31 C
Kudus
Selasa, Juni 25, 2024

Artsotika Muria, Festival Seni Penggugah Gerakan Peduli Kawasan Muria

BETANEWS.ID, KUDUS – Beberapa anak-anak laki-laki dengan topeng terbuat dari bambu tampak menari lincah pada sebuah panggung rumah joglo, Desa Panjang, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus. Tepuk tangan riuh penonton, seperti membakar semangat mereka untuk menampilkan yang terbaik. Setelah menyelesaikan berbagai gerakan tari, mereka kemudian berkumpul di tengah panggung dan diakhiri dengan tepuk tangan lagi yang makin ramai.

Setelah mereka turun panggung, pagelaran seni kemudian beralih ke pembacaan puisi oleh dua orang pria. Jika yang satunya berdeklamasi, pria satunya bertugas mengiringinya dengan petikan gitarnya yang lirih.

Pertunjukan tari dalam acara Menuju Artsotika Muria 2. Foto: Kartika Wulandari.

Malam terus beranjak, silih berganti pertunjukan menghibur puluhan orang yang hadir di sana. Wajah-wajah ceria terlihat menyambangi hadirin, baik itu anak-anak, pemuda, hingga orang tua. Termasuk juga salah seorang pria yang dari awal pertunjukan terlibat cukup benyak mengatur jalannya acara. Pria tersebut adalah Gunadi (51) tuan rumah Omah Pencu.

-Advertisement-

Baca juga: Belajar Konservasi Alam Lewat Film Negeri Dongeng

Ditemui seusai acara, Gunadi lantas menceritakan acara Menuju Artsotika Muria 2 yang melibatkan berbagai seniman dari dan luar Kota Kretek itu. Ia menjelaskan, pertunjukan seni tersebut merupakan ajang pemanasan Artsotika Muria 2 yang akan diselenggarakan pada 27 Desember 2020 mendatang.

“Menuju Artsotika Muria 2 ini merupakan acara untuk membangun semangat para anggota sebelum melaksanakan acara intinya,” jelasnya, Selasa (15/12/2020) malam.

Dalam pagelaran tersebut, pihaknya menampilkan berbagai pertunjukan, mulai dari tarian, barongan yang dilakukan oleh murid Omah Pencu dari Komunitas Seni Samar, lalu ada pembacaan puisi, dongeng, dan penampilan musik yang dipentaskan oleh teman-teman dari komunitas lainnya.

Lebih lanjut Gunadi menerangkan, acara Artsotika Muria merupakan acara rutin yang dilakukan satu tahun sekali, yang dihadiri dari berbagai kalangan seniman. Artsotika Muria merupkan acara yang memiliki tujuan untuk melestarikan kebudayaan, dan lingkungan, meliputi kawasan muria yaitu Kudus, Pati, dan Jepara.

“Acara Artsotika Muria ini, kita laksanakan setiap satu tahun sekali secara bergantian di tiga kota,” bebernya.

Baca juga: Belajar Sastra dan Seni dengan Asyik di Komunitas Keluarga Berkarya

Di tahun pertama pada 2019, Artsotika Muria dilaksanakan di Kudus, lalu untuk tahun ini akan diselenggrakan di Pati, dan tahun depan rencananya akan berada di Jepara.

Salah satu pegiat Artsotika Muria, Widyo Babahe Laksono menambahkan, kegiatan ini diadakan karena dilatarbelakangi oleh banyaknya perubahan-perubahan yang terjadi, baik alam maupun pola hubungan masyarakat.

“Saya berharap, lewat kegiatan Artsotika Muria bisa menjadi cara untuk merangkul semua masyarakat. Khususnya warga kawasan Muria yaitu Kudus, Pati dan Jepara. Untuk sama-sama menjaga kawasan muria lewat gerakan dan aksi nyata,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
140,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER