Beranda blog Halaman 1975

Jokowi Gagal Jadi Capres Karena Datang ke Kudus?

1
SEPUTAR KUDUS – Jokowi  bersama Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, datang ke Kudus bertemu dengan Bupati Kudus Musthofa, 20 Maret. Foto Antara: Andreas Fitri Atmoko

SEPUTAR KUDUS – Sehari setelah Pemilihan Umum Legislatif (Pemilu) 2014, banyak media-media nasional memberitakan isu pencapresan Jokowi batal dilakukan PDIP. Dalam sejumlah media disebutkan, isu pembatalan tersebut menyusul suara partai banteng moncong putih itu tidak mencapai target yang diinginkan, yakni sebesar 27 persen.

Sejumlah media nasional yang memberitakan isu tersebut, di antaranya Kompas.com, Tribunnews.com, Rmol.co, dan lainnya. Dalam pemberitaannya, bahkan mengutip perkataan Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarno Putri, yang mengatakan pencapresan Gubernur DKI Jakarta tersebut belum resmi. Ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi, yakni perolehan suara partai minimal 20 persen.

Berdasarkan hasil akhir hitung cepat yang dilakukan Kompas, Rabu (19/4/2014) PDIP meraup suara paling tinggi dibanding partai lainnya. Namun, dalam hitung cepat itu disebutkan, PDIP hanya mendapat 19,23 persen. Angka tersebut kurang dari batas perolehan suara yang disyaratkan untuk mengusung capres, yakni 20 persen.

Sebelum pelaksanaan pileg, Jokowi sempat berkunjung ke sejumlah daerah di Jawa Tengah, termasuk ke Kudus. Dia datang ke Kudus pada 20 Maret 2014, sekitar pukul 23.00 WIB. Jokowi disambut Bupati Kudus Musthofa dan sejumlah Muspida, di Pendapa Kabupaten. Sebelum ke Kudus, Jokowi datang ke Rembang, berkunjung ke Ponpes Roudlotut Tholibin, untuk bertemu dengan KH Musthofa Bisri atau Gus Mus.

Hingga kini, masih berkembang mitos di kalangan masyarakat Kudus, tentang pejabat negara yang datang ke Kudus akan lengser dari jabatannya, termasuk presiden. Banyak masyarakat yang masih memercayai mitos tersebut. Mitos itu muncul karena Sunan Kudus menancapkan Rajah Kalacakra di pintu gerbang Masjid Menara Kudus. Rajah tersebut konon akan dikenakan musuh murid kesayangan Sunan Kudus, Arya Penangsang.

Apakah merebaknya isu pembatalan pencapresan Jokowi karena kedatangannya ke Kudus? Tidak ada yang tahu pasti, toh isu yang berkembang tersebut belum tentu juga kebenarannya. (Mase Adi Wibowo)

Artikel terkait lainhnya:
Mitos Lengsernya Presiden Setelah Datang ke Kudus
Datang ke Kudus, SBY Tak Takut Lengser?
Ini Alasan Presiden SBY Tak Jadi Makan Garang Asem di Kudus

- advertisement -

PMII Kudus Tolak Caleg Demit Bagi-Bagi Duit

0
SEPUTAR KUDUS – Sejumlah anggota 

SEPUTAR KUDUS – Pemilihan legislatif (Pileg) 2014 kurang dua hari lagi, Rabu (9/4/2014). Tak berbeda dengan pemilihan sebelumnya, pemilihan caleg kali ini tak dimungkiri masih diwarnai politik uang atau money politic, bahkan tahun ini mungkin lebih parah. Melihat realita tersebut, Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kudus melakukan gerakan. Mereka membentangkan poster bernada penolakan politik uang, dan membagi-bagi stiker kepada pengendara yang melintas di sekitar Alun-alun Kudus, Minggu (6/4/2014).

SEPUTAR KUDUS – Stiker

Dalam poster yang dibentangkan tersebut tertulis “Goro-goro duit, kleru nyoblos demit” (Gara-gara uang, salah memilih setan). Dalam poster tersebut juga tertulis “Tolak Politik Uang”. Dalam aksi tersebut, sejumlah anggota PC PMII Kudus dan Anggota Teater Gerak 11 (Banom PMII Kudus) melakukan aksi teatrikal. Mereka mengenakan kostum dan berpenampilan layaknya demit. 


Aksi yang mereka lakukan cukup menyita perhatian sejumlah pengendara yang melintas di alun-alun. Sejumlah masyarakat juga memperhatikan aksi tersebut dari kejauhan. Bahkan masyarakat secara antusias meminta stiker, yang memuat tulisan sama seperti yang tertuang dalam poster yang dibentangkan di alun-alun.

Pengurus PC PMII Kudus Malik K Anam mengatakan, gerakan tolak politik uang dalam pemilu yang dilakukannya itu hanya sebagian kecil dari sikap PMII Kudus. Pihaknya secara tegas menolak politik uang, demi meminimalisir terjadinya praktik korupsi yang dilakukan anggota legislatif yang selama ini terjadi. Politik yang dalam pemilu, merupakan bibit korupsi yang harus diputus sejak awal.

“Semakin banyak uang yang dikeluarkan caleg, semakin banyak uang rakyat yang akan dikorup oleh anggota DPR yang terpilih dalam pemilu,” kata Anam kepada Seputar Kudus.

Dia menambahkan, dengan melakukan aksi tersebut, pihaknya berharap masyarakat akan tergugah. Menerima uang dari caleg yang meminta untuk dipilih, merupakan tindakan yang justru akan merugikan. Anam juga berharap, pemilu yang akan digelar nanti menghasilkan anggota legislatif yang berkualitas, dan secara tulus memperjuangkan aspirasi dan kepentingan masyarakat, bukan partai dan kelompoknya, terlebih kepentingannya pribadi. (Mase Adi Wibowo)

- advertisement -

Jadwal Pertandingan Persiku Kudus 2014

0

SEPUTAR KUDUS – Setelah Persiku Kudus mengalami sejumlah permasalahan dalam tubuh manajemen, khususnya terkait pendaan, akhirnya tim berjuluk Laskar Macan Muria tersebut akan melakoni musim Liga Divisi Utama 2014. Sejumlah pemain telah meneken kontrak, dan membawa marwah sepak bola Kota Kretek.

Berikut ini jadwal Liga Divisi Utama Musim 2014 yang akan dijalani Persiku Kudus:

HOME (KANDANG)
AWAY (TANDANG)
No
Hari/Tanggal
Klub
Hari/Tanggal
Klub
1
Selasa,
15 April 2014
PERSIKU
VS PSIR Rembang
Jum’at,
25 April 2014
PERSIP
Pekalongan VS PERSIKU
2
Jum’at,
18 April 2014
PERSIKU
VS PERSIPUR Purwodadi
Selasa,
29 April 2014
PPSM
Magelang VS PERSIKU
3
Selasa,
06 Mei 2014
PERSIKU
VS PERSITEMA Temanggung
Sabtu,
10 Mei 2014
PSIS
Semarang VS PERSIKU
4
Rabu,
28 Mei 2014
PERSIKU
VS PERSIS Solo
Minggu,
18 Mei 2014
PERSIS
Solo VS PERSIKU
5
Rabu,
04 Juni 2014
PERSIKU
VS PSIS Semarang
Minggu,
08 Juni 2014
PERSITEMA
Temanggung VS PERSIKU
6
Jum’at,
08 Agustus 2014
PERSIKU
VS PPSM Magelang
Selasa,
19 Agustus 2014
PERSIPUR
Purwodadi VS PERSIKU
7
Selasa,
12 Agustus 2014
PERSIKU
VS PERSIP Pekalongan
Sabtu,
23 Agustus 2014
PSIR
Rembang VS PERSIKU

- advertisement -

Polytron Ternyata Pesan Stiker Produk di Tempat Sablon Ini

0
SEPUTAR KUDUS – Tempat sablon di Desa Wergu, Kudus, yang membuat label produk Polytron.

SEPUTAR KUDUS – Di sebuah gang sempit, tepatnya di depan Gedung Olahraga (GOR) Wergu Wetan, Kecamatan Kota, Kudus, ada sebuah bangunan rumah yang tak terlalu besar. Di sana terdapat belasan orang yang tengah menyablon berbagai stiker, pesanan dari pelanggan. Satu di antaranya banyaknya pelanggan yang datang, yakni PT Hartono Istana Teknologi yang memiliki merek kenamaan, yakni Polytron.

Budi, satu dari tiga pengelola tempat sablon tersebut mengatakan, Polytron merupakan pelanggan setia yang memesan berbagai bentuk stiker di tempat sablonnya. Perusahaan elektronik terbesar di Indonesia yang berlokasi di Kudus ini, memesan setiker untuk label produk yang dibuatnya. Label stiker yang dipesan, tidak hanya untuk produk TV yang memang menjadi produk andalannya, namun juga mesin cuci, kulkas, dan lain sebagainya.

Stiker yang dipesan Polytron, kata Budi, semuanya berbahan plastik berwarna silver, dan mengeluarkan warna pelangi saat terkena cahaya pada sudut tertentu. Dia lantas menyablon bahan tersebut, sesuai dengan desain yang dipesan Polytron. Warna cat sablon yang dipesan, sebagian besar tak hanya satu warna, namun banyak warna.

Dia menjelaskan, setelah proses penuangan cat dari screen ke bahan stiker selesai dilakukan, dan telah kering, proses selanjutnya yakni pemotongan. Ada sejumlah stiker yang dipotong menggunakan pisau pond, namun ada stiker yang dipotong menggunakan pisau secara manual. Umumnya stiker yang dipotong secara manual tersebut, yakni stiker yang memiliki bentuk agak rumit, menyesuaikan desain.

Budi menceritakan, tempat sablon yang dia kelola itu telah ada sejak sekitar 20 tahun lalu. Produk sablon yang dibuat di tempatnya, kebanyakan label produk. Baik produk elektronik yang seperti dipesan Polytron, pakaian, dan produk lainnya. (Mase Adi Wibowo)

- advertisement -

Gambar Baliho Caleg DPRD Jateng di Kudus

0

SEPUTAR KUDUS – Baliho dan poster caleg DPRD Kudus telah kami posting pada Selasa (25/3/2014). Berikut ini akan kami posting sejumlah gambar baliho dan poster caleg DPRD Jateng yang kami dokumentasikan. Peraga kampanye ini terdapat di sejumlah titik di Kecamatan Undaan, Kecamatan Jati, Kecamatan Kota, Kecamatan Bae, Kecamatann Jekulo.

Ini kami posting, semata hanya ingin membuat dokumentasi pada momen Pemilu 2014. Bagi para pengunjung blog Seputar Kudus boleh mengunduh foto-foto yang ada di postingan ini, dengan catatan tidak menghilangkan kredit foto dan watermark www.seputarkudus.blogspot.com yang menempel di foto. Jika ingin mengunggah ulang di situs, atau jejaring sosial, mohon berikan link tertaut posting ini.

Berikut ini foto-foto yang kami dokumentasikan:

 

- advertisement -

Inilah Gambar Baliho Caleg DPRD Kudus di Pemilu 2014

0
SEPUTAR KUDUS – Caleg DPRD Kudus Dapil 1
(Jati, Kota) Mohammad Fatchul Munif

SEPUTAR KUDUS – Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 tinggal menghitung pekan, sebelum diselenggarakan pada 9 April nanti. Sejumlah calon anggota legislatif (caleg) Kudus dari sejumlah partai memasang baliho dan poster mereka di sejumlah titik. Poster tersebut dipasang sebagai peraga kampanye untuk mengenalkan diri pada masyarakat sebagai calon pemilih. Peraga kampanye tersebut masih dinilai efektif untuk mengenalkan diri, selain melakukan kampanye langsung ke basis massa.

Foto baliho dan poster peraga kampanye ini kami ambil sebagai dokumentasi. Para pembaca blog blog seputar kudus  ini bisa melihat, sosok serta janji-janji mereka, sebagaimana yang tertera dalam peraga kampanye tersebut. Jika ingin memiliki foto ini, silakan diunduh, tanpa menghilangkan kredit foto yang kami bubuhkan. Jika ingin mengunggah ulang ke situs atau media sosial, mohon tidak merubah foto, dan mohon untuk memberi tautan url artikel ini.

Semangat pemuatan gambar baliho dan poster ini, yakni memberikan informasi kepada masyarakat, untuk lebih mengetahui rekam jejak para calon wakil rakyat yang akan dipilih. Mudah-mudahan ini sedikit menambah referensi para calon pemilih, sebelum menentukan pilihan pada pelaksanaan pileg nanti. (Mase Adi Wibowo)

SEPUTAR KUDUS – Caleg DPRD Kudus
Dapil 1 (Jati, Kota) Kholid Mawardi

Demikian beberapa data caleg DPRD Kudus yang kami miliki. Kami tidak memiliki secara lengkap rekam jejak para caleg, sehingga kami mohon, jika berkenan untuk menambahkan data dalam kotak komentar di bawah artikel ini.

Mohammad Fatchul Munif, S.Pd.I
Caleg DPRD Kudus Dapil 1 (Jati, Kota) dari Partai Golkar nomor urut 7
Pendidikan: MI TBS Kudus, MTs TBS Kudus, MA TBS Kudus, STAIN Kudus.
Riyawat organisasi: Sekretaris PC PMII Kudus (2006), Ketua Umum PC PMII Kudus (2007), Bendahara Umum PKC PMII Jateng (2008), Sekretaris HIPMI Kudus (2011)

Kholid Mawardi
Caleg DPRD Kudus Dapil 1 (Jati Kota) dari Partai Nasdem nomor urut 4
Riwayat singkat: Dia merupakan seorang aktivis yang tinggal di Desa Loram Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Kiprahnya dalam dunia pergerakan di Kudus, di antaranya melakukan pendampingan masyarakat. Artikel terkait klik di sini.

Berikut beberapa gambar baliho caleg:

SEPUTAR KUDUS – Caleg DPRD
Kudus. Klik untuk memperbesar
gambar.
SEPUTAR KUDUS – Caleg DPRD
Kudus. Klik untuk memperbesar
gambar.

SEPUTAR KUDUS – Caleg DPRD
Kudus. Klik untuk memperbesar
gambar.
SEPUTAR KUDUS – Caleg DPRD
Kudus. Klik untuk memperbesar
gambar.

SEPUTAR KUDUS – Caleg DPRD
Kudus. Klik untuk memperbesar
gambar.
SEPUTAR KUDUS – Caleg DPRD
Kudus. Klik untuk memperbesar
gambar.
SEPUTAR KUDUS – Caleg DPRD
Kudus. Klik untuk memperbesar
gambar.
SEPUTAR KUDUS – Caleg DPRD
Kudus. Klik untuk memperbesar
gambar.

SEPUTAR KUDUS – Caleg DPRD
Kudus. Klik untuk memperbesar
gambar.
SEPUTAR KUDUS – Caleg DPRD
Kudus. Klik untuk memperbesar
gambar.

SEPUTAR KUDUS – Caleg DPRD
Kudus. Klik untuk memperbesar
gambar.
SEPUTAR KUDUS – Caleg DPRD
Kudus. Klik untuk memperbesar
gambar.
SEPUTAR KUDUS – Caleg DPRD
Kudus. Klik untuk memperbesar
gambar.
SEPUTAR KUDUS – Caleg DPRD
Kudus. Klik untuk memperbesar
gambar.

SEPUTAR KUDUS – Caleg DPRD
Kudus. Klik untuk memperbesar
gambar.
SEPUTAR KUDUS – Caleg DPRD
Kudus. Klik untuk memperbesar
gambar.

- advertisement -

Hotel @Home Kudus Tawarkan Kemewahan pada Pengunjung

0
Hotel @Hom 2017_3
Hotel @Hom Kudus
SEPUTAR KUDUS – Hotel @Home Kudus di Jalan Tanjung nomor 14-16. 

SEPUTAR KUDUSHotel @Home Kudus menawarkan kemewahan pada setiap pengunjung yang datang. Hotel yang terletak di Jalan Tanjung nomor 14-16, Kudus. Hotel dengan konsep modern ini, hanya sekitar 5 menit berkendara dari pusat Kota Kudus, dan 10 menit dari Terminal Induk Kudus.

Kamar-kamar di Hotel @Home difasilitasi dengan AC. Dekorasi hotel ini bertema dominan merah. Letaknya menghadap ke kota, dan dilengkapi dengan TV kabel, iPod dock serta ketel listrik dengan fasilitas membuat teh dan kopi. Fasilitas kamar madi yang disediakan bagi pengunjung berupa shower, handuk, dan perlengkapan mandi gratis tersedia di dalamnya.

Koran dan fasilitas penitipan bagasi dapat ditemukan di meja depan 24 jam. Para pengunjung juga dapat memesan antar-jemput ke bandara, mobil sewaan, dan antar-jemput daerah sekitarnya. Selain itu ruang rapat juga tersedia di hotel ini.

Sedangkan untuk tempat makan, Hotel @Home menyediakan Bunga Tanjung Restaurant. Di restaurant ini menawarkan fasilitas perjamuan. Selain itu tersedia juga Malabar Restaurant menyajikan hidangan Indonesia dan Barat. Hidangan untuk disantap di dalam kamar tersedia melalui layanan kamar.

Fasilitas @Hom Hotel Kudus

  1. Makanan dan Minuman: restoran, bar makanan ringan
  2. Internet: Gratis! Wi-Fi tersedia di seluruh hotel dan tidak dikenai biaya.
  3. Parkir: Gratis! Parkir pribadi gratis tersedia di lokasi properti (reservasi tidak diperlukan).
  4. Staf: berbicara dalam Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris
  5. Layanan: Layanan Kamar, Penyewaan Mobil, Layanan Antar-Jemput (berlaku biaya tambahan), Antar-Jemput Bandara (biaya ekstra), Bagian Penerima Tamu 24 Jam, Penitipan Bagasi, Binatu, Layanan kebersihan harian, Fasilitas Rapat/Perjamuan Umum

*Fasilitas lain: Surat Kabar, Kamar Bebas-Rokok, Lift, AC.

Kebijakan @Hom Hotel Kudus

  • Check-in: Dari jam 14.00
  • Check-out: Sampai jam 12.00
  • Kebijakan pembatalan dan pra-bayar berbeda-beda untuk tiap tipe kamar. 
  • Anak-anak dan tempat tidur tambahan Gratis! Satu anak di bawah umur 5 tahun menginap tanpa dikenai biaya dengan menggunakan tempat tidur yang sudah ada.
  • Satu anak remaja atau orang dewasa dikenai biaya Rp 150.000 per malam per orang dengan menggunakan tempat tidur tambahan.
  • Kapasitas maksimal dari tempat tidur tambahan di kamar adalah 1.
  • Tempat tidur tambahan adalah berdasarkan permintaan dan perlu dikonfirmasi oleh pihak hotel.
  • Biaya tambahan tidak akan dihitung secara otomatis dalam biaya total dan harus dibayar secara terpisah saat Anda menginap di hotel.
  • Binatang peliharaan tidak diperbolehkan.
Foto-Foto Ruangan

diolah dari sumber booking.com







- advertisement -

Anak Ontang-anting di Desa Glagah Waru Ini Diruwat

0
SEPUTAR KUDUS – Seorang anak ontang-anting di Desa Glagah Waru, Kecamtan Undaan, Kabupaten Kudus, diruwat untuk menghindarkan sang anak dari marabahaya. 

SEPUTAR KUDUS – Suara terompet dan gamelan menggema di sudut kampung, Desa Glagah Waru, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Minggu (23/3/2014). Beberapa orang berpaikaian adat Jawa menari bersama dua orang yang memainkan barongan. Mereka tengah melakukan prosesi ruwatan yang dilakukan terhadap seorang anak ontang-anting.

Kata ruwatan, tentu sudah sering kita dengar. Ini merupakan ritual yang dilakukan dengan tujuan untuk memohon kepada Tuhan, agar segala marabahaya atau sengkala dapat terhindarkan. Tradisi ruwatan juga masih dijaga di Desa Glagah Waru, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus.

Ontang-anting dalam Bahasa Indonesia disebut anak semata wayang, atau anak tunggal dalam sebuah keluarga. Dalam tradisi Jawa, anak ontang-anting dianggap membawa sengkala. Hingga kini sebagian masyarakat di Kudus percaya, ruwatan tersebut bisa menghindarkan anak tersebut pada potensi marabahaya yang akan terjadi.

Prosesi yang dilakukan tersebut menyedot banyak warga. Banyak warga berkerumun di sekitar lokasi dilaksanakannya ruwatan, di depan rumah orang tua sang anak ontang-anting. Bahkan, banyak anak kecil yang datang untuk melihat prosesi tersebut.

Prosesi ruwatan yang dilaksanakan di Desa Glagah Waru tersebut melalui beberapa tahapan. Pertama, para pemain barongan melakukan dialog, semacam drama. Kemudian, anak ontang-anting didampingi kedua orang tua dibawa menuju lokasi prosesi ruwatan. Di lokasi tersebut, sang anak diserahkan kepada para pemain barongan, melalui serangkaian seserahan.

Setelah para pemain barongan menerima anak ontang-anting tersebut, dua orang pemain barongan memainkan benda miniatur harimau dan burung merak itu. Tak beberapa lama setelah melakukan atraksi dan gerakan, barongan tersebut mencaplok kepala anak ontang-anting.


Dalam istilah Jawa, anak ontang-anting merupakan golongan anak sukerta yang memiliki sengkala sejak lahir. Selain ontang-anting, anak yang tergolong memiliki sengkala yakni dua anak berjenis kelamin laki-laki dan perempuan, atau dalam istilah Jawa disebut kedana-kedini. Selain itu, juga dua anak perempuan yang disebut kembang sepasang.


Anak sukerta lain yang diyakini membawa sengkala, yakni dua anak semuanya laki-laki atau disebut uger-uger lawang. Selain itu tiga anak, anak pertama dan ketiga berjenis kelamin laki-laki dan anak kedua berjenis kelamin perempuan (diapit), atau disebut sendang kapit pancuran, juga diyakini membawa sengakala. Demikian pula tiga anak, anak pertama dan ketiga berjenis kelamin perempuan dan anak kedua berjenis kelamin laki-laki, atau dalam istilah Jawa disebut pancuran kapit sendang.


Tradisi ruwatan merupakan sebuah produk kebudayaan dan peradaban. Menjaganya, sama dengan mempertahankan jati diri. Menjaga Produk budaya yang diwariskan para leluhur, merupakan kearifan yang memang tetap harus dipertahankan. Karena tidak semua bangsa, memiliki produk budaya seadiluhung seperti apa yanng kita miliki saat ini. (Mase Adi Wibowo)

- advertisement -

Puluhan Ribu Orang Beri Penghormatan Terakhir kepada KH Ahmad Basyir

1
SEPUTAR KUDUS – Puluhan ribu orang memberikan
penghormatan terakhir kepada KH Ahmad Basyir.

SEPUTAR KUDUS – Mendung tipis menyelimuti Kota Kudus, pemakaman seorang ulama besar, KH Ahmad Basyir, Selasa (18/3/2014). Puluhan ribu orang dari berbagai daerah datang untuk memberi penghormatan terakhir kepada Sang Kiai kharismatik dan dikenal hangat oleh masyarakat Kudus itu.

Mbah Basyir, begitu almarhum disebut, dimakamkan di komplek pemakaman Kauman, tak jauh dari kediamannya, Jalan Sewonegoro, Desa Jekulo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus. Sejumlah ulama dari sejumlah daerah juga datang memberikan penghormatan. Mereka di antaranya, KH Sya’roni Ahmadi, Habib Umar Muthohar, KH Ulin Nuha Arwani, KH Ulil Albab Arwani, dan Ketua MUI Kudus KH Syafiq Nashan.

Masyarakat yang datang, silih berganti menyolatkan almarhum di kediamannya. Sejumlah anggota Banser Kudus, sibuk mengatur di sekitar kediaman almarhum, karena banyaknya masyarakat yang ingin menyolatkan. Bahkan, saking banyaknya masyarakat yang datang, Jalan Sewonegoro penuh sesak.

Berdasarkan keterangan sejumlah santri, KH Ahmad Basyir meninggal setelah dirawat di Rumah Sakit Islam (RSI) Sunan Kudus. Beberapa bulan terakhir, ayahanda KH Ahmad Badawi itu mengalami gangguan kesehatan. Almarhum meninggal dalam usia 90 tahun, dan meninggalkan seorang istri, 9 anak, dan 23 cucu. (Mase Adi Wibowo)

- advertisement -

Foto Caleg DPR RI Perang Baliho dan Poster di Kudus

0
SEPUTAR KUDUS – Pemilihan Legislatif (Pileg) 2014 tinggal menyisakan beberapa pekan ke depan. Semua calon anggota legislatif (caleg) telah melakukan upaya sosialisasi melalui pemasangan alat peraga kampanye (APK) berupa poster dan baliho. Perang poster dan baliho ini, termasuk dilakukan caleg dari DPR RI yang masuk dalam daerah pemilihan Jateng II Jepara, Kudus, Demak. (Mase Adi Wibowo)
SEPUTAR KUDUS – Caleg DPR RI
Bowo Sidik Pangarso. klik untuk
memperbesar gambar
SEPUTAR KUDUS – Caleg DPR RI
Daryatmo PDIP. klik untuk
memperbesar gambar
SEPUTAR KUDUS – Caleg DPR RI
Fathan PKB. klik untuk
memperbesar gambar
SEPUTAR KUDUS – Caleg DPR RI
Hardian Syarif. klik untuk
memperbesar gambar
SEPUTAR KUDUS – Caleg DPR RI
Kamal Fauzi PKS. klik untuk
memperbesar gambar
SEPUTAR KUDUS – Caleg DPR RI
Kamal Fauzi PKS. klik untuk
memperbesar gambar
SEPUTAR KUDUS – Caleg DPR RI
Mandala Abadi PKB. klik untuk
memperbesar gambar
SEPUTAR KUDUS – Caleg DPR RI
Mandala Abadi PKB. klik untuk
memperbesar gambar
SEPUTAR KUDUS – Caleg DPR RI
Masluri PDIP. klik untuk
memperbesar gambar
SEPUTAR KUDUS – Caleg DPR RI
Masluri PDIP. klik untuk
memperbesar gambar
SEPUTAR KUDUS – Caleg DPR RI
Muhtosim Arif. klik untuk
memperbesar gambar
SEPUTAR KUDUS – Caleg DPR RI
Dr Noor Ahmad Golkar. klik untuk
memperbesar gambar
SEPUTAR KUDUS – Caleg DPR RI
Nusron Wahid Golkar. klik untuk
memperbesar gambar
SEPUTAR KUDUS – Caleg DPR RI
Nusron Wahid Golkar. klik untuk
memperbesar gambar
SEPUTAR KUDUS – Caleg DPR RI
Nusron Wahid Golkar. klik untuk
memperbesar gambar
SEPUTAR KUDUS – Caleg DPR RI
Nusron Wahid Golkar. klik untuk
memperbesar gambar
SEPUTAR KUDUS – Caleg DPR RI
Nusron Wahid Golkar. klik untuk
memperbesar gambar
SEPUTAR KUDUS – Caleg DPR RI
Nusron Wahid Golkar. klik untuk
memperbesar gambar
SEPUTAR KUDUS – Caleg DPR RI
Riyono Asnan Golkar. klik untuk
memperbesar gambar
SEPUTAR KUDUS – Caleg DPR RI
Ratih Widyawati Demokrat. klik untuk
memperbesar gambar
SEPUTAR KUDUS – Caleg DPR RI
Sholihin Hanur. klik untuk
memperbesar gambar
SEPUTAR KUDUS – Caleg DPR RI
Nasrullah PAN. klik untuk
memperbesar gambar

SEPUTAR KUDUS – Caleg DPR RI Lukman Hakim Partai Nasdem nomor urut 7. klik untuk memperbesar gambar
- advertisement -

Caleg Kudus seperti Kucing Kencing di Sembarang Tempat

2
SEPUTAR KUDUS – Baliho caleg berukuran terpasang di Jalan R Agil Kusumadya, beberapa waktu lalu. 

SEPUTAR KUDUS – Calon anggota legislatif (caleg) yang akan mengikuti kontestasi Pemilu 2014 pada 9 April mendatang, telah melakukan psywar (perang psikologis) dengan sejumlah bentuk. Satu di antaranya melalui pemasangan gambar baliho dan poster. Pemasangan peraga kampanye itu tidak hanya di jalan-jalan besar ramai kendaraan, namun juga hingga di sudut-sudut kampung.

Boleh jadi, para caleg menganggap kontestasi politik yang sering disebut pesta demokrasi ini sebagai “perang”. Itu terlihat pada peraga kampanye yang mereka pasang, dengan menampilkan foto dan jargon, yang kebanyakan berisi janji. Mungkin, dengan alat peraga kampanye itu, mereka bisa menunjukkan kekuatan. Semakin besar dan banyaknya baliho serta poster yang dipasang, semakin ingin menunjukkan bahwa dirinya caleg yang kuat. Baik di sisi pendanaan, maupun sebaran wilayah kantong suara.

Bahkan, pemasangan baliho dan poster banyak dilakukan caleg dengan mengesampingkan PKPU sebagai aturan main. Mereka tak mengindahkan aturan tersebut, dengan memasang peraga kampanye di sembarang tempat. Mereka tak menaati zonasi yang telah disepakati. Selain itu, mereka juga tak mempedulikan etika dan estetika pemasangan peraga kampanye, yang justru menjadi sampah visual. Dan bahkan, mereka tak segan memaku peraga kampanye itu di pohon yang secara aturan main, dilarang.

Jika benar anggapan perang itu adanya, ini tak ubahnya seperti perilaku kucing dan keluarganya. Mereka selalu mengencingi atau mencakar tempat, yang dianggapnya sebagai wilayah kekuasaan. Dia memberi tanda tersebut, agar tidak ada musuh yang mendekati wilayahnya. Perilaku ini mirip dengan pemasangan peraga kampanye yang dilakukan para caleg, yang menganggap pemasangan baliho dan poster di suatu tempat sebagai penanda wilayah kekuasaan.

Baliho dan poster sebagai peraga kampanye, memang hingga kini masih dianggap sebagai sarana yang efektif untuk melakukan sosialisasi. Namun, jika peraga kampanye dianggap sebagai perang psikologis terhadap kompetitor, tentu ini sangat berbanding terbalik dengan semangat pencarian wakil berkualitas. Karena, bisa jadi perang tersebut sama sekali tak dianggap masyarakat, sebagai calon pemilih mereka.

Perikali ini, sekali lagi, sama seperti perilaku kucing yang suka kencing di sembarang tempat. Namun tak dianggap pihak yang akan dia mangsa. (Mase Adi Wibowo)

- advertisement -

Apa Kabar Persiku Kudus?

0
SEPUTAR KUDUS – Persiku, foto antara

SEPUTAR KUDUS – Menghadapi kompertisi Liga Divisi 1 2014 yang segera akan bergulir beberapa bulan mendatang, tampaknya tim Persiku Kudus lesu darah. Bagaimana tidak, waktu kick off liga semakin dekat, namun belum ada satu pun pemain yang dikontrak manajemen. Bahkan, sejumlah pemain memilih pulang kampung, karena ketiadaan logistik di mess mereka.

Sejumlah media massa beberapa pekan terakhir ini tampak menyudutkan manajemen, PT Kudus Muria Raya. Manajemen dianggap tidak mampu membawa tim menyongsong kompetisi yang akan bergulir. Manajemen juga dianggap tidak bisa mencari pendanaan yang menjadi “nyawa” klub sepak bola di era kompetisi profesional. Tak hanya media massa, sejumlah pihak juga tampak menyalahkan manajemen.

Apa yang sebenarnya terjadi di tubuh Persiku dan bagaimana kondisi manajemen saat ini? Apakah memang manajemen saat ini tidak serius membawa anak-anak Macan Muria bertarung dengan tim lain di divisi 1? Tentu ini perlu pembuktian, harus lebih bijak membaca kondisi yang terjadi di tubuh manajemen.

Hingga di awal tahun 2014, manajemen tetap memberi pasokan logistik kepada para pemain hasil seleksi yang akan dibawa menghadapi kompetisi. Manajemen juga tetap “memutar otak” untuk mendapatkan pendanaan dari manapun, dari siapapun. Bahkan, proposal tidak hanya diajukan ke PT Djarum yang sebelumnya rutin memberi suntikan dana, melainkan juga ke perusahaan rokok di luar Kudus, PT Sampoerna.

Kita tahu, perusahaan asal Jawa Timur itu seharusnya menganggap ini menjadi peluang bagus, untuk menancapkan kekuatan di wilayah kekuasaan kompetitor. Karena sebelumnya, soal gengsi ini mudah “mainkan”. Namun, kenyataannya toh berkata lain, dana untuk Persiku tak didapat dari keduanya.

Apakah ada celah lain untuk “menyambung nyawa” Persiku, meski itu kecil? Mungkin saja masih ada. Ada kekuatan besar di luar struktur manajemen yang sebetulnya bisa ambil bagian melakukan penyelamatan. Kekuatan ini pun, sebetulnya bisa memberi nilai tawar manajemen kepada sejumlah calon donatur, termasuk kepada satu di antara dua perusahaan rokok yang telah dimintai tolong. Namun, ini tergantung goodwill sang pemilik kekuatan besar itu.

Sebagai penggemar Macan Muria, tentu kita semua ingin yang terbaik untuk Persiku. Dengan kondisi saat ini, semua harus bisa berpikir jernih, dan berpikir rasional. Kita semua yakin, Persiku akan kembali mejadi macan yang disegani setiap lawan. (Mase Adi Wibowo)

Hidup Persiku, Hidup Macan Muria!

     

- advertisement -

Ini Alasan Presiden SBY Tak Jadi Makan Garang Asem di Kudus

0
SEPUTAR KUDUS – Garang Asem Rumah Makan Sari Rasa, Jalan R Agil Kusumadya, Kudus. Foto: wisatakuliner.com

SEPUTAR KUDUS – Bagi siapapun yang datang berkunjung ke Kabupaten Kudus, tak lengkap rasanya jika tak menyantap kuliner khas ini, ya Garang Asem. Rasanya yang pedas bercampur asam dari belimbing wuluh dan perpaduan bumbu tradisional lainnya, membuat penikmatnya tak akan ketagihan mencobanya lagi, dan lagi. Masakan Garang Asem yang paling terkenal di Kudus, yakni di Rumah Makan Sari Rasa.

Ketenaran masakan ini, bahkan terdengar sampai ke telinga Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Dalam agenda kunjungannya ke Kudus, Kamis (13/3/2014), SBY dijadwalkan akan merasakan masakan khas yang pernah diliput acara Wisata Kuliner yang ditayangkan Trans TV itu. Namun sayang, SBY batal berkunjung ke Rumah Makan Sari Rasa yang terletak di Jalan R Agil Kusumadya Nomor 20, karena tak disetujui Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).

SEPUTAR KUDUS – RM Sari Rasa

Apa alasan Paspampres melarang SBY menyantap Garang Asem? Dari sejumlah sumber yang terlibat
persiapan kedatangan SBY ke Kudus, menyebutkan alasan pembatalan itu karena Garang Asem dianggap terlalu pedas. Paspampres telah mengecek makanan yang sedianya akan disantap SBY itu di Rumah Makan Sari Rasa, dan menyatakan pembatalan agenda makan Garang Asem.

Sebagai alternatif, Paspampres mencari sebuah warung makan berjarak sekitar 500 meter dari RSUD Kudus. Dulu sebelum SBY menjabat sebagai presiden, dia pernah ke warung tersebut. Namun karena informasi yang kurang jelas, SBY juga batal menyantap makanan saat berkunjung ke Kudus.

Kunjungan SBY ke Kudus untuk mengecek pelaksanaan Program BPJS di RSUD Kudus. Dia melihat langsung tempat pendaftaran pasien BPJS, dan ke sejumlah lokasi rumah sakit. SBY tiba di Kudus sekitar pukul 15.00 WIB dan disambut Gubernur Jateng Ganjar Pranowo beserta istri, serta Bupati Kudus Musthofa. Sebelum tiba di Kudus, SBY berkunjung ke Tuban dan Surabaya. (Mase Adi Wibowo)

- advertisement -

Mitos Lengsernya Presiden Setelah Berkunjung ke Kudus

0
SEPUTAR KUDUS – Soekarno, Gus Dur, SBY (foto-foto istimewa)
Rajah Kalacakra

SEPUTAR KUDUS – Hingga saat ini masih berkembang mitos di kalangan masyarakat Kudus, presiden yang datang ke Kabupaten Kudus akan lengser dari tampuk kekuasaannya, atau lengser keprabon. Mitos ini tak lepas dari sejarah terdahulu, konon saat Sunan Kudus membuat rajah Kalacakra untuk melindungi Arya Penangsang, muridnya. Tentu, boleh percaya boleh juga tidak, karena mitos hanya kepercayaan.

Dalam sejarah yang berkembang di masyarakat, presiden pertama Republik Indonesia Ir Soekarno pernah datang berkunjung ke Kudus. Dia sempat mengunjungi Masjid Al-Aqsha di komplek Menara Kudus, untuk melakukan salat. Namun, tidak ada data otentik terkait kedatangan Sang Proklamator ini ke Kota Kretek. Baik tahun kedatangannya, maupun tujuannya datang ke Kudus.

Namun, sebagian masyarakat di Kudus percaya, lengsernya Presiden Soekarno dari kursi kepresidenan ada sangkut-pautnya dengan dengan kedatangannya di Kudus. Soekarno dikudeta secara terselubung oleh Presiden ke-2, Soeharto, melalui Surat Perintah Sebelas Maret (Super Semar).

Sedagangkan presiden selanjutnya yang datang berkunjung ke Kudus, yakni Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid, atau lebih dikenal dengan sebutan Gus Dur. Cucu pendiri NU itu datang ke Kudus, sekitar tahun 2002. Dia datang untuk mengunjungi KH Sya’roni Ahmadi, di kediamannya. Tak lama setelah kedatangannya ke Kudus, Gus Dur dilengserkan melalui Sidang Istimewa yang dimotori kelompok Poros Tengah yang juga mendorongnya menjadi presiden. Dia digantikan wakilnya, Megawati Soekarno Putri.

Bagaiamana dengan kedatangan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang datang berkunjung ke Kudus pada Kamis (13/3/2014)? Karena mitos rajah Kalacakra ataupun tidak, Presiden SBY memang akan segera lengser dari tampuk kekuasaannya. Karena pada tahun 2014, masa jabatannya sebagai presiden akan berakhir. Dan dia tak bisa mencalonkan kembali dalam Pilpres 2014, karena telah menjabat selama dua periode, yakni 2004-2009 dan 2009-2014.

Lalu, apakah SBY sengaja berkunjung ke Kudus pada akhir jabatannya, karena percaya pada mitos yang berkembang di kalangan masyarakat Kudus? Tentu kita tidak tahu pasti. Namun faktanya, SBY tidak pernah berani datang ke Kudus pada periode pertama kepemimpinannya, dan periode kedua, sebelum tahun terakhir dia memimpin.

SBY pernah melakukan kunjungan di sebuah daerah di jalur Pantura, dan menempuh jalur darat. Mestinya, rombongan SBY harus melintasi Kudus karena menjadi jalur utama. SBY memilih jalur alternatif, agar tidak masuk ke wilayah Kudus.

Sekali lagi, mitos rajah Kalacakra milik Sunan Kudus yang masih dipercayai sebagian masyarakat, boleh dipercayai, boleh juga tidak. Beberapa hal yang kemudian terjadi dan menjadi sejarah, bisa jadi benar sebagai bukti, dan bisa juga terjadi karena kebetulan. Namun, jika mitos tersebut terbukti benar, bagaimana jika kelak ada presiden yang datang dari Kudus? Apakah dia berani pulang ke kampung halaman saat menjabat, atau justru tidak berani pulang? Meminjam istilah dari almarhum Gus Dur, biar sejarah yang akan menjawabnya. (Mase Adi Wibowo)

- advertisement -

Datang ke Kudus, Presiden SBY Tak Takut Lengser?

0
SEPUTAR KUDUS – Presiden SBY [istimewa]

SEPUTAR KUDUS – Ada mitos yang hingga saat ini masih berkembang di sejumlah kalangan masyarakat Kudus. Mitos itu, yakni siapapun presiden yang datang ke Kudus akan lengser keprabon, atau lengser dari jabatannya. Lalu, apakah Presiden SBY tak takut lengser dengan kedatangannya di Kabupaten Kudus pada hari ini (13/3/2014)?

Pada tahun 2012, Presiden ke-4 KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur datang berkunjung ke Kota Kretek. Dia datang mengunjungi kediaman KH Sya’roni Ahmadi, seorang kiai kharismatik yang sangat terpandang bagi kalangan warga Muslim. Kedatangannya pada saat itu, lebih heboh dibanding kedatangan presiden SBY saat ini. Bahkan, ribuan warga dari sejumlah daerah di Jawa Tengah, datang ke Kudus untuk ikut menyambut kedatangan cucu pendiri NU itu.

Konon, presiden pertama Indonesia, Soekarno, juga pernah datang ke Kudus. Dia menyempatkan diri salat di Masjid Al-Aqsha, kompleks makam Sunan Kudus. Namun, tak ada keterangan jelas tujuan dan kegiatan sang proklamator itu datang ke Kudus. Tak ada sumber yang memadahi terkait kedatangannya itu ke Kota Kretek.

Gus Dur dilengserkan dari jabatan kepresidenan oleh kelompok Poros Tengah yang juga mendukungnya dalam pencalonan presiden. Lengsernya Sang Guru Bangsa itu, tak lama setelah berkunjung ke Kudus. Sedangkan Bung Karno, konon juga dilengserkan, setelah berkunjung ke Kudus. Dia dilengserkan dalam kudeta terselubung oleh Presiden Soeharto, setelah terbit Super Semar.

Lalu, apakah Presiden SBY akan lengser setelah berkungjung ke Kudus? Tentu saja, dia akan segera lengser. Tahun ini merupakan tahun terakhir dia memimpin Indonesia, setelah terpilih dalam proses demokratis pada Pemilu 2004 dan 2009 lalu. Dia akan lengser, setelah pemilihan presiden (Pilpres) 2014, yang dijadwalkan berlangsung pada Juli nanti.

SBY, tidak mungkin akan menjabat sebagai presiden, karena politisi Partai Demokrat itu sudah dua kali menjabat. Sebagai regulasi yang ada, seseorang hanya diperbolehkan menjabat presiden dua kali berturut-turut, sebelum dia bisa mencalonkan kembali. (Mase Adi Wibowo)

- advertisement -