BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang pria terlihat memasukan serbuk berwarna ungu ke dalam kain kotak kecil warna putih. Setelah terisi, kemudian kain dipress pakai alat, dipasang benang dan dikasih label. Barang tersebut yakni teh parijoto, produk inovasi baru dari CV Argo Mulyo.
Pemilik CV Argo Mulyo yakni Sumarlan (52) mengatakan, mulai uji coba membuat inovasi teh parijoto pada awal tahun 2020. Menurutnya, uji coba itu butuh waktu sekitar sebulan, sebelum produk itu mantab dipasarkan ke masyarakat luas.
“Sebulan proses uji coba bikin teh parijoto. Setelah itu biasa, menjajaki pasar dengan menjajakannya lewat media daring. Ternyata respon pasar positif dan banyak yang pesan. Sehingga produksinya lanjut terus,” ujar Sumarlan kepada betanews.id, Jumat (26/7/2020).

Baca juga : Diburu Ibu Hamil dan Kaya Manfaat, Sirup Parijoto Sumarlan Laris Manis di Pasaran
Pria yang sudah dikaruniai dua anak itu menuturkan, sebelumnya sebenarnya sudah punya usaha yang semuanya memanfaatkan kekayaan lokal Gunung Muria, yakni kopi dan sirup parijoto. Namun, karena ia ingin masyarakat luas punya banyak pilihan dalam mengkonsumsi parijoto, ia pun memproduksi teh parijoto.
Sebetulnya, lanjut Sumarlan, sirup parijoto itu sudah bagus. Tapi sirup parijoto itu pembuatannya dicampur dengan gula, sedangkan teh parijoto itu lebih alami, cita rasanya lebih mengental serasa buah aslinya. Bedanya teh parijoto bisa lebih tahan lama.
“Untuk yang suka manis, penyajian teh parijoto juga bisa dicampur gula. Tapi saya sarankan menggunakan madu. Agar khasiat parijoto terhadap peminumnya makin komplit. Sebab madu juga banyak khasiatnya untuk tubuh,” bebernya.
Untuk khasiat, tambahnya, teh parijoto juga lebih banyak dibanding sirup parijoto. Teh parijoto bagus untuk program hamil dan ibu hamil. Mengurangi kolesterol dalam darah, mengobati diare, untuk mengobati sariawan. Bisa juga untuk mencegah kanker.
“Selain itu juga bisa untuk meningkatkan daya tahan tubuh, menguatkan jatung kita dan masih banyak manfaat lainnya. Cocok dikonsumsi tiga hari sekali. Atau pas acara ngumpul bareng keluarga,” katanya tersenyum.
Masih kata Sumarlan, teh parijoto dipasarkam dalam dua kemasan yakni kemasan bok kardus yang berisi 20 pcs teh parijoto celup yang dijual dengan harga Rp 150 ribu. Serta kemasan gelas cup yang siap saji yang dibanderol Rp 10 ribu.
“Beberapa bulan berjalan, permintaan produk teh parijoto lumayan banyak. Selain Kudus, ada juga permintaan dari Semarang, Jakarta, Surabaya dan beberapa kota lainnya,” ungkap pria yang tercatat sebagai warga Desa Colo, Dawe, Kudus tersebut.
Dia menuturkan, untuk memenuhi pesanan teh parijoto ia mengaku mengalami kendala yakni modal. Saat ada pesanan banyak, ia otomatis juga harus mengeluarkan uang yang banyak pula untuk membeli bahan baku buah parijoto yang harganya Rp 100 ribu per kilogram.
Baca juga : Cepat Layu dan Terbuang Percuma, Sumarlan Ubah Parijoto Jadi Sirup
Sedangkan, lanjutnya, sekilogram buah parijoto kalau diproduksi jadi teh, hanya bisa jadi sekitar 15 sampai 20 sachet teh celup. Sedangkan sekali ada pesanan bisa sampai ratusan bok.
Dia berharap produk barunya teh parijoto diterima baik oleh masyarakat lebih luas, serta lebih banyak lagi peminatnya. Agar ia bisa mengangkat produk lokal dan bisa meningkatkan hasil para petani Gunung Muria. Sebab saat ada peningkatan hasil, dia yakin akan banyak orang yang akan berbondong – bondong menanam Prijoto.
“Semoga teh parijoto saya makin diminati dan semakin laris manis. Serta semoga teh parijoto jadi pilihan masyarakat sebagai minuman alami alam yang menyehatkan dan banyak manfaat,” harap Sumarlan.
Editor : Kholistiono

