BETANEWS.ID, JEPARA– Warga Desa Krasak, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara digegerkan peristiwa tabrak lari yang dilakukan oleh seorang Warga Negara Asing (WNA) asal China pada Senin, (6/4/2026) malam.
Kepala Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Jepara, AKP Rahandy Gusti Pradana mengatakan, peristiwa bermula sekitar pukul 22.15 WIB saat mobil yang dikemudikan oleh LX (41), seorang WNA asal China yang berdomisili di Tangerang, melaju dari arah selatan (Jepara) menuju utara (Bangsri).
Setibanya di lokasi kejadian, tepatnya di depan Warung Makan Ijo (Mbahe), Desa Krasak, pengemudi mobil diduga kurang berkonsentrasi.
Akibatnya, mobil tersebut menghantam sepeda motor yang dikendarai oleh MK warga Desa Klepu, yang saat itu melaju searah di depannya.
Bukannya berhenti untuk bertanggung jawab, pengemudi mobil tersebut justru terus memacu kendaraannya. Warga yang menyaksikan kejadian tersebut langsung melakukan pengejaran.
Pelarian LX akhirnya terhenti setelah mobil yang dikemudikannya hilang kendali dan menabrak tiang telepon di bahu jalan sebelah kiri. Kondisi kendaraan dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah.
”Kejadian berawal dari kurangnya konsentrasi pengemudi mobil. Setelah menabrak pemotor, pengemudi tidak berhenti hingga akhirnya terhenti karena menabrak tiang telepon,” katanya melalui laporan resmi yang diterima Betanews.id, Selasa (7/4/2026).
Akibat insiden itu, satu orang dilaporkan mengalami luka-luka dengan jumlah kerugian materiil yang mencapai Rp30 juta.
Atas insiden itu, AKP Rahandy menegaskan pentingnya etika dan kewaspadaan di jalan raya. Masyarakat diimbau untuk selalu mematuhi prinsip keselamatan berkendara (safety driving).
”Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jalan, baik warga lokal maupun warga asing, untuk selalu waspada dan menghormati hak sesama pengguna jalan. Kecepatan mungkin bisa diatur, namun keselamatan adalah prioritas yang tidak bisa ditawar,” tegasnya.
Saat ini, kasus kecelakaan tersebut telah ditangani untuk penyelidikan lebih lanjut, termasuk pemeriksaan terhadap status dokumen tinggal pengemudi WNA.
Editor : Kholistiono

