31 C
Kudus
Selasa, Oktober 20, 2020
Beranda Kudus Parijoto Ditetapkan Jadi...

Parijoto Ditetapkan Jadi Tanaman Khas Jepara, Dispertan Kudus Ajukan Uji DNA

BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah Kabupaten Kudus melalui Dinas Pertanian dan Pangan (Dispentan) Kabupaten Kudus masih melakukan langkah terakhir agar parijoto bisa menjadi varietas tanaman lokal Kabupaten Kudus. Pasalnya, Pemerintah Kabupaten Jepara sudah lebih dulu mendaftarkan dan mendapatkan Tanda Daftar Varietas Tanaman dengan nomor 1300/PVL/2019 dari Kementerian Pertanian.

Kepala Seksi (Kasi) Tanaman Pangan Dispentan Kudus Arin Nikmah menuturkan, pihaknya sudah mengetahui bahwa Kabupaten Jepara sudah mendapatkan tanda daftar tanaman parijoto sebagai tanaman lokal daerah. Tanda daftar tersebut diterima tertanggal 6 Desember 2019.

Tanaman parijoto yang dibudidayakan di lereng Pegunungan Muria. Foto: Rabu Sipan.

Dengan kondisi tersebut, pihaknya masih akan tetap mengajukan agar parijoto juga terdaftar sebagai tanaman lokal Kabupaten Kudus.

Baca juga: Lestarikan Peninggalan Sunan Muria dengan Bertani Parijoto, Suwono Bisa Panen 50 Kg Sehari

“Atas dasar populasi (tanaman) yang besar dan juga sudah ada produksi dari hulu hingga hilir kita sudah lebih maju. Tetap kami mengupayakan bisa didaftarkan,” tuturnya saat ditemui di Kantor Dispentan Kudus, Rabu (14/10/2020).

Arin menjelaskan, langkah yang diambil yakni dengan melakukan tes uji coba genetika, meski dari sisi morfologi, varietas yang ada di Jepara dan Kudus sama. Pihaknya berharap, dengan adanya uji tersebut bisa ditemukan pembeda. Sehingga, parijoto dari kedua kabupaten bisa terdaftar sebagai tanaman lokal daerah.

“Kami masih menaruh harapan besar dalam uji DNA ini akan ditemukan pembeda. Uji ini upaya terakhir mengangkat parijoto Kudus,” jelasnya.

Dikatakan Arin, bila hasil dari tes DNA di Institut Pertanian Bogor (IPB) tersebut hasilnya sama dengan yang di Jepara, pihaknya harus mengiklaskan parijoto sebagai tanaman lokal Kabupaten Jepara.

“Kalau DNA sama, memang berat hati milik Kabupaten Jepara,” tuturnya.

Baca juga: Tak Hanya Sirup, Sumarlan juga Buat Teh Parijoto yang Kini Banyak Digemari Konsumen

Arin memberitahukan, sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) nomor 01/pert/SR.120/2/2006 tentang syarat penamaan dan tata cara pendaftaran varietas tanaman, apabila suatu daerah sudah mendaftarkan varietas tanaman dan daerah lain mengajukan dengan jenis yang sama, namun ditemukan morfologi sama, pemohon kedua tidak bisa mendaftarkannya.

“Dalam Permentan tersebut tidak ada aturan pencabutan,” jelasnya.

Menurut Arin, saat ini pihaknya masih berusaha lewat pendaftaran di Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) Provinsi Jawa Tengah. Menurutnya, jika nanti hasil DNA berbeda dengan varietas di Jepara, pihaknya akan memberikan nama tanaman tersebut dengan nama Parijoto Sunan Muria.

“Sebenarnya kejadian seperti ini di daerah lain banyak. Ada sedikit benturan,” tuturnya.

Baca juga: Diburu Ibu Hamil dan Kaya Manfaat, Sirup Parijoto Sumarlan Laris Manis di Pasaran

Sementara itu, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Perkebunan Dispertan Kudus, Dewi Masitoh menuturkan, pihaknya tetap akan berupaya semaksimal mungkin agar tanaman parijoto terdaftar dalam varietas tanaman lokal Kabupaten Kudus. Karena tumbuhan tersebut mempunyai historis sosial budaya yang kuat dengan masyarakat Kudus.

“Sebenarnya itu kalau di Jepara, parijoto hanya di satu dukuh saja, yaitu di Dukuh Duplak, Desa Tempur, Kecamatan Keling,” jelasnya.

Sedangkan di Kudus, lokasi tumbuhnya parijoto lebih luas dan juga memiliki kearifan lokal. Selain itu, di Kudus juga sudah diolah menjadi sirup, teh, dan bahkan sudah jadi motif batik.

“Parijoto itu melekat dengan Sunan Muria. Sampai kalau ada orang berziarah jadi oleh-olehnya. Kepercayaannya misal hamil anaknya akan ganteng dan cantik,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

Imam Arwindra
Imam Arwindrahttps://betanews.id
Jurnalis Beta Media yang sejak awal ikut terlibat dalam pembentukan Seputarkudus.com, cikal bakal Betanews.id.

Tinggalkan Balasan

26,317FansSuka
13,322PengikutMengikuti
4,297PengikutMengikuti
21,002PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler

Centra Moda Textile, ‘Surganya’ Kain di Kudus yang Sering Kasih Diskon Gede

BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang pria terlihat sedang bercengkerama dengan para karyawan di sebuah ruko Jalan HM Subhcan Jember, Desa Janggalan, Kecamatan Kota...

Karimunjawa Kembali Dibuka untuk Wisatawan

BETANEWS.ID, JEPARA - Wisata Karimunjawa di Kabupaten Jepara kembali dibuka dengan terbatas, setelah delapan bulan vakum. Pembukaan ini ditandai dengan pelepasan 220...

Selain Parijoto, Pamelo dan Pisang Byar Ternyata Sudah Jadi Tanaman Khas Daerah Lain

BETANEWS.ID, KUDUS – Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Kudus telah dan akan mengajukan sembilan tanaman untuk jadi tanaman khas daerah. Dari...

Nasi Goreng Nanas Bercita Rasa Kari yang Bikin Pelanggan Home Cafe and Resto Ketagihan

BETANEWS.ID, KUDUS - Sejumlah orang terlihat keluar masuk sebuah kafe yang berada di Jalan Ganesha lV 67, Desa Purwosari, Kecamatan Kota Kudus....

Parijoto Ditetapkan Jadi Tanaman Khas Jepara, Dispertan Kudus Ajukan Uji DNA

BETANEWS.ID, KUDUS - Pemerintah Kabupaten Kudus melalui Dinas Pertanian dan Pangan (Dispentan) Kabupaten Kudus masih melakukan langkah terakhir agar parijoto bisa menjadi...

Peraturan PVT Proses Revisi, Parijoto Akan Didaftarkan jadi Milik Provinsi Jateng

BETANEWS.ID, KUDUS - Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 01/pert/SR.120/2/2006 tentang Syarat Penamaan dan Tata Cara Pendaftaran Varietas Tanaman sedang proses direvisi. Direvisinya...

Parijoto, Tanaman Sabdo Wali yang Kaya Manfaat

BETANEWS.ID, KUDUS - Di sebuah rumah yang berada di Desa Colo, RT 01 RW 01, Kecamatan Dawe, Kudus, tampak seorang pria mengenakan...