Beranda blog Halaman 1976

Presiden SBY Datang, Pemkab ‘Panik’

0
Ribuan personel gabungan melakukan apel menyambut kedatangan
Presiden SBY di Kudus. Foto Antara: Andreas F Atmanto. 

SEPUTAR KUDUS – Kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) merupakan momen spesial. Bagaimana tidak, kedatangannya hari ini (13/3/2014) membuat Pemkab Kudus sibuk mempersiapkan segala sesuatu untuk menyambut sang presiden. Beberapa hari sebelum kedatangan presiden, sejumlah jalan protokol di Kudus dibersihkan, dan sejumlah sekolah diinstruksikan untuk menyambut kedatangan Ketua Umum Partai Demokrat itu, di tepi jalan yang akan dilalui rombongan kepresidenan.

Tak hanya membersihkan sejumlah sampah visual yang didominasi gambar-gambar caleg dan partai, Pemkab Kudus juga membersihkan rerumputan yang tumbuh di tepi jalan protokol. Dahan-dahan pohon yang merimbun di jalan juga tak luput dari pembersihan.

Sementara, RSUD Kudus yang bakal menjadi tujuan kunjungan Presiden SBY juga tak kalah sibuk. Para pegawai membersihkan sejumlah tempat yang akan menjadi lokasi kunjungan. Di antaranya ruang pendaftaran pasien BPJS, antrean pasien, dan sejumlah tempat lain. Bahkan, pengelola RSUD juga mengecat ulang sejumlah langit-langit ruangan.

Tak kalah sibuk, Polres Kudus dan Kodim 0722/Kudus juga mempersiapkan diri. Tak kurang dari 2.000 personil gabungan disiagakan untuk mengantisipasi gangguan keamanan yang mungkin akan timbul. Gelar pasukan gabungan tersebut telah dilakukan, sehari sebelum kedatangan rombongan kepresidenan. Sementara, beberapa hari sebelum kedatangan presiden, anggota Polres dan Kodim berpatroli, untuk mengantisipasi gangguan keamanan.

Bahkan, sejumlah personel intel Polres dan Kodim juga disebar. Sasaran mereka, tentu menyasar ke sejumlah aktivis dan mahasiswa, yang sering melakukan aksi. Mereka Tak luput dari pantauan petugas intelejen keamanan. Tujuan pantauan tersebut, tentu mencegah terjadinya aksi yang akan timbul, menyusul kedatangan Presiden SBY.

Semoga, kedatangan presiden kali ini tidak hanya membawa ‘kepanikan’ pemkab dan petugas keamanan. Namun lebih dari itu, kedatangannya memberi dampak positif terhadap segala aspek kehidupan masyarakat di Indonesai, khususnya di Kudus. (Mase Adi Wibowo)

- advertisement -

Siswa Pulang, Presiden SBY Tak Kunjung Datang

0
SEPUTAR KUDUS – Puluhan siswa meninggalkan lokasi penyambutan Presiden SBY di Jalan Jendral Sudirman, Kudus, Kamis (13/3/2014) siang. Siswa yang telah menunggu sejak pagi, terpaksa kembali ke sekolahnya karena presiden tak kunjung datang. 

SEPUTAR KUDUS – Waktu telah menunjukkan pukul 11.30 WIB. Para siswa tampak tak bersemangat lagi menunggu kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di tepi Jalan Hos Cokroaminoto, Kabupaten Kudus, Kamis (13/3/2014). Guru yang mendampingi puluhan siswa SMP 2 Kudus itu pun, mengintruksikan para siswa untuk kembali ke sekolah mereka, di Jalan Jendral Sudirman.

Sedianya, Presiden SBY akan tiba di Kudus pada pagi hari. Sejumlah siswa yang kebetulan sekolahnya berada di jalan yang akan dilintasi rombongan kepresidenan, diinstruksikan untuk menyambut. Ratusan siswa sudah siap sejak pagi hari, lengkap dengan seragam dan bendera kecil di tangannya.

Presiden SBY beserta rombongan datang ke Kudus, setelah melakukan kunjungan di Surabaya. Presiden SBY dikabarkan menempuh jalur darat, untuk menuju ke Kabupaten Kudus. Presiden SBY dijadwalkan akan memantau pelaksanaan Program BPJS di RSUD Kudus. Sehingga, jalan yang akan dilalui rombongan kepresidenan, yakni Jalan Kudus-Pati, Jalan Jendral Sudirman, Jalan Hos Cokroaminoto, Jalan Pramuka, dan Jalan A Yani.

Sementara, sejumlah anggota Kodim Kudus masih tampak berjaga di sejumlah titik yang akan dilalui rombongan presiden. Mereka tetap bersiaga di beberapa sudut jalan, untuk memantau keamanan. Beberapa mobil patroli milik Polres Kudus, juga tampak berlalu lalang di jalan yang akan dilalui rombongan presiden. Sementara sejumlah warga, masih tetap menunggu kedatangan rombongan di tepi jalan. (Mase Adi Wibowo)

- advertisement -

Kesenian Barongan, Hiburan Tradisional Masyarakat Kudus

0
SEPUTAR KUDUS – Kelompok kesenian barongan di Desa Berugenjang, Kecamatan Undaan, Kudus, menghibur warga.

SEPUTAR KUDUS – Malam itu, suasana di Desa Berugenjang begitu meriah karena ada salah satu warga yang mengkhitankan anaknya dan dimeriahkan dengan kehadiran kesenian daerah, Barongan. Di desa yang masih terhitung sedikit penduduknya, menjadikan malam yang sehari-harinya sepi menjadi sangat ramai. Dari orang tua, muda, kecil, besar, laki-laki, perempuan, semua tumplek-blek jadi satu karena memang desa yang terletak di ujung selatan kabupaten Kudus itu minim ruang publik yang bisa dijadikan sarana hiburan.

Kesenian Barongan adalah salah satu kesenian rakyat yang dimiliki Desa Berugenjang, selain rebana dan orkes dangdut. Kesenian Barongan tersebut adalah warisan leluhur terdahulu desa tersebut yang sering memeriahkan acara-acara pemerintah desa, ritual-ritual desa dan sarana hiburan penduduk yang punya gawe dari dulu hingga sekarang. Kesenian yang dipimpin oleh Tugiyono tersebut juga sering diundang di acara-acarangantenan dan sunatan di luar desa, bahkan luar kabupaten. Beliau mengungkapkan keseniannya tersebut pernah diundang di Karanganyar, Demak bahkan samapi ke Pati.

Untuk menjaga dan nguri-uri kesenian tersebut, Tugiyono juga mengungkapkan bahwa dia bersama dengan enam belas anggotanya selalu meluangkan waktu untuk berlatih setiap seminggu sekali. “Ketika latihan masyarakat juga banyak yang menonton, karena suara gong dan terompet barongan kami sangat keras sehingga banyak masyarakat yang tau kalau kami sedang latihan,” ungkapnya dengan tawa lepas.

Ketika ditanya berapa biaya yang harus disiapkan untuk mengundang keseniannya, Tugiyono menjawab enteng saja, “Ah, kalau cuma biaya ga usah dipikir mas. Yang penting kita bisa membuat orang bergembira dan menikmati suguhan kami juga sudah Alhamdulillah,” ungakapnya. Memang, kesenian rakyat seperti itu tak pilih-pilih panggung untuk menunjukkan aksinya. Karena bagi mereka berkesenian adalah panggilan hati untuk meneruskan budaya peninggalan leluhur.

Jika dibandingkan dengan seniman-seniman kaliber regional, mereka memang tak ada apa-apanya. Mereka belum mengerti tentang tolok ukur harga sebuah karya, karena memang tidak ada toko yang menjual alat itu. Apalagi tentang kesenian yang mempunyai nilai tawar personal, mereka memang tidak tahu. Bahkan, mereka tidak merasa bahwa kesenian mereka diberi label tradisional. Mereka mungkin hanya paham bahwa mereka berkesenian untuk meneruskan budaya leluhur.

Namun, mereka mungkin akan lebih terheran-heran lagi jika mereka yang akan menjadi Bupati melalui label kesenian tidak tahu bagai mana cara mempertahankan kesenian dengan tanpa pamrih apapun, kecuali untuk mempertahankan budaya dari leluhur dan membuat masyarakat merasa terhibur. (suwoko)

- advertisement -

Sanggar Puring Sari Kudus, Mencetak Generasi Penari di

0
SEPUTAR KUDUS – Sejumlah anak berlatih menari di Sanggar Seni Puring Sari, Desa Barongan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus. 

SEPUTAR KUDUS – Mencari bakat menari memang tidak mudah, apalagi untuk tarian daerah yang dianggap tidak ngepop lagi. Di sanggar Seni Puring Sari, Jalan Bubutan nomor 208, Desa Barongan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus muncul bakat-bakat seni tari yang kini menjadi andalan. Sanggar yang mengajarkan tarian klasik tersebut telah banyak menyabet gelar, baik di tingkat lokal maupun internasional.

Salah satu piala yang sangat membanggakan bagi Indonesia diraih sanggar yang sudah berdiri sejak tahun 1980 tersebut ketika anak didiknya menjuarai Festival Tari Internasional yang digelar di Nusa Dua Bali pada tahun 2000 sebagai Best Perform. Piala-piala lain yang didapat sudah tak terhitung lagi jumlahnya. Hingga rumah yang sekaligus menjadi sanggar tersebut penuh dengan piala, bahkan sampai berjejal di halaman rumah.

Salah satu anak didik sanggar tersebut adalah Tania Artpriend Nova yang sekarang duduk di kelas 5 SD. Perempuan kecil bertubuh langsing tersebut belum lama ini telah meraih juara 3 tingkat nasional di Jakarta. Sebenarnya, Tania mampu menjadi juara satu andai kata kompetisi tersebut pesertanya tingkat SD atau SMP, namun dirinya merasa cukup bangga meskipun hanya menjadi juara 3.  Karena kompetisi tersebut pesertanya umum. Tak hanya itu, Tania juga meraih juara 1 tari gambyong di tingkat Jawa Tengah dan Kudus.

Menurut sang pemilik, Endang Tonny Supriyadi (42) yang juga sebagai pelatih utama mengungkapkan keberhasilannya dalam mendidik anak untuk menjadi penari memang sangat sulit dan harus memiliki kesabaran. Bakat-bakat unggulan yang diperoleh bukan muncul begitu saja, namun Ia bentuk dari nol hingga mampu menari bak penari professional.

Menurut Endang sanggar tarinya tersebut memang mendidik penari dari kecil, mulai dari play grup hingga remaja tingkat SMA. Mereka belajar tari klasik daerah mulai dari Jawa Jogjakartanan dan Surakartanan hingga berbagai daerah di Indonesia. Untuk daerah Jawa mereka Ia ajarkan tari gambyong, tari kretek dan tari panen raya.

“Kami selalu menjadi andalan Kudus di berbagai kejuaraan tari, setiap ada perlombaan pasti kami yang diminta untuk mewakili Kudus,” tuturnya.

Untuk eksis di dunianya Endang tak khawatir dengan perkembangan dunia tari yang menjadi jiwanya. Ia dilahirkan dari keluarga seni yang menggeluti dunia tari, ayah dan ibunya adalah seorang penari Jawa yang sekarang Ia teruskan.

“Saya tetap optimis dapat meneruskan perjuangan untuk nguri-nguri kebudayaan leluhur, meskipun jarang ada yang mendukung langkah saya” ungkap Endang.

Dalam menjalankan usahanya tersebut Ia dibantu 6 asisten, mereka membantunya untuk berbagai jenis tarian klasik daerah. Jika latihan biasa, merekalah yang mewakili saya untuk melatih anak-anak, namun jika ada kejuaraan atau even khusus Endang sendiri yang akan melatih. Endang menambahkan, latihan rutin dilaksanakan tiga kali seminggu, mulai pukul 14.00 hingga pukul 19.00.

Endang menceritakan Untuk agenda terdekat ini Ia mempersiapkan anak didiknya untuk mengikuti parade seni Jawa Tengah 2 Juli mendatang. Untuk di Kudus sendiri mempersiapkan ikut serta dalam Kudus Carnival yang akan segera diselenggarakan.

Suami Endang, Supriyadi yang sangat mendukung usahanya tersebut mengungkapkan dirinya sangat bangga dengan sang istri untuk berupaya mempertahankan perkembangan dunia tari klasik daerah. Menurutnya sudah sangat jarang ada yang mau peduli dengan kesenian daerah.

“Bahkan pemerintah daerah sendiri tak banyak memberi dukungan pada kami, namun kami akan tetap meneruskan upaya ini dengan atau tanpa dukungan siapapun” pungkasnya. (Suwoko)

- advertisement -

Daftar Caleg Pemilu 2014 Kabupaten Kudus

0

SEPUTAR KUDUSPemilihan Umum 2014 tinggal beberapa bulan lagi. Ada baiknya sebelum masuk ke tempat pemungutan suara (TPS) pada 9 April nanti, masyarakat melihat sosok calon anggota legislatif (caleg) yang akan mereka pilih. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kudus telah mengumumkan daftar calon tetap (DCT) di laman situs resminya. Berikut tautan untuk melihat daftar caleg yang telah ditetapkan KPU Kudus.

1. Partai Nasdem
2. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)
3. Partai Keadilan Sejahtera (PKS)
4. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)
5. Partai Golkar
6. Partai Gerindra
7. Partai Demokrat
8. Partai Amanat Nasional
9. Partai Persatuan Pembangunan (PPP)
10. Partai Hanura
14. Partai Bulan Bintang
15. PKPI 

- advertisement -

Dana Kampanye Partai Gerindra Tertinggi di Kudus

0
SEPUTAR KUDUS – Ilustrasi Pemilu Kudus 2014
SEPUTAR KUDUS – Dalam penyampaian sumbangan dana kampaye Pemilu 2014 Kabupaten Kudus beberapa waktu lalu, diketahui Partai Gerindra yang mendapat
sumbangan tertinggi. Partai Gerindra mengumpulkan dana sebesar Rp 880.830.300.
Diurutan kedua, partai pemenang Pemilu 2009 lalu di
Kabupaten Kudus, PKB mendapatkan sumbangan dana kampanye terbesar selanjutnya.
Dana yang terkumpul sebesar Rp 693.391.650. Dan PBB menempati urutan ketiga
dalam sumbangan terkumpul sebesar Rp 274.943.000. Sedangkan PKPI tidak mendapat
dana sumbangan kampanye sepeserpun, alias nihil.
PKS (Partai Keadilan Sejahtra) berdasarkan laporan yang
disampaikan KPU Kudus dalam situs resminya, merupakan partai pertama yang
melaporkan dana kampanye. PKS melaporkan dana kampanye pada Selasa (24/12/2013).
Disusul PBB dan Partai Demokrat dua hari berikutnya.
Darftar Perolehan Sumbangan
Dana Kampanye 
Partai Politik pada Pileg 2014

NO
PARTAI
DANA
KAMPANYE
1
Partai Gerindra
Rp.  880.830.300
2
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)
Rp.  693.391.650
3
Partai Bulan Bintang (PBB)
Rp.   274.943.000
4
Partai Nasdem
Rp.  234.002.500
5
Partai Hanura
Rp.   181.000.000
6
Partai Persatuan Pembangunan (PPP)
Rp.  111.026.650
7
Partai Golkar
Rp.    78.225.000
8
PDI Perjuangan
Rp      68.274750
9
Partai Keadilan Sejahtera (PKS)
Rp.    62.000.000
10
Partai Demokrat
Rp.    31.250.000
11
Partai Amanah Nasional (PAN)
Rp.    18.448.774
12
PKPI
Rp                      0

Sumber: KPU Kudus
- advertisement -

Pemilu 2009 di Kabupaten Kudus, PKB Jadi Pemenang

0

SEPUTAR KUDUS– Pada Pemilihan Umum 2009 lalu di Kabupaten Kudus, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) muncul sebagai pemenang. PKB berhasil memeroleh suara tertinggi dalam gelaran pesta demokrasi tersebut. Apakah pada 9 April tahun 2014 ini PKB akan muncul sebagai pemenang lagi?

Pemilihan Umum (Pemilu) yang dilaksanakan bulan April 2009 di Kabupaten Kudus diikuti oleh 580.925 pemilih. Para pemilih itu tersebar di 1.792 Tempat Pemungutan Suara (TPS). Pemilu bulan April 2009 menghasilkan perolehan suara yang sah untuk DPR, DPRD I dan DPRD II.


Pemilu 2009 di Kabupaten Kudus menghasilkan lima partai dengan perolehan suara tertinggi. Berturut-turut diperoleh oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Demokrat.

Anggota DPRD 

Pemilu 2009 lalu menghasilkan 45 anggota DPRD Kabupaten Kudus. Banyaknya anggota DPRD di kabupaten Kudus sebanyak 45 orang itu, terdiri dari 40 laki-laki dan 5 perempuan. Dilihat dari persentase anggotanya, jumlah anggota DPRD terbesar berasal dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sebesar 20,00 persen.

Produk DPRD Kabupaten Kudus pada tahun 2011 sebanyak 26 buah. Terdiri dari 13 peraturan daerah, 7 surat keputusan DPRD, 1 peraturan DPRD dan 5 keputusan pimpinan DPRD. (*)

Pemenang Pemilu 2009 di Kabupaten Kudus:
1. PKB
2. PDIP
3. Partai Golkar
4. PAN
5. Partai Demokrat


Dafar Perolehan Suara Pemilu 2009 di Kabupaten Kudus


Partai Politik                               DPR RI                 DPRD I             DPRD II
1 Partai Hati Nurani Rakyat           16
252                   11 388                   13 557
2 Partai Karya Peduli Bangsa        10
499                   11 358                   15 033
3 Partai Pengusaha dan PI             2
933                      3 689                      6 383
4 Partai Peduli Rakyat N               1 813                     1 965                      3 359
5 Partai Gerindra                           17
125                   17 223                   16 139
6 Partai Barnas                              3
575                      3 471                      7 038
7 PKPI                                         526                        584                         0
8 PKS                                          6
687                   21 197                   14 565
9 PAN                                          44 784                   27 170                   36
254
10 PPIB                                        1 106                      1 322                      3 607
11 Partai Kedaulatan                     1 428                     1 802                      3 374
12 Partai Persatuan Daerah           491                        645                         1 323
13 Partai Kebangkitan Bangsa       21
086                   29 879                   52 565
14 Partai Pemuda Indonesia           525
                        747                         1 491
15 PNIM                                      893                         1 341                      2
639
16 PDP                                         1 977                      1 980                      4 800
17 PKP                                         471
                        985                         1 126
18 Partai Matahari Bangsa            479
                        567                         1 201
19 PPDI                                        0                             0                              510
20 PDK                                         944                      4 075                      12 764
21 PRN                                        669                         873                         408
22 Partai Pelopor                          1
605                      2 286                      6 951
23 Partai Golongan Karya              91
351                   31 862                   54 599
24 PPP                                         15 015                   17 920                   21 151
25 Partai Damai Sejahtera            1
989                      2 524                      2 155
26 PNBKI                                   177                         268                         54
27 Partai Bulan Bintang                 3 056                      3 192                      7
496
28 PDIP                                       34 830                   47 138                  49
434
29 Partai Bintang Reformasi          2
784                      3 502                      8 799
30 Partai Patriot                           741
                        235                         50
31 Partai Demokrat                      33
271                   46 296                   34 019
32 PKDI                                      132                         156                         0
33 Partai Indonesia Sejahtera        1
051                      1 155                      3 978
34 PKNU                                     8 343                      7 175                      17 996
41 Partai Merdeka                        139
                        128                         28
42 PPNUI                                    179                        511                         0
43 Partai Sarikat Indonesia           121
                        0                              214

44 Partai Buruh                                       205                                246                                    126

Sumber: Kudus Dalam Angka 2011-2012

- advertisement -

Rumah Kembar Milik Raja Rokok Kretek Nitisemito Kudus Dijual

0
SEPUTAR KUDUS – Rumah Kembar milik Nitisemito di Jalan Sunan Kudus (timur Sungai Gelis), dijual. Foto Bawah: Rumah Kembar di sisi barat Sungai Gelis.

SEPUTAR KUDUS – Lalu lintas di Jalan Sunan Kudus, Kabupaten Kudus tampak ramai, Rabu (29/1/2014). Sejumlah kendaraan berlalu lalang melintasi sebuah rumah dengan desain kuno, tak jauh dari Sungai Gelis. Di pintu gerbang rumah tersebut terlihat poster dengan tulisan dijual. Rumah tersebut, tak lain Rumah Kembar miliki Raja Rokok Kretek asal Kudus, Nitisemito. 


Nitisemito merupakan pengusaha rokok kretek dengan merek Bal Tiga. Sebagai pengusaha sukses dan terpandang pada masanya (sebelum kemerdekaan), membuat sang maestro membangun megah “istananya-istananya”, termasuk rumah kembar. Rumah tersebut dibangun sejajar di sisi timur dan barat Sungai Gelis.  

Pada masanya, rumah kembar milik Nitisemito itu sangat mentereng dibanding dengan bangunan lain di Kudus, khususnya untuk rumah hunian. Rmah kembar dibangun di Jalan Sunan Kudus, tepatnya di Desa Demaan dan Janggalan, Kecamatan Kota.  

Rmah kembar dibangun masa kolonial Belanda. Jika dilihat dari arah utara, atau dari Jembatan Sungai Gelis, terlihat seperti rumah yang terbelah sungai. Rumah di sebelah barat, secara administratif masuk ke Desa Demaan, sedangkan di sebelah timur, masuk ke Desa Janggalan. Di dalam ke dua rumah tersebut terdapat berbagai perabot rumah yang mewah, di antaranya bermacam piring dan guci. Dan yang membuat dua rumah itu sangat dikenal, karena lantai rumah terbuat dari susunan uang logam.

Berdasarkan pengamatan dari luar, rumah tersebut tampak tak berpenghuni. Cat tembok rumah tersebut tampak lusuh. Bahkan, di rumah sebelah barat sungai, pagar rumah tampak miring dan hampir roboh. Namun, dilihat dari kejauhan, di atas atap rumah masih terlihat simbol Bal Tiga, sebuah tanda bahwa rumah tersebut merupakan “istana” milik sang Raja Rokok Kretek.

Sejarah Nitisemito

Nitisemito memulainya dengan kegagalan demi kegagalan. Tercatat, putra pasangan Sulaiman, seorang Kepala Desa Jagalan, Kecamatan Kota, dan Markanah ini, pernah menjalankan kewirausahaan di berbagai bidang usaha, namun belum menemukan hasil yang baik. Nitisemito yang lahir pada 1863 dengan nama Roesdi ini, sempat menjadi pengusaha konveksi pada usia 17 tahun. Usaha itu gagal, dan kemudian beralih usaha lain menjadi penjual minyak kelapa, berjualan kerbau, hingga menjadi kusir dokar.


Pada saat menjadi kusir dokar tersebut, Nitisemito juga nyambi berjualan tembakau. Di sinilah awal Nitisemito merambah dunia usaha pembuatan rokok kretek. Dia menikahi seorang penjual rokok kretek, Nasilah, yang sebelumnya menjadi pembuat rokok kretek. Bersama istrinya itulah, dia mengembangkan usaha rokok kretek tersebut, yang kemudian menjadi industri yang sangat besar, hingga mempunyai 10 ribu karyawan.

Nitisemito merupakan sosok yang sangat jenius, meski dia seorang yang buta huruf. Intuisi bisnisnya sangat kuat, hal itu terlihat pada manajemen pengembangan rokok kretek yang dijalankannya. Dia menerapkan administrasi dan marketing modern, yang tidak dilakukan oleh pengusaha lain, pada saat itu.


Bahkan, dia penah menyewa pesawat foker untuk mempromosikan rokoknya tersebut, dengan harga sewa, 200 gulden. Pesawat itu dibuat untuk menyebarkan pamflet produk rokoknya, di daerah sekitar Jawa Barat dan Jakarta. Menurut saya, ia adalah sosok yang jenius, karena media promosi tersebut dilakukan pada masa yang serba terbatas. 


Tidak hanya itu, Nitisemito juga aktif mengikusti pameran-pameran niaga diberbagai daerah. Dalam pameran tersebut, Nitisemito memberikan hadiah, yang diundi bagi siapa saja yang membeli rokok Bal Tiga. Hadiah yang ditawarkan tidak tanggung-tanggung, dia rela menyediakan sepeda, yang pada saat itu tergolong kendaraan yang mewah. Untuk mendistribusikan produk rokok Bal Tiga ke daerah-daerah lain di Pulau Jawa, Nitisemito menyediakan beberapa armada mobil untuk membawa puluhan bal (kemasan besar) ke beberapa agen. 


Karena keberhasilannya itu, Nitisemito kemudian sangat terkenal sebagai pengusaha pribumi yang sangat sukses. Bahkan, diceritakan, sebelum menjadi presiden pertama, Sukarno sering menemui Nitisemito, pada masa-masa perjuangan kemerdekaan. (Suwoko)

Baca Artikel tentang Nitisemito lainnya:
Pengusaha Jenius
Usahanya Runtuh

- advertisement -

Hotel Griptha Kudus, Hotel Resort Bertaraf Internasional

0

KUDUS-Hotel Griptha merupakan hotel bisnis bertaraf internasional yang ada di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Indonesia. Terletak dekat di gerbang masuk Kota Kudus dan hanya beberapa menit dari pusat kota. Sebagai sebuah hotel bisnis bernuansa resort, suasana hangat dan nyaman akan menyambut sertiap tamu kami baik pebisnis maupun keluarga.

Hotel Griptha memiliki 157 kamar dengan fasilitas lengkap. Di antaranya ruang meeting dan ballroom, business centre, restoran, kolam renang, pusat kebugaran dan spa, salon kecantikan, mini market dan klub musik, executive lounge,  area pesta kebun, dan area parkir yang luas. Fasilitas hot spot in internet disediakan di seluruh area hotel.

Hotel Griptha berkomitmen untuk memberi anda standar pelayanan terbaik. Sejak anda menginjakkan kaki di hotel anda akan disambut dengan keramahan setiap staf untuk kenyamanan anda. Seluruh area hotel juga diawasi dengan sistem keamanan 24 jam.

Fasilitas Hotel


Area Parkir
Hotel Griptha memiliki area parkir yang sangat luas dan dapat menampung 150 mobil dan 500 motor, serta mempunyai tingkat keamanan 24 jam yang dapat menjamin keamanan dari kendaraan tamu yang datang ke Hotel Griptha.


Pintu Masuk & Counter FO
Setiap tamu yang berkunjung ke Hotel Griptha akan di sambut oleh petugas mulai dari bell boy, petugas recepsionist yang setiap saat selama 24 jam siap melayani tamu yang datang. Tentunya dengan pelayanan yang prima baik untuk tamu yang menginap maupun tamu yang membutuhkan informasi tentang Hotel Griptha.


Lobby, Saphire Bar, Drugstore
Suasana yang kita sajikan di area lobby yang sangat nyaman,tamu dapat menikmati sajian mulai dari Welcome Drink, Snack Corner , Saphire Bar, Drug store, Businesss Centre, serta fasilitas Hot Spot All Area sehingga tamu dapat menikmati fasilitas internet.

Restaurant
Foodcourt Corner menyajikan berbagai sajian menu mulai dari traditional food sampai dengan international food serta di iringi sajian live music setiap hari.


Topaz coffee shop & pelayanan FB
Toppaz cofffe selain untuk tempat breakfast bagi para tamu yang menginap dapat juga di gunakan untuk berbagai acara makan bagi para tamu yang ingin mengadakan pertemuan dengan para kolega, keluarga dan pasangan, dengan menikmati sajian yang istimewa dan dengan pelayanan yang profesional dari petugas Food & Bavarage.


EVENT & MEETING ROOMS
Hotel Griptha saat ini memiliki 4 ruang pertemuan antara lain :


1. Quartz Room
Terletak di lantai dua, untuk pertemuan dengan skala kecil antara 15-25.
2. Jade Family Cafe
Terletak di lantai dua dengan kapasitas lebih besar antara 100 – 200, dengan kelebihan ruang kedap suara, yang memungkinkan untuk acara yang lebih privat.
3. Aquamarine
Terletak di samping kolam renang yang memberikan suasana lebih santai jika di gabung dengan kolam renang untuk acara pesta dengan skala kecil seperti pertunangan ulang tahun,dll.
4. Majesty Palace Grand Ballroom
Hotel Griptha adalah satu – satunya hotel yang dilengkapi dengan gedung pertemuan terbesar dengan kapasitas 1500 orang serta fasilitas lengkap mulai Full AC, Giant screen yang sangat representative untuk pesta pernikahan, acara gathering perusahaan,workshop serta acara lain dengan skala besar.
5. Kolam Renang
Hotel Griptha Swimming Pool selain di lengkapi petugas yang siap setiap saat, juga di lengkapi pool café yang menyajikan menu – menu ringan sebagai pendamping selama anda berenang. Dengan luas kolam renang sekitar 81 m2 merupakan kolam renang terluas dan mempunyai tingkat higienis yang tinggi.
6. Kapel Menahem
Hotel Griptha juga di lengkapi dengan sarana ibadah seperti kapel. Kapel yang baru kita renovasi kita persembahkan untuk para tamu yang ingin beribadah serta terutama bagi para pasangan pengantin yang ingin mengadakan acara pemberkatan pernikahan. Dan diperuntukan juga untuk persekutuan do’a dari seluruh gereja di Kudus.
7. Splendor Club
Hotel Griptha Kudus juga menyediakan fasilitas Live Music.
8. Spa and Massage
Hotel Griptha menyediakan fasilitas Massage dari tenaga terlatih dan profesional  yang akan membuat tamu semakin nyaman dan fresh . Mulai dari Foot and Back Massage, sampai Jahinda Massage yang merupakan treatment  unggulan dari Hotel Griptha Kudus.

Alamat: Jalan R Agil Kusumadya Nomor 100 Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Indonesia
Nomor Telepon: 0291-438449, 436829
Nomor Fax 0291-431897

- advertisement -

Warga Berburu Pasir Sungai Gelis Pascabencana di Kabupaten Kudus 2014

0
SEPUTAR KUDUS – Sejumlah warga mengeruk pasir di Sungai Gelis, tepatnya di bawah jembatan Jalan Sunan Kudus, Rabu (29/1/2014). Pasir itu mengendap setelah debit air menyusut pasca-banjir yang terjadi beberapa hari sebelumnya.

SEPUTAR KUDUS – Sejumlah warga di Kudus, khususnya di bantaran Sungai Gelis berburu pasir yang teringgal di sungai tersebut, tepatnya di bawah jembatan Jalan Sunan Kudus, Rabu (29/1). Mereka beramai-ramai mengeruk timbunan pasir dan dibawa ke bantaran sungai. Pasca hujan lebat yang mengakibatkan air di Sungai Gelis meluap pada beberapa hari sebelumnya, timbunan pasir mengendap hingga membuat delta.

Tak hanya orang-orang dewasa, sejumlah anak-anak juga mengumpulkan pasir menggunakan pengki. Pasir tersebut ditumpuk di tepi sungai, untuk kemudian dijual kepada pengepul pasir. Aktivitas sejumlah warga di bantaran Sungai Gelis tersebut, sempat menyita sejumlah pengguna jalan yang melintasi Jalan Sunan Kudus. Warga tidak hanya melihat kondisi sungai pasca-air sungai meluap dan mengakibatkan sejumlah rumah terbawa arus, namun mereka juga melihat sejumlah warga yang mengambil pasir.

Tidak hanya warga di bantaran Sungai Gelis di Jalan Sunan Kudus, sejumlah warga di bantaran sungai di Desa Panjang juga melakukan hal serupa. Mereka berbondong-bondong mengeruk endapan pasir yang tertinggal di tepi sungai, tepatnya di bendungan Desa Panjang.

SEPUTAR KUDUS – Kondisi Sungai Gelis saat  hujan deras yang mengguyur wilayah Kudus beberapa waktu lalu. Akibat guyuran hujan, sejumlah daerah di Kudus terendam banjir. 

Material pasir yang mengendap itu terbawa air sungai dari kawasan Pegunungan Muria. Dibanding dengan pasir dari Muntilan, Magelang, kualitas pasir dari Sungai Gelis lebih buruk. Karena pasir dari sungai itu bercampur tanah padas yang tergerus air. Sedangkan pasir dari Muntilan, memiliki kualitas yang bagus karena keluar dari letusan Gunung Merapi.

Pasir Sungai Gelis sudah dikenal sejak lama, meski memiliki kualitas yang kurang bagus. Sejarah mencatat, pembangunan Masjid Menara Kudus pada 1918 menggunakan pasir dari sungai yang tak jauh dari masjid yang didirikan Sunan Kudus itu. KHR Asnawi yang memelopori pembangunan Masjid Menara Kudus, mengajak para santri untuk mengambil pasir Sungai Gelis sebagai material. Bangunan masjid di bagian paling depan dan memiliki kubah itu, hingga kini masih dirawat dan dijaga. (Suwoko)

- advertisement -

Sejarah Keberadaan Stasiun Kereta Api di Kabupaten Kudus

1
SEPUTAR KUDUS – Stasiun Wergu saat ini (2014)

SEPUTAR KUDUS – Pada masa kolonial Belanda, terdapat perusahaan transportasi modern berupa kereta api. Awal mula perusahaan kereta api terdapat di Semarang, yakni indich Spooreg Maatschappij (NIS). Perusahaan tersebut berdiri untuk membuka jalur transporasi darat modern ke sejumlah wilayah. Antara lain ke Kesultanan Surakarta dan Yogyakarta, yang memiliki sejumlah komoditas perkebunan.

Pada tahun 1885, pemerintah kolonial mendirikan perusahaan Semarang Joana Stroomtram Maatschappij (SJS), sebagai perluasan jalur transportasi darat modern di Jawa. Jalur kereta api tersebut membuka jalur Semarang-Genuk-Demak-Kudus-Pati-Joana (sekarang Juwana).

Moda transportasi darat tersebut mendapat respon positif dari masyarakat. Tidak hanya sebagai alat distribusi hasil pertanian dan perkebunan, kereta api pada saat tersebut juga dimanfaatkan masyarakat untuk mempersingkat waktu tempuh ke sejumlah daerah di wilayah Pantura Timur.

Pada tahun 1895, perusahaan tersebut menambah jalurnya, yakni jalur Kudus-Mayong-Gotri-Pecangaan. Pada 1 Mei 1900, SJS juga membuka jalur baru hingga Rembang dan Lasem.Selain itu pada 10 Novenber 1900, jalur kereta api di bagian barat Pantura Timur ditambah, yakni rute Mayong-Welahan-Demak-Semarang.

Di Kudus, stasiun kereta api dibangun di Kelurahan Wergu Wetan, Kecamatan Kota. Stasiun Wergu merupakan jalur transit yang cukup sibuk pada saat itu, karena letaknya yang strategis. Tidak hanya menghubungkan jalur Semarang ke Juwana, hingga Lasem, namun stasiun tersebut juga menghubungkan jalur Mayong, Gotri, dan Pecangaan di Jepara.

Namun, karena makin banyaknya pelebaran jalan, sejak tahun 1980 Stasiun Wergu dinonaktifkan. Banyak warga yang memilih menggunaan kendaraan pribadi menjadi alasan ditutupnya stasiun tersebut. Oleh Pemerintah Kabupaten Kudus, stasiun itu dimanfaatkan menjadi pasar tradisional.

Emplasemen dan peron Stasiun Wergu kini dipenuhi lapak-lapak pedagang. Kantor kepala stasiun dimanfaatkan untuk kantor pengelola pasar. Ornamen bangunan masih utuh dan di stasiun itu masih terdapat wesel yang kondisinya berkarat. Plang nama stasiun, nomor jalur masih tergantung hingga saat ini. Bahkan, di sejumlah tepi jalan di Kudus, rel yang menjadi landasan gerbong kereta api masih banyak bisa ditemukan.

Pada tahun 2012, muncul wacana Stasiun Wergu akan dijadikan museum kereta api. Alih fungsi pasar tradisional menjadi museum, dianggap sejumlah kalangan akan sangat bermanfaat bagi generasi muda. Mereka bisa mengetahui sejarah yang terjadi pada masa lampau tentang keberadaan jalur kereta api di Kudus. Wacana juga berkembang, Stasiun Wergu akan diaktifkan kembali, mengingat rencana pembukaan kembali jalur kereta api Semarang-Rembang, yang melintasi Kudus. (Suwoko)

Diolah dari berbagai sumber (Wikipedia, Seputar Semarang, Antara)

- advertisement -

Ide Pengurukan Jalur Pantura Kudus oleh Pemkab Patut Diacungi Jempol

3
FOTO ANTARA – Andreas Fitri Atmoko

SEPUTAR KUDUS – Ide pengurukan jalan di Jalur Pantura Kabupaten Kudus, tepatnya di Jalan R Agil Kusumadya, patut diacungi jempol. Bagaimana tidak, ide tersebut berhasil mengurai antrean panjang kendaraan yang terjebak di jalur tersebut karena banjir. Jalan sepanjang kurang lebih 1 kilometer yang terendam hingga 1 meter itu, diuruk menggunakan lapis pondasi atas bermaterial batu belah bercampur pasir.

Gagasan tersebut muncul ketika Dinas Bina Marga, Pengairan dan Sumber Daya Mineral dan sejumlah dinas terkait di Kabupaten Kudus menggelar pertemuan. Pertemuan itu dilaksanakan untuk mencari solusi bagaimana kendaraan yang tertahan banjir sejak Selasa (21/1/2014) bisa melintas di jalur tersebut. Akhirnya diputuskan, jalan milik nasional tersebut diuruk menggunakan pondasi lapis atas.

Sesegera mungkin dinas tersebut mengeksekusi gagasan di lapangan. Sejak Jumat (24/1/2014) jalan yang terputus itu diuruk menggunakan pondasi lapis atas. Karena ide tersebut gagasan mendadak, sejumlah rekanan dikerahkan untuk mengirim batu belah bercampur pasir ke lokasi banjir. Sejumlah alat berat diturunkan untuk meratakan material yang telah terkirim. Pengurukan jalan dilakukan di sebelah lajur utara, lajur selatan tetap dibiarkan tergenang.

FOTO ANTARA – Andreas Fitri Atmoko

Sejak Senin (27/1/2014) sekitar pukul 04.00 WIB, pengurukan tersebut selesai dilakukan. Dan pada pukul 06.00WIB, jalan tersebut sudah bisa dilalui kendaraan bermotor. Sedangkan kendaraan-kendaraan truk bersumbu diizinkan melintas di lajur selatan, yang tidak diuruk, dengan sistem buka tutup. Pembukaan akses jalan tersebut sebetulnya, diprioritaskan truk BBM agar bisa masuk ke wilayah Kudus, Jepara, dan Pati.

Sejumlah pejabat di dinas terkait tersebut awalnya ragu, karena kebijakan pengurukan tersebut di luar kewenangannya, melainkan kementrian terkait. Terlebih, pengurukan tersebut bersifat insidental sehingga tidak ada dana yang dianggarkan pemkab. Dana yang dikeluarkan tersebut awalnya dikhawatirkan tidak sesuai peruntukan. Namun, setelah BPK mengecek langsung ke lokasi pengurukan, akhirnya eksekusi gagasan tersebut diizinkan dan dinyatakan tidak menyalahi aturan.

Penimbunan jalan tersebut bersifat sementara. Setelah surut, material pondasi lapis atas tersebut akan diambil kembali, dan dialihkan ke sejumlah jalan milik Pemkab Kudus yang mengalami rusak.

Jalan R Agil Kusumadya merupakan jalan nasional. Keberadaannya sangat vital bagi distribusi lgistik, BBM, dan barang industri dari dan ke Surabaya-Jakarta. Lumpuhkan jalan tersebut akibat banjir, tidak hanya membuat masyarakat di Kudus resah karena langkanya BBM, namun juga distribusi logistik dan produk industri nasional tersendat.

Gagasan insidental yang diputuskan dan dieksekusi secara cepat oleh Pemkab Kudus patut diacungi jempol. Dalam situasi yang buntu, dibutuhkan kebijakan cepat dan tepat sasaran. Sehingga dampaknya bisa langsung dirasakan masyarakat. Hanya satu kata untuk kebijakan tersebut, salut. (Suwoko)

- advertisement -

Mitos Ular Naga di Bencana Longsor di Kabupaten Kudus

0
SEPUTAR KUDUS – Ilustrasi

SEPUTAR KUDUS – Bencana tanah longsor yang terjadi di Dukuh Kambangan RW 6, Desa Menawan, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Selasa (21/1/2014), menyisakan kepedihan mendalam. Tak hanya dirasakan masyakat di dukuh tersebut, namun juga warga Kudus pada umumnya. Bagi sebagian besar masyarakat, peristiwa pilu itu merupakan peristiwa geologi. Namun, sebagian masyarakat di Kambangan percaya, musibah tersebut terjadi karena mitos ular naga yang bentuknya sangat besar.

Sebagain warga disana mempercayai mitos adanya ular naga yang mengakibatkan longsoran bukit yang menimpa belasan rumah di RW 6. Bencana yang menyebabkan 12 warga tertimbun longsor tersebut menurut sebagian warga tak sekedar peristiwa geologi, tergerusnya permukaan tanah karena air hujan, namun ada kaitannya dengan mitos tersebut.

Beberapa warga Kambangan mengaku melihat langsung ular naga berdiam di bukit, beberapa hari sebelum terjadinya bencana longsor. Warga menyebutkan kepala ular tersebut berada di atas bukit, dan ekornya menjulur hingga ke masjid di dukuh tersebut, Jarak antara bukit dengan masjid ada ratusan meter.

Mitos yang diungkapkan warga di sana itu tak hanya berkembang di kalangan masyarakat Dukuh Kambangan. Namun mitos itu juga menyebar di kalangan masyarakat Kudus. Bahkan, mitos ular naga tersebut menyebar melalui jejaring sosial, yang kerap meng-update informasi tentang bencana banjir dan longsor yang terjadi di Kabupaten Kudus pada Januari 2014 ini.

Sebagian masyarakat mengobrolkan mitos itu di jejaring sosial. Ada yang secara serius membahas tentang ular naga tersebut, sebagian ada yang menganggap hal itu sebagai mitos belaka. Bahkan ada sebagian pengguna jejaring sosial menganggap mitos itu sebagai lelucon, dan membuat informasi ular naga tersebut sebagai bahan bercandaan.

Masyarakat tentu tidak boleh bisa disalahkan hanya karena mempercayai mitos tersebut. Memang masyarakat Kudus yang merupakan bagian dari masyarakat dengan kultur Jawa, tidak bisa dilepas dari hal-hal mitos seperti itu. Masyarakat boleh percaya, juga boleh tidak percaya. Yang terpenting, menjadikan bencana longsor dan banjir ini sebagai pelajaran. Khususnya bagi Pemerintah Kabupaten Kudus, untuk menyiapkan rencana jangka panjang agar bencana ini tidak terjadi, atau minimal bisa mengantisipasinya agar tidak jatuh korban. (Suwoko)

- advertisement -

Banjir di Kabupaten Kudus Tahun 2014 Lumpuhkan Pantura Timur

0
Foto Antara – Andreas Fitri Atmoko: Banjir memutus akses lalu lintas di kawasan Terminal Induk Kudus.

SEPUTAR KUDUS-Banjir yang melanda Kabupaten Kudus pada Januari 2014 membuat lalu lintas di jalur Pantura Timur lumpuh. Puluhan kendaraan tertahan di perbatasan Kabupaten Kudus dan Kabupaten Demak. Hingga Jumat (24/1/2014), puluhan kendaraan tersebut belum bisa melintas kaarena banjir masih setinggi 1 meter. Akibatnya, pasokan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Kudus tersendat.

Di bagian barat Jembatan Tanggulangin yang menjadi batas dua kabupaten tersebut, kendaraan-kendaraan besar mengular hingga belasan kilometer. Antrean kendaraan tersebut bahkan memanjang hingga di depan Pasar Gajah, Kabupaten Demak. Sedangkan di bagian timur Jembatan Tanggulangin, puluhan kendaraan tertahan hingga di Jalan R Agil Kusumadya, tepatnya di depan kantor DPRD Kudus.

Foto Antara – Andreas Fitri Atmoko

Berdasarkan data yang dimiliki Antara, puluhan kendaraan besar tersebut tertahan di perbatasan Kabupaten Kudus dan Kabupaten Demak selama empat hari, sejak Selasa (21/1/2014). Persedianan bekal yang mereka bawa telah menipis, namun belum bisa diketahui kapan banjir di sana akan surut. Sedangkan sejumlah pengendara bermotor, lebih memilih menggunakan jasa penyembrangan gerobak, yang banyak ditawarkan sejumlah warga di sana. Harga jasa penyebrangan kendaraan motor itu, hingga banjir hari keempat mencapai Rp 100 ribu.

Banjir yang melumpuhkan lalu lintas Pantura Timur di Kabupaten Kudus itu, terdapat di kawasan Kencing (tak jauh dari kantor Pura), hingga ke Jembatan Tanggulangin. Jaraknya genangan banjir tersebut mencapai kurang lebih 1 kilometer.

Pasokan BBM


Banjir di Kabupaten Kudus pada Januari 2014 ini tidak hanya melumpuhkan lalu lintas di Pantura Timur, namun juga membuat pasokan BBM mandek. Sejumlah SPBU di Kudus bahkan telah kehabisan stok bensin premium. Hal ini membuat harga bensin premium eceran melonjak, hingga Rp 12 ribu per liter. Padahal, harga normal hanya sekitar Rp 7.500.

PT Pertamina (Persero) Pemasaran Jateng/DIY dikabarkan Antara gagal memasok BBM ke Kabupaten Kudus. Hal itu lagi-lagi disebabkan akses jalan dari Semarang ke Kudus melalui Demak terputus karena bajir.

- advertisement -

Fenomena Media Sosial Saat Banjir dan Longsor di Kabupaten Kudus

0
SEPUTAR KUDUS – Ilustrasi

SEPUTAR KUDUS-Bencana banjir dan longsor yang terjadi di Kabupaten Kudus pada Januari 2014 menjadi isu yang besar. Tidak hanya menyita perhatian masyarakat Jawa Tengah, namun juga mengundang para jurnalis media nasional untuk memberitakannya. Sehingga, berita bencana yang menelan sejumlah korban jiwa ini menyebar luas ke masyarakat secara nasional.

Besarnya nilai isu bencana yang terjadi di Kabupaten Kudus, membuat masyarakat selalu ingin mengetahui perkembangan yang terjadi. Banyak sebagian masyarakat yang memiliki akses internet, memilih update informasi melalui jejaring sosial atau media sosial (social media/socmed). Baik itu melalui Facebook, Twitter, atau media sosial lain berbasis smartphone misalnya BBM Messanger, Whatsup Messanger, dan sebagainya.

Update informasi bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Kudus melalui sosial media tersebut begitu cepat. Para admin menginformasikan situasi yang terjadi saat itu juga, baik melalui tulisan maupun gambar. Bahkan, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo sangat aktif menjawab pertanyaan dan dari follower di akun Twitter miliknya (@ganjarpranowo). Dia juga menginformasikan banyak hal tentang bencana yang terjadi di Kabupaten Kudus melalui akunnya tersebut.

Sejumlah akun media sosial Twitter yang sangat aktif saat terjadinya banjir dan tanah longsor  di Kabupaten Kudus di antaranya, @sekitarKudus dan @seputarkds. Sedangkan  akun media sosial Facebook yang sangat aktif dalam menginformasikan bancana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Kudus tahun 2014 ini, di antaranya fun page Info Seputar Kudus dan Seputar Kudus.

Beberapa akun media sosial tersebut, tidak hanya mengandalkan para kontributor, tapi juga mengunggah ulang informasi yang diposting ke akun tersebut, dari masyarakat pengguna jejaring sosial.

Posting Membuat Heboh


Keberadaan sejumlah akun media sosial tersebut saat bencana bajir dan tanah longsor di Kabupaten Kudus tersebut sangat membantu masyarakat yang ingin tahu perkembangan yang terjadi. Namun, sayangnya ada sejumlah informasi, baik berupa posting tulisan maupun gambar yang tidak akurat. Tidak hanya merugikan masyarakat yang membacanya, tapi membuat masyarakat resah.

Misalnya posting yang menyebar pada hari ini, Kamis (23/1/2014). Ada sebuah posting di media sosial yang menyebutkan debit air di Waduk Kedungombo di Grobogan di atas ambang batas, dan pintu waduk akan segera dibuka. Informasi tersebut kemudia menyebar melalui broadcast BBM Messanger, tidak hanya di kalangan masyarakat Kudus, namun juga menyebar ke daerah lain.

Info tersebut sempat menghebohkan masyarakat. Karena, jika pintu Waduk Kedungombo dibuka dan dialirkan ke wilayah Kudus, memungkinkan tanggul di sepanjang Kecamatan Undaan jebol. Hal itu pernah terjadi pada Desember 2007 dan Januari 2008. Saat itu, puluhan ribu masyarakat dari beberapa desa di Kecamatan Undaan diungsikan.

Dalam hal ini, masyarakat harus cerdas memilah dan memilih informasi. Karena tidak semua informasi yang beredar, tak terkecuali media sosial yang kerap memposting berita tanpa sumber, bisa ditelan mentah-mentah. Masyarakat perlu memberi umpan balik informasi tersebut, bagaimana akurasi informasi itu, dari mana sumber akurasi itu, apakah diinformasikan melalui check dan recheck, atau informasi tersebut hanya fake atau hoax belaka.

Dalam prinsip jurnalisme, konfirmasi narasumber yang berwenang, chek dan recheck data, serta akurasi data merupakan hal yang sangat penting. Bahkan, beberapa syarat tersebut menjadi yang utama sebelum informasi atau berita disiarkan ke publik. (Suwoko)

- advertisement -