Meski Bayaran Tinggi, Kung Bertekad Tidak Menerima Modif Motor untuk Balap Liar

SEPUTARKUDUS.COM, DERSALAM – Dua pria tampak memperbaiki mesin beberapa sepeda motor di Bengkel Kudus Speed, Desa Dersalam, Kecamatan Bae, Kudus. Satu di antara pria tersebut sedang sibuk dengan satu motor trail. Dia terlihat membuka baut serta sesekali dia menggerinda untuk menghaluskan bagian onderdil motor. Pria itu bernama Khoirul Akhwan (25) yang rela kerjasama dengan temannya membuka bengkel meski sebelumnya punya bengkel sendiri dan punya banyak pelanggan.

Zulmi Bahtiar bersama temannya mengelola bengkel Kubu Speed 2017_4
Zulmi Bahtiar bersama temannya mengelola bengkel Kubu Speed. Foto: Rabu Sipan

Kung, begitu dia akrab disapa sudi berbagi penjelasan kepada Seputarkudus.com tentang alasannya lebih memilih membuka bengkel bersama temannya, Zulmi Bahtiar. Dia mengungkapkan, menerima tawaran temannya untuk buka bengkel bersama karena sewaktu punya bengkel sendiri beberapa kali berurusan dengan pihak berwajib. Menurutnya, pelanggannya dulu banyak pembalap liar.

Baca juga: Kuliah Teknik Informatika, Zulmi Justru ‘Berjodoh’ dengan Mesin Motor

-Advertisement-

“Bengkel lamaku dulu memang dikenal banyak orang sebagai orang bengkel yang bisa buat motor dengan kecepatan tinggi. Bahkan banyak pelangganku itu para pembalap liar dan balapannya itu taruhan. Sehingga aku juga terkena imbas dan beberapa kali berurusan dengan polisi,” ungkapnya saat ditemui di bengkel Kubu Speed, beberapa waktu lalu.

Warga Desa Rejosari, Kecamatan Dawe, Kudus itu mengatakan, karena alasan itu dia menerima saja tawaran dari temannya untuk buka bengkel motor bersama, meski omzet yang didapatkannya pada waktu itu terbilang besar, yakni Rp 20 juta sebulan. Menurutnya sejak buka bengkel bersama yang diberi nama Kubu Speed itu, dia bersama temannya berkomitmen tidak membuat motor untuk balap liar.

Dia mengatakan, sebenarnya cita–citanya ingin menjadi pelaut. Namun, saat sekolah pelayaran nasional Indonesia (Pelni) di Semarang dia mengaku mengalami kecelakaan motor hingga tangan dan kakinya patah tulang. Menurutnya, karena patah tulang tersebut Kung harus rela dikeluarkan dari sekolah dambaannya tersebut.

“Karena dikeluarkan dari sekolah tersebut, setelah sembuh aku merantau ke Jogjakarta untuk kerja di bengkel motor. Aku di sana selama dua tahun, setelah merasa mampu menguasai ilmu mekanik mesin motor aku pulang dan mendirikan bengkel sendiri di desaku. Namun karena banyak masalah aku pun menerima tawaran temanku untuk kerjasama buka bengkel bareng,” ujarnya.

Pria lajang itu mengungkapkan, Bengkel Kubu Speed dikenal sebagai bengkel modif mesin. Menurutnya, para pelanggannya itu pingin modif mesin kendaraan mereka agar enak dikendarai, kencang larinya, dan awet. Ada juga yang minta dimodifkan agar motornya itu cocok buat touring dan trabas.

Sedangkan untuk biaya modif, kata dia mematok harga beragam. Misal modif mesin motor bebek dia tarif Rp 500 ribu. Sedangkan motor sport dibebankan biaya mulai Rp 1 juta melihat kondisi mesinnya. Meski sudah tidak membuat motor untuk balap liar, dia mengaku menerima order pengerjaan motor drag race resmi.

“Untuk pembuatan motor drag race kami mematok harga sekitar Rp 10 juta per unit. Karena harga tersebut untuk pembelian onderdil dan riset, agar mesin motor bisa mencapai kecepatan maksimal serta tetap nyaman dikendarai saat melaju kencang. Pokoknya pelanggan tinggal memberi speak dan terima bersih,” ujarnya.

Dia mengatakan, untuk modif mesin, Bengkel Kubu Speed sudah memiliki banyak pelanggan. Tidak hanya dari Kudus tapi juga ada yang dari Pati, Demak, Serta Jepara. “karena punya banyak pelanggan itulah Bengkel Kubu Speed mampu menerima order modifikasi mesin sekitar 20 unit motor sebulan,” ungkapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER