Beranda blog Halaman 1956

Wajah Mahasiswa UMK Ini Semringah Saat Keluar dari Bilik Suara

0

SEPUTARKUDUS.COM, UMK – Wajah Afrizal semringah usai keluar dari bilik suara, di Auditorium Universitas Muria Kudus (UMK), Kamis (23/6/2016). Tak lupa dirinya menyelupkan jari ke tinta sebagai tanda telah menggunakan hak pilihnya. Mahasiswa Fakultas Teknik tersebut, mengaku telah lama menantikan digelarnya pemilihan presiden BEM UMK secara langsung, bukan melalui perwakilan di kongres. 

“Momen ini sudah lama dinanti mahasiswa, termasuk saya. Sejak dulu pemilihan presiden BEM UMK dipilih melalui kongres. Kalau yang BEM Fakultas sudah dari dulu dipilih langsung melalui sistem pemilu raya (pemira). One man, one vote,” tuturnya kepada Seputarkudus.com.

Dia mengungkapkan, pemilu raya secara serentak yang dilaksanakan hari ini merupakan yang pertama di UMK. Bukan hanya memilih pimpinan BEM Fakultas saja, melainkan Presiden BEM Universitas juga dipilih secara langsung.

Melalui sistem pemilu raya, katanya, seluruh mahasiswa ikut menentukan presiden BEM mana yang layak dan patut untuk memimpin. “Hari ini demokrasi mahasiswa di UMK benar-benar sudah dijalankan. Organisasi mahasiswa benar-benar dari, oleh dan untuk mahasiswa.” terangnya.

Ketua Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) Noor Anisa Apriliyani saat ditemui di Auditorium UMK, mengatakan, pemira hari ini diikuti 16 pasangan calon. Antara lain calon presiden universitas, presiden fakultas dan ketua hima. Menurutnya, untuk calon yang memiliki pesaing calon lain hanya BEM Universitas, BEM Ekonomi, BEM Teknik, Hima PGSD, Hima Bahasa Inggris (Esa) dan Hima BK. “Selain itu semuanya melawan kotak. Karena hanya ada satu pasang calon saja,” tuturnya.

Anisa mengungkapkan, untuk pemilihan Presiden BEM Universitas tahun ini dipilih langsung oleh mahasiswa bukan sistem kongres. Dia menambahkan, dia yang ditunjuk menjadi ketua KPUM diberikan surat keputusan Rektor tertanggal 6 Juni 2016 untuk menyelenggarakan Pemira serentak.

“Pemira ini akan diikuti sekitar 5.600 mahasiswa UMK yang terbagi di 11 TPS (Tempat Pemungutan Suara). Pemilihannya melalui sistem komputer bukan kertas,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, mahasiswa datang ke TPS, kemudian akan diberikan akun login dari petugas. Setelah itu mereka akan memilih dengan cara meng-klik gambar dari calon yang pilih. “Satu portal ada dua pemilihan, yakni memilih Presiden BEM Fakultas dan BEM Universitas. Pukul 15.00 WIB sudah penutupan, Hasilnya akan langsung diketahui pukul 16.00 WIB” terangnya.

- advertisement -

Kisah Teladan (14) Balasan Surga Bagi Pedagang Kurma yang Jatuh Miskin

0

Dikisahkan, seorang pedagang kurma di Mesir bernama Athiyah bin Khalaf dikenal sangat kaya raya. Namun pada suatu ketika dirinya mendapat kerugian hingga jatuh miskin. Bahkan dia tak memiliki apa-apa kecuali pakaian yang ia kenakan.

kurma

Suatu hari di bulan Asyura dia melakukan salat subuh di Masjid Amr bin Ash. Pada waktu yang sama ada seorang perempuan bersama anak-anaknya menghampiri Athiyah.

“Tuan, demi Allah, sudilah kiranya tuan mengurangi penderitaan kami. Berilah anakku makanan untuk hari ini. Ayah anak-anakku telah meninggal dan tak meninggalkan apapun untuk mereka. Saya tak kenal seorang pun di kota ini. Saya tak pernah keluar rumah, saya terpaksa keluar karena mereka,” ujar wanita itu.

Athiyah kemudian berpikir bahwa dirinya pun tak memiliki apa-apa kecuali pakaian yang ia kenakan. Namun dia tetap akan memberikan perempuan itu apa yang dia miliki, yakni pakaian yang ia kenakan saat itu.

“Ikutlah denganku, aku akan memberimu apa-apa yang bisa aku berikan,” kata Athiyah mengajak perempuan itu ke rumahnya.

Sesampainya di depan pintu, Athiyah meminta wanita itu menunggu. Athiyah kemudian masuk ke dalam rumah, dan melepas pakaian yang dia kenakan. Dia kemudian memberikan pakaian tersebut kepada wanita yang meminta sedekah kepadanya, melalui sela-sela pintu. 

“Semoga Allah memberimu pakaian dan perhiasan dari surga karena engkau telah memberikan pakaianmu,” doa wanita itu kepada Athiyah.

Mendengar doa tersebut, Athiyah sangat gembira. Dia kemudian mengambil kain yang tak layak pakai kemudian berdzikir hingga larut malam dan tertidur. Dalam tidurnya dia bermimpi bertemu seorang bidadari sangat cantik, yang kecantikannya tak pernah ia lihat di dunia.

Bidadari tersebut memberinya sebuah apel yang baunya sangat harum. Athiyah membelah apel tersebut dan dia melihat ada sebuah perhiasan yang begitu indah di dalam apel itu. Bidadari itu kemudian mengenakan perhiasan itu kepada Athiyah, lalu duduk di pangkuannya.

“Siapakah kamu,” tanya Athiyah.
“Saya adalah Asyura, istrimu di surga,” jawab bidadari itu.
“Kenapa aku bisa mendapatkan semua ini,” tanya Athiyah kembali.
“Doa janda dan anak-anaknya yang telah yatim, yang engkau tolong,” jawab bidadari.

Athiyah kemudian terjaga dari tidurnya. Perasaannya sangat gembira, dan dia mencium bau harum yang sama dengan harum apel dalam mimpinya. Dia kemudian mengambil wudlu dan mengerjakan salat dua rakaat dan berdoa.

“Ya Allah, jika apa yang ada dalam mimpi saya benar adanya, maka segeralah ambil ruhku.” Selesai doa itu dipanjatkan, Allah mencabut ruh Athiyah dan kembali ke surga. (Wallahu A’lam)

- advertisement -

Pengurus Ansor Gebog Diserbu Ibu-Ibu Saat Jual Sembako Murah di Safari Ramadan

0

SEPUTARKUDUS.COM, JURANG – Sejumlah perempuan masih mengenakan mukena berjalan keluar dari musala. Mereka terlihat berjubel menuju stan bazar di area Pondok Praktis tak jauh dari musala, Desa Jurang, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus. Di bazar tersebut terdapat beberapa stan yang berisi pakaian, sembako, kue dan bros. Kegiatan bazar tersebut merupakan bagian dari Safari Ramadan yang diselenggarakan Pengurus Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Gebog.

Foto: FP Facebook Ansor Gebog

Menurut Saifuddin Nawawi, Wakil Ketua PAC GP Ansor Gebog, menuturkan, kegiatan Safari Ramadan selain diselenggarakan pasar murah juga memetakkan potensi dan kreativitas kader-kader NU di wilayah Gebog. “Sudah saatnya kader-kader NU berwirausahan dan berkreativitas,” tuturnya kepada Seputarkudus.com, Rabu (22/6/2016).

Menurutnya, produk-produk hasil kreativitas yang dijual di antaranya, sarung NU, berbagai kue dan aksesoris baju. Produk-produk tersebut dibuat kader NU Gebog. Selain itu, di bazar juga menyediakan sembako dengan harga lebih murah. “Beras di bazar ini dijual Rp 8000 per kilogram, minyak goreng Rp 12.000 per kilogram, dan gula Rp 15.000 per kilogram,” terangnya.

Kegiatan yang dilakukan selama tanggal genap bulan Ramadan, kata Nawawi, sudah berlangsung sejak awal puasa lalu. Menurutnya, sudah ada sembilan desa yang dikunjunginya. “Di  Gebog ada 11 desa. Kami sudah mengadakan Safari Ramadan di sembilan desa. Tinggal dua desa lagi,” ungkapnya.

Nawawi menambakan, dua desa yang akan dikunjungi yakni Desa Getasrabi dan Menawan. Menurutnya, tanggal yang sudah ditentukan yakni tanggal 20 Ramadan di Getasrabi dan 22 Ramadan di Menawan. “Hari ini (18 Ramadan) di Desa Jurang, 20 Ramadan di Getasrabi dan terakhir 22 Ramadan di Menawan,” jelasnya.

Dia menuturkan, kegiatan Safari Ramadan tidak hanya dengan menggelar bazar murah. Mereka juga mengajak kader-kader NU, terutama Ansor untuk menjaga silaturahim dengan tarawih dan pengajian kitab bersama.

- advertisement -

Kios di Pasar Kliwon Ini Kehabisan Stok Gamis Uttaran, Gamis yang Jadi Tren Jelang Lebaran

0
SEPUTARKUDUS.COM, KLIWON – Puluhan manekin berjajar rapi di sebuah kios di lantai dasar Pasar Kliwon. Manekin-manekin itu tampak berbalut gamis berbagai macam corak warna. Di bawah manekin, ribuan gamis terlipat rapi dan terbungkus plastik sesuai. Kios New Krisna Fashion milik Rifhalim (51) itu menjual pakaian wanita berbagai jenis, satu diantaranya gamis Uttaran. Menjelang lebaran ini dia sering kehabisan stok, karena saking banyaknya permintaan.

Mami Krisna, begitu Rifhalim biasa disapa pelanggannya, menuturkan, selama Ramadan dirinya sudah beberapa kali kehabisan stok baju wanita jenis gamis yang  sedang ngetren saat ini, yakni gamis Uttaran. Gamis yang namanya diadopsi dari sinetron di TV swasta, itu dia jual dengan harga sekitar Rp 130 ribu.

“Saat ini tokoku sudah kehabisan gamis Uttaran, makanya agak sepi pembeli. Tapi saat ada stok, toko milikku ini ramai pembeli. Bahkan aku bisa menjual ratusan potong gamis Uttaran dalam sehari,” kata Krisna kepada seputarkudus.com belum lama ini.

Perempuan yang memakai jilbab kuning tersebut mengungkapkan, saking banyaknya permintaan gamis Uttaran, penyuplai pakaian jenis tersebut dari Jakarta sampai kewalahan. “Mereka janjinya mau mengirim gamis Uttaran ke kiosku esok hari,” ujar ibu lima anak tersebut.

Menurutnya, selain gamis Uttaran ada lagi jenis pakaian wanita yang laris manis enam bulan terakir, yakni hem Reva dan blouse Marisa. Meskipun laris, penjualan dua jenis pakaian tersebut di bulan Ramadan ini tak selaris gamis Uttaran.

Warga Desa Rendeng, Kecamatan Kota, Kudus, mengaku, sudah berjualan sekitar 20 tahun di Pasar Kliwon, tepatnya di kios 27 blok A lantai dasar. Saat ini dia dibantu tiga karyawan.

Mami Krisna mengatakan, di tokonya tersebut dia melayani penjualan secara grosir mauapun penjualan secaraecer. Dia juga sudah mempunyai banyak pelanggan pedagang dari berbagai daerah, di antaranya Lasem, Rembang, Pati, Jepara.

“Untuk para pelanggan di kiosku yang sudah lama dan bisa dipercaya, mereka bisa membayar separuh dulu dari pakaian yang mereka beli. Dan mereka akan melunasinya setelah kembali lagi, untuk mangambil pakaian yang akan mereka jual di daerah mereka,” Kata Krisna yang mengaku mendapatkan omzet sekitar Rp 10 juta sehari.

- advertisement -

Masjid Baitussalam Peganjaran, Masjid dengan 4 Menara yang Dibangun Secara Swadaya

0

SEPUTARKUDUS.COM, PEGANJARAN – Dari Jalan Sukun Raya terlihat empat menara menjulang, mengapit sebuah kubah masjid berbentuk lingkaran. Bangunan masjid memiliki warna dominan hijau. Masjid Baitussalam, masjid di Dukuh Jatisari Tempel, Desa Peganjaran, Kecamatan Bae Kabupaten Kudus itu. Di ruang utama terdapat tujuh tiang menjulang hingga lantai dua. Di bagian atas pengimaman terdapat kaligrafi berwarna coklat tua. Dari desain hingga hiasan kaligrafi, semuanya dikerjakan warga setempat.

Masjid Baitussalam kudus

Menurut Azid Faruq (26), marbot Masjid Baitussalam, dari desain, ukiran dan kaligrafi dibuat sendiri oleh warga Dukuh Jatisari Tempel, Desa Peganjaran. “Pembangunan Masjid Baitussalam murni dibangun secara swadaya oleh masyarakat Jatisari Tempel. Dari biaya pembangunan, desain, ukiran dan kaligrfi, masyarakat yang mengerjakan,” tuturnya.

Masjid yang direnovasi tahun 2009, katanya, dirancang oleh Solikul Hadi yang letak rumahnya dekat dengan masjid. Untuk ukiran yang terdapat di ruang pengimaman dikerjakan oleh Kholiq. “Kalau kaligrafinya dibuat oleh Syakal Indah yang juga warga Pegajaran,” ungkapnya.

desain Masjid Baitussalam

Menurutnya, masjid yang menghabiskan biaya sekitar Rp 2 miliar tersebut mengadopsi desain ala Timur Tengah. Dari jendela, bentuk bangunan luar, kubah dan empat menara di sampingnya khas dengan gaya masjid Timur Tengah. “Yang sedikit ada khas bangunan Jawa hanya terletak di ukirannya saka pengimaman saja,” tambahnya.

Faruq menuturkan, dia kurang mengetahui jenis ukiran yang terdapat di tiang ruang pengimaman. Menurutnya kemungkinan ukiran itu khas Kudus. “Saya kurang tahu jenis ukirannya apa. Namun tiang tersebut asli Masjid Baitussalam pertama kali berdiri,” jelasnya.

Masjid Baitussalam bagian dalam

Nadzir Masjid Baitussalam Mustofa Kamal menuturkan, Masjid ini dulu merupakan musala pribadi Mbah Bolawi yang didirikan tahun 1901 Masehi. Saat itu masyarakat di sekitar masjid masih sedikit, sekitar 50 kepala keluarga. Masyarakat sering ikut berjamaah di musala tersebut.

pengeras suara Masjid Baitussalam kudus

Seiring berjalannya waktu, katanya, musala tersebut berubah menjadi masjid yang digunakan salat Jumat warga Desa Peganjaran. “Tanah tersebut sudah diwakafkan. Setelah Mbah Bolawi meninggal dikelola H Ridwan, lalu ayah saya H Sofyan Noor dan sekarang saya dipilih untuk melanjutkan,” terangnya.

Menurutnya, selain digunakan ibadah salat, masjid tersebut juga digunakan untuk mengaji kitab kuning.

- advertisement -

Di MTs NU TBS, Sebagus Apapun Nilai Rapor Tidak Akan Naik Kelas Jika Tak Hafal Al-Fiyyah

0

SEPUTARKUDUS.COM, KAJEKSAN – Letak sekolah ini di Jalan KH Turaichan Adjhuri, Kelurahan Kajeksan, Kecamatan Kota Kabupaten Kudus. Bangunannya berdiri kokoh dua lantai dengan dominan cat warna hijau. Sekolah tersebut bernama Madrasah Tsanawiyyah (MTs) NU Tasywiquth Thullab Salafiyyah (TBS). Siswa yang ingin naik kelas tidak hanya harus memperoleh nilai akademik yang mumpuni, namun juga harus hafal kitab Al-Fiyyah Ibnu Malik.

Menurut Noor Habib satu diantara guru MTs NU TBS, sekolah yang berdiri tahun 1934 sistem kenaikan kelas berbeda dengan dengan sekolah-sekolah lain. Selain mengacu nilai rapor juga ada sistem hafalan Al-Fiyyah yang menentukan naik atau tidaknya murid.

“Sistem kenaikan kelas di MTs TBS selain nilai rapor juga ada hafalan Al-Fiyyah. Walaupun nilai rapornya tinggi, namun tidak bisa hafal sesuai target yang ditentukan, murid tidak akan naik kelas,” tuturnya ketika ditemui di MTs NU TBS belum lama ini.

Dia menjelaskan, selain pelajaran umum, sekolah TBS ingin membekali siswanya pelajaran ilmu salaf. Kitab Al-Fiyyah karya Syeikh Al-Alamah Muhammad Jamaluddin ibnu Abdillah ibnu Malik Al-Thay, menurutnya kunci untuk membaca dan memahami isi kitab-kitab salaf. “Setiap kenaikan kelas di MTs harus menyetorkan hafalan bait Al-Fiyyah yang sudah ditentukan sekolah,” tambahnya.

Target yang sudah ditentukan, untuk kelas tujuh naik kelas delapan hafal 100 bait atau nadzom, kelas delapan naik ke sembilan 100 bait dan terakhir kelulusan hanya 50 bait. “Kelas tiga hanya 50 bait saja, karena mereka mengahadapi Ujian Nasional,” tuturnya.

Ketika ditanya alasan dipilihnya kitab Al-Fiyyah bukan Jurumiyyah atau Imrithi, Baidowi yang juga guru MTs NU TBS menuturkan, kitab Al-Fiyyahh secara tingkatan sudah sesuai dengan siswa MTs TBS. “Selain pelajaran umum TBS mengajarkan pelajaran agama, akhlaq dan budi pekerti,” tambahnya.

Menurut infomasi yang dikutip dari situs nahwusharaf, jumlah nadzom bait kitab Al-Fiyyah berjumlah 1002. Kitab tersebut berisi pelajaran ilmu Nahwu, kunci membaca kitab-kitab salaf.

- advertisement -

Kisah Teladan (13) Nabiyullah Khidzir Menjadi Budak

0

Diriwayatkan dari Thabrani, Rasulullah menceritakan kisah tentang nabiyullah Khidzir kepada para sahabat-Nya. Suatu hari Nabi Khidzir jalan di sebuah pasar dan bertemu seorang budak mukatab. Dia meminta sedekah kepada nabi Khidzir. 

“Tuan bersedekahlah kepadaku, semoga Allah memberimu keberkahan,” kata pengemis itu.
“Apa-apa yang dikehendaki Allah pasti akan terjadi. Namun aku tak memiliki apa-apa untuk aku berikan kepadamu,” kata nabi Khidzir.
“Demi dzat Allah, bersedekahlah kepadaku tuan, anda orang yang baik, aku melihatnya dari wajahmu,” kata pengemis.
“Sungguh aku tak memiliki apapun untuk bisa ku berikan kepadamu. Jika kamu mau, akan aku berikan diriku kepadamu. Juallah aku kepada orang yang mau menjadikanku budak. Aku tak akan mengecewakanmu, karena telah memintaku dengan menyebut nama Allah yang Maha Besar,” kata-Nya.

Maka dijuallah nabi Khidzir dengan harga 400 dirham. Nabiyullah itu kemudian tinggal bersama majikannya, namun tak diminta untuk mengerjakan apapun selayaknya seorang budak. Majikannya tak tega menyuruh-Nya melakukan sesuatu, karena kasihan tubuh-Nya renta dan lemah. “Tidak ada sesuatu yang memberatkanku, suruhlah akan melakukan sesuatu,” kata nabi Khidzir.

Maka dimintalah nabi Khidzir untuk memindahkan batu-batu besar, yang tak akan selesai dikerjakan enam orang dalam sehari. Setelah menyuruh-Nya untuk memindahkan batu-batu, majikannya pergi untuk suatu keperluan. Tak lama kemudian dia kembali ke rumah dan melihat batu-batu untuk sudah dipindahkan.

“Tak ku sangka, kamu memiliki kekuatan dan pekerjaanmu sangat cepat,” ujar majikan-Nya.

Pada suatu hari, majikan itu akan pergi beberapa hari untuk sebuah urusan. Dia meminta nabi Khidzir untuk menjaga keluarganya. “Mintalah aku untuk mengerjakan sesuatu, tidak ada yang memberatkan bagi diriku,” kata nabi Khidzir.

Maka, dimintalah nabi Khidzir untuk membuatkan batu bata untuk dijadikan rumah, hingga majikannya kembali ke rumah. Setelah beberapa hari pergi, majikan kembali dan melihat rumah yang akan dibangun menggunakan batu bata yang dibuat nabi Khidzir sudah dibangun. 

“Aku ingin bertanya kepada-Mu demi dzat Allah, siapakah sebenarnya diri-Mu,” tanya majikan.

Lalu nabi Khidzir menjelaskan siapa dirinya dan menceritakan semua yang terjadi. “Barang siapa yang diminta demi dzat Allah, namun dirinya tidak melakukan meski dia bisa melakukannya, maka kelak di hari kiamat orang tersebut akan menghadap Allah dengan tubuh tanpa daging dan dengan nafas tersengal-sengal.” (Wallahu A’lam)   

- advertisement -

Nama Sosok Kiai di Pintu Gerbang Masjid Wali Loram Kulon Masih Jadi Misteri

0

SEPUTARKUDUS.COM, LORAM KULON – Sebuah tulisan tersemat di bagian depan Masjid Wali Desa Loram Kulon, Kecamatan Jati, Kudus. Di depannya terdapat empat tiang dan tiga anak tangga berbahan kramik. Tulisan tersebut berada di pintu berbahan kayu dengan ukiran dibagian sisi depan atas. Tulisan itu memuat lima tokoh desa setempat yang membuat pintu tersebut. Namun hingga kini belum diketahui satu sosok nama tokoh yang terukir di pintu tersebut.

masjid wali loram

Menurut Takmir Masjid Wali Loram Kulon, Afrohamanudin (48), pintu tersebut dibuat lima tokoh di daerah Loram untuk disumbangkan Masjid Wali Loram Kulon. Di pintu itu tertulis tahun 1248 Hijriyah. “Pintu tersebut dulunya pintu depan Masjid Wali Loram, dibuat bersama-sama oleh lima tokoh desa. Namun ada yang belum diketahui, yakni nama kiai yang disebutkan pertama dalam ukiran tersebut,” tuturnya kepada Seputarkudus.com belum lama ini.

Tulisan yang terdapat dalam pintu tersebut berupa huruf Arab. Menurut Afrohamanudin, tulisanya berbunyi, “Ini peninggalan tokoh-tokoh (Loram) berupa pintu. Yang membuat pintu ini, pertama, kiai (belum bisa dibaca), kedua Petinggi Serjoyo, Ketiga Petinggi Trendeto, Keempat Petinggi Sliwongso dan Kelima Petinggi Wirjoyo. Pintu ini dibuat Hari Senin Legi, 8 Dzulhijjah 1248 Hijriyah. “Itu isi tulisan yang terukir dalam pintu.”

Dia menjelaskan, nama pertama yang tertulis dalam ukiran pintu tersebut sampai sekarang belum ada yang mengetahui. “Depannya ada tulisan kiai yang dilanjutkan huruf Arab sin. Sampai sekarang saya tidak bisa membacanya,” ungkapnya.

Karena pintu ini termasuk prasasti  yang perlu dijaga, katanya, pintu tersebut diletakkan di sisi depan masjid belakang gapura. “Supaya seolah-olah pintu tersebut masih menjadi pintu depan Masjid Wali Loram,” tambahnya.

masjid wali loram

Afrohamanudin memberitahukan, sebelum Orde Baru Masjid Wali Loram masih menggunakan nama Masjid Wali Loram. Namun saat Orde Baru, nama masjid diganti Masjid Jami At-Taqwa. “Saat Orde Baru semua masjid harus diberi nama khusus. Alasannya untuk kebutuhan administrasi. Namun masyarakat Loram masih menyebutnya dengan nama Masjid Wali Loram,” tuturnya.

Dia menceritakan, Masjid At-Taqwa dibangun seorang Muslim keturuan Tiongkok bernama Tji Wie Gwan atau Sunggung Badar Duwung bersama Sultan Hadirin atas perintah Sunan Kudus. Masjid tersebut dibangun sekitar tahun 1596-1597 Masehi.

Menurutnya, bangunan asli yang masih tersisa yakni gapura, saka empat, mustaka cungkup, sumur, pintu dan bedug. “Untuk pintu dan bedug dibuat tokoh-tokoh Loram,” tuturnya.

- advertisement -

Jelang Lebaran Masyarakat Kudus Ingin Serba Baru, 2 Motor di JM Jaya Motor Ini Paling Diburu

0

SEPUTARKUDUS.COM – Di utara Jalan Sunan Kudus terdapat dua bangunan yang depanya tampak terparkir puluhan motor. Di dalamnya tampak beberapa berjajar motor yang masih terbungkus plastik. Bangunan tersebut milik Dealer Motor CM Jaya, yang menjual motor produksi Honda. Di sudut depan ruangan dipajang dua unit motor Honda Vario dan Beat. Dua motor itu paling banyak dibeli konsumen menjelang Lebaran tahun ini.

Asyrofi (34), Supervisor JM Jaya Motor Kudus menuturkan, Honda Vario dan Beat berkonstribusi hingga 80 persen penjualan motor di dealer tersebut selama Juni tahun ini. Secara keseluruhan penjualan motor Honda di Kudus mengalami peningkatan menjelang Lebaran ini. Pada tanggal yang sama dibanding bulan sebelumnya, kata Asyrofi, sekitar 9,6 persen.

“Di bulan lalu sampai tanggal 15, kami menjual sekitar 231 unit motor. Sedangkan untuk Juni di tanggal sama, yang sekaligus bertepatan dengan Ramadan, mengalami peningkatan penjualan sekitar 300 unit motor. Sebanyak 240 unit di antaranya Vario dan Beat,” kata Asyrofi kepada seputarkudus.com.

Pria yang tercatat sebagai warga Desa Kedungdowo, Kecamatan Kaliwungu, Kudus, mengatakan, masyarakat Kudus lebih memilih motor Vario dan Beat karenakan jenis matic yang mudah digunakan dan cocok untuk pria maupun wanita. Selain itu kedua motor tersebut juga dikenal irit.

Kenaikan penjualan produk motor dengan berlambang sayap mengepak di JM Jaya Motor pada bulan Juni, menurut Asyrofi dipengaruhi beberapa hal. Di antaranya bertepatan dengan bulan Ramadan, serta sebagian wilayah kudus mengalami masa panen padi.

“Hampir setiap tahun pada bulan Ramadan penjualan motor Honda mengalami peningkatan. Mungkin karena masyarakat Kudus ingin mengendarai motor baru saat Lebaran untuk bersilaturahmi ke sanak famili,” kata Asyrofi.

Dia menambahkan, untuk pembelian semua produk motor Honda di JM Jaya Motor bisa dibayar secara tunai, kredit bulanan, maupun kredit musiman. Konsumen akan mendapatkan layanan servis gratis empat kali dan gratis ganti oli sekali.

- advertisement -

Produk Fesyen Ramayana Kalah Laris Dibanding Mi Instan dan Minyak Goreng

0

SEPUTARKUDUS.COM, DAWE – Sebuah mobil mini bus terparkir di depan sebuah bangunan rumah bercat putih. Di belakang mobil terdapat dua rak besi berwarna kuning yang dipenuhi pakaian.  Di samping mobil tampak dua orang wanita memakai kaus merah dan biru sedang melayani beberapa pengunjung. Tempat tersebut adalah stan Ramayana pada acara pasar murah di depan Kantor Kecamatan Dawe, Kudus, Selasa (21/6/2016).

Satria Agus Priyono (31), Asisten Manajer Ramayana Kudus menuturkan, pihaknya sudah beberapa kali mengikuti pasar murah yang diselenggarakan Pemkab Kudus, melalui dinas terkait. Tetapi pada acara pasar murah kali ini, pihaknya diundang langsung oleh pihak Kecamatan Dawe. Pihaknya membawa produk fesyen dan sembako.

“Yang laris diserbu pembeli di pasar murah ini mi instan dan minyak goreng. Kami juga membawa produk fesyen, tapi kalah laris dengan sembako,” kata pria yang biasa disapa Yoyok kepada Seputarkudus.com.

Menurut Yoyok, pihaknya membawa beberapa produk fesyen untuk pria dan wanita. Dengan berbagai penawaran diskon 50 persen plus 20 persen serta pembelian tiga potong baju dengan harga Rp 100 ribu.

Selain itu Ramayana juga menjual berbagai macam sembako di antaranya, gula pasir, minyak goreng, dan mi instan. Dari penjualan aneka barang tersebut yang paling laris mi instan dan minyak goreng.

“Mi instan dan minyak goreng sebenarnya sudah habis sekitar pukul 09.00, tetapi aku minta dikirim 15 kardus minyak goreng lagi dan 20 kardus untuk mi instan. Dan sekarang semuanya habis terjual,” ujar Yoyok.

Pria yang berdomisili di Perumahan Salam Indah tersebut mengatakan, total penjualan mi instan di pasar murah Kecamatan Dawe mencapai 40 kardus. Sedangkan minyak goreng terjual sekitar 30 kardus, serta gula pasir tejual sekitar 15 kg.

Menurutnya mi instan dijual secara ecer minimal 5 pcs dengan harga Rp 11 ribu, sedangkan satu karton harganya Rp 75 ribu. Dan untuk minyak goreng dijual satu liter Rp 11 ribu.

“Berhubung sembako yang kami jual sudah habis dan tinggal beberapa kilogram gula pasir yang masih tersisa, kami memutuskan untuk kembali dan tidak mengikuti acara sampai sore,” ujar Yoyok.

- advertisement -

Kisah Teladan (12) Orang Dengki yang Celaka

0

Dikisahkan, ada seorang saleh penasihat raja yang begitu setia memberikan petuah-petuah kebaikan. Dia selalu duduk dan mendapingi raja dan senantiasa membisikkan bahwa kebaikan akan berbuah kebaikan, dan kejahatan akan berbuah keburukan.

Suatu hari ada orang yang dengki karena kedekatan penasihat tersebut dengan sang raja. Dia membuat siasat agar raja membeci penasihat tersebut. Maka disusunlah sebuah rencana. Dia datang kepada raja dan memberikan kabar bohong perihal penasihatnya.

“Baginda raja, sesungguhnya penasihatmu telah berkata kepadaku, bahwa dirinya tak tahan dengan bau mulutmu. Oleh karenanya, ketika dia berbicara di dekatmu, penasihat itu menutup hidung menggunakan tangannya,” ujar orang hasut tersebut kepada sang raja.

Raja pun kemudian memerintahkannya untuk pulang, dan akan mengecek kebenaran kabar tersebut. Raja kemudian memanggil penasihatnya. Namun, sebelum penasihat itu memenuhi panggilan sang raja, orang yang dengki tadi berusaha sebisa mungkin agar penasihat itu datang ke rumahnya. Dia mengundang penasihat itu untuk makan-makan, sebelum datang menghadap sang raja.

Penasihat itu pun datang ke rumah orang yang dengki kepadanya. Di atas meja telah tersaji banyak makanan beraneka rupa. Namun orang hasud tersebut memberi banyak bawang putih dalam makanan yang disajikan. Penasihat itupun memakan hidangan yang disajikan.

Setelah makan, penasihat itu kemudian datang menghadap sang raja. “Wahai penasihatku, kemarilah, mendekatlah kepadaku,” penasihat itu kemudian mendekat, dan menutup mulutnya dengan telapak tangan agar sang raja tak mencium bau tak sedap bawang putih. 

Melihat penasihat yang menutup mulut dan hidungnya saat mendekat, dia berkesimpulan bahwa kabar dari penghasud perihal penasihatnya benar adanya. Sang raja kemudian menulis sepucuk surat, dan dia meminta penasihatnya agar mengantarnya kepada seseorang. 

Dalam surang yang ditulis, raja meminta kepada penerima surat, agar orang yang mengantar suratnya dibunuh dan dikuliti. Penasihat itu pun keluar dari istana membawa surat tersebut. Di tengah jalan, dia bertemu dengan orang hasud yang telah memberikan makanan penuh bawang putih tadi. 

“Apa yang engkau bawa itu wahai penasihat raja,” tanya orang hasud kepada penasihat. 
“Ini surat yang ditulis raja agar aku mengantarnya kepada seseorang,” jawabnya.

Orang yang hasud tersebut kemudian berpikir, jika surat itu ditulis dengan tangan raja sendiri, pastilah itu surat penting yang kemungkinan jika dia mengantarnya akan mendapat hadiah yang besar dari penerimanya. 

“Berikanlah kepadaku, biar aku saja yang mengantarnya,” kata orang hasud tersebut. 

Dengan perasaan ragu, penasihat itu pun menyerahkan surat itu. Orang hasud tersebut kemudian mengantarnya kepada orang yang dituju. Setelah dia menyerahkan surat itu, dan penerima membaca suratnya, kemudian berkata. “Raja memerintahkan aku agar membunuh pengantar surat ini dan mengulitinya,” kata penerima surat kepada orang yang hasud.

“Jangan bunuh saya, sebenarnya raja tak memerintahkan saya mengantar surat ini, melainkan orang lain,” kata orang hasud.
“Tidak, ini perintah raja. Apapun harus dilakukan,” katanya.

Orang yang hasud tersebut kemudian dibunuh dan dikuliti, dan diantar kepada raja sebagaimana permintaannya. Melihat yang dibunuh bukan penasihatnya, raja kemudian memanggil si penasihat. 

“Aku telah memerintahkan agar kamu yang mengantar suratnya, tapi kenapa tak kau antar. Dalam surat itu aku meminta penerima surat agar membunuh dan mengulitimu karena kamu telah mengatakan mulutku bau busuk,” ujar sang raja.  

Penasihat kemudian menceritakan perihal apa yang telah terjadi. Dia mengatakan menutup mulut dan hidungnya agar raja tak mencium bau tak sedap dari bawang putih yang dimakan.

“Inilah balasan bagi orang yang melakukan keburukan,” kata raja.

- advertisement -

Supri Pantang Pulang ke Samarinda, Meski Anaknya Hanya Diterima di MPTs TBS

0

SEPUTARKUDUS, KAJEKSAN – Puluhan orang tua siswa tampak di luar kelas Madrasah Tsanawiyyah (MTs) NU Tasywiquth Thullab Salafiyyah (TBS). Mereka sedang menunggu anaknya yang sedang megikuti tes seleksi masuk sekolah tersebut. Mereka tak hanya datang dari Kudus, ada juga yang datang dari luar Jawa. Supriyanto, datang jauh dari Samarinda, Kalimantan Timur, untuk mendaftarkan ulang anaknya, Arya Mukhti, yang masuk kelas 7 MTs.

Dia mengatakan, anaknya tahun lalu masuk MPTs satu tahun karena tidak lolos tes seleksi masuk kelas 7 MTs. “Tahun ini (2016) anak saya baru masuk kelas 7 MTs, karena harus mengulang satu tahun di kelas persiapan (MPTs),” ungkapnya saat ditemui di MTs NU TBS, Senin (20/6/2016).

Supriyanto menceritakan, tahun 2015 lalu, anaknya tidak diterima kelas 7 MTs. Meski datang dari jauh, bagi dia tidak menyurutkan keinginannya untuk menyekolahkan anaknya di TBS. Menurutnya, selain mengharap berkah dari para kiiai di TBS, sistem pendidikan yang diterapkan terbilang maju. “Di TBS pembelajaran agama dan umumnya maju. Serta biayanya pun terjangkau,” terangnya.

Menurutnya, tahun lalu anaknya masuk di kelas persiapan (MPTs) tidak menjadi persoalan. Semuanya sama, ada pelajaran agama dan juga umumnya. “Saya tahu TBS dari internet. Setelah saya tanya-tanya katanya memang bagus,” tambahnya.

Dia mengungkapkan, selain sekolah di TBS, anaknya juga mondok di Pondok Pesantren TBS. Setiap tahun anaknya hanya pulang satu kali ke Samarinda. “Ini anak saya sudah pulang ke Samarinda. Kemarin sudah izin Pak Kiai dan Alhamdulillah diizinkan pulang lebih dulu. Ya pulangnya satu tahun sekali ketika mau Lebaran,” tuturnya yang dulu pernah tinggal di Mijen, Demak, sebelum menetap di Samarinda.

Panitia Pendaftaran Peserta Didik Baru MTs NU TBS Kudus Noor Habib menuturkan, siswa yang bersekolah di MTs NU TBS tidak hanya datang dari Kudus , ada dari luar Kabupaten Kudus bahkan dari luar Jawa. Menurutnya, siswa yang mendaftar ada dari Banjarmasin dan Aceh. “Kalau dipresentasikan sekitar 40 persen dari luar Kudus,” tuturnya.

Dia memberitahukan, pendaftaran siswa di MTs NU TBS tahun 2016 ada 520 orang. Sebanyak 484 orang mengikuti test seleksi dan 36 orang memilih langsung di kelas MPTs. “Semua pendaftar di MTs TBS akan diterima semua. Yang lulus seleksi langsung kelas 7 MTs, yang gagal di kelas persiapan (MPTs)” jelasnya.

- advertisement -

Jelang Lebaran Hijab Jokowi di Pasar Kliwon Jadi Rebutan

0

SEPUTARKUDUS.COM, KLIWON – Satu di antara kios di Pasar Kliwon terlihat penuh barang dagangan, bahkan seluruh dindingnya hampir tertutup rak beserta isinya. Di lantai kios juga ada tumpukan barang yang hampir memenuhi ruangan. Kios Putri Candi yang khusus menjual hijab trsebut milik I’ah (40). Menjelang Lebaran kali ini produk hijab miliknya yang paling laris manis yakni Hijab Jokowi.

I’ah menuturkan, di kiosnya tersebut dia menjual berbagai macam model hijab di antaranya Hijab Jokowi, Hijab Risty, serta semua model hijab dari produk Ruswa. Selama Bulan Ramadan, tiga model tersebut yang paling laris. Meskipun masih ada beberapa model, tapi tidak selaris hijab ketiga model tersebut.

“Pekan pertama Ramadan, kami sudah menjual puluhan ribu hijab. Omztnya kira-kira Rp 1 miliar. Yang paling laris tiga model itu,” ujar I’ah kepada Seputarkudus.com

Warga Desa Singocandi, Kecamatan Kota, Kudus, itu mengungkapkan, sejak memasuki Ramadan penjualan hijab di kios Blok C lantai dasar, itu mengalami peningkatan di banding bulan lalu, meskipun tidak signifikan.

I’ah mengatakan, di kiosnya tersebut tidak melayani pembelian ecer, dia hanya melayani penjualan secara grosir minimal 10 potong hijab. Dia mengaku, menjual hijab untuk orang dewasa dengan harga mulai Rp 10 ribu sampai Rp 130 ribu. Sedangkan hijab untuk anak, dia jual dangan harga mulai Rp 9 ribu hingga Rp 15 ribu.  

I’ah menceritakan, sebelum berdagang dan punya kios, dia bekerja kepada orang berjualan pakaian di pasar. Setelah menikah dan punya modal, sekitar tahun 2002 dia mencoba berjualan beberapa perlengkapan salat, di antaranya kerudung, jilbab, mukena, sajadah. Saat itu dia menyewa satu kios di Pasar Kliwon.

Menurutnya, di antara barang yang dia jual tersebut yang paling laris yakni produk jilbab. Akhirnya dia memutuskan hanya menjual berbagai jenis model jibab di kiosnya tersebut.

“Dan alhamdulillah sejak itu omzet penjualanku selalu naik dari tahun ke tahun, dan sekarang aku sudah mempunyai dua kios di Pasar Kliwon dengan mempekerjakan delapan orang,” ungkap I’ah.

- advertisement -

Masjid Taqwa, Masjid Biru di Gondosari yang Memiliki 6 Tiang Penyangga

0

SEPUTARKUDUS.COM, GONDOSARI – Bangunan masjid ini dominan dengan warna biru laut. Di depannya terdapat pohon kurma dan bunga-bunga yang menghiasi halaman depan. Masjid ini bernama Masjid Taqwa, berada di Dukuh Ngemplak, Desa Gondosari, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus. 

masjid biru gondosari

Masjid Taqwa berdiri tiga lantai dengan kubah besar berbentuk lingkaran. Lantainya berbahan marmer dengan enam tiang di ruang utama salat. Penyangga tiang berbentuk persegi enam. Selain itu, juga ada enam tiang lebih kecil di ruang pengimaman.

Menurut Sukisno (47), Takmir Masjid Taqwa, enam tiang itu melambangkan enam anak Mc Wartono, pendiri perusahaan rokok Sukun. Perusahaan tersebutlah yang membiyai pembangunan masjid tersebut. 

masjid_biru_gondosari

Dia mengungkapkan, pendirian Masjid Taqwa Ngemplak yang mengahabiskan biaya sekitar Rp 5,5 miliar, sebagian besar dibiayai oleh perusahaan rokok Sukun. “Warga hanya membantu sedikit. Seluruhnya yang membiyai Sukun,” terangnya.

Menurutnya, masjid yang berada di Dukuh Ngemplak tersebut awalnya dibangun karena keinginan masyarakat sekitar yang ingin mempunyai masjid. Dalam prosesnya pembangunan dibantu Sukun.

Masjid yang didirikan tahun 2010 tersebut selain memiliki ciri khas enam tiang di ruang utama salat, juga terdapat enam pohon kurma yang ada di halaman masjid. Menurut Sukisno, enam kurma di halaman masjid juga mungkin menggambarkan enam anak Mc Wartono. “Di depan Masjid ada enam lingkaran yang di tengannya ada pohon kurma. Namun dua dari pohon tersebut sudah mati,” ungkapnya.

masjidbirugondosari

Terkait arsitektur Masjid Taqwa yang mirip dengan Masjid Darul Ilmi UMK, dia tak manampiknya. Setahu dirinya, arsitek Masjid Taqwa dan Masjid Darul Ilmi sama dari Bandung.

“Ya bangunannya sama. Cuma yang beda di bagian tiang dan lengkungan ruang utama salat. Lengkungan di Majis Taqwa lebih besar,” jelasnya.

- advertisement -

Rika Datang ke Ramayana Hanya untuk Membandingkan Harga, Bukan Berbelanja

0

SEPUTARKUDUS.COM, SIMPANG TUJUH – Bangunan  empat lantai yang berada di sebelah timur Alun-alun Simpang Tujuh, Kudus, tampak begitu ramai pengunjung. Apalagi menjelang Lebaran, bangunan yang merupakan sebuah pusat perbelanjaan itu cukup sesak. Mereka datang dengan berbagai alasan, satu di antaranya Rika (22) yang sengaja datang ke Mall Kudus Ramayana itu, ingin melihat harga barang.

Rika menuturkan, dia sengaja meluangkan waktu istirahat kerja pada pertengahan hari untuk datang ke Ramayana, melihat–lihat sekaligus mengecek harga. Dia akan membandingkan harga produk di mal tersebut dengan harga produk yang ditawarkan pusat perbelanjaan lainnya di Kudus.

“Aku ke Ramayana cuma main aja kok sambil lihat barang dan harga. Bila nanti ada yang aku suka dan harganya cocok, kalau sudah gajian dan menerima THR barang tersebut tinggal aku beli. Tetapi bila tidak cocok, besok atau lusanya aku ke pusat perbelanjaan yang lain untuk mencari yang sesuai keinginanku,” ujar Rika kepada Seputarkudus.com.

Karyawan di sebuah perusahaan kertas di Kudus tersebut mengaku sudah berkeliling dari lantai bawah, sampai lantai atas. Dia mengaku sudah mengincar sebuah gamis yang rencananya akan dibeli dan dipakai waktu Lebaran nanti. Tetapi dia belum membandingkan harganya dengan toko maupun pusat perbelanjaan yang lain.

Di Ramayana pada siang itu memang begitu ramai pengunjung meskipun Lebaran masih beberapa pekan lagi. Tak heran, sejak memasuki Ramadan, mall tersebut memberikan promo diskon untuk segala merek produk yang dijual.     

Siti Juwariyah satu di antara SPG Ramayana menuturkan, sebenarnya setiap bulan Ramayana selalu melakukan promo kepada para pembeli untuk merek tertentu. Program promo tersebut berupa diskon maupun barang yang dijual secara borong,  .

“Tetapi untuk Ramadan ini hampir semua merek yang dijual di Ramayana didiskon. Bahkan ada beberapa merek yang didiskon sampai 50 plus 20 persen,” ujarnya.

- advertisement -