SEPUTARKUDUS.COM, DERSALAM – Di tepi jalan Desa Dersalam Gang 11 , Kecamatan Bae, Kudus, tampak bengkel sepeda motor. Di bengkel tersebut terlihat beberapa sepeda motor dalam perbaikan dan terlihat pula aneka spare part kendaraan roda dua. Di pelataran bengkel tampak dua orang pria sedang memperbaiki sepeda motor. Satu di antara pria tersebut bernama Zulmi Bahtiar (29), yang tak lain pemilik Bengkel Kubu Speed.

Di sela aktivitasnya memperbaiki motor, pria yang akrab disapa Zulmi itu sudi berbagi kisah kepada Seputarkudus.com tentang usaha bengkelnya. Dia mengungkapkan, membuka usaha bengkel motor sejak tahun 2010. Namun, sebelumnya dia memiliki usaha toko yang menjual aneka onderdil kendaraan roda dua.
“Setahun berjualan aneka spare part motor, tokoku agak sepi dan jarang pembeli. Oleh sebab itulah aku berinisiatif membuka bengkel, dengan harapan saat bengkel ramai pelanggan, otomatis spare part-ku pasti laku terjual,” ungkap pria berjenggot itu.
Pria yang bengkelnya terletak di depan rumahnya itu mengatakan, sebenarnya saat buka bengkel itu dirinya tidak tahu sama sekali tentang mesin sepeda motor. Karena menurut Zulmi, pendidikannya itu berbeda dengan usaha yang ditekuninya. Dia mengaku, mengenyam pendidikan di sekolah menengah atas, lalu melanjutkan ke Universitas Dinuswantoro Jurusan Teknik Informatika.
“Karena tidak punya basik pendidikan mesin itulah, aku mengajak temanku yang terlebih dulu punya bengkel dan banyak pelanggan untuk kerjasama dan buka bengkel bersama. Dan untungnya temanku itu setuju dan bersedia buka bengkel bersamaku,” ungkap pria yang tidak meluluskan kuliahnya tersebut.
Dia mengungkapkan, Bengkel Kubu Speed melayani berbagai macam perawatan dan perbaikan sepeda motor. Di antaranya servis umum yang ditarif Rp 20 ribu. Sedangkan servis sekaligus ganti oli dibebankan biaya sekitar Rp 50 ribu. Untuk servis berat atau turun mesin ditarif berbeda antara sepeda motor bebek dan motor sport.
“Untuk servis berat motor bebek aku tarif Rp 90 ribu. Perbaikan turun mesin motor sport aku meminta imbalan sekitar Rp 125 ribu per unit. Di Bengkel Kubu speed juga melayani perbaikan sepeda motor pabrikan eropa. Karena agak rumit serta onderdilnya import dan memakan waktu jadi aku tarif lebih mahal yakni Rp 500 ribu per unitnya,”jelasnya.
Dia mengatakan, bengkelnya tersebut sekarang sudah memiliki banyak pelanggan. Karena memang para pelanggan temannya otomatis sekarang jadi pelanggan di Bengkel Kubu Speed. Saat sepi saja, tuturnya, bengkelnya tersebut bisa menservis motor sekitar 150 unit sebulan.
“Total tersebut saat sepi, saat ramai kami bisa memperbaiki sekitar 20 unit motor sehari. jadi sebulan kami bisa menservis motor sekitar 600 unit kendaraan roda dua. Tapi itu servis ringan kalau servis berat paling kami mampu memperbaiki sekitar tiga unit sehari itu sudah bagus,” ungkapnya.
Dia mengungkapkan, sejak memiliki bengkel dan punya banyak pelanggan, penjualan aneka spare part sepeda motornya juga otomatis meningkat. “Aku bersukur sejak memiliki bengkel kini usaha penjualan spare part motorku makin meningkat, bengkel juga jalan dan punya banyak pelanggan. Semoga semuanya makin lancar dan bisa berkembang,” harapnya.

