Beranda blog Halaman 1900

Usai Saksikan Kolaborasi Rebana dan Musik Rock, Ragil Ingin Belajar Musik Terbang Papat

0

SEPUTARKUDUS.COM, UMK – Suara gemuruh tepuk tangan terdengar usai pementasan kolaborasi antara Terbang Papat Mushlihul Wildan dengan gitaris asal Kudus Budi Kentos, di Auditorium Universitas Muria Kudus (UMK). Mereka tampil adalam acara bertema “Harmonisasi Bunyi”. Satu di antara pengunjung yang hadir, Ragil Budiono (24). Usai menyaksikan Terbang Papat, dia mengaku ingin belajar dan bisa ikut melestarikan budaya Kudus.

Qomarul Adib (paling kanan) memaparkan sejarah Terbang Papat di acara Fasbuk 2017_5
Qomarul Adib (paling kanan) memaparkan sejarah Terbang Papat di acara Fasbuk. Foto: Ahmad Rosyidi

Ragil, begitu dia akrab disapa, sudi berbagi cerita kepada Seputarkudus.com tentang keinginannya belajar musik tradisional khas Kudus tersebut. Setelah mengikuti kegiatan yang diselenggarakan Forum Apresiasi Sastra Dan Budaya Kudus (Fasbuk) bekerjasama dengan HPM SI dan didukung Djarum Foundation Bakti Budaya, dia merasa tertarik untuk belajar Terbang Papat.

Sebelumnya, Ragil mengaku sudah tahu tentang Terbang Papat, karena dirinya tergabung dalam grup rebana dan ada kelompok Terabang Papat di desanya. Dia juga mengaku pernah mencoba memainkannya, tetapi merasa kesulitan karena notasinya tidak sama dengan rebana yang biasa dia mainkan.

“Sebelumnya saya sudah pernah mencoba memainkan musik Terbang Papat, tetapi hanya iseng mencoba. Mungkin ke depan saya akan belajar musik Terbang Papat agar bisa ikut melestarikan budaya Kudus,” terang warga Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo, Kudus itu.

Menurutnya, acara tersebut sangat menarik dan bagus untuk kalangan pemuda. Dia juga senang dengan forum-forum apresiasi budaya agar pemuda tetap menjaga dan mencintai budayanya. “Saya sangat senang dengan kegiatan-kegiatan seperti ini. Tetapi saat Terbang Papat kolaborasi dengan musik Rock, ada yang aneh, rasanya kurang pas,” tambahnya.

Dalam diskusi yang digelar usai pementasan, Budi Kentos mengungkapkan, dirinya sempat merasa kesulitan menyesuaikan musik gitar dengan genre rock yang dipadukan dengan musik tradisional Terbang Papat. “Tadi spontan, tidak ada latihan,” jelas juara satu dan juara umum Festival Rock se-Jawa Tengah, Djarum Super Konser Musik Jamrud tahun 2003 itu.

Sementara itu, personel Terbang Papat Mushlihul Wildan menjelaskan upaya menjaga regenerasi kelompoknya. “Upaya untuk mengajak generasi muda di desa kami dengan memperkenalkan musik Terbang Papat kepada anak-anak. Setelah membaca Surat Yasin kami mengajak anak-anak untuk berlatih bersama agar terbiasa dengan musik Terbang Papat sejak dini,” jelasnya dalam diskusi.

Qomarul Adib, selaku narasumber diskusi, menyampaikan, Terbang Papat adalah peninggalan para Wali. Terbang Papat digunakan untuk menyebarkan agama dan menepis aktivitas negatif saat ada acara syukuran, misalnya mabuk-mabukan dan judi. Di berbagai desa di Kudus ada Terbang Papat, tetapi mengalami kendala untuk regenerasi, karena musik tersebut kurang diminati kalangan pemuda.

- advertisement -

Latief Tak Pernah Absen Datang ke Acara Jagong Kamulyan

0

SEPUTARKUDUS.COM, MEJOBO – Suara Terbang Papat mengalun di Omah Gebyog Mejobo selatan Masjid Besar Al-Ma’wa Desa Mejobo, Kecamatan Mejobo, Kudus. Tampak panggung dengan sembilan bendera warna putih di sisi. Ratusan orang duduk di depan panggung berkarpet hijau, dalam kegiatan Jagong Kamulyan ke-4. Kali ini acara digelar bertepatan dengan peringatan hari ulang tahun (HUT) Gerakan Pemuda Ansor ke-83.

KH Najib Hasan menyampaikan pemaparan dalam Jagong Kamulyan 2017_5
KH Najib Hasan menyampaikan pemaparan dalam Jagong Kamulyan. Foto: Imam Arwindra

Beberapa pengunjung di antaranya ada yang mengenakan peci hitam, ada pula yang mengenakan ikat dan bersarung. Satu di antara pengunjung yang hadir, yakni Latief Isroi (28) yang tampak khidmat mengikuti acara bertema “Merawat Tradisi Menjaga NKRI” itu. Latief yang datang dari Desa Ngembalrejo Kecamatan Bae, Kudus, mengaku sangat tertarik dengan kegiatan bertema kebudayaan.

“Saya sering mengikuti acara bertema kebudayaan. Kebetulan saya tidak ada kegiatan penting, jadi saya datang ke acara ini,” ungkap Latief, Minggu (30/4/2017) malam.

Dia mengungkapkan, sebagai generasi muda, dirinya merasa perlu untuk mengetahui tradisi-tradisi yang ada di Indonesia, terutama di Kudus. Menurutnya, dengan mengetahui tradisi yang sudah ada, tentu ada upaya untuk menjaganya dan tentu akan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Rasa ingin tahu harus muncul. Dan anak muda seharusnya harus mengerti. Kan sekarang sudah muncul gerakan yang ingin menghilangkan tradisi-tradisi di Indonesia. Kalau tradisi sudah hilang, jati diri Indonesia akan hilang juga,” tuturnya.

Dalam kegiatan yang dimulai 20.00 WIB hingga 00.30 WIB, hadir Instruktur Nasional Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor KH Ahmad Nadhif, budayawan Kudus KH M Nadjib Hassan, Kasatkorwil Banser Jawa Tengah Hasyim Asy’ari dan Budayawan Solo, Sosiawan Leak. Mereka dipandu moderator Abdul Jalil untuk memantik diskusi.

Menurut KH M Nadjib Hassan yang juga ketua Yayasan Masjid, Menara dan Makam Sunan Kudus (YM3SK), merawat tradisi sangat diperlukan untuk mendukung keberadaan NKRI. Dia menuturkan, dalam merawat tradisi perlu adanya upaya berupa bentuk dari perawatan tradisi. “Posisi mengembangan tradisi Sunan Kudus sama halnya mendukung keberadaan NKRI,” ungkapnya.

Dirinya mengatakan tidak sepakat dengan kata toleransi antar-umat bergama. Menurutnya, yang lebih tepat yakni tepo seliro (tenggang rasa). Nadjib mencontohkan, tepo seliro bisa dilihat dari bentuk bangunan Menara Kudus yang memberikan pesan damai. “Dari bentuknya (Menara Kudus), Islam tidak menyerang, melainkan merangkul. Coba lihat bagian bawah Menara, itu berarsitektur Hindu,” jelasnya.

Sementara itu, ketua panitia Mawahib menuturkan, kegiatan Jagong Kamulyan merupakan rangkaian kegiatan Gebyar Maulidur Rasul dan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW serta harlah GP Ansor ke-83. Sebelum acara tersebut, diadakan Ansor Cup Badminton 2017 serta Kirab Merah Putih pada Minggu siang (30/4/2017).

Rangkaian kegiatan yang dilakukan Pengurus Cabang GP Ansor Kudus dan Yayasan Nusantara Satu Kudus itu, menurutnya akan berlanjut Ngaji Kebangsaan dan Festival Kreativitas Banser. Dia menambahkan, Festival Kreativitas Banser akan dilaksanakan tanggal 5 dan 7 Mei 2017 di MA Hasyim Asy’ari Kudus, Sunggingan.

- advertisement -

Garansi Hingga Dua Tahun, Penjualan Laptop Asus di Xoxo Computer Tak Terbendung

0

SEPUTARKUDUS.COM, GLANTENGAN – Di tepi Jalan Sunan Muria nomor 29, Desa Glantengan, Kecamatan Kota, Kudus, terlihat sebuah toko berdinding kaca. Di dalamnya, tampak beberapa laptop tertata rapi di atas etalase berbahan kaca sesuai jenis. Selang beberapa waktu, seorang wanita dengan rambut panjang masuk ke toko dan berjalan menuju lobi. Dia tak lain Teresia Nunik (25), Person In Charger (PIC) Xoxo Computer.

Teresia Nunik (25), Person In Charger (PIC) Xoxo Computer Kudus 2017_4
Teresia Nunik (25), Person In Charger (PIC) Xoxo Computer Kudus. Foto: Sutopo Ahmad

Sembari duduk santai dan sesekali melayani calon pembeli, Nunik, begitu dirinya disapa, sudi berbagi penjelasan kepada Seputarkudus.com tentang penjualan laptop di tempat dia bekerja. Dia menjelaskan, dari sekian banyak jenis laptop yang dijual, paling laku yakni merek Asus. Menurutnya, produk laptop asal Taiwan itu disukai karena berani memberikan garansi selama dua tahun.

“Paling laku keras di tempat kami berupa laptop Asus Core i3, sekitar 100 unit per bulan. Tapi kalau secara keseluruhan, setiap bulan penjualan kami khusus laptop Asus bisa mencapai 200 unit per bulan. Laptop Asus disukai karena satu-satunya laptop yang memberikan garansi sampai dua tahun bagi konsumen,” ungkap Nunik saat ditemui di Xoxo Computer, beberapa waktu lalu.

Warga asal Yogjakarta yang kini menetap di Kudus, mengatakan, keunggulan yang disematkan pada laptop Asus sangat beragam. Di antaranya, berat lebih ringan, tampilan slim dan baterai model tanam yang tidak dapat di lepas sewaktu saat. Selain itu, harga yang di tawarkan cukup terjangkau, namun spesifikasi produk yang diberikan tetap masih tinggi.

“Untuk keunggulan, yang pasti harga terjangkau, spesifikasi lebih tinggi dan tentunya service center mudah. Terkait pelanggan, kebanyakan dari wilayah Kudus, tak jarang daerah seperti Jepara, Pati, Demak juga turut datang membeli di toko kami. Rata-rata yang membeli dari kalangan pelajar, mahasiswa dan karyawan,” ujar Nunik.

Dia menambahkan, harga setiap unit yang dijual bervarian, katanya, tergantung spesifikasi laptop Asus yang hendak dibeli. Namun menurutnya, khusus untuk harga Asus Core i3, dibanderol dengan harga kisaran Rp 4,5 juta hingga Rp 5 juta. Untuk pemasaran, sekarang hanya menunggu calon pembeli yang datang ke toko.

“Dulu waktu pertama kali toko berdiri, memang kami sering melakukan langkah pemasaran dalam meningkatkan penjualan. Tapi sudah tidak lagi, sekarang toko kami hanya menunggu pembeli saja yang datang. Pemasaran kami dulu, dengan cara menyebar brosur ke konsumen. Seperti di perempatan Jalan, kantor dinas maupun instansi, serta dengan cara memberikan seminar ke sekolah,” tambah Nunik.

- advertisement -

Meski Bayaran Tinggi, Kung Bertekad Tidak Menerima Modif Motor untuk Balap Liar

0

SEPUTARKUDUS.COM, DERSALAM – Dua pria tampak memperbaiki mesin beberapa sepeda motor di Bengkel Kudus Speed, Desa Dersalam, Kecamatan Bae, Kudus. Satu di antara pria tersebut sedang sibuk dengan satu motor trail. Dia terlihat membuka baut serta sesekali dia menggerinda untuk menghaluskan bagian onderdil motor. Pria itu bernama Khoirul Akhwan (25) yang rela kerjasama dengan temannya membuka bengkel meski sebelumnya punya bengkel sendiri dan punya banyak pelanggan.

Zulmi Bahtiar bersama temannya mengelola bengkel Kubu Speed 2017_4
Zulmi Bahtiar bersama temannya mengelola bengkel Kubu Speed. Foto: Rabu Sipan

Kung, begitu dia akrab disapa sudi berbagi penjelasan kepada Seputarkudus.com tentang alasannya lebih memilih membuka bengkel bersama temannya, Zulmi Bahtiar. Dia mengungkapkan, menerima tawaran temannya untuk buka bengkel bersama karena sewaktu punya bengkel sendiri beberapa kali berurusan dengan pihak berwajib. Menurutnya, pelanggannya dulu banyak pembalap liar.

Baca juga: Kuliah Teknik Informatika, Zulmi Justru ‘Berjodoh’ dengan Mesin Motor

“Bengkel lamaku dulu memang dikenal banyak orang sebagai orang bengkel yang bisa buat motor dengan kecepatan tinggi. Bahkan banyak pelangganku itu para pembalap liar dan balapannya itu taruhan. Sehingga aku juga terkena imbas dan beberapa kali berurusan dengan polisi,” ungkapnya saat ditemui di bengkel Kubu Speed, beberapa waktu lalu.

Warga Desa Rejosari, Kecamatan Dawe, Kudus itu mengatakan, karena alasan itu dia menerima saja tawaran dari temannya untuk buka bengkel motor bersama, meski omzet yang didapatkannya pada waktu itu terbilang besar, yakni Rp 20 juta sebulan. Menurutnya sejak buka bengkel bersama yang diberi nama Kubu Speed itu, dia bersama temannya berkomitmen tidak membuat motor untuk balap liar.

Dia mengatakan, sebenarnya cita–citanya ingin menjadi pelaut. Namun, saat sekolah pelayaran nasional Indonesia (Pelni) di Semarang dia mengaku mengalami kecelakaan motor hingga tangan dan kakinya patah tulang. Menurutnya, karena patah tulang tersebut Kung harus rela dikeluarkan dari sekolah dambaannya tersebut.

“Karena dikeluarkan dari sekolah tersebut, setelah sembuh aku merantau ke Jogjakarta untuk kerja di bengkel motor. Aku di sana selama dua tahun, setelah merasa mampu menguasai ilmu mekanik mesin motor aku pulang dan mendirikan bengkel sendiri di desaku. Namun karena banyak masalah aku pun menerima tawaran temanku untuk kerjasama buka bengkel bareng,” ujarnya.

Pria lajang itu mengungkapkan, Bengkel Kubu Speed dikenal sebagai bengkel modif mesin. Menurutnya, para pelanggannya itu pingin modif mesin kendaraan mereka agar enak dikendarai, kencang larinya, dan awet. Ada juga yang minta dimodifkan agar motornya itu cocok buat touring dan trabas.

Sedangkan untuk biaya modif, kata dia mematok harga beragam. Misal modif mesin motor bebek dia tarif Rp 500 ribu. Sedangkan motor sport dibebankan biaya mulai Rp 1 juta melihat kondisi mesinnya. Meski sudah tidak membuat motor untuk balap liar, dia mengaku menerima order pengerjaan motor drag race resmi.

“Untuk pembuatan motor drag race kami mematok harga sekitar Rp 10 juta per unit. Karena harga tersebut untuk pembelian onderdil dan riset, agar mesin motor bisa mencapai kecepatan maksimal serta tetap nyaman dikendarai saat melaju kencang. Pokoknya pelanggan tinggal memberi speak dan terima bersih,” ujarnya.

Dia mengatakan, untuk modif mesin, Bengkel Kubu Speed sudah memiliki banyak pelanggan. Tidak hanya dari Kudus tapi juga ada yang dari Pati, Demak, Serta Jepara. “karena punya banyak pelanggan itulah Bengkel Kubu Speed mampu menerima order modifikasi mesin sekitar 20 unit motor sebulan,” ungkapnya.

- advertisement -

Kuliah Teknik Informatika, Zulmi Justru ‘Berjodoh’ dengan Mesin Motor

0

SEPUTARKUDUS.COM, DERSALAM – Di tepi jalan Desa Dersalam Gang 11 , Kecamatan Bae, Kudus, tampak bengkel sepeda motor. Di bengkel tersebut terlihat beberapa sepeda motor dalam perbaikan dan terlihat pula aneka spare part kendaraan roda dua. Di pelataran bengkel tampak dua orang pria sedang memperbaiki sepeda motor. Satu di antara pria tersebut bernama Zulmi Bahtiar (29), yang tak lain pemilik Bengkel Kubu Speed.

Zulmi Bahtiar (kiri) pemilik bengkel Kubu Speed, Dersalam, Kudus 2017_4
Zulmi Bahtiar (kiri) pemilik bengkel Kubu Speed, Dersalam, Kudus. Foto: Rabu Sipan

Di sela aktivitasnya memperbaiki motor, pria yang akrab disapa Zulmi itu sudi berbagi kisah kepada Seputarkudus.com tentang usaha bengkelnya. Dia mengungkapkan, membuka usaha bengkel motor sejak tahun 2010. Namun, sebelumnya dia memiliki usaha toko yang menjual aneka onderdil kendaraan roda dua.

“Setahun berjualan aneka spare part motor, tokoku agak sepi dan jarang pembeli. Oleh sebab itulah aku berinisiatif membuka bengkel, dengan harapan saat bengkel ramai pelanggan, otomatis spare part-ku pasti laku terjual,” ungkap pria berjenggot itu.

Pria yang bengkelnya terletak di depan rumahnya itu mengatakan, sebenarnya saat buka bengkel itu dirinya tidak tahu sama sekali tentang mesin sepeda motor. Karena menurut Zulmi, pendidikannya itu berbeda dengan usaha yang ditekuninya. Dia mengaku, mengenyam pendidikan di sekolah menengah atas, lalu melanjutkan ke Universitas Dinuswantoro Jurusan Teknik Informatika.

“Karena tidak punya basik pendidikan mesin itulah, aku mengajak temanku yang terlebih dulu punya bengkel dan banyak pelanggan untuk kerjasama dan buka bengkel bersama. Dan untungnya temanku itu setuju dan bersedia buka bengkel bersamaku,” ungkap pria yang tidak meluluskan kuliahnya tersebut.

Dia mengungkapkan, Bengkel Kubu Speed melayani berbagai macam perawatan dan perbaikan sepeda motor. Di antaranya servis umum yang ditarif Rp 20 ribu. Sedangkan servis sekaligus ganti oli dibebankan biaya sekitar Rp 50 ribu. Untuk servis berat atau turun mesin ditarif berbeda antara sepeda motor bebek dan motor sport.

“Untuk servis berat motor bebek aku tarif Rp 90 ribu. Perbaikan turun mesin motor sport aku meminta imbalan sekitar Rp 125 ribu per unit. Di Bengkel Kubu speed juga melayani perbaikan sepeda motor pabrikan eropa. Karena agak rumit serta onderdilnya import dan memakan waktu jadi aku tarif lebih mahal yakni Rp 500 ribu per unitnya,”jelasnya.

Dia mengatakan, bengkelnya tersebut sekarang sudah memiliki banyak pelanggan. Karena memang para pelanggan temannya otomatis sekarang jadi pelanggan di Bengkel Kubu Speed. Saat sepi saja, tuturnya, bengkelnya tersebut bisa menservis motor sekitar 150 unit sebulan.

“Total tersebut saat sepi, saat ramai kami bisa memperbaiki sekitar 20 unit motor sehari. jadi sebulan kami bisa menservis motor sekitar 600 unit kendaraan roda dua. Tapi itu servis ringan kalau servis berat paling kami mampu memperbaiki sekitar tiga unit sehari itu sudah bagus,” ungkapnya.

Dia mengungkapkan, sejak memiliki bengkel dan punya banyak pelanggan, penjualan aneka spare part sepeda motornya juga otomatis meningkat. “Aku bersukur sejak memiliki bengkel kini usaha penjualan spare part motorku makin meningkat, bengkel juga jalan dan punya banyak pelanggan. Semoga semuanya makin lancar dan bisa berkembang,” harapnya.

- advertisement -

Di Mataram Sakti, Nmax Dulu Sukai Remaja, Kini Lebih Banyak Digandrungi Ibu-Ibu Muda

0

SEPUTARKUDUS.COM, DEMAAN – Dua unit motor Yamaha Nmax warna putih dan merah terlihat terpakir di depan diler resmi penjualan motor Yamaha, Jalan Sunan Kudus nomor 82, Desa Demaan, Kecamatan Kota, Kudus. Tampak di sisi lobi, beberapa orang mengenakan kemeja biru sedang berbincang dengan calon pembeli. Satu di antara mereka, Amy Setyo Budi (39), Kepala Cabang Mataram Sakti. Menurut dia, motor yang memiliki bodi tambun berjenis matik itu banyak di gandrungi ibu-ibu muda.

NMax 2017 di diler Yamaha Mataram Sakti Kudus 2017_4
NMax 2017 di diler Yamaha Mataram Sakti Kudus. Foto: Sutopo Ahmad

Sambil duduk santai dan sesekali melayani calon pembeli, Amy sudi berbagi penjelasan kepada Seputarkudus.com tentang segmentasi pasar pembeli Yamaha Nmax 155 tersebut. Dia menjelaskan, pada awal peluncuran motor pabrikan asal Jepang itu, pelanggan banyak didominasi kalangan anak muda. Namun seiring berjalannya waktu, pelanggan sekarang mulai bergeser ke wanita karir.

Baca juga: Meski Dibanderol Cukup Mahal, Penjualan Yamaha Nmax di Harpindo Jaya Kudus Tak Terbendung

“Yamaha Nmax di diler kami sekarang banyak diminati kalangan ibu-ibu muda, baik dari wanita karir, pengusaha maupun karyawan. Tapi tak jarang, anak muda juga banyak yang sering membeli, tapi sekarang kelihatannya sudah bergeser. Terkait penjualan, terhitung setiap bulan penjualan kami berkisar 70 hingga 80 unit per bulan,” ungkap Amy saat ditemui di diler Yamaha Mataram Sakti, beberapa waktu lalu.

Dia melanjutkan, keunggulan yang disematkan motor berteknologi blue core itu sangat beragam. Di antaranya, lampu depan sudah LED sehingga lebih terang dan awet, speedometer full digital,  desain jok baru berpadu tekstur kulit dan satin yang membuat tampilan lebih elegan serta berkelas. Selain itu, katanya, pada bagian roda kendaraan sudah menggunakan velg dan ban tubeless tapak lebar sehingga stabil saat bermanuver.

“Untuk fitur keamanan, Yamaha Nmax 155cc sudah dibekali sistem pengereman ganda dan cengkeraman cakram yang kuat dan kokoh. Posisi berkendara juga cukup nyaman dengan ruang kaki yang luas. Bagi pengendara yang mengendarai motor Nmax, tentunya akan mendapatkan sensasi yang lebih rileks sewaktu di buat perjalanan jauh maupun dekat,” ujar Amy.

Dia menambahkan, harga yang ditawarkan untuk satu unit motor itu berbeda-beda, tergantung tipe motor yang hendak dibeli. Amy merinci, harga Yamaha Nmax non Anti-lock Braking System (ABS) dijual seharga Rp 26,75 juta. Sedangkan Nmax ABS, dibanderol dengan harga yang lebih mahal, yakni seharga Rp 30,5 juta per unit.

“Sebenarnya tidak ada perbedaan yang menonjol antara ABS dan non-ABS, tetap sama berkapsitas 155 cc, yang membedakan hanya pada fitur keselamatan saja saat dikendarai. Tapi untuk ABS, daya pengereman motor lebih maksimal. Terkait varian warna ada empat, warna merah, abu-abu, hitam serta warna putih yang sekarang banyak diminati,” tambah Amy sambil memperlihatkan spesifikasi motor Yamaha Nmax.

- advertisement -

Mahasiswi UMK Ini Bangga, Idenya Bisa Diakui di Level Internasional

0

SEPUTARKUDUS.COM, JATI WETAN – Sejumlah mahasiswa mengenakan jas almamater UMK berfoto bersama narasumber di Hotel Griptha, Jalan R. Agil Kusumadya, Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kudus. Mereka usai mengikuti sebuah sesi dalam kegiatan The 2nd International Conference On Teacing English To Young Learners In Indonesia (Teylin), yang diselenggarakan Progam Studi (Progdi) Bahasa Inggris UMK.

Peserta Teylin berfoto bersama dengan narasumber
Peserta Teylin berfoto bersama dengan narasumber. Foto: Ahmad Rosyidi

Satu diantara mahasiswa tersebut, yakni Herlina Murian Saputri (21). Dia mengaku bangga karena idenya bisa terpilih untuk dibukukan dan diakui di level internasional. Herlina begitu dia akrab disapa, sudi berbagi penjelasan kepada Seputarkudus.com tentang gagasan membuat komik berbahasa Inggris, yang diajukan dalam kegiatan tersebut.

“Ide saya ini berawal dari melihat komik-komik yang pada umumnya hanya berisi sekadar hiburan. Oleh karena itu saya ingin membuat komik berbahasa Inggris yang ada nilai edukasi dan ada nilai sejarahnya juga. Selain itu juga saya kemas dengan bahasa yang ringan untuk anak-anak,” ungkap mahasiswa Progdi Bahasa Inggris UMK semester enam itu, saat ditemui usai acara, Rabu (26/4/2017) siang.

Selain karena ingin ide-idenya diakui, Herlina juga berharap dengan sertivikat yang didapat nantinya bisa untuk mendaftar beasiswa kuliah di luar Negeri. “Saya ingin kuliah di Australia, semoga saja nanti bisa terwujud. Karena setahu saya, persyaratan untuk dapat beasiswa kuliah keluar negeri harus memiliki karya yang sudah diakui di level Internasional,” jelas anak terakhir dari dua bersaudara itu.

Untuk mengirimkan karyanya Herlina seharusnya membayar Rp 750 ribu, tetapi biaya tersebut ditanggung oleh Progdi Bahasa Inggris UMK. Dia juga menjadi satu-satunya mahasiswa yang masih S1 dari 23 peserta yang karyanya lolos dan menjadi presenter pada acara tersebut.

Kegiatan yang berlangsung mulai tanggal 25 April 2017 higga 26 April 2017 tersebut, menghadirkan sejumlah pembicara dari berbagai Negara. Diantaranya dari British Council, National Institute Of Education Singapore, dan Malaysian English Teacher Association.

Diah Kurniati (42), Kepala Program Studi Bahasa Inggris UMK, menambahkan, kegiatan tersebut bertujuan untuk menyuarakan tentang pentingnya pendidikan Bahasa Inggris sejak dini. Menurutnya, Bahasa Inggris sangat penting untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Tetapi di Indonesia, pendidikan Bahasa Inggris khususnya untuk anak-anak, dinilai masih kurang mendapat perhatian dari pemerintah.

“Jika kita tidak bisa berbahasa Inggris maka kita tidak dapat berkompetisi, dan hanya menjadi buruh. Meski kita punya kemampuan, tetapi kita tidak bisa berbahasa Inggris, tentu kita akan menjadi bawahan jika bekerja di sebuah perusahaan asing. Kalau punya usaha juga tidak bisa menembus pasar internasional,” terang Diah begitu dia akrab disapa.

- advertisement -

Siswa Berhamburan Saat Kepulan Asap Mengepul di Lantai Tiga SMA Muhammadiyah Kudus

0

SEPUTARKUDUS. COM, DAMARAN  – Kepulan asap tipis terlihat di lantai tiga SMA Muhammadiyah Kudus, Jalan KHR Asnawi. Terlihat siswa yang masih mengenakan seragam secara tertib keluar melewati tangga evakuasi. Semetara itu, sejumlah orang yang mengenakan pakaian orange membuatkan jalur penyelematan menggunakan tali yang menghubungkan lantai tiga gedung sekolah dengan lantai dasar.

Simulasi evakuasi kebakaran di SMA Muhammadiyah Kudus 2017_4
Simulasi evakuasi kebakaran di SMA Muhammadiyah Kudus. Foto: Imam Arwindra

Dari depan Ruang Perpustakaan lantai tiga, dua siswa tampak dievakuasi menggunakan teknik Hauling dan Tandem oleh tim Search And Rescue (SAR). Mobil ambulan pun sudah bersiap-siap untuk mengangkut korban evakuasi. Saat korban sudah diturunkan dan berhasil dimasukkan ke dalam ambulan, terdengar tepuk tangan dari siswa.

Kejadian tersebut merupakan simulasi bencana yang dilakukan di sekolah tersebut. Simulasi dilakukan oleh Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kabupaten Kudus, pada peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional 2017 (HKBN), Rabu (26/4/2017).

Menurut siswa SMA Muhammadiyah Kudus Umma Abdillah, dirinya cukup berkesan dengan simulasi bencana yang dilakukan. Menurutnya, dengan adanya simulasi bencana kebakaran tersebut, dirinya tidak akan panik jika sewaktu-waktu kebakaran benar-benar terjadi di sekolahnya. “Kalau panik malah nanti repot. Tetap tenang turun lewat tangga darurat atau jalur evakuasi,” ungkap siswa kelas X tersebut.

Menurutnya, dalam simulasi yang dilakukan MDMC, dirinya merasa merinding saat melihat evakusi mulai dilakukan. Abdillah mengaku tidak tertarik menjadi relawan bencana, karena dianggapnya sangat menakutkan. “Gak tertarik. Saya takut kalau harus turun dari lantai tiga,” jelasnya.

Wakil Ketua MDMC Satriyo Yudo mengungkapkan, kegiatan yang dilaksakan yakni simulasi kejadian kebakaran bertempat di SMA Muhammadiyah Kudus. Menurutnya, dalam peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional 2017 (HKBN) yang jatuh pada 26 April 2017, pihaknya ingin setiap sekolah mandiri dalam melakukan evakuasi jika sewaktu-waktu terjadi bencana.

“Tahun ini target kami menyadarkan untuk sekolah-sekolah terutama sekolah Muhammadiyah untuk menjadikan setting tempat aman dan nyaman,” ungkapnya saat ditemui selepas kegiatan.

Selain itu juga memberikan pemahaman sekolah hal apa saja yang perlu dilakukan saat terjadi bencana. Cara evakuasi, menggerakkan siswa dan membuat jalur evakuasi. Satriyo menceritakan, dalam simulasi evakuasi yang dilakukan, terdapat dua siswa yang terjebak dalam kebakaran sekolah. Diceritakan, siswa tersebut berada di gedung lantai tiga.

“Ada satu siswa pinsan kami evakuasi dengan cara Hauling dan siswa satunya dengan cara Tandem, karena masih bisa berjalan. Dia cuma lemas saja,” terangnya.

Sementara itu, Kepala SMA Muhammadiyah Kudus Muchammad Chasan mengungkapkan, pihaknya mengajak siswa dan masyarakat sekitar untuk lebih memahami cara melakukan pertolongan bencana. Menurutnya, hal tersebut dianggapnya sangat penting karena bencana bisa terjadi sewaktu-waktu.

Selain untuk peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional 2017, katanya, kegiatan simulasi bencana juga memberikan pengetahuan dasar tentang bencana kepada siswa. “Sebelum simulasi ada apel pagi yang diikuti 400 an siswa dari SD, MI, SMP dan SMA. Beberapa tamu kepala sekolah juga hadir,” tambahnya.

- advertisement -

Dirintis di Atas Trotoar, Warung Soto Bu Djatmi Selalu Ramai Pembeli Sejak Dulu Hingga Kini

0

SEPUTARKUDUS.COM, PANJUNAN – Di tepi Jalan KH Wachid Hasyim Kelurahan Panjunan, Kecamatan Kota, Kudus, tampak warung dengan baner bergambar tokoh Punakawan Petruk. Di dalam warung tersebut terlihat ramai para pengunjung yang sedang menikmati soto kerbau dan ayam yang dihidangkan. Tempat tersebut tak lain, warung Soto Bu Djatmi, satu di antara warung soto legendaris di Kudus yang tetap ramai pembeli.

Purwati, penerus Soto Bu Djatmi 2017_4
Purwati, penerus Soto Bu Djatmi. Foto: Rabu Sipan

Menurut Purwati (36), penerus warung Soto Djatmi seklaigus anak pertama Djatmi, menuturkan, warung soto dibuka pada tahun 1982. Sebelum membuka warung, Djatmi remaja ikut bekerja orang lain di warung soto hingga menikah dengan pria yang bernama Maskan.

Baca juga: Welly Rela Datang Jauh dari Tuban Ke Kudus Demi Semangkuk Soto Bu Djatmi untuk Bernostalgia

“Pak Maskan itu bapakku, dan sejak orang tuaku menikah pada tahun 1978, dua tahun kemudian  ibuku berinisiatif membuka warung soto sendiri kecil-kecilan di atas trotoar emperan toko di Jalan Wachid Hasyim. Menurut cerita ibuku dulu, setelah menikah almarhumah ibuku ingin punya warung soto sendiri,” kenang perempuan yang akrab disapa Pur itu kepada Seputarkudus.com beberapa waktu lalu.

Warga Panjunan, Kota, Kudus itu mengatakan, karena sudah sangat berpengalaman sejak remaja membuat soto, warung soto di tepi jalan itu lumayan laris dan memiliki banyak pelanggan. Hasilnya cukup untuk mengontrak tempat untuk berjualan meskipun masih agak sempit.

“Ibuku jualan di tepi jalan dan mengontrak tempat itu lumayan lama hingga sampai 22 tahun. Soto Bu Djatmi kemudian makin diminati dan pelanggan juga makin banyak. Bahkan ibuku bisa menjual sekitar 250 porsi dalam sehari. Dari hasil tersebut lambat laun hasilnya bisa digunakan orang tuaku untuk membeli rumah dan dibuat untuk berjualan di tempat yang sekarang,” ungkapnya.

Perempuan yang sudah dikaruniai tiga anak itu mengatakan, sejak pindah di tempat sendiri yang lebih luas dan nyaman pada tahun 2002, pelanggan Soto Bu Djatmi makin meningkat lagi. Menurutnya, sejak pindah tersebut Warung Soto Djatmi mampu menjual sekitar 500 hingga 700 porsi sehari.

“Itu saat ramai pembeli, saat akhir pekan dan tanggal merah. Pada hari biasa kami masih mampu menjual sekitar 350 porsi sehari. Soto ayam dan soto kerbau dijual dengan harga sama yakni Rp 13 ribu seporsi,” jelasnya.

Dia menambahkan, ibunya sudah meninggal Oktober 2016. Kini dia bersama saudaranya bertekad mengembangkan usaha Warung Soto Djatmi peninggalan ibunya, agar tetap bertahan dan makin diminati banyak orang.

“Untuk menjaga agar para pelanggan tidak berpaling, kami selaku anaknya Bu Djatmi selalu menjaga cita rasa dari resep yang di ajarkan ibu kami. Semoga saja kami mampu mengemban amanah dan mampu mengembangkan serta buka cabang Warung Soto Djatmi lagi,” harap Pur yang mengaku Warung Soto Djatmi kini sudah memiliki cabang di tepi Jalan Jenderal Soedirman Desa Rendeng.

- advertisement -

Welly Rela Datang Jauh dari Tuban Ke Kudus Demi Semangkuk Soto Bu Djatmi untuk Bernostalgia

0

SEPUTARKUDUS.COM, PANJUNAN – Siang itu Warung Soto Bu Djatmi di di tepi Jalan KH Wachid Hasyim, Kelurahan Panjunan, Kecamatan Kota, Kudus, terlihat ramai pembeli. Tak jauh dari meja kasir, tampak seorang pria berbaju putih lengan pendek bersama keluarga, tampak lahap menyantap semangkuk soto. Pria tersebut bernama Welly Purnomo (41) yang datang jauh dari Tuban untuk memcicipi soto Djatmi untuk bernostalgia.

Soto Kudus Bu Djatmi, Jalan KH Wachid Hasyim, Kelurahan Panjunan, Kecamatan Kota, Kudus 2017_4
Soto Kudus Bu Djatmi, Jalan KH Wachid Hasyim, Kelurahan Panjunan, Kecamatan Kota, Kudus. Foto: Rabu Sipan

Pria yang akrab disapa Welly itu sudi berbagi kesan kepada Seputarkudus.com tentang makanan khas Kudus di weung Soto Bu Djatmi. Dia mengungkapkan, pertama mencicipi rasa soto Djatmi pada tahun 2000. Menurutnya dari awal kedatangan hingga sekarang rasa soto tetap punya ciri khas tersendiri.

“Aku pertama datang itu sekitar tahun 2000 saat itu aku masih tinggal di Semarang. Dan sekarang aku tinggal di Tuban. Karena hari ini aku melakukan perjalanan ke Semarang aku singgah di Kudus sekalian mampir ke warung soto legendaris Warung Soto Djatmi. Sekalian untuk makan siang aku, istri dan dua putriku,” ungkapnya, beberapa waktu lalu.

Dia menuturkan, rasa Soto Bu Djatmi sekarang masih sama dengan yang dulu pernah dia rasakan, tetap enak dan punya ciri khas. Istri dan anaknya yang baru pertama makan soto di warung tersebut, katanya, mengaku suka. Bahkan kata dia, istrinya sempat protes, karena dia tak mengatakan di warung itu ada soto kerbau, khas Kudus. “Lho ada soto kerbau juga ya, kok ayah tidak bilang,”ujarnya menirukan istrinya.

Tak jauh beda dengan Welly, pembeli lain, Setyaningsih (52) mengaku berlangganan di Warung Soto Djatmi sejak dirinya masih duduk di Madrasah Tsanawiyah (MTs) hingga sekarang menjadi guru. Dia mengaku sudah tidak bisa dihitung berapa kali menyantap soto di warung itu. Menurutnya, berlangganan sejak bu Djatmi masih hidup dan sekarang beliau sudah meninggal.

“Meski sekarang yang mengelola anaknya Bu Djatmi, menurutku rasanya tetap sama. Enak dan tidak ada perubahan sama sekali. Mungkin mereka sudah diberi resep untuk membuat soto yang enak dan diminati banyak pelanggan. Lihat sendirikan dari tadi warung ini ramai pembeli,” ungkapnya yang mengaku datang bersama teman sejawatnya dan membeli soto kerbau.

Menurut Purwanti (36) anak pertama Djatmi sekaligus pengelola warung Soto Bu Djatmi mengungkapkan, sejak dulu dia dan adiknya diberi tahu resep oleh ibunya untuk membuat soto yang enak. Menurutnya, semua bumbu yang dibubuhkan ditakar sesuai intruksi mendiang ibunya.

“Semua bumbu yang dibubuhkan itu sesuai takaran resep peninggalan ibuku. Kami juga menggunakan kaldu ayam kampung asli dan santan yang kami bubuhkan di soto Djatmi juga sedikit. Jadi kami tetap menjaga cita rasa dengan ciri khas. Jadi meski ibu sudah meninggal, rasa soto tak berubah,” ujarnya.

Dia mengatakan,  selain menyediakan soto ayam dan soto kerbau, warung Soto Bu Djatmi juga menyediakan minuman es kelapa kopyor asli. Menurutnya, es kelapa kopyor merupakan minuman favorit para pelanggan. Bahkan peminatnya tidak hanya dari Kudus melainkan juga orang lain daerah.

“Seperti warung pada umunya, selain menyediakan masakan soto ayam dan kerbau kami juga menyediakan minuman. Selain es kelapa kopyor, ada juga aneka minuman jus buah, es jeruk dan tentu es teh,” jelasnya.

- advertisement -

Di Lokasi Air Terjun Mpetung, Pengunjung Bisa Berkemah Ditemani Suara Gemericik Air dan Serangga

0

SEPUTARKUDUS.COM, RAHTAWU – Gemericik air terjun Mpetung tampak di antara rimbunnya pepohonan di Dukuh Semliro, Desa Rahtawu, Kecamatan Dawe, Kudus. Air terjun setinggi 13 meter tersebut jatuh di bebatuan, yang airnya langsung mengalir menuju hilir. Pada tumpukan batu yang ditata datar tersebut, ada sebuah balok kayu yang biasa digunakan untuk berfoto. Ada pula jembatan bambu sepanjang sekitar tiga meter dengan tulisan di atasnya ‘Air Terjun Mpetung’ yang dipenuhi wisatawan untuk berfoto.

Foto di jembatan banbu Air Terjun Mpetung, Rahtawu, Kudus 2017_4
Foto di jembatan banbu Air Terjun Mpetung, Rahtawu, Kudus. Foto: Imam Arwindra

Di sekitar air terjun terdapat beberapa bukit kecil datar, menurut pengelola Air Terjun Mpentung, Tantri (20), dapat digunakan wisatawan untuk berkemah. Dia menjelaskan, wisatawan dapat membangun tenda di atas bukit maupun di depan air terjun. “Di sini (Air Terjun Mpentung) juga bisa untuk camping. Nanti bisa di sekitar air terjun,” ungkapnya saat ditemui di lokasi Air Terjun Mpetung belum lama ini.

Baca juga: Air Terjun Mpetung, ‘Surga’ Tersembunyi di Semliro, Rahtawu

Tantri menjelaskan, camping di sekitar lokasi air terjun menurutnya spot wisata baru di Kudus yang bisa dinikmati wisatawan. Menurutnya, selain keindahan alam siang hari, Air Terjun Mpetung juga menawarkan keindahan alam pada malam hari. “Arah depan air terjun kita bisa langsung melihat puncak pegunungan Muria. Kalau tidak mendung, tentu kita akan tidur di bawah taburan bintang,” tuturnya yang mengundang penasaran.

Dengan hawa sejuk dan suara serangga, menurut Tantri, pengunjung yang datang ingin berlama-lama di lokasi air terjun. Air terjun yang mulai dirawat tahun 2014, menurut Tantri berada di tanah milik pribadi seluas kurang satu hektare. “Tanah tersebut milik keluarga, warisan leluhur kami,” jelasnya.

Dia menjelaskan, untuk menuju ke lokasi air terjun, pengunjung menempuh perjalanan sekitar 30 menit dengan jarak sekitar 1,5 kilometer. Perjalanan dapat dilakukan dengan jalan kaki maupun menaiki motor. Namun dirinya menyarankan untuk berjalan kaki karena melihat medan setapak yang di bawahnya terdapat jurang. “Bisa ditempuh dengan motor. Namun ya hati-hati. Untuk kami sendiri belum menyediakan fasilitas tersebut (motor). Mungkin ke depannya akan disediakan,” tambahnya.

Selain itu, tempat berteduh di dekat air terjun pun diakuinya hanya satu. Menurutnya, pihaknya masih harus membuatkan beberapa fasilitas untuk wisatawan yang datang. Dia menceritakan, untuk pembuatan jalan menuju air terjun dilakukan oleh bapaknya. Sebelum akses jalan dibuat, pengunjung yang ingin ke Air Terjun Mpetung, harus melewati medan bebatuan yang bawahnya langsung jurang. “Nama Mpetung itu karena hutannya dinamakan Alas Mpetung,” jelasnya.

Tantri melanjutkan, untuk hari-hari biasa pengunjung yang datang sekitar 10 orang. Khusus hari Minggu dan tanggal merah terdapat 70 hingga 80 orang. Pihaknya menetapkan harga tiket masuk Rp 3 ribu per orang. “Untuk sementara bayar hanya hari Minggu saja. Untuk hari-hari biasa gratis,” tambahnya.

- advertisement -

Air Terjun Mpetung, ‘Surga’ Tersembunyi di Semliro, Rahtawu

0

SEPUTARKUDUS.COM, RAHTAWU – Sejumlah pengendara motor memakirkan kendaraanya di dekat warung pos menuju  Air Terjun Mpetung. Air terjun setinggi 13 meter tersebut terletak di perbukitan Dukuh Semliro, Desa Rahtawu, Kecamatan Dawe, Kudus. Dengan menyandang tas dan beberapa bekal yang dibeli dari warung, mereka memulai perjalanan menuju tempat wisata yang terbilang masih “perawan” di Kudus.

Mila berpose di depan air terjun Mpetung, Rahtawu, Kudus 2017_4_29
Mila berpose di depan air terjun Mpetung, Rahtawu, Kudus. Foto: Imam Arwindra

Sekitar 30 menit, para mereka harus berjalan kaki menuju Air Terjun Mpetung. Jalan setapak dan bebatuan sejauh 1,5 kilometer dengan suasana alam yang sejuk, menjadi bonus bagi mereka yang ingin menikmati indahnya “surga” tersembunyi di Semliro tersebut. Sepanjang perjalanan, mereka juga akan melihat kemegahan Puncak Songolikur, Puncak Argowiloso, Puncak Argojembangan dan Puncak Abiyoso.

Saat melakukan tanjakan batu dekat pos dua, mereka tampak kesulitan melangkah. Nafas mereka pun terdengar ngos-ngosan setelah melakukan perjalan sekitar satu kilometer. Satu di antaranya Mila Sari (20), yang melakukan perjalanan berserta dua temannya. Perempuan berkerudung dan celana jeans biru itu harus merangkak untuk melanjutkan perjalanan.

“Ini yang saya suka. Selain tempatnya indah, saya tertantang taklukkan track-nya,” tutur Mila kepada Seputarkudus.com, beberapa waktu lalu.

Menurut Mila, dirinya sudah dua kali berkunjung ke Air Terjun Mpetung. Selain  tempatnya indah dan sejuk, lokasi air terjun juga cocok untuk tempat swafoto. Dia menuturkan, di depan air terjun terdapat jembatan sekitar tiga meter yang terbuat dari bambu. “Fotonya bisa di atas jembatan. Atau langsung dibawah air terjun. Sambil mandi juga bagus,” jelasnya sambil memperlihatkan beberapa foto dari smarphone-nya.

Mila mengatakan, ada beberapa jalan yang menurutnya perlu penambahan pengaman. Lokasinya berada di dekat pos dua dekat perkebunan kopi. Namun diakuinya seluruh fasilitas yang disediakan pengelola sudah bagus. “Ini juga sudah ada tempat sampah di beberapa titik perjalanan menuju air terjun,” tambahnya.

Sementara itu, pengelola wisata Air Terjun Mpetung, Tantri (20), yang juga ikut dalam perjalanan, menuturkan, wisata Air Terjun Mpetung berada di atas lahan pribadi seluas kurang satu hektare. Menurutnya, air terjun tersebut tidak sengaja ditemukan sejumlah orang yang biasa berpetualang.

Tantri menjelaskan, air terjun yang diketahui tahun 2014 tersebut dulu belum ada jalan khusus. Orang yang ingin berkunjung ke air terjun harus melewati jalan bebatuan dengan dibawahnya terdapat jurang. Beberapa kali mereka harus merangkak untuk sampai ke air terjun setinggi 13 meter tersebut.

“Namun sekarang jalannya sudah dibuatkan. Ya sekitar 1,5 kilometer mereka harus berjalan,” tambahnya.

Saat sampai ditanjakan terakhir yang pegangan tangannya berbahan bambu. Suara gemericik air terjun terdengar. Tampak jembatan berbahan bambu dengan panjang sekitar tiga meter dengan latar belakang air terjun yang keluar dari balik rerimbunan pohon. Terdapat juga tulisan “Air Terjun Mpetung” yang dibentangkan dengan tali. Para pengunjung tampak berswafoto di atas jembatan bambu maupun langsung berdekatan dengan air terjun.

“Tulisan ‘Air Terjun Mpetung’ baru dikasih untuk selfie (swafoto). Ini juga ada aksesoris bunga untuk tambahan foto,” jelasnya sambil mengambilkan bunga tiruan.

Menurutnya, hari-hari biasa sekitar 10 orang yang datang. Khusus hari Minggu dan tanggal merah terdapat 70 hingga 80 orang yang berkunjung di Air Terjun Mpetung. Dirinya mematok harga untuk perawatan Rp 3 ribu tiap pengunjung.

“Yang jaga biasanya bapak. Untuk sementara bayar hanya hari Minggu saja. Untuk hari-hari biasa gratis. Karena tidak ada yang jaga,” tambahnya.

- advertisement -

Wenni Dirikan Manini Baby Spa And Wellnes Care Setelah Tahu Manfaat Spa Bagi Bayi

0

SEPUTARKUDUS.COM, PEDAWANG – Di dalam sebuah ruangan bangunan bercat putih di tepi barat Jalan Mayor Kusmanto Desa Peadawang, Kecamatan Bae, Kudus tampak seorang balita berenang di dalam bak mandi. Dengan pelampung yang terpasang di leher, bayi tersebut tampak ceria dan selalu menggerakan kakinya di dalam air. Tempat tersebut yakni Manini Baby Spa And Wellnes Care, tempat spa dan pijat khusus bayi.

Wenni Kannis Qorinna (tengah) pemilik dari Manini Baby Spa And Wellnes Care
Wenni Kannis Qorinna (tengah) pemilik dari Manini Baby Spa And Wellnes Care. Foto: Rabu Sipan

Menurut drg Wenni Kannis Qorinna (31) pemilik Manini Baby Spa And Wellnes Care mengungkapkan, pelayanan jasa berbagai macam perawatan bayi itu dibuka pada September 2016. Menurutnya, layanan jasa tersebut terinspirasi saat masih kuliah di Surabaya yang terkadang mengantar temannya yang sudah punya momongan dan dibawa ke baby spa.

Baca juga: Diompoli Balita Saat Memijat, Bidan Us Tertawa Meski Sempat Kaget dan Berteriak

“Dari itu aku tahu bahwa spa untuk bayi banyak manfaatnya. Dan setelah pulang ke Kudus aku sempat mengobrol dengan bidan senior di Kota Kretek tentang pijat bayi. Dia juga berkata pijat untuk bayi banyak manfaatnya untuk kesehatan bayi. Dari situlah aku lalu menggabungkan antara spa dan massage dan mengajak tiga bidan sebagai tenaga terapis untuk membuka Manini Baby Spa And Wellnes Care,” ungkap perempuan yang akrab disapa Wenni kepada seputarkudus.com beberapa hari lalu.

Perempuan yang lulus kuliah jurusan dokter gigi pada tahun 2012 dari Universitas Hangtuah Surabaya itu mengatakan,  Manini Baby Spa And Wellnes Care melayani berbagai macam perawatan bayi. Layanan itu di antaranya, baby spa paket lengkap weekend yang terdiri dari renang bayi dan pijit bayi dengan harga Rp 125 ribu. Sedangkan baby spa lengkap weekday dibebankan biaya sekitar Rp 100 ribu.

Selain itu, kata dia, ada juga baby spa paket hemat dengan harga Rp 80 ribu. Pijat nutrisi bayi yang ditarif Rp 25 ribu. Sedangkan pijat batuk pilek, pijat kembung serta pijat konstipasi dibebankan biaya sama yakni Rp 40 ribu, dan pijat laktasi ditarif Rp 30 ribu. Menurutnya, Manini Baby Spa juga melayani cukur dan tindik bayi yang masing – masing ditarif dengan harga Rp 25 ribu dan 35 ribu.

“Manini Baby Care And Wellnes Care juga melayani peket home care yakni kunjungan ke rumah paska melahirkan dengan tarif Rp 350 ribu. Perawatan meliputi memandikan bayi, perawatan tali pusar sampai puput, mom massage, serta perawatan luka post partum,” ungkapnya.

Warga Desa Megawon, Jati, Kudus itu mengatakan, selama ini untuk memperkenalkan Manini Baby Spa And Wellnes Care ke khalayak umum hanya melalui media sosial serta dari mulut ke mulut saja. Selian itu, tuturnya Manini Baby Spa juga setiap bulan ada promo menarik untuk para pelanggan.

Dia mengungkapkan, selain melayani berbagai macam layanan perawatan bayi, Manini Baby Spa and Wellnes Care juga menyewakan berbagai macam perlengkapan alat bayi. Di antaranya, boks bayi, kereta bayi, ayunan, jumper, alat latihan jalan dan lain sebagainya yang disewakan dengan harga mulai Rp 35 ribu hingga Rp 300 ribu sebulan.

“Aku berharap Manini Baby Spa And Wellnes Care makin dikenal dan makin berkembang. Sehingga bisa merekrut banyak lagi tenaga kerja dan mampu memberikan sumbangsih kepada masyarakat sekitar,” harap Wenni sambil tersenyum.

- advertisement -

Diompoli Balita Saat Memijat, Bidan Us Tertawa Meski Sempat Kaget dan Berteriak

0

SEPUTARKUDUS.COM, PEDAWANG – Dua orang bidan berseragam biru tampak telaten merawat balita yang sedang berenang di dalam bak mandi, di Manini Baby Spa And Wellnes Care. Setelah 15 menit, balita tersebut diangkat lalu diberi handuk dan diberi susu. Balita tersebut kemudian dipijat oleh Usfuriyah (29), satu di antara dua bidan tersebut. Saat memijat, dia kaget dan terperanjat saat dipipisi bayi bernama Ihsan Jamaluddin Farid.

Bidan memijat balita di Manini Baby Spa And Wellnes Care Kudus 2017_4
Bidan memijat balita di Manini Baby Spa And Wellnes Care Kudus. Foto: Rabu Sipan

Seusai memijat, perempuan yang akrab disapa Bidan Us itu sudi berbagi cerita kepada Seputarkudus.com tentang pengalamannya merawat balita. Dia mengungkapkan, selama menjalani profesi sebagai tenaga baby spa khusus balita, dirinya sering kena ompol. Karena seusai berenang biasanya balita akan pipis. Meskipun sering diompoli, dia mengaku selalu kaget.

“Kebetulan tadi saat memijat bayi yang biasa dipanggil Ihsan itu aku sambil menjawab pertanyaan ibunya. Pas saat itulah tiba-tiba mancur air pipis Ihsan dan mengenai bajuku, jadi aku spontan kaget dan teriak. Tapi setelah itu aku tertawa saja, karena aku juga heran meski sudah sering mengalami kejadian serupa tapi tetap kaget dan teriak,” ujarnya.

Warga Desa Cranggan, Dawe, Kudus, yang sekaligus koordinator Manini Baby Spa And Wellnes Care itu mengatakan, bayi pipis seusai berenang selama 15 menit merupakan suatu hal lumrah dan itu sudah sering terjadi. Dituturkannya, rangkaian baby spa memang terdiri dari swiming baby dan pijat bayi. Menurut ibu dari tiga anak itu untuk durasi renang bayi antara 10 sampai 15 menit.

Baby spa itu bayi berenang tidak boleh lebih dari 20 menit. Dan setelah itu baru proses massage selama sekitar 20 menit. Jangan lupa biasanya sehabis renang itu lapar jadi harus diberikan susu,” ungkapnya.

Ditambahkan drg Wenni Kannis Qorinna (31), selaku pemilik Manini Baby Spa And Wellnes Care mengungkapkan, pijat dan renang bayi sangat banyak manfaatnya untuk kesehatan bayi. Menurutnya, pengertian pijat bayi yakni bahasa sentuhan. Dengan pijat bayi kata dia, ibu dapat menenangkan bayi dan mengkomunikasikan cinta.

Sedangkan manfaat pijat bayi menurut perempuan yang akrab disapa Wenni itu di antaranya, meningkatkan daya tahan tubuh, memperbaiki peredaran darah, merangsang fungsi pencernaan serta pembuangan. Selain itu, pijat bayi juga bisa meningkatkan berat badan, mengurangi stres dan rasa sakit. Manfaat lainnya, membuat tidur lelap dan menyusu lebih banyak, mengurangi perut kembung dan meningkatkan hubungan batin antara orang tua dan bayi.

“Sedangkan renang bayi menurut hasil penelitian di Melbourne, Australia, secara statistik menunjukan IQ anak yang diajarkan berenang sejak bayi terlihat lebih tinggi ketimbang anak yang tidak diajarkan berenang, atau diajarkan berenang saat usianya lebih dari lima tahun. Tidak hanya itu pertumbuhan fisik, emosional dan sosialnya pun terbukti lebih baik,” ungkapnya.

Dia mengungkapkan, waktu yang tepat untuk melakukan pemijatan yakni pagi hari, saat orang tua dan bayi siap untuk memulai hari baru. Atau pada saat malam hari sebelum tidur agar bayi tidur lebih nyenyak.

“Manini Baby Spa And Wellnes Care buka setiap hari, pagi pukul 7.30 WIB sampai 11.00 WIB dan sore pukul 15.00 WIB hingga 20 .00 WIB. Di sini juga ditunjang dengan tiga tenaga terapis bersertifikat dan sudah punya basik kesehatan bayi karena berasal dari profesi bidan,” ujarnya.

- advertisement -

Diler Baru Kawasaki Kudus Ini Diklaim Pertama di Pantura Jateng yang Sesuai Standar KMI

0

SEPUTARKUDUS.COM, TUMPANG KRASAK – Puluhan kendaraan roda dua berbodi bongsor terlihat terpakir menghiasi halaman diler Kawasaki Kudus. Di dalamnya, sejumlah orang tampak sedang berbincang sambil sesekali melihat sekeliling ruangan yang penuh dengan motor, aksesoris serta apparel kendaraan. Mereka tak lain bagian dari peserta touring Kawasaki Dealers Community (KDC) dan Kawasaki Motor Indonesia (KMI) yang sedang melakukan kunjungan di Diler Kawasaki Kudus.

Diler Kawasaki Kudus 2017_4_28
Diler Kawasaki Kudus. Foto: Sutopo Ahmad

Kepada Seputarkudus.com, Kepala Cabang PT Sinar Gemala Sakti diler resmi Kawasaki Kudus, Anton (35), mengatakan, kunjungan itu dilakukan sekalikus untuk meninjau diler terbaru Kawasaki yang berada di area Kudus. Menurutnya, diler tersebut sudah sekitar dua bulan resmi dibuka, tepatnya sejak awal maret 2017. Diler itu juga merupakan diler pertama di wilayah pantura Jawa Tengah yang diklaim memenuhi standar ketentuan KMI.

Baca juga:

“Selain perkenalan motor Versys-X 250, KDC dan KMI datang ke diler kami bertujuan melihat diler terbaru Kawasaki yang berada di Kudus. Sebelumnya kami memang sudah mempunyai diler lama sebagai tempat penjualan motor Kawasaki. Namun di tempat diler kami yang terbaru kali ini termasuk diler pertama di pantura Jateng yang sesuai standar KMI sekaligus dilengkapi penjualan apparel dan aksesoris motor,” ungkap Anton.

Anton yang saat itu mengenakan kemeja warna hitam, menjelaskan, standar yang di tentukan pihak KMI selaku pabrikan motor asal Negeri Sakura itu ada banyak. Di antaranya, penilaian terhadap tempat diler, penjualan aksesoris maupun apparel kendaraan serta ruang pelayanan sebagai fasilitas diler yang diberikan bagi konsumen. Terkait respon KDC maupun KMI setelah berkunjung, katanya, sangat baik walaupun ada beberapa hal yang harus diperbaiki.

“Respon mereka baik, namun ada beberapa memang yang perlu menjadi bahan koreksi untuk kami perbaiki bersama. Masih banyak kekurangan yang perlu diperbaiki agar sesuai standar yang telah ditetapkan KMI,” ujar Anton waktu ditemui di Jalan Jendral Sudirman, Desa Tumpang Krasak, Kecamatan Jati, Kudus, lokasi diler terbaru yang dia kelola.

Dia menambahkan, dengan dibukanya diler terbaru itu, dia berharap kelak dapat membantu meningkatkan penjualan. Baik dari segi penjualan motor maupun jasa servis kendaraan. Tempat diler yang lama di Jalan Ahmad Yani, ruko Panjunan Blok A-11, Kelurahan Panjunan, Kecamatan Kota, juga akan terus difungsikan, namun rencana akan dia buat pos penjualan motor saja.

“Diler lama tetap masih buka, soalnya pelanggan kami juga banyak yang sering membeli motor di tempat diler lama. Misal kami tutup, takutnya pelanggan kami tidak tahu kalau kami sekarang mempunyai diler Kawasaki yang baru,” tambah Anton.

- advertisement -