Beranda blog Halaman 23

Unik! Penerima MBG di Kudus Dapat Kejutan Uang di Dalam Ompreng

0

BETANEWS.ID, KUDUS – Cara unik dilakukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Wonosoco, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus untuk meningkatkan semangat siswa dalam menyantap Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Para penerima manfaat dari dapur MBG tersebut mendapat uang kejutan mulai dari Rp2 ribu hingga Rp100 ribu selama satu bulan ini.

Program inovatif ini mulai berjalan sejak Selasa (31/3/2026), dan mendapat sambutan antusias dari para siswa. Salah satunya siswa di SD 1 Wonosoco yang mendapat uang kejutan setelah membuka ompreng MBG. 

Seperti yang dialami oleh Derby Dintang, siswa kelas 5 tersebut mengaku senang. Selain mendapat makan bergizi gratis, ia juga mendapat uang di dalam ompreng yang membuatnya semakin senang dengan program tersebut. 

“Senang, dapat terus. Biasanya Rp5 ribu, uang ini akan saya buat beli jajan,” bebernya saat ditemui usai santap MBG, Kamis (9/4/2026).

Kepala SD 1 Wonosoco, Nirma Ari Astuti, mengakui dampak positif dari inovasi tersebut. Menurutnya, siswa terlihat lebih bersemangat dan antusias mengikuti program MBG.

“Anak-anak sangat senang, apalagi di hari pertama semua siswa dapat kejutan THR di setiap ompreng. Nominalnya bervariasi, dari Rp2 ribu sampai Rp100 ribu,” jelasnya.

Baca juga : Meski Punya Keterbatasan, Siswa SLBN Cendono Kudus Ikuti TKA

Di sekolahnya, jumlah penerima mencapai 104 siswa. Ia juga memastikan bahwa menu makanan yang disajikan sudah memenuhi standar gizi, bahkan makanan MBG tersebut selalu habis disantap. 

“Menunya sudah bagus, lengkap. Anak-anak juga selalu menghabiskan makanannya,” katanya.

Sementara itu, Kepala SPPG Wonosoco, Arinda Kharismanisa Islami menyampaikan, bahwa program tersebut bukan berasal dari dana operasional MBG, melainkan inisiatif dari yayasan sebagai bentuk motivasi bagi anak-anak.

“Ini pyur dari yayasan, bukan dari operasional SPPG. Ini merupakan salah satu cara kami untuk meningkatkan minat dan semangat anak agar berangkat sekolah dan belajar dengan baik,” ujarnya.

Nominal uang kejutan yang diberikan bervariasi dan dibagikan secara acak di dalam ompreng (wadah makan). Mulai dari Rp2 ribu hingga Rp100 ribu, tergantung alokasi yang disiapkan yayasan.

Program ini menyasar siswa dari berbagai jenjang pendidikan, mulai PAUD, TK, SD hingga SMP, serta kelompok B3 (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita) di Desa Wonosoco dan Berugenjang. Total penerima manfaat mencapai 838 orang dari 10 sekolah dan kelompok B3. 

Asisten lapangan SPPG Wonosoco, Rani Budiarti, menegaskan, ide pemberian THR muncul karena Desa Wonosoco dan Berugenjang sebelumnya lama belum mendapat MBG. Sebab, anak lainnya sudah mendapatkan MBG sejak lama. 

“Maka dari itu, kami berinisiatif agar anak-anak ini bisa semakin semangat belajar,” jelasnya.

Ide tersebut kemudian disampaikan ke pihak yayasan dan disetujui untuk dijalankan selama satu bulan penuh selama momentum Lebaran.

“Ini bentuk rasa syukur sekaligus kejutan untuk anak-anak,” imbuhnya.

Dalam pelaksanaan pemberian kejutan uang di dalam ompreng itu, pihak yayasan mengganggarkan Rp50-100 ribu per harinya. Sedangkan untuk penerima yang mendapat uang tergantung besaran yang ditaruh ke ompreng, baik itu Rp2 ribu, Rp5 ribu, atau Rp10 ribu.

“Intinya program ini inisiatif dari yayasan, bukan uang dari operasional dapur SPPG,” jelasnya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Diikuti Seribu Peserta, Kirab Buka Luwur Hari Jadi Jepara ke-477 Bakal Tanpa Kendaraan 

0

BETANEWS.ID, JEPARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara akan menggelar kirab buka luwur dalam rangka Peringatan Hari Jadi Kabupaten Jepara ke-477. 

Kirab akan digelar mulai dari Pendopo Kabupaten Jepara hingga Kompleks Makam Mantingan sekitar pukul 13.30 WIB. Kirab akan diawali dengan Sendratari Ratu Kalinyamat serta penyerahan kain luwur. 

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Jepara, Ali Hidayat mengatakan peserta kirab dari Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jepara nantinya akan menunggangi kuda selama kirab berlangsung. 

“Ada 11 kuda yang sudah kita siapkan, 10 untuk rombongan Forkopimda, dan satu untuk pemeran Ratu Kalinyamat,” kata Ali saat ditemui di Kompleks Makam Mantingan pada Rabu, (8/4/2026). 

Selain kuda, Ali melanjutkan pihaknya juga sudah menyiapkan 11 kereta kencana untuk tamu VIP, Istri Forkopimda Jepara, serta rombongan staf ahli dan asisten sekretariat daerah (sekda). 

Tidak hanya itu, pihaknya juga sudah menyiapkan 20 sepeda onthel yang akan dinaiki oleh Kepala Organisasi Perangkat daerah (OPD) di Kabupaten Jepara.  

“Di luar itu, rombongan yang lain nanti jalan kaki karena kita tidak menggunakan kendaraan yang menggunakan BBM, selain mobil woro-woro dari Kominfo,” ungkap Ali. 

Setelah kegiatan kirab selesai, acara akan dilanjut dengan santunan anak yatim serta makan tumpeng bersama di Halaman Masjid Mantingan. Ali menyebutkan total terdapat seribu peserta yang akan mengikuti prosesi kirab. 

“Peserta kurang lebih seribu orang, termasuk dari perangkat daerah dan masyarakat,” sebutnya. 

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Jepara, Budhi Sulistyawan mengatakan seluruh rangkaian kegiatan akan disiarkan secara langsung. Siaran dimulai sejak pra-acara hingga kirab berakhir di Mantingan. 

“Kami siapkan live streaming dari sebelum acara dimulai sampai rangkaian kirab selesai,” ujarnya.

Budhi melanjutkan, siaran juga akan dilengkapi narasi berbahasa Inggris. Langkah itu disiapkan karena kegiatan tersebut juga akan dihadiri tamu dari luar negeri.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Meski Punya Keterbatasan, Siswa SLBN Cendono Kudus Ikuti TKA

0

BETANEWS.ID, KUDUS – Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di SLB Negeri Cendono, Kabupaten Kudus, berlangsung lancar meskipun diikuti oleh siswa dengan keterbatasan. Pada hari kedua pelaksanaan, Selasa (7/4/2026), dua siswa jenjang SMPLB, Utomo dan Fatah Wiradinata, mengikuti ujian mata pelajaran matematika yang dimulai pukul 07.15 hingga 09.00 WIB.

Kepala SLBN Cendono Kudus, Kuntjoro Hadi Wicaksono mengatakan, secara teknis pelaksanaan ujian berbasis komputer tidak mengalami kendala. Baik jaringan internet maupun pasokan listrik dalam kondisi stabil selama ujian berlangsung.

“Secara teknis aman, tidak ada gangguan. Siswa juga bisa mengikuti tahapan ujian, mulai dari login sampai menyelesaikan soal,” katanya.

Namun demikian, tantangan muncul dari sisi akademik, khususnya dalam pemahaman soal. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Oktavianus Andri menjelaskan, bahwa karakteristik siswa tunagrahita menjadi faktor utama kesulitan dalam mengerjakan soal.

Menurutnya, soal TKA yang digunakan masih mengacu pada standar siswa reguler, sehingga cukup sulit dipahami oleh siswa SLB yang memiliki keterbatasan dalam kosa kata.

“Yang diukur memang kemampuan akademik, tapi siswa kami memiliki keterbatasan dalam memahami bahasa. Ketika soal disajikan dengan model yang sama seperti siswa reguler, tentu mereka kesulitan mencerna,” jelasnya.

Ia menambahkan, bentuk soal cerita dengan kalimat panjang menjadi kendala utama. Siswa cenderung kesulitan menangkap inti pertanyaan ketika harus membaca teks yang terlalu kompleks.

“Seharusnya soal dibuat lebih sederhana, kalimatnya singkat dan langsung ke inti. Kalau terlalu panjang, mereka kesulitan memahami maksudnya,” tambahnya.

Selain isi soal, tampilan dalam sistem ujian juga dinilai perlu penyesuaian. Idealnya, satu soal ditampilkan dalam satu layar agar lebih mudah dipahami oleh siswa.

“Kalau dalam satu layar ada beberapa soal, siswa jadi bingung karena belum terbiasa dengan format seperti itu,” katanya.

Meski menghadapi berbagai keterbatasan, semangat siswa tetap tinggi. Pihak sekolah juga memberikan pendampingan selama ujian berlangsung, terutama untuk membantu siswa memahami instruksi pengerjaan tanpa mengarahkan jawaban.

“Pendampingan sangat diperlukan. Kalau dilepas sepenuhnya, mereka akan mengalami banyak kendala. Dengan pendampingan, mereka tetap bisa mengikuti ujian,” imbuhnya.

Saat ini, SLBN Cendono Kudus memiliki 146 siswa dari jenjang SD hingga SMA. Dari jumlah tersebut, 65 siswa berada di tingkat SMP dan SMA. Khusus kelas IX, hanya dua dari total 10 siswa yang mengikuti TKA, menyesuaikan dengan kondisi dan kemampuan masing-masing.

Hasil TKA nantinya akan digunakan sebagai bagian dari pemetaan capaian belajar siswa secara nasional, sekaligus menjadi salah satu pertimbangan dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Ahmad Luthfi Tekankan Kemandirian Fiskal, Pemprov Jateng Mulai Susun Proyeksi Pendapatan Daerah 2027

0

BETANEWS.ID, SUKOHARJO — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai menyusun pendapatan daerah untuk tahun anggaran 2027.

Hal itu ditandai dengan Rapat Koordinasi Penyusunan Rencana Anggaran Pendapatan Provinsi Jawa Tengah di Hotel Mercure Solo Baru, Kabupaten Sukoharjo pada Selasa 7 April 2026.

Rapat tersebut dihadiri Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, Wakil Gubernur Taj Yasin, Sekretaris Daerah Jateng Sumarno, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Jateng, direksi Badan usaha Milik Daerah (BUMD) dan Badan Layanan Umum daerah (BLUD), DPRD, serta pemangku kepentingan terkait.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan, penyusunan target pendapatan daerah harus dilakukan secara presisi, realistis, dan berorientasi hasil, agar mampu menopang pembangunan sesuai arah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

“Pendapatan itu tidak boleh stagnan, harus dikejar. Target RPJMD harus tercapai,” tegas Luthfi.

Ia juga menekankan pentingnya memperkuat kemandirian fiskal di tengah tekanan berkurangnya transfer daerah dan dana bagi hasil.

Untuk menggenjot pendapatan daerah, strategi yang dilakukan adalah penguatan riset potensi berbasis kewilayahan, penetapan target terukur, integrasi tata kelola Samsat, sinergi penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD), hingga monitoring dan pengamanan aset daerah.

Karenanya, Luthfi meminta agar dilakukan peningkatan kualitas layanan retribusi oleh OPD. Selain itu penguatan tata kelola BUMD dan BLUD melalui penerapan prinsip good corporate governance, efisiensi operasional, dan peningkatan kinerja.

Selain itu, penguatan tata kelola pemerintahan melalui inovasi berkelanjutan, percepatan digitalisasi layanan publik, penegakan integritas, dan peningkatan kualitas pelayanan juga menjadi bagian dari agenda utama.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jateng, Sumarno menambahkan, rakor ini menjadi forum sinkronisasi dengan DPRD untuk menyusun proyeksi pendapatan 2027 secara lebih akurat, agar target yang ditetapkan dapat tercapai dan tidak menimbulkan beban pada APBD tahun berikutnya.

Ketua DPRD Jawa Tengah Sumanto menyampaikan, pada prinsipnya ia mendukung postur pendapatan yang disusun pemerintah daerah.

Ia berharap pemerintah daerah bersama DPRD, OPD penghasil, BLUD, dan BUMD dapat merumuskan terobosan baru untuk memperluas sumber pendapatan daerah.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Ziarah Sembilan Makam Leluhur Awali Rangkaian Peringatan Hari Jadi Jepara ke-477 

0

BETANEWS.ID, JEPARA– Mengawali rangkaian peringatan hari jadi Kabupaten Jepara ke-477, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara berziarah ke makam leluhur Jepara pada Rabu, (8/4/2026). Terdapat sembilan makam leluhur yang diziarahi. 

Rangkaian kegiatan ziarah diawali dari Makam Mbah Panggang yang berlokasi di Kompleks Musholla Nurul Iman, Kelurahan Panggang, Kecamatan Jepara. 

Dari pusat kota Jepara, ziarah kemudian dilanjut ke Makam Jenggala yang berada di Kelurahan Saripan, Kecamatan Jepara. Berjarak sekitar 600 meter dari lokasi kedua, ziarah berlanjut ke Makam Pangeran Syarif. 

Dari lokasi ketiga, berjarak sekitar 1,4 km ziarah berlanjut ke Makam Gedong Tjitrosomo II, di Kelurahan Bapangan. 

Meninggalkan area Kota Jepara, ziarah dilanjut ke Kompleks Makam Sultan Hadlirin dan Ratu Kalinyamat yang berada di Kecamatan Tahunan. 

Kemudian lokasi ke-enam, ziarah berlanjut ke Kompleks Makam Adipati Citrosomo yang berada di Desa Sendang, Kecamatan Kalinyamatan. 

Masih di wilayah yang sama, ziarah dilanjutkan ke Makam Yik Nde, Desa Kriyan. Kemudian berjarak 550 meter, ziarah berlanjut ke Makam Tumenggung Cendol, Desa Margoyoso. 

Dari lokasi ke delapan, ziarah berlanjut ke Kabupaten Kudus, menuju ke Pesarean Sedo Mukti untuk berziarah ke Makam RMP Sosrokartono yang merupakan kakak RA. Kartini. 

Lokasi tersebut menjadi penutup rangkaian kegiatan ziarah yang dimulai sekitar pukul 08.30-15.30 WIB. 

Setiap lokasi, ziarah berlangsung sekitar 20 menit. Rombongan ziarah yang terdiri dari Bupati dan Wakil Bupati Jepara, perwakilan pimpinan forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda), serta kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dengan khidmat melantunkan doa serta tahlil. 

Bupati Jepara, Witiarso Utomo mengatakan, ziarah tersebut menjadi kegiatan pembuka sebelum besok, Kamis (9/4/2026) diadakan kirab buka luwur di Kompleks Makam Mantingan. 

“Sebelum besok kita melakukan kirab untuk memperingati Hari Jadi Kabupaten Jepara, hari ini kita berziarah ke Makam leluhur, semoga seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan diberikan keberkahan,” kata Wiwit saat ditemui di Kompleks Makam Mantingan Jepara. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Jepara, Ali Hidayat mengatakan, pada tahun ini jumlah makam yang diziarahi berbeda dibanding tahun sebelumnya. 

Ali mengatakan, di tahun lalu, makam yang dikunjungi hanya tujuh. Kemudian di tahun ini ditambah dua lokasi makam, sehingga total terdapat sembilan makam yang diziarahi pada tahun ini. 

“Sejarahnya Jepara sebenarnya masih banyak, sehingga tahun ini ada beberapa lokasi makam yang baru kita ziarahi, yaitu Makam Tumenggung Cendol dan Makam Sosrokartono di Kudus,” jelasnya. 

Ali melanjutkan ziarah makam juga sampai ke Pesarean Sedo Moekti, Kabupaten Kudus sebab disana terdapat makam keluarga RA Kartini. 

Di antaranya Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, Bapak RA Kartini; M. A Ngasirah, Ibu Kartini; RMP Sosrokartono, Kakak RA Kartini; dan RA Rukmini, Adik RA. Kartini. 

“Ziarah ini kan dalam rangka peringatan Hari Jadi, sehingga kita berziarah ke tokoh-tokoh di Jepara, salah satunya ada di Makam Pesarean Sido Mukti Kudus,” pungkasnya. 

Editor : Kholistiono

- advertisement -

7.795 Siswa SMP di Kudus Ikuti Tes Kemampuan Akademik

0

BETANEWS.ID,  KUDUS – Ribuan pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Kudus ikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang berlangsung mulai Senin-Kamis (6-9/4/2026) secara bergelombang. Tes tersebut dilakukan perdana, untuk mengetahui anak didik dalam mengekplore kemampuan akademiknya.

Sebagai informasi, pelaksanaan tes tersebut digagas oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dengan harapan hasil diperoleh bisa maksimal. Hasil tes tersebut nantinya juga bisa untuk mendaftar sekolah ke jenjang yang lebih tinggi khusus jalur prestasi.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar pada Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus, Anggun Nugroho menyampaikan, bahwa TKA jenjang SMP diikuti oleh 7.795 pelajar dari 54 sekolah di Kabupaten Kudus. Menurutnya, di hari pertama pelaksanaan tes berjalan dengan lancar.

“Seluruh SMP di Kudus mengikuti semua. Ada 27 SMP negeri dan 27 SMP swasta,” katanya.

Ia menambahkan, bahwa persiapan pelaksanaan telah dilakukan dengan matang, baik jaringan, hingga soal yang akan diujikan. Adapun mata pelajaran yang diujikan dalam tes adalah Bahasa Indonesia, Matematika, serta materi terkait survei karakter dan lingkungan belajar untuk asesmen nasional.

Baca juga : Rehab 47 Sekolah di Kudus Segera Berjalan, Anggaran Rp13 Miliar Disiapkan

Salah satu sekolah yang mengikuti tes tersebut adalah SMP 1 Jati. Menurut Kepala SMP 1 Jati, Sumaryatun menyebut, tidak ada kendala dalam pelaksanaan TKA di sekolahnya sejauh ini. Semua siswa yang berjumlah 268 peserta dilaporkan mengikuti TKA, tanpa terkecuali.

“Alhamdulillah berjalan dengan lancar. Kami bekerjasama dengan PLN untuk mengamankan kelistrikan. Terlebih, anak-anak juga sudah kami persiapkan dengan tambahan jam pelajaran khusus mapel Bahasa Indonesia dan Matematika,” terangnya.

Meski dalam pelaksanaan tes tidak diwajibkan ikut, Sumaryatun menyebut, bahwa tes itu sangat penting dalam mengukur kemampuan literasi dan numerasi anak. Apalagi, hasil TKA dapat menambah poin untuk Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jalur prestasi.

“Apalagi di wilayah Jati ini kan tidak ada SMA, jadi kami memang menekankan agar anak bisa berprestasi. Selain itu hasil dari tes ini dapat dibuat untuk mendaftar SMA lewat jalur prestasi. Karena kalau domisili masih kalah dengan sekolah-sekolah yang dekat,” ungkapnya.

Tak hanya persiapkan siswa dengan tambahan jam pelajaran, pihak sekolah sebelumnya juga telah mengadakan tryout TKA sebanyak empat kali. Menurutnya, hasilnya pun sangat memuaskan.

“Semoga saja untuk hasil TKA yang berlangsung ketat ini juga bagus,” harapnya.

Sementara itu, salah satu siswa SMP 1 Jati, Qirin Alisha Alma menyampaikan, mengerjakan sebanyak 30 soal matematika dengan durasi satu jam. Kemudian dilanjutkan mengerjakan soal untuk survei karakter dan lingkungan belajar sebanyak 25 soal.

“Karena kemarin sudah belajar, dan mendapat tambahan jam belajar dari sekolah, jadi bisa mengerjakan. Meskipun ada soal yang sulit tapi ada juga soal yang mudah,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

659 PPPK Bakal Ikuti Orientasi, Bupati Kudus Tekankan Kedisiplinan dan Etika  

0

BETANEWS.ID, KUDUS – Ratusan Pegawai Pemerintahan dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang baru diangkat, bakal mengikuti orientasi PPPK 2026 yang bekerja sama dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Jawa Tengah. Adapun pelaksana orientasi diselenggarakan secara tatap muka di Sonya Warih Desa Menawan, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus.

Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris secara langsung membuka kegiatan tersebut di lapangan tennis indoor Kabupaten Kudus, Rabu (8/4/2026). Dalam kesempatan itu, bupati menekankan pentingnya disiplin, etika, dan pelayanan prima kepada masyarakat bagi para PPPK yang baru diangkat.

Menurut Sam’ani, orientasi menjadi momen penting untuk membentuk karakter aparatur sejak awal masa pengabdian. Ia mengingatkan, agar para PPPK tidak sekadar menjalankan rutinitas, tetapi benar-benar menunjukkan kinerja terbaik.

“Jangan sampai loyo, jangan sampai hanya absen datang dan pulang. Harus tertib, terkoordinasi dengan baik, dan jangan sampai ada komplain dari masyarakat,” tegasnya.

Ia menekankan, bahwa ASN, termasuk PPPK, merupakan teladan di lingkungan masing-masing, baik di tempat kerja maupun dalam kehidupan sehari-hari. Untuk itu, ASN dan PPPK diminta menjaga kelakukan etika dan tata krama.

“Di rumah maupun di manapun harus menjaga etika dan tata krama. ASN itu contoh bagi masyarakat,” pesannya.

Baca juga : Kampanyekan Selasa Bersepeda, Bupati Kudus Ajak Warga Hidup Sehat dan Hemat Energi

Sam’ani menambahkan, kesempatan menjadi ASN adalah amanah yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk melayani masyarakat. Terlebih, kesempatan tersebut harus dimanfaatkan dengan baik jangan sampai di sia-siakan.

“Mumpung diberi kewenangan oleh Presiden, lakukan yang terbaik. Jangan disia-siakan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BKPSDM Kudus, Tulus Tri Yatmika menjelaskan, orientasi ini bertujuan membangun kompetensi dasar PPPK, mulai dari integritas, kedisiplinan, hingga profesionalisme dalam bekerja.

Sebanyak 659 peserta mengikuti orientasi ini, yang terdiri dari 276 tenaga guru, 78 tenaga kesehatan, dan 305 tenaga teknis.

“Pelaksanaan orientasi akan berlangsung selama enam bulan, mulai 13 April hingga 2 September 2026, yang dibagi dalam 18 angkatan. Setiap angkatan akan mengikuti pelatihan selama tiga hari kerja dengan metode tatap muka,” jelasnya.

Materi orientasi mengacu pada pedoman dari Lembaga Administrasi Negara (LAN), yang mencakup pengenalan tugas dan fungsi ASN, internalisasi nilai dasar ASN BerAKHLAK, adaptasi budaya kerja, hingga peningkatan kompetensi profesional.

Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman mengenai peran PPPK sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan masyarakat, sekaligus perekat persatuan bangsa.

Dalam pelaksanaannya, Pemkab Kudus turut menggandeng BPSDMD Provinsi Jawa Tengah. Narasumber dari provinsi, Muhammad Faizin, dijadwalkan memberikan pembekalan terkait peningkatan kinerja dan pelayanan publik.

“Melalui orientasi ini, diharapkan seluruh PPPK mampu menjalankan tugas secara profesional, berintegritas, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Wujudkan Wajah Kota Rapi dan Ekosistem Kreatif, Valerie Dorong Percepatan Perda Kabel FO dan Ekraf di Kudus

0

BETANEWS.ID, KUDUS – Anggota Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) sekaligus Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Kudus, Valerie Yudistira Pramudya, menegaskan komitmennya untuk mengawal transformasi infrastruktur kota sekaligus penguatan ekonomi lokal.

Dua regulasi kini menjadi fokusnya, yaitu Perda Penataan Kabel Fiber Optik (FO) dan Perda Ekonomi Kreatif (Ekraf).

Menurut Valerie, penataan kabel FO di beberapa titik Kudus masih semrawut dan kurang tertata. Kondisi ini bukan hanya mengurangi estetika kota, tetapi juga berpotensi menimbulkan risiko keamanan bagi masyarakat.

“Regulasi ini penting untuk menjadikan Kudus lebih rapih sekaligus peluang untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ujar Valerie melalui siaran tertulisnya, Rabu (8/4/2026).

Perda Penataan Kabel FO juga dirancang untuk memastikan setiap pemasangan mengikuti standar teknis yang jelas. Dengan begitu, jaringan fiber optik dapat berfungsi optimal tanpa mengganggu estetika kota.

Baca juga : Gelar Reses di Sidji Coffee, Valerie Serap Aspirasi Soal Penerangan Jalan dan Drainase

“Kita ingin Kudus menuju Smart City, tetapi infrastrukturnya juga harus rapih. Tidak semrawut dan mengganggu pemandangan kota,” tandas politikus Partai Gerindra tersebut.

Selain fokus pada infrastruktur, Valerie mendorong Perda Ekraf agar kreativitas lokal menjadi motor penggerak ekonomi. Sektor kriya, kuliner, hingga digital dipandang sebagai potensi besar untuk pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kudus punya talenta yang luar biasa. Dengan adanya Perda Ekraf, kita punya landasan kuat untuk memberikan insentif, akses pembiayaan, hingga penyediaan creative hub bagi anak muda dan pelaku UMKM,” ungkapnya.

Sebagai Ketua Ekraf Kabupaten Kudus, Valerie menekankan bahwa kreativitas bukan sekadar hobi, tetapi bisa menjadi tulang punggung ekonomi baru yang berkelanjutan. Keberadaan payung hukum diharapkan memberikan kepastian dan fasilitasi nyata bagi pelaku industri kreatif.

“Penyediaan ruang kreatif atau creative hub menjadi salah satu prioritas. Dengan fasilitas ini, ide dan inovasi dapat berkembang menjadi peluang ekonomi nyata bagi anak muda dan pelaku UMKM,” sebutnya.

Dia mengatakan, penyusunan dua regulasi ini juga akan melibatkan partisipasi publik dan para ahli. Tujuannya agar draf yang dihasilkan bersifat aplikatif dan memberikan solusi jangka panjang bagi pembangunan Kabupaten Kudus.

“Proses penyusunan kedua Perda ini diharapkan selesai tepat waktu dan implementasinya langsung terasa manfaatnya. Kami optimis regulasi yang matang akan menjadi fondasi bagi Kudus yang modern, rapih, dan berdaya saing tinggi,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Ikuti Imbauan Pemerintah, Karyawan Pura Group Sebagian WFH

0

BETANEWS.ID, KUDUS – Ketegangan perang antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran mulai berdampak langsung ke Indonesia. Konflik yang memanas sejak akhir Februari 2026 itu memicu langkah Iran membatasi akses di Selat Hormuz—jalur vital yang dilalui sekitar 20 persen distribusi minyak dunia.

Kondisi tersebut memicu kekhawatiran global terhadap pasokan energi dan mendorong berbagai negara, termasuk Indonesia, mengambil langkah antisipatif. Gangguan di Selat Hormuz dinilai berpotensi menaikkan biaya logistik, harga energi, hingga berdampak pada stabilitas ekonomi nasional.

Merespons situasi itu, pemerintah Indonesia mengeluarkan kebijakan efisiensi energi, salah satunya melalui imbauan penerapan Work From Home (WFH) minimal satu hari dalam sepekan mulai 1 April 2026. Kebijakan ini diharapkan dapat menekan konsumsi bahan bakar di tengah lonjakan harga minyak dunia akibat konflik geopolitik.

Menyikapi kebijakan tersebut, Pura Group mulai menerapkan skema kerja fleksibel bagi sebagian karyawan, khususnya pada fungsi back office.

Direktur HR-GA Pura Group, Agung Subani, menyatakan perusahaan pada prinsipnya mendukung kebijakan pemerintah, namun penerapannya dilakukan secara selektif.

“Skema WFH dapat diterapkan pada fungsi-fungsi tertentu yang bersifat work anywhere, sepanjang tidak mengganggu efektivitas kerja,” ujar Subani melalui siaran tertulisnya, belum lama ini.

Baca juga : Menteri LH Apresiasi RDF PT Pura, Diminta Gandakan Kapasitas untuk Bantu Penanganan Sampah Kudus

Meski demikian, ia menegaskan, bahwa kebijakan tersebut tidak bisa diterapkan secara menyeluruh. Untuk lini produksi, kegiatan tetap berjalan normal karena membutuhkan kehadiran fisik pekerja.

“Untuk operasional pabrik tetap berjalan seperti biasa, dengan tetap memperhatikan ketentuan peraturan ketenagakerjaan,” tambahnya.

Penerapan WFH di Pura Group saat ini berlaku lima hari kerja untuk karyawan kantor perwakilan, dan direncanakan akan diperluas ke seluruh staf unit produksi mulai 16 April 2026.

Selain itu, perusahaan juga menyiapkan langkah efisiensi lain, seperti armada bus karyawan yang menghubungkan Semarang, Kudus, dan beberapa wilayah di Kabupaten Kudus.

“Kebijakan bus karyawan ini sebenarnya sudah diterapkan sebagai antisipasi selama pandemi Covid-19, namun kini efektif dalam menekan biaya transportasi dan konsumsi bahan bakar,” bebernya.

Dia mengungkapkan, dampak kenaikan harga minyak dunia paling terasa pada sektor bahan baku tertentu, khususnya produk percetakan solventbase yang banyak digunakan untuk plastik dan aluminium.Pura Group pun melakukan strategi mitigasi, mulai dari pencarian bahan substitusi hingga efisiensi proses produksi dan kalkulasi harga produk.

“Semoga krisis global ini cepat berlalu, sehingga iklim usaha kembali normal dan ancaman terhadap tenaga kerja bisa diminimalkan,” harapnya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Sempat Berusaha Kabur Usai Tabrak Pemotor di Bangsri Jepara, WNA Asal China Berhasil Diamankan 

0

BETANEWS.ID, JEPARA– Warga Desa Krasak, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara digegerkan peristiwa tabrak lari yang dilakukan oleh seorang Warga Negara Asing (WNA) asal China pada Senin, (6/4/2026) malam. 

Kepala Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Jepara, AKP Rahandy Gusti Pradana mengatakan, peristiwa bermula sekitar pukul 22.15 WIB saat mobil yang dikemudikan oleh LX (41), seorang WNA asal China yang berdomisili di Tangerang, melaju dari arah selatan (Jepara) menuju utara (Bangsri).

​Setibanya di lokasi kejadian, tepatnya di depan Warung Makan Ijo (Mbahe), Desa Krasak, pengemudi mobil diduga kurang berkonsentrasi. 

Akibatnya, mobil tersebut menghantam sepeda motor yang dikendarai oleh MK warga Desa Klepu, yang saat itu melaju searah di depannya.

Bukannya berhenti untuk bertanggung jawab,  pengemudi mobil tersebut justru terus memacu kendaraannya. Warga yang menyaksikan kejadian tersebut langsung melakukan pengejaran.

Pelarian LX akhirnya terhenti setelah mobil yang dikemudikannya hilang kendali dan menabrak tiang telepon di bahu jalan sebelah kiri. Kondisi kendaraan dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah.

​​”Kejadian berawal dari kurangnya konsentrasi pengemudi mobil. Setelah menabrak pemotor, pengemudi tidak berhenti hingga akhirnya terhenti karena menabrak tiang telepon,” katanya melalui laporan resmi yang diterima Betanews.id, Selasa (7/4/2026). 

Akibat insiden itu, satu orang dilaporkan mengalami luka-luka dengan jumlah kerugian materiil yang mencapai Rp30 juta. 

Atas insiden itu, AKP Rahandy menegaskan pentingnya etika dan kewaspadaan di jalan raya. Masyarakat diimbau untuk selalu mematuhi prinsip keselamatan berkendara (safety driving).

​”Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jalan, baik warga lokal maupun warga asing, untuk selalu waspada dan menghormati hak sesama pengguna jalan. Kecepatan mungkin bisa diatur, namun keselamatan adalah prioritas yang tidak bisa ditawar,” tegasnya.

​Saat ini, kasus kecelakaan tersebut telah ditangani untuk penyelidikan lebih lanjut, termasuk pemeriksaan terhadap status dokumen tinggal pengemudi WNA. 

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Meskipun Banjir, Persediaan Pangan di Jateng Dipastikan Masih Aman

0

BETANEWS.ID, SURAKARTA — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memastikan kondisi persediaan pangan di Jawa Tengah tetap aman, meskipun sejumlah wilayah terdampak bencana banjir.

Menurut Luthfi, ketahanan pangan Jawa Tengah masih kuat, karena produksi pangan daerah ini tetap surplus, bahkan mampu menopang kebutuhan nasional.

“Kondisi pangan kita surplus, jadi swasembada pangan kita kuat,,” ujar Luthfi seusai menghadiri open house HUT ke-10 Tribun Solo di Gedung Tribun News, Kota Surakarta, Selasa (7/4/2026).

Ia menambahkan, apabila ada sawah yang terdampak bencana, pemerintah telah menyiapkan skema perlindungan agar petani tidak menanggung kerugian sendirian.

“Kalau ada sawah yang terkena bencana, kita cover dengan asuransi Jamkrida, sehingga masyarakat petani kita bisa terangkat,” katanya.

Data Dinas Pertanian dan Peternakan Jawa Tengah menunjukkan neraca pangan daerah masih dalam kondisi relatif aman. Per Maret 2026, neraca beras Jawa Tengah tercatat surplus sebesar 702.409 ton.

Selain beras, surplus juga terjadi pada komoditas daging dan telur selama periode Januari–Maret 2026, sehingga kebutuhan masyarakat dinilai masih dapat terpenuhi.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, sebelumnya menjelaskan hingga awal April 2026 sejumlah indikator produksi menunjukkan tren positif. Untuk komoditas padi, dari target 10.559.679 ton gabah kering giling (GKG), realisasinya telah mencapai 4.169.353 ton atau sekitar 39,48 persen.

Sementara itu, produksi jagung dari target 3.700.000 ton telah mencapai 984.959 ton atau 26,62 persen. Adapun kedelai masih berada pada tahap awal, dengan realisasi 762 ton dari target 52.790 ton, atau sekitar 1,44 persen.

Untuk komoditas hortikultura, produksi bawang merah tercatat 144.705 ton dari target 617.015 ton (23,45 persen), sedangkan cabai mencapai 80.892 ton dari target 456.621 ton (17,72 persen). Pada sektor peternakan, produksi telur mencapai 238.154 ton dari target 917.863 ton (25,95 persen), daging 311.042 ton dari target 942.497 ton (33 persen), serta susu 17.928 ton dari target 76.570 ton (23,41 persen).

“Yang perlu menjadi perhatian berikutnya adalah distribusi agar surplus ini bisa merata, dan menjaga stabilitas harga,” ujar Frans, sapaannya.

Dalam mendukung pencapaian target produksi, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengalokasikan berbagai program strategis pada 2026. Di antaranya, bantuan benih dan sarana produksi untuk padi seluas 47.200 hektare, jagung 3.200 hektare, kedelai 3.000 hektare, cabai 310 hektare, serta bawang merah TSS seluas 25 hektare.

Dari sisi infrastruktur, pemerintah merehabilitasi 334 paket jaringan irigasi tersier, dan membangun 75 paket irigasi perpipaan.

Modernisasi pertanian juga diperkuat melalui distribusi alat dan mesin pertanian, antara lain 100 unit rice transplanter, 86 unit traktor crawler, 30 unit traktor roda empat, 100 unit pompa air, 10 unit combine harvester, serta puluhan unit cultivator dan hand tractor.

Pada sektor perlindungan petani, program asuransi usaha tani padi mencakup 10.449 hektare lahan, serta asuransi tembakau seluas 10.000 hektare. Pemerintah juga mengalokasikan subsidi suku bunga bagi 800 paket pembiayaan petani.

Menurut Frans, pendekatan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga menjaga keberlanjutan sistem pertanian. Hal itu mencakup penguatan luas baku sawah, peningkatan indeks pertanaman, serta pemanfaatan teknologi pertanian.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Kenalkan Teknologi Sejak Dini, Puluhan Siswa di Jepara Diajak Adu Lihai Mainkan Robot Sepak Bola 

0

BETANEWS.ID, JEPARA- Suasana tegang namun meriah tampak terasa di Aula Gedung PGRI Kabupaten Jepara pada Selasa, (7/4/2026). Puluhan siswa tingkat SMP dari berbagai wilayah se-Kabupaten Jepara sedang beradu kelihaian dalam lomba robotik. 

Jenis robot yang dilombakan merupakan robot soccer yaitu robot yang diciptakan untuk bermain sepak bola kemudian diarahkan agar bisa mencetak gol ke gawang lawan.

Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan pada Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Kabupaten Jepara Elly Widyastuti mengatakan sebelum puluhan siswa itu mengikuti lomba, pada Senin (6/4/2026) kemarin mereka sudah dibekali pelatihan merancang robot. 

“Hari ini dilanjut dengan kegiatan lomba yang diikuti oleh 74 siswa dari 34 SMP di Jepara,” kata Elly saat ditemui di sela-sela kegiatan lomba. 

Elly menjelaskan kegiatan pelatihan dan lomba robotik itu diadakan dengan tujuan untuk mengenalkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sejak dini kepada generasi muda. 

Baca juga : Sidak RSUD Kartini, DPRD Jepara Pastikan Pelayanan Tetap Prima 

Terlebih di era digital sekarang banyak pekerjaan manusia yang dalam pelaksanaannya dibantu oleh teknologi berupa robot. 

“Sekarang banyak pekerjaan yang pelaksanaannya itu sudah by robot. Jadi mau ngga mau anak-anak juga harus kita kenalkan ke itu (penggunaan robot),” jelas Elly.  

Elly berharap, melalui kegiatan tersebut 74 siswa yang terlibat bisa semakin mengenal perkembangan ilmu dan teknologi. Serta bisa memberikan alternatif kegiatan yang bermanfaat untuk pengembangan kemampuan siswa ke depannya. 

Salah satu peserta, M. Caelvin Aditya (12) kelas 7 SMPN 2 Kembang mengaku antusias saat berkesempatan untuk mengikuti lomba robot soccer. 

Bersama teman satu timnya, yaitu M. Saiful Rafi Arjunaidi (13) kelas 8 SMPN 2 Kembang, Caelvin berhasil meraih satu poin saat melawan tim dari SMPN 1 Batealit. 

“Ini baru pertama, ikut lomba sih, seru dan lumayan tegang,” ucap Rafi dan Caelvin. 

Meskipun baru pertama kali mengikuti lomba robot soccer, mereka mengaku tidak terlalu kesulitan. Salah satu kendalanya yaitu mengendalikan analog atau remot pengontrol robot. 

74 peserta yang mengikuti lomba tersebut akan memperebutkan juara 1-3 dan harapan 1-3. Juara 1 akan mendapat hadiah uang tunai Rp2,5 juta, juara 2 Rp2.250.000, juara 3 Rp2 juta. 

Kemudian harapan 1 mendapat uang tunai Rp1,5 juta, harapan 2 Rp1 juta, dan harapan 3 Rp750 ribu. Hadiah itu akan diserahkan pada saat upacara Hari Jadi Kabupaten Jepara ke-477.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Ahmad Luthfi Minta Media Arus Utama Jadi Penjernih Informasi

0

BETANEWS.ID, SURAKARTA — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta kepada media arus utama agar menjadi penjernih informasi, di tengah era banjir informasi dan banyaknya berita hoaks.

Hal itu disampaikan saat menghadiri acara Peringatan HUT ke-10 Tribun Solo di Gedung Tribun News, Kota Surakarta, Selasa (7/4/2026).

Ia mengatakan, peran media tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga menjaga kualitas ruang publik dengan menghadirkan pemberitaan yang akurat, kredibel, dan memberi arah bagi masyarakat.

Karena itu, ia berharap Tribun Solo tetap konsisten menjalankan fungsi kontrol sosial sekaligus menjadi mitra kolaboratif pemerintah.

Luthfi juga menegaskan kritik dari media merupakan bagian penting dalam tata kelola pemerintahan yang sehat. Menurut dia, pejabat publik harus siap menerima kritik selama ditujukan untuk perbaikan.

“Silakan kritik kami, Itu obat bagi pejabat publik. Tapi beritakan juga pembangunan yang ada, karena membangun daerah itu membutuhkan kolaborasi,” katanya

Dalam kegiatan tersebut, Luthfi menyampaikan apresiasi atas perjalanan satu dekade Tribun Solo yang dinilainya telah tumbuh sebagai media dengan energi besar, kritis, dan dekat dengan dinamika masyarakat.

“Tribun Solo ini bagi kami seperti anak muda yang energinya besar, kritis, dan itu penting untuk membangun,” ujar Luthfi.

Menurut dia, Tribun Solo selama ini telah menjadi mitra penting pemerintah dalam menjembatani komunikasi pembangunan kepada masyarakat.

“Tribun adalah mata dan telinga kami untuk menjembatani pembangunan. Di tengah banjir informasi yang belum tentu benar, Tribun harus menjadi semacam cleaning service, penjernih informasi agar masyarakat mendapat informasi yang sehat,” tegasnya.

Pada peringatan satu dekade ini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berharap Tribun Solo terus menjaga integritas, tidak lelah melakukan kritik konstruktif, dan tetap mengangkat berbagai potensi daerah, mulai dari UMKM, pariwisata, hingga kearifan lokal Solo Raya dan Jawa Tengah.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Kampanyekan Selasa Bersepeda, Bupati Kudus Ajak Warga Hidup Sehat dan Hemat Energi

0

BETANEWS.ID, KUDUS – Selasa pagi (7/4/2026) di Kabupaten Kudus tampak berbeda. Bupati Kudus Sam’ani Intakoris memulai aktivitasnya dengan bersepeda dari kediaman menuju Pendapa Kabupaten, melewati rute Tambak Lulang–Jalan dr Loekmono Hadi–Jalan Ramelan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan “Selasa Bersepeda” yang mulai digalakkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus.

Program tersebut didorong sebagai langkah sederhana untuk membiasakan masyarakat menjalani pola hidup sehat sekaligus menghemat energi.

Di tengah meningkatnya kesadaran akan pentingnya efisiensi energi, bersepeda dinilai menjadi alternatif transportasi yang ramah lingkungan dan mudah diterapkan oleh berbagai kalangan.

Selain tidak menghasilkan emisi, aktivitas ini juga berdampak langsung pada pengurangan konsumsi bahan bakar.

Tak hanya itu, bersepeda juga memberikan manfaat kesehatan yang signifikan, mulai dari menjaga kebugaran tubuh hingga meningkatkan daya tahan fisik. Kebiasaan ini diharapkan dapat menjadi gaya hidup baru yang berkelanjutan di tengah masyarakat.

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menegaskan bahwa gerakan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif masyarakat.

Baca juga : Puluhan Emak-Emak Kudus Ikut Pelatihan Bikin Jajanan Pasar, Disiapkan Jadi Wirausaha Mandiri

“Ayo Selasa Bersepeda. Ini kebiasaan sederhana yang bisa dilakukan bersama. Selain menyehatkan, juga membantu menghemat penggunaan bahan bakar dan menjaga lingkungan tetap bersih,” ujar Sam’ani melalui siaran tertulisnya.

Menurutnya, perubahan besar tidak harus dimulai dari langkah yang rumit. Justru kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan dampak yang luas dalam jangka panjang.

“Kami mengajak masyarakat untuk memulai dari hal kecil, menyesuaikan dengan kondisi masing-masing, sebagai bagian dari upaya bersama mewujudkan Kudus yang lebih sehat, efisien, dan berkelanjutan,” imbuhnya.

Melalui gerakan “Selasa Bersepeda”, Pemerintah Kabupaten Kudus berharap partisipasi masyarakat terus meningkat.

Kesadaran akan pentingnya hidup sehat dan ramah lingkungan diharapkan tumbuh, sejalan dengan upaya mewujudkan visi Kudus sebagai daerah yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Ahmad Luthfi Ajak Teladani  Kiai Dalhar, Ajarkan Persatuan Hingga Nasionalisme

0

BETANEWS.ID, MAGELANG — Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi mengajak masyarakat untuk meneladani almarhum KH Dalhar, karena sosoknya telah mengajarkan persatuan hingga nasionalisme.

Hal itu disampaikan saat acara Haul ke-66 KH Dalhar yang digelar di Pondok Pesantren Darussalam Watucongol, Muntilan, Kabupaten Magelang, pada Senin (6/4/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh ribuan jemaah. Mereka hadir dari berbagai daerah. Hal ini sebagai bentuk penghormatan kepada sosok ulama pejuang kemerdekaan Republik Indonesia tersebut.

Menurut  Luthfi, sosok KH Dalhar merupakan ulama yang tidak sekadar mengajarkan tentang ilmu-ilmu keislaman, tetapi juga bagaimana mengimplementasikan ilmu tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Ia juga sosok pejuang yang mengajarkan tentang parsatuan dan kesatuan,  nasionalisme dan, bela negara.

“Haul ini bentuk penghargaan kepada kiai pendiri bangsa. Ada nilai-nilai persatuan dan kesatuan di sini. Kita harus meneladani nilai-nilai yang diajarkan oleh beliau, di antaranya kesederhanaan  yang tertanam pada diri,” katanya.

Pada peringatan haul tersebut, lanjut  Luthfi, juga memperlihatkan bagaimana dampak yang diwariskan oleh KH Dalhar yang melecut semangat persatuan dan kesatuan para santrinya dulu. Jemaah haul tidak hanya datang dari masyarakat di Kabupaten Magelang atau Jawa Tengah saja, tetapi juga daerah-daerah lain di Indonesia seperti Jawa Timur, Jawa Barat, bahkan luar pulau Jawa. Dampak sosial-ekonomi juga tumbuh dari rangkaian kegiatan haul tersebut.

“Ini bentuk kolaborasi tentang tradisi, nguri-uri budaya. Coba bayangin, kita masuk ke wilayah Watucongol, sudah berapa ratus UMKM yang terlibat. Artinya ada perputaran ekonomi bagi masyarakat tercipta,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua MPR RI Ahmad Muzani juga menyoroti bagaimana pesantren menjadi salah satu sumber inspirasi bagi kesadaran masyarakat dalam hal nasionalisme dan antipenjajahan.

“KH Dalhar dan Ponpes Darussalam Watucongol telah melahirkan banyak santri yang menjadi tokoh di daerahnya. Pesantren juga sumber persatuan karena di sana banyak orang dari berbagai daerah dan suku, serta mengajarkan toleransi, kebersamaan, silaturahmi, dan persatuan,” katanya saat ikut menghadiri acara.

Ia juga menjelaskan, bahwa dalam situasi global saat ini, modal utama yang harus dimiliki adalah persatuan dan kebersamaan.

“Mbah Dalhar salah satu tokoh yang selalu menyerukan kepentingan bangsa, ia mengedepankan kepentingan bersama di atas segala-galanya,” jelasnya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -