pemilihan tembakau hingga rokok siap dipasarkan,” bebernya.

Dalam tarian ini, lanjut Endang, dimainkan oleh pria dan wanita. Penari wanita sebagai representasi buruh mbatil dan penari pria sebagai representasi dari seorang mandor.

Baca juga: Tak Diperhatikan Pemkab, Kisah Pilu Pembuat Caping Kalo yang Terancam Punah

“Setiap gerak tari mendeskripsikan bagaimana pembuatan rokok. Mulai menaruh tembakau dari penggilingan, ngasih lem, sampai rokok sudah bagus, sampai membatilnya. Kalau rokok sudah bagus, kita setor ke mandor lalu diperiksa oleh mandor,” jelasnya.

Tari yang popular sejak tahun 1985 ini telah mendunia dan dipentaskan di mancanegara antara lain Jepang, China, Australia, Belgia, dan Amerika. Meski Tari Kretek telah mendunia serta dikenal masyarakat, Endang Tonny berpesan kepada generasi muda untuk tidak lupa mempelajari tarian lokal, serta mau untuk melestarikannya.

“Warga negara asing banyak yang ingin belajar tari Indonesia. Seyogyanya, masyarakat Indonesia sendiri harus lebih bersemangat mempelajarinya,” pungkasnya.

Penulis: Millatul Mardhiyyah (Mahasiswa Magang IAIN Kudus)

Editor: Ahmad Muhlisin

Redaksi
Redaksi
Beta adalah media online yang lahir di era digital. Berita yang disajikan unik, menarik dan inspiratif. Serta dikmas dalam bentuk tilisan, foto dan video.

Tinggalkan Balasan

29,270FansSuka
14,686PengikutMengikuti
4,311PengikutMengikuti
36,004PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler