Beranda blog Halaman 1974

Indieneisa Satukan 14 Band Indie Kudus di Album Kompilasi

0
SEPUTAR KUDUS – Cover CD Album Indie Kompilasi Kudus.

SEPUTAR KUDUS, Komunitas musik Indienesia Kudus merilis album kompilasi pertama tahun ini. Sebanyak 14 band indie asal Kudus ambil bagian dalam album tersebut. Dalam album yang didukung W Mild tersebut, terdapat 14 lagu dari 14 band yang terlibat. Setiap band menyumbangkan satu lagu dalam album kompilasi tersebut.

Koordinator  Komunitas Indienesia, Doni PM menjelaskan, untuk mengenalkan album yang telah mereka buat, rencanya mereka akan menggelar road show konser di enam kabupaten di eks Karesidenan Pati. ”Untuk yang pertama, kami akan menggelar konser di Kudus. Kami juga akan merilis album indie ini dalam konser tersebut,” ujar Doni.

Dia mengatakan, konser pertama di Kudus, akan diselenggarakan pada Sabtu (31/5) di GOR Wergu Wetan Kudus, mulai pukul 08.00 hingga selesai. Dalam konser tersebut, 14 band yang terlibat dalam album tersebut akan tampil membawakan lagu karya mereka. Setiap band diberi waktu selama 30 menit untuk perform di atas panggung.

Sebanyak 14 band tersebut, kata Doni, merupakan band indie yang selama ini telah eksis di kalangan pecinta musik di Kudus. Band tersebut, antara lain Ibarat Skata, Brooklyn, Cubitus!, Ohackers 24, Garis Depan, Red Mars, My Mother Lost Jenny, Decandi, Q-You, Mouseing, Shoda, Clarity, Berteriak Lantank, dan Sweet Memories. Genre yang dibawakan, antara lain ska, pop, pop melayu, pop punk, dan pop rock.

“Mereka akan perform di atas panggung membawakan lagu di dalam album. Karena waktunya 30 menit, mereka juga bisa membawakan lagu lain, selain yang ada di dalam album kompilasi,” tutur vokalis Shoda itu.

Dia menjelaskan, untuk bisa menyaksikan konser pertama tersebut penonton harus membeli tiket seharga Rp 10.000. Namun, bagi 200 pembeli pertama akan mendapat CD album kompilasi secara gratis.

Doni menambahkan, tujuan pembuatan album kompilasi itu, untuk menunjukkan kepada masyarakat, bahwa band indie Kudus bisa berkarya. Musik karya band indie di Kudus, tak kalah asyik didengarkan dengan band-band mainstream yang berlabel mayor.

“Musik  asyik itu gak harus mainstream. Ini pesan yang akan kami sampaikan pada masyarakat. Pesan ini juga menjadi jargon, yang kami bubuhkan di cover CD album kompilasi,” tuturnya.

Selain menggelar roadshow di lima kabupaten, pihaknya juga berencana akan mengirim album tersebut ke radio di seluruh Indonesia. Pihaknya ingin, agar Indienesia dikenal di seluruh Indonesia. Selain itu, lagu-lagu karya anak-anak band di Kudus dikenal luas masyarakat di Indonesia.

- advertisement -

Inilah Daftar Anggota DPRD Kudus 2014-2019 Terpilih Hasil Pemilu 2014

0
SEPUTAR KUDUS – Poster caleg Partai Golkar nomor urut 1 Mawahib, di Desa Loram.

SEPUTAR KUDUS – Pemilu Legislatif 2014 pada Rabu, 9 April 2014 telah berlangsung  dengan lancar, meskipun ada sejumlah kendala teknis yang terjadi. Hasil pemilihan tersebut menunjukkan sejumlah muka-muka baru yang muncul sebagai calon terpilih, yang akan mewakili masyarakat Kudus lima tahun ke depan. Namun, tak sedikit pula muka lama yang akan masih tampak pada periode mendatang.

Beberapa di antara anggota DPRD Kudus petahana yang berhasil akan duduk kembali di gedung dewan, Agus Darmawan, M Nur Khabsyin, Tri Erna S, Sunarto, Mawahib, dan Superiyanto. Super, demikian dia akrab disapa, merupakan calon yang berhasil duduk sebagai anggota dewan selama tiga kali berturut-turut, dari partai yang berbeda.
Berikut ini daftar anggota DPRD Kudus Periode 2014-2019 terpilih hasil Pemilu Legislatif 2014 pada Rabu, 9 April 2014 lalu:

NO
PARTAI
DAPIL
Anggota DPRD
1
Partai Nasdem
Dapil 1
Muhtamat
Dapil 2
Superiyanto
Dapil 3
Sudjarwo
Dapil 4
H Zusni Anwar
2
PKB
Dapil 1
Sunarto
Dapil 1
Mukhasiron
Dapil 2
Sutejo
Dapil 3
Noor Hadi
Dapil 4
M Nur Khabsyin
Dapil 4
Ilwani
3
PKS                 
Dapil 1
Setia Budi Wibowo
Dapil 2
Umi Bariroh
Dapil 3
Syu’aibul Huda
Dapil 4
Rony Agus Santoso
4
PDI Perjuangan
Dapil 1
Agus Imakhudin
Dapil 1
Aris Suliyono
Dapil 1
Sunarto
Dapil 2
Masan
Dapil 2
Hartopo
Dapil 2
NGateman
Dapil 3
Hendrik Marantek
Dapil 4
Achmad Yusuf Roni
Dapil 4
Sunarto
5
Partai Golkar
Dapil 1
Mawahib
Dapil 2
Tri Erna Sulistyawati
Dapil 3
Dedhy Prayogo
Dapil 4
Ali Mukhlisin
6
Partai Gerindra
Dapil 1
Luwis Juniati
Dapil 2
Nurhudi
Dapil 2
Agus Wariono
Dapil 3
Ahmad Fatkhul Aziz
Dapil 4
Kusma Hendriyanto
7
Demokrat
Dapil 2
Edy Kurniayan
Dapil 3
Sumarjono
Dapil 4
Mardijanto
8
PAN
Dapil 1
Rochim Sutopo
Dapil 3
Agus Darmawan
Dapil 4
Bambang Kariono
9
PPP
Dapil 2
Sutiyo
Dapil 3
Ulwan Hakim
Dapil 4
Soetiyono
10
Partai Hanura
Dapil 1
Tommy Sutomo
Dapil 2
Sa’diyanto
Dapil 3
Kadarjono
14
PBB
Dapil 3
Joko Siswanto
15
PKPI

Sumber: Rekapitulasi KPU Kudus

Penulis Artikel: Mase Adi Wibowo
- advertisement -

Sambut May Day di Kudus, Seniman Street Art Buat Mural di Sleko

0
SEPUTAR KUDUS – Mural karya seniman street art di Kudus menyambut May Day.

SEPUTAR KUDUS – Menjelang peringatan May Day atau Hari Buruh Sedunia tahun ini, yang jatuh pada Kamis (1/5/2014), seniman street art di Kudus membuat mural di Perempatan Sleko, Kabupaten Kudus. Seniman yang tak diketahui identitasnya itu, menulis kata-kata “May Day” di sebuah tembok perempatan.

Tulisan tersebut bisa tampak jelas dilihat dari arah timur. Tulisan tersebut dibuat di pojok barat Perempatan Sleko berukuran cukup besar, berwarna merah lengkap dengan gambar tangan terkepal.Karya seniman street art itu cukup menyita perhatian para pengendara yang melintas.

Keberadaan seniman street art di Kudus memang memberi warna tersendiri dalam perwajahan kota. Sejumlah karya cukup mudah ditemukan di sejumlah tembok, yang terdapat di tepi jalan. Namun, tak semua seniman street art itu mendasarkan warna ideologis dalam setiap karyanya.

Sedikit dari karya mural yang ada di Kudus, dibuat seniman street art dengan membubuhkan sebuah pesan. Warna ideologis dalam karya mural yang mereka buat sangat kental, satu di antaranya tentu mural bertulis May Day tersebut. Namun, ada mural lain yang juga memuat pesan ideologis, yakni sebuah mural yang dibuat pada 2011 silam di tembok belakang Mal Ramayana. (Baca di sini)

Namun, sebagian besar karya mural yang terdapat di sejumlah titik, hanya menunjukkan agmbar abstrak, atau tulisan beraneka bentuk. Tulisan-tulisan tersebut, tidak hanya dibuat tanpa nilai ideologis, namun juga sulit dimaknai, dan bahkan sulit dibaca. Tidak ada pesan yang tersirat dalam karya yang mereka buat.

Sebagaimana diketahui, Kudus merupakan kota industri yang memiliki ratusan ribu buruh. Mereka bekerja di sejumlah sektor industri, di antaranya sektor perdagangan, manufaktur, elektronik, percetakan, dan yang paling besar industri rokok kretek. Kabupaten terkecil di Jawa Tengah ini, menggantungkan pendapatan daerahnya melalui sektor industri dan perdagangan.

Penulis Artikel: Mase Adi Wibowo

- advertisement -

Baca Kudus Dalam Angka Tahun 2013 Di Sini

0

SEPUTAR KUDUS – Kudus Dalam Angka Tahun 2013 ini merupakan data yang dipublikasikan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kudus. Data ini dibuat untuk memberikan gambaran secara lengkap tentang keadaan geografis, pemerintahan, ekonomi dan lain sebagainya.

Dalam data ini, BPS juga mempublikasikan tentang perkembangan penduduk, baik jumlah penduduk maupun sebarannya. Selain itu, pada Kudus Dalam Angka Tahun 2013 ini juga dimuat berbagai data penting lain, terkait ketenagakerjaan, dan data jumlah potensi dan perkembangan usaha.

Dalam buku ini juga dimuat jumlah perusahaan yang ada di Kudus, dan perkembangannya. Data yang dimuat dalam buku, juga dilengkapi angka dan grafik, sehingga memudahkan pembaca untuk memahami tentang data yang disajikan. Buku yang dibuat BPS Kudus ini setebal 523 halaman. Untuk melihatnya secara lengkap, buka tautan berikut ini. (Kudus Dalam Angka Tahun 2013)

Artikel terkait:
Sejarah Kudus Kota Kretek
Gerbang Kudus Kota Kretek

- advertisement -

Super, 3 Kali Pindah Partai, 3 Kali Jadi Anggota Dewan

1
SEPUTAR KUDUS – Anggota DPRD Kudus Superiyanto (dua dari kanan) saat menemui peserta aksi 2009 lalu. 

SEPUTAR KUDUS – Sosok politisi di Kabupaten Kudus ini, memang fenomenal. Bagaimana tidak, Superiyanto nama politisi tersebut, berhasil duduk sebagai anggota DPRD Kudus tiga kali berturut-turut, dari partai yang berbeda. Yang lebih  hebatnya lagi, dia berhasil dua kali menjadi wakil rakyat dari partai gurem pada Pemilu 2004 dan 2009, dan berhasil masuk ke gedung Dewan pada Pemilu 2014 ini melalui partai baru, yakni Partai Nasdem. Superiyanto, memang super, seperti nama panggilan akrabnya.

Pemilu Legislatif 2004 merupakan debut pertama Super menjadi politisi. Pada pemilu tersebut, dia maju sebagai calon anggota legislatif (caleg) dari Partai Nasional Indonesia (PNI) Marhaenisme, yang saat itu merupakan partai gurem di Kudus. Dia berhasil melenggang ke gedung Dewan, berhasil menyingkirkan sejumlah tokoh politik dari partai-partai besar.

Pada Pemilu Legislatif 2009, Super pindah ke partai baru yang dibuat Sutiyoso, mantan Gubernur DKI Jakarta, yakni Partai Indonesia Sejahtera (PIS). Dia menjadi satu-satunya caleg dari partai tersebut yang berhasil menjadi anggota DPRD Kudus. Dalam sejumlah spanduk dan alat peraga kampanye lainnya saat itu, Super sangat dikenal karena jargon yang dibubuhkan, “PIS Men”.

Pada periode keduanya itu, kiprah Super sebagai politisi mulai kelihatan. Dia merupakan orang yang getol menggagas terbentuknya sebuah fraksi, untuk mewadahi partainya di parlemen. Super berhasil melobi sejumlah partai lain, untuk membuat poros kekuatan politik untuk mengimbangi partai-partai besar yang mendominasi. Hasil dari lobi politiknya itu, Super barhasil menggaet Partai Gerindra dan PPPI dan PBR. Dan empat partai tersebut mendeklarasikan fraksi yang dinamai Fraksi  Menara (fraksimenara.blogspot.com).

Menjelang paripurna penetapan fraksi, kekuatan Fraksi Menara bertambah setelah bergabungnya PPP. Namun, Partai Gerindra mengundurkan diri dan bergabung dengan Fraksi PDI Perjuangan. Demikian juga PPPI yang mundur dan bergabung ke fraksi lain. Keanggotaan fraksi yang kemudian dikukuhkan dalam sidang paripurna menjadi tiga partai, yakni PPP, PBR dan PIS yang mengantar Super duduk di kursi Dewan.

Karena partainya tak memenuhi electoral threshold pada Pemilu 2009, Pada Pemilu 2014 yang lalu, Super untuk kali ketiga pindah partai. Dia memilih untuk bergabung dengan Partai Demokrat, partai pimpinan Surya Paloh. Sebagaimana pemilu-pemilu sebelumnya, Super maju melalui Dapil 2, daerah dia tinggal (Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan). Untuk kali ketiga pula, Super mencatatkan diri sebagai politisi pertama di Kudus yang mampu duduk sebagai anggota Dewan dari partai yang berbeda.

Seperti diketahui khalayak di Kudus, Dapil 2 yang mencakup tiga kecamatan, yakni Undaan, Mejobo, dan Bae, merupakan dapil “neraka”. Di dapil tersebut, pertarungan keras politisi menjadi ciri khas dalam setiap pemilihan apapun. Karena, di dapil tersebut, khususnya di Undaan, dari pemilihan kepala desa, pemilihan bupati, hingga pemilihan anggota dewan, selalu menguras logistik para calon. Namun, Super selalu mampu membuktikan bahwa dia politisi yang patut diperhitungkan. Kita tunggu saja kiprahnya dalam mengawal aspirasi rakyat selanjutnya. Tetap kawal!!! (Mase Adi Wibowo)    

- advertisement -

Selamat Tinggal Videotron Alun-alun Simpang Tujuh Kudus

1
SEPUTAR KUDUS – Videotron di Alun-alun Simpang Tujuh, Kudus.

SEPUTAR KUDUS – Masyarakat Kudus kini tak akan bisa lagi melihat tayangan bola di layar besar atau video elektronik (videotron) di sebelah timur Alun-alun Simpang Tujuh, Kudus. Pekan ini, layar raksasa yang sering memutar tayangan-tayangan bola dari berbagai liga di Eropa, dibongkar. Alasan pembongkaran tersebut karena saat ini tidak boleh ada lagi media iklan yang terletak melintang di atas jalan.

Berdasarkan Peraturan Menteri (Permen) Pekerjaan Umum (PU) Nomor 20 Tahun 2010 tentang Pemanfaatan Bagian Jalan, media iklan berupa reklame atau baliho yang melintang di atas jalan harus dibongkar (Koran Muria, 26 April 2014). Pembongkaran tersebut, juga didasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif (Suara Merdeka, 25 April 2014).

Videotron tersebut dipasang salah satu perusahaan rokok terbesar di Indonesia, dari Kudus, yakni PT Djarum. Selain menayangkan pertandingan bola untuk nobar (nonton bareng), layar elektronik raksasa yang menggunakan teknologi LED tersebut digunakan sebagai media promosi perusahaan tersebut. Selain itu, juga digunakan untuk menayangkan kegiatan-kegiatan Pemerintah Kabupaten Kudus.

Saat awal videotron tersebut dipasang, banyak warga Kabupaten Kudus yang sengaja berhenti di tepi jalan untuk menyaksikan tayangan yang diputar. Padahal, tayangan tersebut hanya berupa iklan produk rokok yang diulang-ulang, yang tentu tidak menarik. Namun, munculnya layar elektronik raksasa tersebut cukup menyita perhatian, karena saat itu hanya kota-kota besar yang memiliki videotron.


Dalam berbagai kesempatan, videotron tersebut menayangkan tayangan-tayangan bola dari sejumlah liga di Eropa, yang disponsori produk Djarum. Kawasan alun-alun selalu ramai, karena banyak pecinta bola yang nobar di sekitar videotron. Tak hanya itu, videotron tersebut juga sering menayangkan pertandingan Timnas Indonesia, ketika bertanding dengan tim negara lain. Bahkan, saat final Piala AFF 2010 silam, jalan di kawasan alun-alun ditutup karena dipadati warga yang menyaksikan pertandingan tersebut di videotron.


Kini, tak akan ada lagi suasana serupa sebagaimana kemeriahan final Piala AFF 2010. Videotron yang selama ini menjadi landmark pusat Kota Kudus ini tidak ada lagi. Tentu, ada yang memiliki kenangan tersendiri bagi warga, pecinta bola, yang sering menonton tayangan di layar raksasa itu. (Mase Adi Wibowo)

- advertisement -

Ada Apa 3 Bakal Capres 2014 Ini Datang ke Kudus?

0

SEPUTAR KUDUS – Menjelang Pemilihan Presiden 2014, sejumlah bakal calon presiden datang berkunjung ke Kudus. Tercatat ada tiga nama yang datang ke Kudus sebelum hari pemilihan pada Juli 2014 nanti. Mereka yakni calon presiden yang diusung PDI Perjuangan Joko Widodo (Jokowi), bakal calon presiden Partai Demokrat Gita Wijawan dan Dino Patti Djalal.

Jokowi datang ke Kudus pada 20 Maret 2014 lalu. Kedatangan Gubernur DKI Jakarta itu tiba di Pendapa Kabupaten Kudus sekitar pukul 23.00 WIB. Kedatangannya itu disambut Bupati Kudus Musthofa, Wakil Bupati Kudus Abdul Hamid, sejumlah pejabat di lingkungan pemkab, dan para pengurus dan kader PDI Perjuangan.

Kedatangan Jokowi ke Kudus ditemani Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, yang juga kader PDI Perjuangan.    Mereka datang ke Kudus, setelah berkunjung ke Pondok Pesantren Roudlotut Tholibin, Rembang, untuk menemui KH Musthofa Bisri (Gus Mus). Jokowi mengaku datang ke Kudus pada tengah malam, karena diminta Musthofa, yang diakuinya sebagai kawan lama.

Sedangkan Gita Wirjawan datang ke Kota Kretek pada Rabu (23/4/2014). Gita datang ke GOR PB Djarum, Jati, untuk mengunjungi tim bayangan Piala Thomas dan Uber. Gita datang untuk memberikan semangat dan motivasi kepada para atlet yang akan berlaga untuk memperebutkan kedua piala itu. Seperti disebut Antara, Gita sempat menyinggung tentang pencapresannya di Partai Demokrat. Dia mengaku tetap akan mengikuti konvensi capres partai tersebut, meski partai pimpinan SBY itu tak memenuhi perolehan suara minimal.

Bakal cepres lainnya, Dino Patti Djalal datang ke Kudus mengunjungi pabrik jenang milik PT Mubarok Food Cipta Delicia, pada hari yang sama dengan kedatangan Gita. Dia disambut Direktur Utama perusahaan tersebut, Muhammad Hilmy. Dia melihat proses pembuatan jenang, hingga pengemasan produk makanan khas Kudus tersebut. Menurutnya, perusahaan makanan tradisional yang mampu bertahan hingga tiga generasi dan berhasil menembus pasar dunia, harus ditiru perusahaan lain. Selain itu, Dino juga mengunjungi Ponpes Drul Falah di Kudus, untuk memberi motivasi kepada para santri.

Kedatangan ketiga bakal capres sebelum pemilihan membuat masyarakat bertanya. Ada apa di balik kedatangannya ke Kudus itu? Apakah mereka mencari dukungan, ataukah ada agenda lain terselubung yang membuatnya datang ke Kudus. Yang jelas, Kudus sebagai kota industri yang cukup diperhitungkan di tingkat nasional, sangat wajar para tokoh tersebut datang ke Kudus. Bahkan, sejumlah presiden juga pernah datang ke Kudus, pada masa jabatan mereka. Mereka di antaranya Bung Karno, Gus Dur, dan SBY. (Mase Adi Wibowo)

- advertisement -

Sejarah Kudus Sebagai Kota Kretek

0
SEPUTAR KUDUS – Suasana Alun-alun Kudus Kota Kretek



SEPUTAR KUDUS – Jauh sebelum masa kemerdekaan, Kudus telah dikenal sebagai Kota Kretek. Ini tak terlepas sejarah panjang ditemukannya rokok kretek oleh seorang warga Kudus bernama Haji Jamhari, masa keemasan industrialisasi rokok kretek merek Bal Tiga milik Nitisemito, hingga saat ini Kudus yang masih didominasi industri rokok kretek dalam perekonomian.

Haji Jamhari hidup pada masa akhir abad 19. Rokok kretek ditemukannya, bermula dari niatnya mengobati sesak dada yang diderita. Dia mengoleskan minyak cengkih ke dadanya, dan  merasakan hal yang berbeda. Sesak dadanya sembuh, dan dia percaya cengkeh bisa mengobati sesak dada.

Haji Jamhari kemudian melakukan eksperimen. Dia merajang cengkeh, dan kemudian mencampurkannya dengan tembakau untuk dibuat rokok. Rokok campuran tembakau dan cengkeh yang dibungkus kuling jagung kering (klobot) tersebut dia gunakan untuk obat, saat sesak dadanya kambuh.

Rokok obat buatannya pun, kemudian disosialisasikan kepada keluarga dan kerabat dekatnya. Semakin lama, banyak tetangga dan masyarakat di Kudus ingin membelinya untuk dijadikan obat. Permintaannya pun, semakin hari semakin meningkat. Masyarakat secara arbitari menyebut rokok obat buatan Haji Jamhari sebagai rokok kretek. Disebut rokok kretek, karena rokok tersebut jika dibakar berbunyi “kretek-kretek”.

Nitisemito

Sekitar sepuluh tahun kemudian, rokok tersebut sangat terkenal. Nitisemito, kemudian mempunyai ide untuk melakukan industrialisasi terhadap produk rokok kretek. Dia memulai usahanya itu pada 1906, dan dua tahun kemudian karena usahanya berkembang pesat, dia mendaftarkan merek produk rokoknya Tjap Bal Tiga.

Setelah masa kemerdekaan, industri rokok kretek berkembang sangat pesat di Kudus. Sejumlah peruhaan mulai menggunakan mesin pelinting untuk memproduksi rokok. Hingga kini, sejumlah perusahaan rokok di Kudus yang masih eksis dan memiliki nama besar, di antaranya Sukun (W-Mild), Nojorono (Clas Mild), dan Djarum.

Berdasarkan sejarah singkat tersebut, sebutan Kudus sebagai Kota Kretek sangat tak berlebihan. Meskipun tak ada kesepakatan atau pengukuhan secara formal, sebutan tersebut tak bisa dimungkiri telah mafhum di kalangan masyarakat Kudus, bahkan Indonesia. Untuk semakin mengenalkan Kudus Sebagai Kota Kretek, Pemkab Kudus yang difasilitasi PT Djarum membangun Gerbang Kudus Kota Kretek di kawasan Taman Tanggul Angin. (Mase Adi Wibowo)

*Diolah dari Wikipedia

- advertisement -

Pro dan Kontra Pembangunan Gerbang Kudus Kota Kretek

2
SEPUTAR KUDUS – Desain awal Gerbang Kudus Kota Kretek di kawasan Taman Tanggul Angin.

SEPUTAR KUDUS – Pembangunan Gerbang Kudus Kota Kretek, saat ini telah memasuki tahap pembutan pondasi bangunan. Tiang pancang bangunan telah dilakukan secara resmi pada Selasa (22/4/2014), di kawasan Taman Tanggul Angin. Namun, sebelum proyek bernilai Rp 16 miliar itu dilakukan, ada sejumlah pro dan kontra yang terjadi di masyarakat.

Pada awal pembangunan Gerbang Kudus Kota Kretek, terjadi kontra terhadap pembongkaran replika Menara Kudus di taman tersebut. Replika itu, selama ini menjadi ikon selamat datang untuk menyambut masyarakat dari luar kota yang masuk ke Kudus. Pembongkaran itu dinilai menghilangkan esensi Kudus, yang selama ini dikenal sebagai Kota Religius.

Selain itu, pemberian nama Monumen Kudus Kota Kretek pada desai awal, dinilai menghilangkan trademark Kudus sebagai Kota Santri dan Kota Religius. Padahal, selama ini trademark tersebut telah menjadi identitas Kabupaten Kudus yang telah dikenal masyarakat di Jawa Tengah, bahkan Indonesia. Nama monumen yang membubuhkan trademark Kota Kretek, juga dianggap sejumlah kalangan, hanya menjadi sarana promosi salah satu perusahaan rokok di Kudus.

Beberapa pendapat lain dari masyarakat, simbol monumen dianggap tidak mencerminkan Kabupaten Kudus. Desain yang mereplika daun tembakau dan cengkih, dianggap tidak berhubungan dengan masyarakat di Kudus. Karena, Kabupaten Kudus bukan penghasil tembakau dan cengkih, kabupaten terkecil di Jawa Tengah ini penghasil produk olahan bahan tersebut.

Pendapat yang kontra dari sejumlah masyarakat di Kudus tersebut, tak membuat pemerintah kabupaten mengurungkan niatnya. Pemkab tetap membongkar replika menara Kudus, untuk selanjutnya diganti dengan monumen. Namun, adanya pendapat kontra itu, pemkab merubah nama bangunan yang sebelumnya bernama Monumen Kudus Kota Kretek, berubah menjadi Gerbang Kudus Kota Kretek. (Mase Adi Wibowo)

- advertisement -

Kudus Bangun Gerbang Kota Termegah di Asia Tenggara Senilai Rp 16 M

9
SEPUTAR KUDUS – Rencana Bangunan Gerbang Kudus Kota Kretek.

SEPUTAR KUDUS – Pemerintah Kabupaten Kudus membangun gerbang kota, yang diklaim termegah di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara. Pembangunan yang ditarget selesai selama tujuh bulan hingga akhir 2014 ini, menelan biaya sebesar Rp 16 miliar. Gerbang kota yang dinamai Gerbang Kudus Kota Kretek ini pembangunannya difasilitasi salah satu perusahaan rokok terbesar di Indonesia, PT Djarum.

Gerbang Kudus Kota Kretek dibangun di kawasan taman Tanggul Angin. Kawasan tersebut, tepat di sebelah timur Jembatan Tanggul Angin, yang memisahkan Kabupaten Kudus dan Kabupaten Demak. Kawasan tersebut berada di Jalan R Agil Kusumadya, Kudus, yang berjarak sekitar 1 kilometer dari Terminal Induk Kudus.

SEPUTAR KUDUS – Replika daun tembakau.

Bentuk bangunan gerbang didesain menyerupai daun tembakau yang memayungi sisi kiri dan kanan ruas jalan. Tinggi bangunan Gerbang Kudus Kota Kretek, dirancang setinggi 12 meter dari permukaan jalan. Bangunan gerbang memiliki lebar 21 meter.

Replika daun tembakau, akan dibuat menggunakan bahan stainless khusus yang didatangkan dari Australia. Replika daun tembakau memiliki 100 tulang dari bahan logam tersebut. Sebanyak 50 tulang terdapat di sisi kiri, dan 50 tulang terdapat di sisi kanan.

Sedangkan struktur penyangga replika daun tembakau, didesain menyerupai bunga cengkeh. Terdapat dua replika bahan campuran rokok kretek tersebut, untuk menyangga struktur replika daun tembakau yang dibangun tepat di median jalan.

Tahap pembangunan Gerbang Kudus Kota Kretek telah dimulai sejak akhir 2013 lalu. Tahap awal dilakukan dengan membongkar bangunan lama di kawasan Taman Tanggul Angin. Bangunan tersebut, yakni replika Menara Kudus, yang telah lama menjadi ikon untuk menyambut pengendara yang memasuki wilayah Kudus. Kawasan Taman Tanggul Angin, terletak di jalur Pantura, yang merupakan jalan nasional.  

Gerbang tersebut diproyeksikan akan menjadi ikon baru Kota Kretek. Dengan bangunan gerbang futuristik tersebut, Kudus diharapkan bisa mengokohkan diri sebagai Kota Kretek. Karena, selama ini jargon tersebut memicu perdebatan di sejumlah kota lain di Indonesia, yang memiliki industri rokok besar. Perdebatan tersebut terkait klaim beberapa kota lain selain Kudus, sebagai kota pertama munculnya rokok kretek. (Mase Adi Wibowo)

Artikel terkait:
Pro dan Kontra Pembangunan Gerbang Kudus Kota Kretek
Sejarah Kudus Sebagai Kota Kretek

Gambar Desain Lainnya:

- advertisement -

RA Kartini Warisi Semangat Bupati Kudus Dalam Pendidikan dan Kesetaraan

1
SEPUTAR KUDUS – Keluarga Kartini mewarisi semangat pendidikan.

SEPUTAR KUDUSRaden Ajeng (RA) Kartini memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Kota Kudus. Meski tak pernah tinggal di Kudus, Pahlawan Emansipasi Wanita ini tak bisa dipisahkan dari Kabupaten Kudus. Karena, RA Kartini merupakan cucu Bupati Kudus 1812-1837, Pangeran Condronegoro. Ayahanda RA Kartini, Raden Mas Adipati (RMA) Ario Sosroningrat (Bupati Jepara tahun 1881), merupakan putra Bupati Kudus yang berpikiran modern untuk memberikan pendidikan pada anak-anaknya tersebut.

Putra-putra Pangeran Condronegoro, yakni ayahanda dan paman-paman RA Kartini, bisa dikatakan genarasi pertama pribumi yang mendapatkan pendidikan. Mereka diberikan pendidikan dasar di sekolah eropa bersama anak-anak Belanda saat itu. Bahkan, mereka sangat menguasai Bahasa Belanda, dan menyejajarkannya dengan kaum elit Belanda. Paman-paman Kartini itu, antara lain Pangeran Ario Hadiningrat (Bupati Demak 1873), dan Raden Mas Adipati Ario Condronegoro (Bupati Kudus).

Mungkin semangat untuk memberikan pendidikan dan kesetaraan dari kakeknya itulah, yang diwarisi Kartini hingga namanya dikenang hingga saat ini. Seperti apa yang dilakukan kakeknya, memberikan pendidikan pada putra-putranya, Kartini juga ingin memberikan pendidikan pada rakyat pribumi, sehingga mendapatkan kesetaraan dengan orang-orang kolonial Belanda.

Sebenarnya, warisan semangat itu telah diwarisi kakak Kartini, Raden Mas Panji (RMP) Sosrokartono, sebelum dirinya menggebu-gebu untuk belajar di sekolah bersama anak-anak pejabat Belanda. Sosrokartono, merupakan mahasiswa pertama dari Indonesia, yang berhasil menyelesaikan gelar sarjananya di negeri Belanda. Ayahanda Kartini, menyekolahkan kakaknya itu, dari jenjang sekolah dasar hingga tingkat menengah atas, sebelum Sosrokartono memutuskan untuk menimba ilmu di Negeri Kincir Angin.

Sosrokartono merupakan kakak kandung seayah dan seibu RA Kartini. Keduanya merupakan putra-putri RMA Ario Sosrodiningrat dengan Ngasirah, yang kini diabadikan menjadi nama Gedung Wanita di Kudus. Dengan kakaknya itulah, Kartini banyak belajar tentang pendidikan dan kesetaraan. Bahkan, saat kakaknya belajar di Belanda, Kartini sering berkirim surat, mencurahkan kegelisahannya tentang pendidikan kaum pribumi. Sosrokartono banyak memberikan bimbingan kepada adiknya itu, untuk terus bersemangat memperjuangkan pendidikan di sekitarnya.

Melalui surat-surat yang dikirim Kartini, Sosrokartono mendapat informasi tentang keadaan di Tanah Air. Di Belanda, Sosrokartono memperjuangkan kesetaraan pendidikan kepada kaum pribumi di Indonesia. Dalam pidatonya di depan para bangsawan di Belanda, Sosrokartono melontarkan kritik keras kepada Kerajaan Belanda, yang hanya menindas tanpa memberikan pendidikan terhadap warga pribumi. Dari pidato itulah, Pemerintahan Hindia Belanda kemudian membuka akses pendidikan pada kaum pribumi, yang dikenal sebagai Politik Balas Budi.

Makam Sedomukti


Di komplek Makam Sedomukti, Jalan Sosrokartono, Kudus, keluarga besar Kartini dimakamkan, termasuk ayahanda dan kakak kandungnya, Sosrokartono. Di makam tersebut, juga terdapat makam keturunan Pangeran Condronegoro. Tanah makam tersebut diberikan oleh Pemerintah Hindia Belanda kepada kakek Kartini, yang telah berjasa mengentaskan masyarakat Kudus dari musim pagebluk (kelaparan).

Makam tersebut, kini banyak diziarahi oleh banyak kalangan, termasuk para pengagum Sosrokartono, yang merupakan tokoh intelektual, sebelum generasi kemerdekaan. Mereka berziarah untuk mengenal lebih dalam tentang Sosrokartono, dan ajaran-ajarannya. (Mase Adi Wibowo)

*Diolah dari berbagai sumber.

Artikel terkait: Sosrokartono, Pahlawan yang Terlupakan

- advertisement -

Prediksi Caleg Dapil 4 Kudus yang Jadi Anggota DPRD

0
SEPUTAR KUDUS – Baliho caleg DPRD Kudus pada Pileg 2014.

SEPUTAR KUDUS – Pertarungan di Dapil 4 Kudus (Jekulo, Dawe) untuk meraup suara pemilih, dimenangkan PKB. Partai pimpinan Muhaimin Iskandar ini berhasil memperoleh suara terbanyak, yakni 25.208 suara. PKB berhasil menggeser PDI Perjuangan, yang berhasil memenangkan Pileg 2014 di tiga dapil lainnya. Di dapil ini PDI Perjuangan memperoleh suara sebanyak 18.375 suara.

Meskipun PKB berhasil memperoleh suara lebih unggul dari PDI Perjuangan, namun, diperkirakan dua partai tersebut memperoleh jumlah kursi yang sama di DPRD Kudus. Dua caleg PKB yang diperkirakan masuk gedung dewan, yakni Ilwani dengan perolehan suaara sebanyak 6.456 suara, dan M Nur Khabsyin sebanyak 7.907 suara. Keduanya merupakan incumbent yang telah menjadi anggota DPRD Kudus pada periode 2009-2014.

Sedangkan caleg PDI Perjuangan yang diperkirakan berhasil terpilih menjadi anggota DPRD Kudus, yakni Achmad Yusuf Roni yang memperoleh suara sebanyak 2.921 suara dan Sunarto sebanyak 4.223 suara. Yusuf saat ini menduduki jabatan Sekretaris Umum DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kudus. Sedangkan Sunarto merupakan petahana yang telah menjadi anggota DPRD Kudus periode 2009-2014, dan menduduki jabatan Ketua Fraksi PDI Perjuangan.


Berikut peroleha suara caleg dan partai hasil rekapitulasi Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Jekulo dan Dawe, untuk Dapil 4 Kudus.

1. Nasdem:
Jumlah Kursi: 1, Zusni Anwar (2.936 suara)
Jumlah Suara Partai: 10.683 suara


2. PKB: 
Jumlah Kursi: 2, Ilwani (6.456 suara), M Nur Khabsyin (7.907 suara)
Jumlah Suara Partai: 25.208 suara

3. PKS:
Jumlah Kursi: 1, Rony Agus S (2.921 suara)
Jumlah Suara Partai: 9.712 suara

4. PDIP:
Jumlah Kursi: 2, Achmad Yusuf Roni (2.921 suara), Sunarto (4.223 suara)
Jumlah Suara Partai: 18.375 suara

5. Golkar:
Jumlah Kursi: 1, Ali Mukhlisin (4.232 suara)
Jumlah Suara Partai: 9.146 suara

6. Gerindra: 
Jumlah Kursi: 1, Kusma Hendriyanto (3.741 suara)
Jumlah Suara Partai: 12.832 suara

7. Demokrat:
Jumlah Kursi: 1, Mardijanto (6.173 suara)
Jumlah Suara Partai: 10.921 suara

8. PAN: 
Jumlah Kursi: 1, Bambanng Kasriono (3.649 suara)
Jumlah Suara Partai: 7.489 suara

9. PPP:
Jumlah Kursi: Soetiyono (6.260 suara)
Jumlah Suara Partai: 10.828 suara

10. Hanura:
Jumlah Kursi: 0
Jumlah Suara Partai: 1.706 suara

11. PBB:
Jumlah Kursi: 0
Jumlah Suara Partai: 741 suara

12. PKPI:
Jumlah Kursi: 0
Jumlah Suara Partai: 197 suara

Suara Sah: 117.838 suara
Jumlah Kuris: 11
BPP: 10.712 suara

Artikel terkait lainnya:
Perolehan suara caleg dan partai Dapil 1 Kudus
Perolehan suara caleg dan partai Dapil 2 Kudus
Perolehan suara caleg dan partai Dapil 3 Kudus

- advertisement -

Prediksi Caleg Dapil 3 Kudus yang Jadi Anggota DPRD

0
SEPUTAR KUDUS – Baliho caleg DPRD Kudus pada Pemilu 2014.

SEPUTAR KUDUS – Pada Pileg 2014 lalu, Dapil 3 Kudus (Kaliwungu, Gebog) perolehan suara caleg sangat ketat. Di dapil ini, diperkirakan tak ada satu partai pun yang berhasil memperoleh lebih dari 2 kursi di DPRD Kudus. Termasuk PDI Perjuangan yang di dua dapil lain memperoleh sebanyak 3 kursi.

Di dapil ini, hampir semua partai memperoleh 1 kursi, kecuali PKPI yang hanya memperoleh total suara sebanyak 61 suara. Partai Pimpinan Soetiyoso itu memperoleh suara terkecil, dibanding partai lain yang mendapat suara dengan selisih cukup tipis. Sedangkan suara terbanyak, diperoleh PDI Perjuangan dengan total perolehan suara sebanyak 14.724 suara.

Sedangkan partai dengan perolehan suara terbanyak setelah PDI Perjuangan, yakni Partai Golkar dengan jumlah suara sebanyak 14.059 suara. Menyusul di peringkat ketiga dengan perolehan suara terbanyak, yakni PKB dengan jumlah suara sebanyak 14.033 suara.


Berikut peroleha suara caleg dan partai hasil rekapitulasi Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kaliwungu dan Gebog, untuk Dapil 3 Kudus.

1. Nasdem: 
Jumlah Kursi: 1, Sudjarwo (3.204 suara)
Jumlah Suara Partai: 7.092 suara

2. PKB: 
Jumlah Kursi: 1, Noor Hadi (7.260 suara)
Jumlah Suara Partai: 14.033 suara

3. PKS: 
Jumlah Kursi: 1, Syuaibul Huda (2.707 suara)
Jumlah Suara Partai: 10.499 suara

4. PDIP: 
Jumlah Kursi: 1, Hendrik Mantek (4.910 suara)
Jumlah Suara Partai: 14.724 suara

5. Golkar: 
Jumlah Kursi: 1, Dedhy Prayogo (6.034 suara)
Jumlah Suara Partai: 14.059 suara

6. Gerindra: 
Jumlah Kursi: 1, Fatchul Aziz (3.006 suara)
Jumlah Suara Partai: 9.801 suara

7. Demokrat: 
Jumlah Kursi: 1, Sumarjono (2.395 suara)
Jumlah Suara Partai: 8.882 suara

8. PAN: 
Jumlah Kursi: 1, Agus Darmawan (3.745 suara)
Jumlah Suara Partai: 7.329 suara

9. PPP: 
Jumlah Kursi: 1, Ulwan Hakim (4.546 suara)
Jumlah Suara Partai: 10.229 suara

10. Hanura:
Jumlah Kursi: 1 Kadarjono (3.684 suara)
Jumlah Suara Partai: 5.606 suara

11. PBB:
Jumlah Kursi: 1, Joko Siswanto (3.514)
Jumlah Suara Partai: 5.477 suara

12. PKPI:
Jumlah Kursi: 0
Jumlah Suara Partai: 61 suara

Suara Sah: 107.792 suara
Jumlah Kuris: 11
BPP: 9.799 suara

Artikel terkait lainnya:
Perolehan suara caleg dan partai Dapil 1 Kudus
Perolehan suara caleg dan partai Dapil 2 Kudus
Perolehan suara caleg dan partai Dapil 4 Kudus

- advertisement -

Prediksi Caleg Dapil 2 Kudus yang Jadi Anggota DPRD

0

SEPUTAR KUDUS – Baliho caleg DPRD Kudus dari PDI Perjuangan Mas’an.

SEPUTAR KUDUS – PDI Perjuangan tampaknya sangat mendominasi perolehan suara pada Pileg 2014 di hampir semua dapil yang ada di Kabupaten Kudus. Tak terkecuali di dapil “neraka”, Dapil 2 (Undaan, Bae, Mejobo, PDI Perjuangan juga meraup suara terbanyak. Ini, tentu berbanding lurus dengan perolehan kursi di DPRD Kudus sebanyak 12 kursi di dapil ini.

Berdasarkan data rekapitulasi dari Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Undaan, Bae dan Mejobo, diperkirakan PDI Perjuangan memperoleh 3 kursi di DPRD Kudus dari Dapil 2. Satu nama yang hampir dipastikan masuk parlemen, yakni Masan. Namanya yang tak asing lagi di DPRD Kudus ini, berhasil meraup suara tertinggi di Dapil 2, yakni sebanyak 9.502 suara.

Sedangkan nama caleg lain dari PDI Perjuangan yang diperkirakan terpilih menjadi anggota DPRD Kudus, yakni Ngateman. Caleg dari Desa Kuthuk yang pada Pileg 2009 juga mencalonkan diri ini, pada Pileg 2014 lalu berhasil memperoleh suara sebanyak 5.729 suara. Dan caleg ketiga PDI Perjuangan yang diprediksi masuk gedung parlemen, yakni Hartopo dengan perolehan suara sebanyak 5.480 suara.

Berikut ini adalah perkiraan daftar caleg Dapil 2 (Undaan, Bae, Mejobo) Kudus yang terpilih dalam Pileg 2014 pada 9 April lalu.

1. Nasdem: 
Jumlah kursi: 1, Superiyanto (5.300 suara)
Jumlah Suara Partai: 14.303 suara

2. PKB:
Jumlah kursi: 1, Sutejo (5.924 suara)
Jumlah Suara Partai: 9.745 suara

3. PKS: 
Jumlah kursi: 1, Umi Bariroh (2.120 suara)
Jumlah Suara Partai: 9.936 suara


4. PDIP: 
Jumlah kursi: 3, Masan (9.502 suara) Ngateman (5.729 suara) Hartopo (5.480 suara)
Jumlah Suara Partai: 26.872 suara

5. Golkar:
Jumlah kursi: 1, Tri Erna S (4.721 suara)
Jumlah Suara Partai: 11.459 suara

6. Gerindra: 
Jumlah kursi: 2, Nur Hudi (4.552 suara), Agus Wariono (3.304 suara)
Jummlah Suara Partai: 18.146 suara

7. Demokrat: 
Jumlah kursi: Edy Kurniawan (4.919 suara)
Jumlah Suara Partai: 11.069

8. PAN:
Jumlah kursi: 0
Jumlah Suara Partai: 2.358 suara

9. PPP:
Jumlah kursi: Soetiyo (3.885)
Jumlah Suara Partai: 8.877 suara

10. Hanura: 
Jumlah kursi: Sa’diyanto (4.260 suara)
Jumlah Suara Partai: 10.443 suara

11. PBB:
Jumlah kursi: 0
Jumlah Suara Partai: 2.570 suara

12. PKPI:
Jumlah kursi: 0
Jumlah Suara Partai: 77 suara

Suara Sah: 125.885 suara
Jumlah Kuris: 12
BPP: 12 = 10.487

Artikel lain:
Perolehan Suara Pileg 2014 Dapil 1 Kudus 
Perolehan Suara Pileg 2014 Dapil 3 Kudus 
Perolehan Suara Pileg  2014 Dapil 4 Kudus

- advertisement -

Prediksi Caleg Dapil 1 Kudus yang Jadi Anggota DPRD

0
SEPUTAR KUDUS – Baliho Caleg PDI Perjuangan di Kudus

SEPUTAR KUDUS – PDI Perjuangan diperkirakan mendominasi perolehan kursi DPRD Kudus di Dapil 1 (Jati, Kota) pada Pileg 2014. Partai berlambang banteng moncong putih ini diperkirakan memperoleh 3 kursi dari Dapil 1 di DPRD Kudus. Dalam pemilihan kali ini, PDI Perjuangan mendapat total suara 25.861 suara, jauh mengungguli partai lain.

Tiga kursi yang sangat mungkin diraih PDI Perjuangan tersebut, didapat oleh caleg bernama Aris Suliono dengan perolehan suara sebanyak 5.107 suara. Selanjutnya di peringkat kedua caleg bernama Agus Imakuddin, dengan perolehan suara sebanyak 7.792 suara. Dan pada peringkat ketiga yani caleg bernama Sunarto dengan perolehan suara 3.541 suara.
Berikut prediksi data perolehan kursi DPRD Kudus dari Dapil 1  (Jati-Kota),
1. Nasdem:
Jumlah Kursi: 1, Muhtamat (4.954 suara)
Suara Partai: 10.034 suara
2. PKB
Jumlah Kursi: 2, Mukhosiron (5224 suara) Sunarto (5.462
suara)
Suara Partai: 18.900 suara
3. PKS
Jumlah Kursi: 1, Setia Budi Wibowo (2.888 suara)
Suara Partai: 11.374 suara
4. PDIP
Jumlah Kursi: 3, Aris Suliono (5.107 suara), Agus Imakuddin
(7.792 suara), Sunarto (3.541 suara)
Suara Partai: 25.861 suara
5. Golkar
Jumlah Kursi: 1, Mawahib (3.425 suara)
Suara Partai: 10.666 suara
6. Gerindra
Jumlah Kursi: 1, Luwis Juniati (2.403)
Suara Partai: 10.376 suara
7. Demokrat:
Jumlah Kursi: 0
Suara Partai: 3.401
8. PAN
Jumlah Kursi : 1, Rochim Sutopo (5.378 suara)
Suara Partai: 10.564 suara
9. PPP
Jumlah Kursi: 0
Suara Partai: 2.716 suara
10. Hanura
Jumlah Kursi: 1, Tomy Sutomo (3.100)
Suara Partai: 7.130 suara
14. PBB
Jumlah Kursi: 0
Suara Partai: 273 suara
15. PKPI
Jumlah Kursi: 0
Suara Partai: 168 suara

Jumlah Suara Sah: 111.463 suara
Jumlah Kuris: 11 kursi
BPP: 10.133 suara

Artikel lain:
Perolehan Suara Pileg 2014 Dapil 2 Kudus 
Perolehan Suara Pileg 2014 Dapil 3 Kudus 
Perolehan Suara Pileg 2014 Dapil 4 Kudus

- advertisement -