31 C
Kudus
Selasa, September 29, 2020
Beranda Pertanian Lestarikan Peninggalan Sunan...

Lestarikan Peninggalan Sunan Muria dengan Bertani Parijoto, Suwono Bisa Panen 50 Kg Sehari

BETANEWS.ID, KUDUS – Pagi itu dengan mengendarai motor matik, melalui jalur ekstrem yang berliku berupa tanah liat, serta udara yang sejuk mengiringi perjalanan ke puncak Gunung Muria. Setelah sampai di ketinggian sekitar 1.500 meter dari permukaan laut terlihat kebun dengan ribuan pohon setinggi 60 sentimeter. Ribuan pohon itu tampak dipenuhi buah mirip anggur, tapi lebih kecil berwarna ungu cerah. Buah tersebut yakni Parijoto.

Di kebun seluas sekitar satu hektare, di antara tanaman itu terlihat beberapa orang sedang memanen buah parijoto. Satu persatu buah bernama latin Medinilla Magnifica itu dipetik bersama tangkainya. Satu di antara para pemanen itu adalah Suwono, seorang petani parijoto dari Dukuh Pandak, Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kudus.

Parijoto tumbuh subur di lereng Pegunungan Muria. Foto: Rabu Sipan

Baca juga : Sayang Dilewatkan, Ini Oleh-oleh Khas Lereng Gunung Muria

Dia mengaku, sudah satu dasawarsa menekuni pekerjaan bertani parijoto. Sebelumnya ia mengaku berjualan bunga hias selama 15 tahun. Namun karena tergiur nilai ekonomi bertani parijoto, ia pun kemudian berubah haluan jadi petani parijoto.

“Saya sudah 10 tahun jadi petani parijoto. Selain nilai ekonominya yang tinggi, saya juga ingin melestarikan tanaman peninggalan Kanjeng Sunan Muria,” kata Suwono kepada betanews.id, Sabtu (25/7/2020).

Pria yang sudah dikaruniai dua anak itu menuturkan, tanah yang ditanami parijoto itu merupakan milik Perhutani. Tanah seluas sekitar satu hektare itu ditanaminya parijoto dan kopi. Namun, menurutnya, kebunnya itu lebih didominasi pohon parijoto, karena dianggapnya lebih menguntungkan.

“Kalau bagi saya menanam parijoto itu lebih menguntungkan. Sebab setiap hari bisa panen. Berbeda dengan kopi yang panen musiman,” ujarnya.

Dia mengaku punya sekitar seribu pohon parijoto. Setiap harinya dia bisa memanen buah parijoto sebanyak 50 kilogram. Untuk harga, saat ini di pasaran, parijoto dibanderol Rp 100 ribu per kilogram.

“Jadi kalau setiap hari rutin panen 50 kilogram parijoto, sudah terlihat uang yang bisa saya kantongi,” beber pria yang mengenakan kaus warna orange tersebut

Dari awal tanam hingga berbuah, lanjutnya pohon parijoto butuh waktu sekitar lima bulan. Setelah itu pohon parijoto akan berbuah terus menerus tanpa mengenal musim. Perawatannya juga relatif mudah, karena epidemik asli dari Gunung Muria itu tidak butuh pupuk untuk tumbuh.

“Pohon parijoto kalau dipupuk biasanya akan mati. Jadi perawatannya harus alami dan tentunya hemat biaya,” ungkapnya.

Baca juga : Mr Jeje, Manisan Labu Jipang Khas Pegunungan Muria yang Tahan Lama

Dia mengaku sudah punya banyak pelanggan yang menampung hasil panen parijotonya. Menurutnya pelanggannya adalah para penjual parijoto di sekitar wisata Sunan Muria dan para produsen sirup parijoto di Desa Colo, Kudus.

“Saya berharap buah parijoto makin diminati. Serta semoga dinas pertanian terkait lebih memperhatikan para petani parijoto, agar tanaman peninggalan Sunan Muria itu tidak punah,” harap Suwono.

Editor : Kholistiono

Tinggalkan Balasan

26,044FansSuka
13,322PengikutMengikuti
4,293PengikutMengikuti
19,146PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler

Ribuan Kue Bolang-Baling Nyah Kobong Terjual Setiap Hari, Benar-Benar Legendaris

BETANEWS.ID, KUDUS - Beberapa orang terlihat antre di samping etalase yang ada di rumah tepi Jalan Johar, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus. Di...

Hanya dengan Rp 56 Ribu Sudah Bisa Nabung Emas di Pegadaian, Ini Caranya

BETANEWS.ID, KUDUS - Sejumlah emas batangan tampak di etalase yang berada di Kantor Pegadaian Kudus. Dua orang pria di sana terlihat sedang...

Tak Patah Semangat Berkali-kali Bangkrut, Ardi Temukan Kesuksesan di Resto Ulam Sari

BETANEWS.ID, KUDUS - Beberapa mobil dan motor tampak terjajar di area parkir restoran di tepi utara Jalan Museum Kretek, Desa Getas Pejaten,...

Terbaru! Wisata River Tubing di Cengkir Manis yang Siap Pacu Adrenalinmu

BETANEWS.ID, KUDUS - Puluhan orang tampak mengunjungi Wisata Cengkir Manis, Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus. Mereka terlihat memanfaatkan fasilitas yang ada...

Ganjar Sepakat Kasus Dangdutan di Kota Tegal Diproses Pidana

BETANEWS.ID, SEMARANG – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan HAM (Menko Polhukam) Mahfud MD meminta Polri untuk memproses penyelenggara konser dangdut di...

Antisipasi Klaster Perkantoran, Hartopo: ‘Seluruh Pegawai Kantor Sekda WFH Seminggu’

BETANEWS.ID, KUDUS - Satu orang Aparatur Sipil Negara (ASN) meninggal dan enam orang lainnya terkonfirmasi positif Covid-19 pada Kamis (24/9/2020). Ketujuh orang...

Beli Piaggio atau Vespa di Kharisma Kudus Bulan Ini Langsung Dapat Voucher Jutaan Rupiah

BETANEWS.ID, KUDUS - Sejumlah motor matic bertuliskan Vespa dengan varian cat warna-warni terlihat di Diler Kharisma Kudus, Jalan Ahmad Yani No 126,...