BETANEWS.ID, KUDUS – Anggota DPRD Kabupaten Kudus sekaligus Ketua Fraksi Partai Gerindra, Valerie Pramudya, menggelar kegiatan reses bersama relawan dan masyarakat Desa Getaspejaten, Kecamatan Jati, di di Sidji Coffee Kudus, Jumat (30/1/2026).
Kegiatan yang berlangsung lebih dari dua jam ini dihadiri sekitar 150 peserta yang terdiri dari relawan serta pengurus RT dan RW Desa Getaspejaten. Reses turut didampingi oleh perwakilan Sekretariat Dewan (Sekwan) dan Baperida Kabupaten Kudus sebagai bagian dari sinergi antara legislatif dan unsur perencanaan daerah.
Dalam dialog terbuka tersebut, masyarakat secara tegas menyoroti minimnya penerangan jalan umum (PJU) di kawasan Jalan Museum Kretek dan Jalan Mulya. Kondisi gelap pada malam hari dinilai membahayakan keselamatan warga dan pengguna jalan, serta rawan terhadap potensi gangguan keamanan.
Baca juga: Fraksi Gerindra Kudus Hadir di Tengah Banjir: ‘Politik Harus Menyentuh Rakyat’
Tak hanya itu, persoalan drainase yang tidak berfungsi optimal juga menjadi keluhan utama. Warga menyampaikan bahwa saat hujan turun, khususnya di sepanjang Jalan Museum Kretek, air kerap meluap hingga ke badan jalan. Genangan tersebut mempercepat kerusakan aspal dan menunjukkan perlunya penanganan serius, bukan sekadar tambal sulam.
Menanggapi hal ini, Valerie menegaskan bahwa infrastruktur dasar adalah hak masyarakat, bukan sekadar program tambahan.
“Penerangan jalan dan drainase bukan kebutuhan sekunder. Ini menyangkut keselamatan, kenyamanan, dan aktivitas ekonomi warga. Aspirasi ini akan kami kawal serius dalam pembahasan anggaran dan pengawasan pembangunan,” tegas Valerie.
Ia juga menekankan bahwa Fraksi Gerindra akan terus mendorong agar pembangunan infrastruktur tidak hanya terpusat di wilayah tertentu, tetapi merata hingga ke lingkungan permukiman warga.
Selain menyerap keluhan, Valerie turut menyampaikan materi reses mengenai Program Koperasi Desa Merah Putih. Ia mengajak masyarakat Getaspejaten memanfaatkan koperasi sebagai wadah penguatan ekonomi desa yang berbasis gotong royong dan kemandirian.
Baca juga: Gerindra Kudus Terjang Banjir, Salurkan Ratusan Paket Sembako ke Warga Terdampak
“Koperasi Desa Merah Putih ini harus menjadi alat perjuangan ekonomi rakyat. Kalau dikelola serius, ini bisa membantu permodalan usaha kecil dan meningkatkan kesejahteraan warga,” jelasnya.
Dalam pemaparannya, Valerie juga menjelaskan bahwa arah kebijakan anggaran DPRD saat ini sedang difokuskan pada sektor prioritas, yakni infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan. Menurutnya, partisipasi aktif masyarakat melalui reses menjadi kunci agar kebijakan anggaran benar-benar menjawab kebutuhan riil di lapangan.
Reses ditutup dengan diskusi interaktif dan komitmen bersama antara wakil rakyat dan warga untuk terus mengawal pembangunan yang lebih adil dan merata di kabupaten kudus.
Editor: Suwoko

