31 C
Kudus
Kamis, Juni 30, 2022
spot_img
BerandaUMKMMbah Wakiran, Perajin...

Mbah Wakiran, Perajin Sangkar Burung Kicau Legendaris dari Megawon Kudus

BETANEWS.ID, KUDUS – Di dalam bangunan kayu di Dukuh Wungu, Desa Megawon, Kecamatan Jati, Kudus tampak dua orang pria sedang sibuk. Di bagian depan terlihat seorang pria tua bertelanjang dada sedang menggergaji kayu kecil. Pria tersebut yakni Wakiran (72) perajin sangkar sangkar burung kicau legendaris.

Seusai menyelesaikan pekerjaannya, Wakiran sudi berbagi kisah tentang usahanya tersebut. Dia mengatakan, mulai menekuni jadi perajin sangkar burung sejak tahun 1974. Dia mengaku, bisa dibilang perajin sangkar burung legendaris di desanya yang merupakan sentra produksi sangkar di Kota Kretek.

Mbah Wakiran sedang menyusun sangkar yang telah jadi. Foto: Rabu Sipan

“Saya itu perajin sangkar burung urutan ke empat di desa ini. Tiga orang yang lebih dulu dari saya, mereka sudah meninggal semua. Bisa dibilang saya perajin sangkar burung paling tua,” ujar Wakiran kepada betanews.id, Sabtu (24/7/2020).

- Ads Banner -

Baca juga : Berinovasi saat Pandemi, Permintaan Sangkar Burung Buatan Kinung Meningkat

Pria yang sudah dikaruniai delapan cucu itu menuturkan, puluhan tahun menekuni jadi perajin sangkar burung. Ia pernah mengalami masa jaya yakni pada rentang tahun 1995 hingga 2015. Pada masa itu, orderan sangkar burung lagi bagus – bagusnya. Bahkan ia harus mengerjakan 10 orang untuk produksi sangkar burung.

“Pada rentang waktu itu, penghasilanku lumayan. Saya bisa beli beberapa tanah dan mobil. Namun sayang setelah masa itu mobil saya jual lagi,” ungkapnya.

Dia menuturkan, saat ini pekerjanya masih ada empat orang. Dari jumlah pekerja itu dia bisa memproduksi sekitar 40 set sangkar burung setiap pekannya. Satu set berisi tiga sangkar dengan ukuran 40 sentimeter, 35 sentimeter, dan 30 sentimeter.

Untuk harga, dipatoknya bervariasi. Mulai Rp 180 ribu untuk model kosan, sangkar model BNR dibanderol Rp 170 ribu, serta sangkar model cangek dijual Rp 95 ribu. Harga tersebut untuk satu set. “Sedangkan khusus untuk sangkar prenjakan dijual dengan harga satuan yakni Rp 16 ribu.

Dia mengaku, sangkarnya itu berbahan dasar kayu jati dan bambu. Kayu jati didapatkannya dari limbah mebel yang ada di Jepara. Sedangkan jeruji sangkar dari bambu didapatkannya dari para perajin bambu di Kudus.

“Sangkar yang sudah jadi biasanya diambil para bakul untuk dikirim ke beberapa daerah di Indonesia. Beberapa ada yang ke luar Jawa,” tuturnya.

Baca juga : Muji Jaya, Toko Sangkar Burung Terlengkap dan Terbesar di Kudus

Sangkar yang diambil para bakul itu masih sangkar mentahan, atau belum dicat. Hal itu memang keinginan para bakulnya. Sebab, kalau sudah difinishing atau dicat para bakul tidak bisa tahu bahan kayu yang digunakan untuk membuat sangkar. Mereka khawatir sangkar diproduksi tidak menggunakan kayu jati.

“Saya berharap generasi muda di desanya makin banyak yang bersedia melanjutkan jadi perajin sangkar. Agar Desa Megawon akan tetap jadi sentra para perajin sangkar burung di Kudus,” harapnya.

Editor : Kholistiono

Lipsus 14 - Penerapan Teknologi Bambu untuk Tanggul Laut Tol Semarang Demak

Tinggalkan Balasan

31,944FansSuka
15,127PengikutMengikuti
4,332PengikutMengikuti
80,005PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler