31 C
Kudus
Kamis, Februari 12, 2026

Sayang Dilewatkan, Ini Oleh-oleh Khas Lereng Gunung Muria

BETANEWS.ID, KUDUS – Beberapa perempuan berhijab duduk sambil menjajakan aneka dagangannya di kanan maupun kiri pintu masuk tangga Makam Sunan Muria, Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kudus. Satu di antara perempuan tersebut yakni Fitriyati (37) penjual hasil panen khas Gunung Muria.

Sambil menanti pembeli datang, perempuan yang akrab di sapa Yati itu sudi berbagi penjelasan tentang dagangannya. Dia menuturkan, berjualan di lokasi wisata religi Makam Sunan Muria sudah 20 tahun. Sejak pertama berjualan, ia hanya menjajakan hasil panen dari kekayaan lokal Gunung Muria.

Ganyong, jadi salah satu oleh-oleh yang mudah ditemui di kawasan Makam Sunan Muria. Foto : Rabu Sipan

“Yang saya jual, ganyong, talas, pisang byar, kerut, jeruk pamelo serta parijoto. Ziarah ke Makam Sunan Muria itu serasa kurang afdol dan lengkap kalau belum beli oleh – oleh yang saya sebut tadi,” ujar Yati kepada Betanews.id, Sabtu (13/6/2020).

-Advertisement-

Baca juga : Pedagang di Kawasan Makam Sunan Muria Bersyukur Diperbolehkan Berjualan Lagi

Perempuan warga Desa Colo itu mengatakan, tidak menanam sendiri hasil panen yang dijualnya. Namun membeli dari petani lokal Gunung Muria. Dia beralasan, puluhan tahun menjual aneka hasil panen tersebut karena modalnya lebih murah ketimbang jualan oleh – oleh lainnya.

Dia berkisah, berdagang itu merupakan warisan dari ibunya. Menurutnya, sejak masih gadis ia suka ikut membantu ibunya berjualan di kawasan Makam Sunan Muria. Setelah menikah, kemudian ia pun berjualan sendiri.

“Ibu saya dulu juga berjualan hasil panen dari Gunung Muria, jadi saya ikut. Saya mikirnya selain berdagang juga memperkenalkan kekayaan lokal kepada para peziarah yang datang dari kota lain,” beber perempuan mengenakan hijab abu – abu tersebut.

Baca juga : Sepekan Makam Sunan Muria Dibuka untuk Simulasi, Begini Situasinya

Asidiqi (21) peziarah dari Demak mengatakan, setiap datang ziarah ke Makam Sunan Muria selalu beli ganyong. Meski ganyong itu tidak hanya tumbuh di Gunung Muria saja, namun seolah ganyong itu khas oleh – oleh dari Muria. Karena memang banyak penjual ganyong di kawasan wisata Makam Sunan Muria.

“Ini saya juga beli ganyong untuk oleh – oleh keluarga. Tidak banyak sih, yang penting bisa mengobati rasa kepingin,” ujar Sidiq yang datang ziarah bersama temannya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER