BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang pria berambut gondrong tampak menggoreng singkong di kedai tepi Jalan Sosrokartono, Desa Barongan, Kecamatan Kota Kudus. Setelah matang, singkong tersebut ditiriskan pada sebuah wadah sampai agak dingin. Beberapa saat kemudian, makanan tersebut dimasukkan ke dalam kardus snack warna putih lalu ditaburi dengan keju. Ia adalah Muhammad Tabroni (26), pemilik kedai Singkong Keju Proliman.
Seusai pesanan dari pelanggan sudah jadi dan kemudian dibawa pulang, Gondrong, sapaan akrabnya, sudi berbagi cerita tentang usaha yang dirintis sejak 2016 lalu itu. Dia mengawali usahanya tersebut dengan bermodal semangat. Menurutnya, usaha tidak hanya bermodalkan uang saja, lantaran harus dipadukan dengan semangat. Membuka usaha singkong ini, dirinya ingin mengubah pandangan orang tentang singkong, yang bisa diolah jadi makanan apa saja.

“Singkong bisa menjadi makanan yang unik dan menarik, jika disajikan dengan beraneka toping pilihan. Rasanya juga menjadi lebih enak,” kata warga Kelurahan Sunggingan RT 4 RW 5, Kecamatan Kota Kudus itu.
Baca juga: Es Dawet Durian Pelangi Paling Ngehits di Kedai Azzam, Sehari Bisa Terjual Ratusan Porsi
Toping yang tersedia di Singkong Keju Proliman kurang lebih ada sembilan rasa. Diantaranya meliputi keju, coklat, coklat keju, balado, balado pedas, jagung manis, kacang, green tea matcha, milo, dan capuccino. Setiap porsi isi delapan potong, harganya bervariasi mulai Rp 11 ribu hingga Rp 16 ribu tergantung toping yang dipilih pelanggan.
“Selain singkong, di sini juga menyediakan penjualan roti bakar, getuk nyimut, dan aneka camilan lainnya. Untuk roti bakar kurang lebih ada 17 varian rasa yang tersedia dan harganya juga berbeda, mulai dari Rp 10 ribu hingga Rp 20 ribu. Untuk getuk nyimut harganya Rp 15 ribu seporsi,” rincinya di kedai yang buka setiap hari selama 24 jam itu.
Gondrong menambahkan, membuka kedai selama 24 jam tersebut, karena ingin mengetahui situasi pasar. Di kedai Singkong Keju Proliman itu juga melayani pemesanan gratis ongkos kirim (ongkir). Syaratnya dengan minimal jumlah pesanan 5 porsi dan jarak maksimal radius 5 kilometer atau area Kota Kudus.
“Rata rata pembeli yang sudah pernah mampir dan membeli di sini kebanyakan dari Kudus. Selain itu, juga dari beberapa daerah kabupaten yang tidak jauh dari Kudus seperti, Pati, dan Jepara,” katanya yang mengambil singkong dari Kecamatan Dawe itu.
Baca juga: Pernah Coba Mendoan Isi Daging? Mendoan Cocol Ini Lagi Laris Banget, Lho
Dalam membuka kedai, ia juga banyak dibantu oleh anak-anak jalanan, yang sering kali suka berkumpul di tempatnya. Ini dilakukan lantaran dirinya tidak pernah memandang status sosial pada seseorang.
Gondrong mengakui, selama ini usaha yang dirintisnya itu mengalami beberapa kendala. Dari situasi karena adanya Covid-19. Menurutnya, sebelum ada covid kedainya itu ramai hingga tempat yang disediakan penuh. Akan tetapi, sekarang dengan adanya situasi seperti ini kedainya itu menurun drastis.
“Dengan kondisi yang seperti ini, kita semua harus semangat, harus menjalaninya, berjuanglah sampai titik penghabisan, dan janganlah mengharapkan kepada siapapun. Karena segala sesuatu itu, dari kita sendiri yang menjalaninya,” tutupnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

