BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang perempuan berhijab tampak sedang membuat es di Kedai Azzam yang berada di tepi Jalan Tambak Lulang, Desa Ploso, Kecamatan Jati, Kudus. Terlihat dia menggerus es batu kristal menggunakan alat. Setelah itu, es tersebut dimasukkan ke dalam mangkok. Kemudian dimasukan cao, nangka, dawet tiga warna. Selanjutnya dimasukan tape ketan dan singkong, alpukat serta durian dua pongge, lalu dituangi santan dan gula aren. Es tersebut yakni Es Dawet Durian Pelangi. Menu paling laris di Kedai Azzam.
Setelah mengantarkan Es Dawet Durian Pelangi kepada pelanggan, pemilik Kedai Azzam yakni Dewi Indriyani (36) menuturkan, sejak sebulan terakhir es dawet durian pelangi jadi yang terlaris atau yang paling diminati oleh pelanggan di Kedai Azzam. Sebenarnya, menu es dawet durian pelangi itu sudah ada sejak Maret 2020.

Baca juga : Segar di Mulut Aman di Perut, Es Mie Telur Jelly di Kedai Azzam Diburu Pembeli
“Menu ini sudah ada sejak Maret. Namun saat itu yang lagi hits di Kedai Azzam itu kan es telur jelly. Jadi es dawet durian pelangi kurang begitu dikenal. Hingga pada sebulan yang lalu, ada youtuber Kudus bikin konten tentang es dawet durian pelangi di kedai saya. Sejak saat itu es dawet durian pelangi langsung laris manis diserbu pelanggan,” ujar perempuan yang akrab disapa Dewi kepada betanews.id, Kamis (29/10/2020).
Perempuan yang sudah dikaruniai tiga anak itu mengatakan, es dawet durian itu selain duriannya yang memanjakan lidah, dawetnya juga diproduksi sendiri. Ada tiga warna dawet dengan rasa manis. Dia memilih memproduksi dawet sendiri, agar terjamin kualitasnya. Sebab dawet produksinya itu tanpa bahan pengawet.
Lebih lanjut tuturnya, es dawet durian pelangi itu menggunakan gula aren, tanpa pemanis buatan. Jadi dijamin aman di tenggorokan dan perut. “Terkadang orang setelah minum es dawet itu kan jadi serak ya, kalau minum es dawet durian pelangi dijamin aman,” tandasnya.
Untuk harga, lanjutnya, es dawet durian pelangi dibanderol Rp 18 ribu seporsi. Menurutnya, dalam sehari ia bisa menjual sekitar 100 porsi. Itu pas lagi ramai, kalau sepi tidak kurang dari 70 porsi terjual sehari. Selain es dawet durian pelangi, yang juga diminati yaitu es sop durian fruits. Berbeda dengan es dawet durian pelangi, sop durian fruits dibanderol Rp 20 ribu seporsi.
Baca juga : Es Dawet Durian di Dapoer Gentong Laku Hingga 150 Porsi Sehari saat Weekend
Komposisi sop durian fruits kata dia, sangat istimewa. Selain durian empat pongge. Dalam satu porsi es sop durian fruits itu juga terdapat keju dan aneka buah. Antara lain, terdapat nangka, mangga, leci, alpukat, strawberi dan jelly. Menurutnya, penjualan es sop durian fruits juga sangat laris manis. Sepadan dengan es dawet durian pelangi.
“Penjualan es sop durian fruits sama larisnya dengan es dawet durian pelangi. Sehari bisa menjual 100 porsi saat ramai. Peminat untuk kedua es dengan bahan utama durian itu juga tidak hanya orang Kudus saja, tapi meliputi se eks Karesidenan Pati,” ungkapnya.
Editor : Kholistiono

