BETANEWS.ID, KUDUS – Beberapa orang terlihat berdatangan di sebuah outlet depan minimarket Jalan Bhakti Nomor 116, Desa Rendeng, Kecamatan Kota Kudus. Setelah memilih menu yang diinginkan, mereka terlihat duduk di kursi yang telah disediakan. Tempat tersebut adalah Outlet Mendoan Cocol Asli Banyumas.
Pemilik Outlet Mendoan Cocol Asli Banyumas, Romlatul Aliyah (28) mengatakan, sama-sama menjual mendoan, beda dagangannya dengan tempat lain adalah dirinya menawarkan berbagai olahan mendoan yang dikreasikan dengan bahan baku lain.

Dia menjelaskan, dulunya yang ia jual adalah mendoan biasa, tetapi kalau hanya yang biasa akan membosankan. Jadi, dia mencoba untuk membuat mendoan yang berbeda.
“Awalnya saya coba-coba untuk mengkreasikan beberapa menu mendoan, hingga akhirnya jadilah menu yang ada sekarang ini,” katanya saat ditemui, Selasa (15/9/2020).
Baca juga: Pantas Saja Digilai Ibu-Ibu, Steak Jalanan Ini Memang Enak dan Murah Banget
Aliyah lantas menjelaskan berbagai menu yang disediakan di otlet yang buka mulai pukul 14.00 WIB hingga 21.00 WIB itu. Di antaranya mendoan isi beef mozarella, sosis mozarella, hingga abon. Harganya pun bervariasi mulai Rp 9 ribu hingga Rp 23 ribu.
Diceritakanya, bahan dasar dari mendoan ini diambil dari Kudus. Namun, dia memesan secara khusus ukuran tempe yang sesuai dengan mendoan khas dari daerah asalnya.
“Untuk tempe kita pesan dari daerah Yakis Kudus. Tapi untuk bumbu kita gunakan racikan sendiri. Bumbu mendoan kita samakan dengan yang khas dari dari daerah asalnya. Tapi untuk sambalnya lebih kita variasikan. Jika umumnya hanya kecap diberi cabai saja, di sini kita tambahkan bumbu lain supaya beda. Jadi tidak hanya terasa pedas dan manis saja,” ungkapnya.
Baca juga: Mi Ayam ‘Campur’ Boba, Perpaduan Unik yang Bisa Ditemui di Mak Mee
Dia berharap, mendoan kreasinya ini semakin diminati masyarakat dan mendapatkan tempat di hati mereka.
“Semoga mendoan ini bisa diterima di masyarakat Kudus, karena ini adalah makanan yang khas dari daerah lain. Juga semoga kedepannya mendoan ini bisa dinikmati sambil nongkrong,” pungkasnya.
Penulis: Ilyana Inayati, Kartika Wulandari, dan Muhammad Zainul Arifin (Mahasiswa PPL IAIN Salatiga)
Editor: Ahmad Muhlisin

