Beranda blog Halaman 1894

Puput Rela Habiskan Libur Ujian dengan Bantu Neneknya Berjualan di Dandangan

0

SEPUTARKUDUS.COM, DEMAAN – Di antara ratusan gerabah yang berada di atas trotoar Jalan Pangeran Puger, Desa Demaa, Kecamatan Kota, Kudus, tampak seorang anak dengan cekatan melayani pembeli. Saat ada orang yang lewat depan lapaknya, dia selalu bersuara mengajak mereka agar membeli barang dagangannya. Anak tersebut bernama Anugrah Saputra (10), yang rela habiskan waktu libur sekolah bantu neneknya berjualan gerabah di Dandangan.

Puput menemani neneknya berjualan gerabah di Dandangan 2017_5
Puput menemani neneknya berjualan gerabah di Dandangan. Foto: Rabu Sipan

Seusai melayani pembeli, bocah yang akrab disapa Puput itu sudi berbagi cerita. Dia berjualan membantu neneknya, Yatin (55). Dia mengungkapkan, ikut berjualan gerabah neneknya di Dandangan sejak Senin (15/5/2007) saat pertama Dandangan dimulai. Kebetulan saat ada acara Dandangan tahun ini dirinya sedang sedang libur sekolah.

“Aku masih sekolah dan saat ini masih kelas tiga SD (Sekolah Dasar), dan saat ini sedang libur. Dari pada libur aku isi dengan hanya bermain mending aku bantu nenek berjualan. Dan setelah acara Dandangan usai, nenekku akan ngasih uang saku untuk beli handphone Android,” jelasnya.

Bocah asal Mayong, Jepara, itu mengatakan, ingin sekali punya handphone. Namun orang tuanya belum mau membelikan. Oleh karena itu, dia mengaku minta untuk dibelikan barang tersebut kepada neneknya. Tapi, kata dia, neneknya memberikan syarat kepadanya agar membantu berjualandi Dandangan selama libur sekolah.

“Aku ya oke saja, karena selain memang ingin punya handphone Android, berjualan itu kegiatan aku sukai. Sekaligus aku juga ingin tahu Dandangan itu bagaimana. Ternyata ramai, dan saat berjualan itu terasa sangat menyenangkan saat para pengunjung Dandangan beli gerabah yang aku tawarkan,” ujarnya.

Dia mengatakan, selama ikut berjualan dirinya diajari neneknya untuk menghafal semua harga gerabah yang dijual. Selain itu dia juga dikasih tahu harga yang bisa ditawar dan harga jadi gerabah tersebut. Dia mengaku diajari juga oleh neneknya cara menawarkan barang kepada para pengunjung Dandangan.

“Kata neneku, aku sudah bisa berdagang. Menawarkan barang juga lancar dan aku juga tidak malu lagi menawarkan aneka gerabah. Serta aku juga bisa merayu agar para calon calon pembeli jadi membeli. Soalnya kata neneku, kalau bisa para calon pembeli itu jadi beli dan tidak pindah ke pedagang lain,” ujarnya.

Menurut Yatin (55), nenek Puput, dirinya mengajak berdagang cucunya tersebut agar dia sadar, setiap ada keinginan harus kerja dulu. “Tadinya saat mengajak itu, saya kira tidak mau, tapi dia justru senang dan antusias ikut berdagang gerabah Dandangan Kudus,” tuturnya.

Dia mengatakan, sebenarnya tidak mengharuskan cucunya untuk melayani pembeli. Cukup di lapak menemaninya saja Yatin sudah senang. “Namun Puput cucuku itu orangnya aktif dan bertanya semua harga dan cara menawarkan barang. Aku dengan senang hati mengajari cucuku tersebut, siapa tahu dia itu bakat. Dan sepertinya memang cucuku itu punya bakat berdagang. Selama ikut berdagang, hampir semua pelanggan dia layani,” ujarnya.

- advertisement -

Kaligrafi Arab Ini Dijual Seharga Rp 100 Juta, Digores dengan Handam dan Pernah Juara di Iraq

0

SEPUTARKUDUS.COM, DEMAAN – Seorang pria berbaju putih lengan panjang terlihat mendatangi setiap pengunjung yang datang di acara Gelar Karya Dan Lomba Kaligrafi di halaman Masjid Agung Kudus. Dia juga menjelaskan kepada pengunjung tentang sejumlah kaligrafi yang dipamerkan. Dia adalah Mochammad Thiroz (36), Ketua Asosiasi Kaligrafi Arab (Akrab). Dari sekian kaligrafi yang dipamerkan, ada satu karya yang dijual seharga Rp 100 juta.

Kaligrafi Kudus seharga Rp 100 juta dipamerkan di Masjid Agung Kudus 2017_3
Kaligrafi Kudus seharga Rp 100 juta dipamerkan di Masjid Agung Kudus. Foto: Ahmad Rosyidi

Kepada Seputarkudus.com, Thiroz mengungkapkan, acara tersebut digelar Akrab untuk menyambut bulan Ramadan. Selain dipamerkan, sejumlah kaligrafi yang dipajang di sketsel tersebut juga dijual. Satu di antara karya yang dijual, yakni kaligrafi bergaya Tsulusi, yang dibanderol seharga Rp 100 juta.

Dia menjelaskan, tingkat kesulitan pembuatan kaligrafi seharga Rp 100 juta itu, berbeda dengan kaligrafi yang lain. Pembuatannya menggunakan Handam, kuas yang terbuat dari bambu. Selain itu, kaligrafi tersebut murni goresan tangan secara langsung. Karya kaligrafi tersebut pernah memenangkan kejuaraan kaligrafi tingkat internasional yang diselenggarakan di Iraq.

“Yang harga Rp 100 juta ini murni tulisan tangan. Hurufnya juga rapi dan seimbang, itu yang tidak mudah. Menurut Huda Purwadi, pembuatnya, untuk menyusun huruf saja butuh waktu tiga bulan. Dalam penulisan, jika salah sedikit ya perlu mengulang dari awal. Jadi memang ini paling sulit. Kaligrafi ini pernah mendapat juara di even internasional,” tambah anak kedua dari empat bersaudara itu.

Sementara itu, belasan orang keluar dari masjid dan kemudian mengunjungi tempat dipamerkannya sejumlah karya kaligrafi. Satu di antaranya yaitu Khoirun Niam (21), dia mengaku kagum dengan karya kaligrafi Ayat Kursi dengan media kayu jati, yang dibentuk sedemikian rupa menyerupai kapal.

Khoirun mengatakan, kaligrafi tersebut dinilai yang paling bagus. Karena permainan gradasi warnanya sangat elok, dan saat dilihat dari jarak tiga meter terlihat seperti gambar tiga dimensi.

“Yang paling bagus ya gambar kapal ini. Pewarnaanya bagus, ada gradasinya. Jadi saat saya lihat dari jarak tiga meter seperti gambar tiga dimensi. Pembuatannya juga rapi, dan rumit sepertinya,” ungkap pria dari Grobogan sambil menunjukan kaligrafi motif gambar kapal tersebut.

Pria yang saat ini belajar di Pondok Pesantren Miftahussa’adah, Desa Tambakselo, Kecamatan Wirosari, Grobogan, itu datang bersama pengasuh pondok dan dua orang temannya. Mereka ke Kudus untuk membeli kitab. “Ini tadi mampir salat, di halaman masjid ada pameran jadi kami lihat-lihat dulu,” terangnya.

- advertisement -

Store Manager Aston Printer Kudus: Printer Brother Lebih Awet dan Cocok untuk Perkantoran

0

SEPUTARKUDUS.COM, PURWOSARI – Sejumlah printer terlihat tertata rapi menghiasi ruangan toko Aston Printer, Jalan HM Subchan nomor 22, Kelurahan Purwosari, Kecamatan Kota, Kudus. Beberapa printer itu tampak berjajar sesuai merek di atas etalase kaca. Satu di antara printer tersebut yakni printer Brother, printer pabrikan asal Jepang yang diklaim awet serta tahan lama.

Layanan servis printer di Aston Kudus 2017_5
Layanan servis printer di Aston Kudus. Foto: Sutopo Ahmad

Seusai merapikan kertas yang berserakan di meja, Store Manager Aston Printer Kudus Ahmad Kharis (22), sudi berbagi penjelasan kepada Seputarkudus.com tentang keunggulan printer Brother. Kharis, begitu dirinya akrab disapa, menjelaskan, printer Brother dapat difungsikan untuk print kertas, scant maupun fotokopi. Menurutnya, printer itu sangat cocok bila digunakan untuk kegiatan perkantoran.

Baca juga: Aston Printer Kudus, Satu-Satunya Service Center yang Diklaim Resmi dan Berlisensi

“Kalau hanya dibuat mencetak kertas saja, printer Brother lebih bagus. Printer lebih awet dan tahan lama untuk dibuat ngeprint dengan sekala lebih banyak.  Printer Brother sangat cocok untuk aktivitas perkantoran yang biasanya sering mencetak berkas-berkas kantor setiap hari,” ungkap Kharis warga Desa Ngemplak Gang 8, Kecamatan Undaan, Kudus, saat ditemui beberapa waktu lalu.

Pria lulusan sarjana komputer di Universitas Muria Kudus (UMK), ini mengatakan, keunggulan yang ditawarkan Printer Brother sangat beragam. Di antaranya, berani memberikan garansi selama tiga tahun, dapat mencetak Kartu Tanda Penduduk (KTP) secara bolak-balik dan tempat penyimpanan kertas berada di bawah. Selain itu, katanya, printer Brother dapat digunakan untuk mencetak kertas melalui smartphone.

“Keistimewaan printer Brother dapat mencetak kertas melalui smartphone. Asalkan tersambung dengan jaringan WiFi, tanpa harus menancapkan kabel pada smartphone maupun komputer, file yang mau di print dapat dicetak secara langsung. Untuk mencetak, tinggal download aplikasi Brother melalui play store,” ujar Kharis yang mengenakan kemeja lengan pendek warna hitam.

Dia memberitahukan, harga yang ditawarkan bagi setiap pembeli yang hendak membawa pulang printer tersebut berbeda-beda, tergantung seri printer. Dia merinci, printer Brother DCP-T300 dijual seharga Rp 2,45 juta, DCP-T500W dijual seharga Rp 2,9 juta dan DCP-T700W dibanderol dengan harga sedikit lebih mahal yakni seharga Rp 3,25 juta. “Ada harga ada kualitas yang pasti,” ungkap Kharis.

Dia menambahkan, dalam memasarkan sejumlah printer yang dijual di toko, dia melakukan berbagai langkah pemasaran. Satu di antaranya, mendatangi secara langsung dan menawarkan printer ke instansi pemerintahan, perusahaan swasta maupun sekolah. Khusus penjualan printer Brother, dia mengaku setiap bulan mampu menjual kisaran dua hingga lima unit yang laku terjual.

“Paling laku di toko kami printer Brother, tapi ya tidak banyak yang bisa kami jual, kisaran dua hingga lima unit per bulan. Soalnya Aston Printer berdiri di Kudus juga masih baru, masih banyak yang belum tahu mungkin. Untuk pelanggan, kabanyakan dari instansi. Mulai dari Kudus, Pati, Purwodadi, Demak maupun Jepara juga ada,” tambah Kharis sambil mempersiapkan printer yang hendak diantar ke pelanggan.

- advertisement -

Menteri Perdagangan Tinjau Alat Penyimpan Sayuran Produk PT Pura Kudus

0

SEPUTARKUDUS.COM, TERBAN – Sejumlah 28 ruangan  terlihat berjejer di ruangan milik PT Pura Agro Mandiri (Pura Group) Jalan Kudus-Pati Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kudus. Ruangan boks tersebut yakni  teknologi Controlled Atmosphere Storage (CAS) yang berfungsi untuk mengawetkan komoditas sayuran terutama bawang merah.  Alat tersebut ditunjukkan manajemen PT Pura Agro Mandiri dan Gudang Sistem Resi Gudang (SRG), kepada Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita berkunjung ke PT Pura Kudus 2017_5
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita berkunjung ke PT Pura Kudus. Foto: Imam Arwindra

Sejumlah teknologi CAS berwarna putih pun juga terlihat di sisi utara ruangan CAS warna kuning. Tampak beberapa pegawai sedang menimbang bawang merah dan disusun di atas rak kayu. Selanjutnya, tumpukan bawang merah tersebut dibawa menggunakan Forklift menuju CAS.

Setelah mendapatkan penjelasan dari manajemen perusahaan mengenai teknologi CAS, Enggartiasto memberikan apresiasi karena perusahaan di Kudus itu telah membuat trobosan dalam meningkatkan efensiensi teknologi penyimpanan sayuran terutama bawang merah. Menurutnya, teknologi CAS sudah bisa diterapkan di Indonesia. “Teknologi ini bisa diterapkan. Tadi sudah dibuktikan,” ungkapnya usai meninjau teknologi CAS, Sabtu (20/5/2017).

Dia menjelaskan, teknologi CAS merupakan inovasi teknologi penyimpanan hortikultura terutama untuk menyimpan bawang dan cabai. Di Indonesia, menurut Enggartiasto, harga bawang dan cabai cenderung naik dan turun, sehingga petani dan konsumen selalu dirugikan.

Menurutnya, beberapa kali dirinya bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman ditegur serta diingatkan Presiden Joko Widodo untuk mencari solusi agar produksi bawang dan cabai stabil. Selain itu juga mencari solusi agar harga bawang dan cabai bisa dikendalikan. “Kalau pun ada kenaikan atau turun masih dalam range yang sudah diperhitungkan. Hal tersebut supaya petani tidak jatuh,” jelasnya.

Selama ini, lanjut Enggartiasto, saat panen tiba, stok panen bawang dan cabai berlebih hingga membuat harga jatuh. Namun jika ingin ekspor pun barangnya terbatas. Hal tersebut di antaranya juga dipengaruhi tidak adanya penyimpanan bawang dan cabai. Menurutnya, masyarakat masih menggunakan cara tradisional yang tidak mampu menyimpan bawang dan cabai dengan jangkan waktu lama.

“Teknologi CAR ini bisa menjadi pilot project dan hanya butuh akreditasi saja. Nanti saya coba lihat-lihat anggaran di Disperindag Jateng (Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah). Nanti Brebes ada satu,” tambahnya sambil tersenyum.

Sementara itu, Vice Plant Manager PT Pura Agro Mandiri, Agung Subani menuturkan, teknologi CAS yakni mesin pengawet komoditas sayuran terutama untuk cabai dan bawang merah. Alat tersebut menurutnya dapat mengontol kelembapan, RH, O2, CO2, N2 dan Ethylene (C2H4). “Teknologi CAS mampu menyimpan hingga jangka waktu antara tiga hingga enam bulan,” tuturnya.

Dia menjelaskan, alat tersebut memiliki dimensi 6,8 x 4,8 x 3,1 meter. Alat tersebut mampu menampung sayuran dan hasil bumi lainnya hingga 100 meter kubik. Untuk mengoperasikan alat tersebut dibutuhkan 15 KW 380 Volt 3 Phase.

Dia mengeklaim, meski bawang dan cabai sudah disimpan selama tiga hingga enam bulan, kualitas dan kesegaran akan tetap terjaga. Selain itu, harga jual komoditas pun dipastikan stabil. Agung Subani membandingkan, dengan model penyimpanan secara konvensional, susut komoditas mencapai 35 persen. Sedangkan menggunakan teknologi CAR hanya 10 persen.

“Untuk biaya penyimpanan pun juga terjangkau. Sehingga banyak kelompok petani bawang merah yang dipastikan tertarik,” tambahnya.

- advertisement -

Aston Printer Kudus, Satu-Satunya Service Center yang Diklaim Resmi dan Berlisensi

0

SEPUTARKUDUS.COM, PURWOSARI – Di tepi Jalan HM Subchan ZE nomor 22, Kelurahan Purwosari, Kecamatan Kota, Kudus, terlihat sebuah toko berdinding kaca. Di dalamnya, dua orang pria sedang duduk sambil melihat layar komputer. Salah satu pria tersebut yakni Ahmad Kharis (22), Store Manager Aston Printer Kudus. Menurutnya, Aston Printer adalah satu-satunya service center resmi printer di Kudus.

Aston Printer Kudus, Jalan Subchan ZE, Kudus 2017_5
Aston Printer Kudus, Jalan Subchan ZE, Kudus. Foto: Sutopo Ahmad

Sembari duduk santai sambil menunggu calon pembeli yang datang, Kharis begitu dirinya disapa, sudi berbagi penjelasan kepada Seputarkudus.com tentang toko tersebut. Dia menjelaskan, Aston Printer berdiri di Kudus sudah sekitar setengah tahun, tepatnya sejak awal November 2016. Selain menjual sejumlah printer dengan berbagi jenis, toko juga melayani penjualan asesoris dan perbaikan printer.

“Toko kami melayani semua varian penjualan merek printer dan beberapa aksesoris pendukung lainnya. Kami juga melayani jasa perbaikan printer semua merek, baik Epson, Canon, Fuji Xerox, HP maupun printer Brother. Toko kami juga merupakan satu-satunya service center resmi di wilayah Kudus,” ungkap Kharis saat ditemui beberapa waktu lalu.

Warga Desa Ngemplak Gang 8, Kecamatan Undaan, Kudus, ini melanjutkan, aksesoris pendukung printer yang antara lain infus, tinta maupun cartridge, dan semua produk yang dijual resmi dan berlisensi. Dia juga memberikan garansi kepada setiap pelanggan yang mempercayakan perbaikan printer di toko tempat dia bekerja. “Selagi masih ada garansi dari pabrik, kami tidak akan mematok biaya. Garansi di toko kami selama dua minggu,” ujarnya.

Dia mengatakan, kelebihan yang ditawarkan di Aston Printer dibanding dengan toko printer lainnya yakni memiliki teknisi yang handal. Selain itu, katanya, memiliki lebih dari 30 cabang di seluruh Indonesia, memberikan pelayanan yang terbaik, selalu ada promo menarik dan terdapat layanan antar jemput printer. Layanan yang diberikan juga gratis tanpa dipungut biaya sama sekali.

“Kalau masih berada di area Kudus, pembeli printer di toko kami tak perlu repot mengeluarkan biaya sewaktu printer kami antar. Tapi kalau sudah diluar wilayah Kudus, seperti Pati, Jepara, Demak maupun Purwodadi sudah beda lagi. Paling kami meminta uang bensin saja,” ungkap Kharis yang mengaku menamatkan pendidikan sarjana di Universitas Muria Kudus (UMK).

Dia menambahkan, harga printer yang ditawarkan bagi setiap pelanggan berbeda-beda, tergantung merek maupun seri printer yang dibeli. Mulai dari harga terendah, dia merinci, printer Canon IP2770 dijual seharga Rp 700 ribu dan Canon MF215 dibanderol dengan harga Rp 4 juta. Sedangkan printer HP 1115 dijual seharga Rp 600 ribu dan untuk Epson L310 dijual seharga Rp 2,2 juta.

“Kalau paling mahal Epson LQ-2910, berkisar harga Rp 8 juta. Untuk tinta, kami menjual dengan Rp 35 ribu per botol. Semua tinta yang kami jual bermerek Amazink, soalnya awet dan tidak merusak cartridge,” tambah Kharis yang mengaku baru empat bulan menjadi Store Manager Aston Printer Kudus.

- advertisement -

Meski Usaha Servis Jok di Jepara Ramai Pelanggan, Karno Pindah ke Kudus agar Dekat Keluarga

0

SEPUTARKUDUS.COM, MLATI KIDUL – Di tepi Jalan Patimura Kelurahan Mlati Kidul, Kecamatan Kota, Kudus tampak sebuah bangunan dengan sarung jok bergantungan pada seutas tali. Di bawah sarung jok tersebut terlihat seorang pria mengenakan ikat kepala sedang memperbaiki jok sepeda motor. Pria tersebut bernama Sukarno (40)  yang sebelum buka usaha servis jok motor, kursi dan sofa.

Tempat servis jok kursi dan sofa di Mlati Kidul, Kota, Kudus 2017_5_24
Tempat servis jok kursi dan sofa di Mlati Kidul, Kota, Kudus. Foto: Rabu Sipan

Sambil memperbaiki jok sepeda motor, pria yang akrab disapa Karno itu sudi berbagi kisah kepada Seputarkudus.com tentang usahanya. Dia mengungkapkan, mulai usaha servis jok sepeda motor dan mobil pada tahun 1997. Menurutnya, seusai Sekolah Teknik Menengah (STM) dirinya ikut bantu ayahnya mengerjakan usaha serupa di Jepara.

Baca juga: Pemilik Usaha Servis Sofa dan Kursi Ini Berharap Ordernya Meningkat Saat Ramadan Tiba

“Aku bantu ayahku selama setahun dan setelah itu aku memutuskan mendirikan usaha servis jok sendiri. Karena saat itu aku sudah punya banyak kenalan di Jepara, aku pun memutuskan untuk membuka usaha di Jepara,” ujarnya saat ditemui beberapa waktu lalu.

Pria warga Desa Loram Wetan, Jati, Kudus itu mengungkapkan, usaha servis jok miliknya di Jepara bertahan hingga delapan tahun. Menurutnya, dalam kurun waktu tersebut dirinya sebenarnya sudah memiliki banyak pelanggan. Saat itu, dia mengaku mampu mendapatkan order hingga 25 jok sepeda motor sehari. Tak jarang pula dia mendapatkan order memperbaiki jok mobil dari perusahaan otobus di Jepara.

Meski sudah memiliki banyak pelanggan, dia memutuskan pindah ke Kudus karena ingin pulang ke tanah kelahiran, serta dekat dengan keluarga. Dan dipilihlah di daerah Kecamatan Dawe, Kudus untuk memulai usaha servis jok motor dan mobil. Di daerah Kecamatan Dawe tersebut, tuturnya, usahanya lumayan bertahan lama yakni hingga 10 tahun. Hingga pada awal tahun 2017, kontrak tempat usahanya tidak diperpanjang dan pindah di tempat sekarang.

“Sejak pindah di tempat sekarang memang aku akui pelanggan belum seramai di tempat lama. Tapi itu merupakan hal wajar dan proses adaptasi cari pelanggan baru. Nanti saat sudah banyak yang kenal dan tahu kualitas servisku, aku yakin nanti pelanggan pasti pada datang,” ujarnya mantab.

Pria yang sudah dikaruniai tiga anak itu mengatakan, melayani berbagai macam perbaikan jok sepeda motor dari ganti komplit yakni, ganti atom, busa, dan kulit jok ditarif Rp 150 ribu. Untuk ganti busa dan kulitnya saja dibebankan biaya Rp 100 ribu. Sedangkan ganti atomnya saja dihargai Rp 70 ribu, ganti kulitnya ditarif mulai Rp 35 ribu, serta seset jok diminta imbalan Rp 15 ribu.

“Aku berharap usaha servis joku makin dikenal dan punya banyak pelanggan. Setidaknya sebanyak yang di Kota sebelumnya, atau bahkan bisa lebih banyak. Dan beberapa tahun terakhir ini selain menerima servis jok aku juga menerima order perbaikan kursi busa dan sofa,” harapnya.

- advertisement -

Pemilik Usaha Servis Sofa dan Kursi Ini Berharap Ordernya Meningkat Saat Ramadan Tiba

0

SEPUTARKUDUS.COM, MLATI KIDUL – Seorang pria mengenakan kaus singlet warna hitam dan memakai ikat kepala sedang sibuk memperbaiki kursi busa di tepi Jalan Patimura Kelurahan Mlati Kidul, Kecamatan Kota, Kudus. Dengan menggunakan alat staples khusus dia tampak menjahit kain penutup busa ke kayu. Pria tersebut bernama Sukarno (40) pemilik usaha servis kursi busa dan sofa yang berharap order pada Ramadan nanti bisa meningkat.

Servis jok kursi dan sofa di Kudus 2017_5
Servis jok kursi dan sofa di Kudus. Foto: Rabu Sipan

Kepada Seputarkudus.com, Karno begitu dia akrab disapa sudi berbagi kisah tentang usaahanya. Dia mengungkapkan, pada tahun 1997 sebenarnya usaha yang dirintis itu awalnya hanya jasa servis jok sepeda motor dan mobil. Karena order itu datangnya tidak menentu, pada tahun 2000 Karno memutuskan menerima order servis sofa dan kursi busa. Menurutnya, tidak sama dengan bulan lainnya, saat Ramadan biasanya ordernya servis kursi busa dan sofa bisa meningkat.

“Masalahnya awal tahun 2017 ini tempat usahaku pindah dan lumayan jauh dari tempat sebelumnya. Oleh karena itu pada Ramadan nanti aku berharap order perbaikan kursi busa dan sofa bisa meningkat dari bulan biasa. Saat ini aku memang belum dapat pesanan untuk perbaikan dua perabot rumah tangga tersebut di bulan puasa. Tapi bulan sebelumnya aku sudah mendapatkan order perbaikan tiga set kursi busa dan sofa,”ujarnya.

Pria warga Desa Loram Wetan, Jati, Kudus itu mengatakan, saat bulan menjelang Lebaran dirinya barharap mampu mendapatkan order 10 set kursi busa dan sofa. Sebelum tempat usahanya pindah, dia mengaku, pada bulan puasa sebelumnya kerap mendapatkan order perbaikan kursi busa dan sofa sesuai jumlah yang diucapkannya tersebut. Untuk tarif perbaikan kursi busa dan sofa ditetapkan berbeda, tergantung bahan yang digunakan. Menurutnya, untuk ganti ulang busa pada kursi ditarif Rp 2 juta hingga Rp 3 juta per set.

Sedangkan perbaikan sofa, katanya, ditarif Rp 2 juta sampai Rp 3,5 juta dengan penutup busa menggunakan kulit biasa dan Oscar. Dan servis sofa menggunakan penutup busa bludru di bebankan biaya Rp 3,5 juta. “Selain menerima servis kursi busa dan sofa, aku juga menjual kain dan kulit penutupnya. Untuk kain biasa aku jual Rp 35  ribu per meter, oscar aku banderol mulai Rp 35 ribu hingga Rp 65 ribu per meter dan bludru aku jual dengan harga lebih mahal yakni Rp 125 ribu per meter,” jelasnya.

Sedangkan untuk lama pengerjaan, dia mengaku memerlukan waktu selama tiga hari. Menurutnya selama ini waktu pengerjaan sangat diutamakan agar para pelanggan tidak menunggu terlalu lama. Selain waktu pengerjaan yang lumayan singkat tersebut, kualitas hasil pengerjaan juga sangat diutamakannya. Karena, diakuinya, hal tersebut merupakan menyangkut kepuasaan pelanggan.

“Aku berharap dengan selalu menjaga kualitas dan pengerjaan yang tepat waktu, pada bulan Ramadan tahun ini aku bisa kebanjiran order perbaikan sofa dan kursi busa. Karena biasanya mayarakat itu pada lebaran nanti ingin semuanya terlihat baru satu di antaranya ya sofa dan kursi busa. Semoga dengan pola pikir  tersebut, aku bisa ketiban berkah dengan mendapatkan banyak order,” harap Karno.

- advertisement -

Aji: Kerapian Manajemen Perusahaan dan Kepribadian Seseorang Bisa Dilihat dari Kamar Mandinya

0

SEPUTARKUDUS.COM, JATI KULON – Seorang pria mengenakan kaus lengan pendek tampak mengamati seorang pekerja yang sedang memoles keramik kamar madi di sebuah rumah di Desa jati Kulon, Kecamatan jati, Kudus. Sesekali dirinya mengarahkan pekerja tersebut. Aji Setiadi, nama pria itu (39), pemikik penyedia jasa salon kamar mandi Delmitha.

Delmitha Salon Kamar Mandi Kudus 2017_5_23
Delmitha Salon Kamar Mandi Kudus. Foto: Rabu Sipan

Kepada seputarkudus.com, Aji, begitu dia akrab disapa, mengatakan, kebersihan kamar mandi bisa menjadi tolak ukur kerapian manajemen sebuah perusahaan. Oleh karena itu, pemilik perusahaan hendaknya memperhatikan kebersihan kamar mandi. Karena sebenarnya kebersihan kamar mandi itu bisa menjadi tolak ukur rapi atau tidaknya manajemen sebuah perusahaan.

Baca juga: Delmitha Salon Kamar Mandi, ‘Sulap’ Porselen Usang dan Berkerak Menjadi Baru Lagi

“Pemimpin sebuah perusahaan yang memperhatikan kebersihan kamar mandinya pasti dia juga sangat memperhatikan hal yang lebih besar. Kamar mandi yang hanya tempat buang hajat saja minta dirapikan kok, apalagi manajemen perusahaannya pasti dia minta serapi mungkin,” ujarnya saat ditemui beberapa weaktu lalu.

Pria kelahiran Kudus itu mengungkapkan, karena alasan itu pula dirinya mendirikan usaha salon kamar mandi. Menurutnya, setiap perusahaan dan rumah pasti memiliki kamar mandi. Dan bagi mereka yang tahu tentang filosofi pentingnya kebersihan kamar mandi, pasti akan menggunakan jasa salon kamar mandi.

“Sebenarnya tidak hanya untuk tolak ukur manajemen perusahaan saja, tapi juga bisa menjadi tolak ukur kepribadian pemilik rumah. Karena kamar mandi rumah yang bersih dan rapi itu mencerminkan pemiliknya hidupnya teratur dan yang pasti suka akan kebersihan. Berbeda dengan rumah yang kamar mandinya kotor, mungkin pemilik rumah tersebut orangnya hidup tak teratur dan amburadul,” jelasnya.

Dia mengatakan, merintis usaha Delmitha Salon Kamar Mandi sejak Juli 2016. Sejak saat itu dirinya sudah memiliki banyak pelanggan dari beberapa perusahaan serta rumah tinggal di Semarang, Kudus, Solo, Jogjakarta dan sekitarnya. Karena menurutnya, usahanya tersebut memang melayani pembersihan kamar mandi untuk wilayah Jawa Tengah Dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Sejak mulai usaha aku sudah sering mendapatkan order dari perusahaan besar di Semarang dan Kudus di antaranya, Samator Gas Semarang, Pura Barutama, Hartono Istana Teknologi Polytron, Perusahaan Rokok Sukun, United Futsal Kudus, KPP Pratama Kudus dan lainnya,” ungkap Aji.

Selain perusahaan, dia mengaku juga sudah sering mendapatkan order membersihkan kamar mandi rumah tinggal. Khusus untuk wilayah Kudus dan Kota Semarang berapapun order unit kamar mandi tersebut dia pasti layani. Namun selain kedua daerah itu, tuturnya, order pembersihan minimal harus lima unit kamar mandi.

“Aku berharap usahaku yang bernama Dermitha Salon Kamar Mandi bisa makin dikenal dan jasanya digunakan banyak orang. Bagi siapa saja yang ingin menggunakan jasa kami bisa menghubungi ke nomor 0813 9000 6869. Harga sangat terjangkau dan bergaransi hingga enam bulan,” ujarnya.

- advertisement -

Ribuan Warga Undaan Lor Berebut Gunungan Apem di Makam Mbah Gareng

0

SEPUTARKUDUS.COM, UNDAAN LOR – Beberapa gunungan yang di antaranya berisi apem, terlihat dipikul beberapa orang untuk diarak menuju makam Syeh Abdullah Gareng. Tampak juga gunungan lain berisi buah-buahan, sayuran dan hasil pertanian juga dibawa dalam kegiatan Grebek Apeman Desa Undaan Lor, Kecamatan Undaan, Kudus.

Grebek Apeman Desa Undaan Lor, Kecamatan Undaan, Kudus 2017_5_23
Grebek Apeman Desa Undaan Lor, Kecamatan Undaan, Kudus

Setelah berada di depan makam Syeh Abdullah Gareng, kesembilan gunungan tersebut ditempatkan di halaman makam untuk didoakan. Terlihat ratusan warga sudah berkumpul di area setempat. Saat doa yang dipimpin Datuk KH Moch Sokram belum usai, masyarakat yang berada di lokasi segera berebut isi gunungan. Tidak hanya masyarakat dewasa, puluhan anak-anak pun telihat ikut berjibaku mendapatkan apem dan isi gunungan lainnya.

Satu di antara masyarakat yang ikut berebut gunungan, yakni Nafisah (25). Dia tampak semringah setelah mendapatkan 12 apem dan beberapa ikat padi. Dengan menggendong anak laki-lakinya, kepada Seputarkudus.com dia mengaku ikut berebut apem karena anaknya yang meminta. Menurutnya, beberapa hari sebelum pelaksanaan Grebek Apeman, Fadil Murtadho (5), anak Nafisah, rewel ingin ikut kegiatan.

“Fadil yang ingin ngajak terus. Dia ingin cari jajan,” tuturnya sambil membawa ikat padi dan apem yang masih terbungkus plastik, Minggu (21/5/2017).

Menurutnya, empat kali pelaksanaan kegiatan Gerebek Apeman, dirinya selalu tidak ketinggalan. Apem yang didapatnya, akan dikonsumsi. Sedangkan beberapa ikat padi akan ditanamnya di lahan sawah miliknya. “Semoga mendapatkan berkah,” tambahnya.

Panitia Grebek Apeman Muhammad Rois (35) mengungkapkan, kegiatan tahunan Grebek Apeman dilaksanakan sejak tahun 2014. Menurutnya, sebelum bernama Grebek Apeman dulunya bernama Kirab Apeman. “Kegiatan ini sudah dilakukan empat kali. Dan hari ini namanya dirubah menjadi Grebek Apeman,” ungkapnya.

Kegiatan tahunan yang dilaksanakan di setiap bulan Ruwah menurutnya diikuti masyarakat Desa Undaan Lor, Kecamatan Undaan dan masyarakat sekitar. Terdapat sembilan gunungan di mana tiga di antaranya berisi apem yang dihias. Selebihnya berisi buah-buahan, sayur dan hasil pertanian yang ada di Undaan Lor. “Gunungannya juga ada yang berisi jajanan pasar dan ingkung (ayam),” jelasnya.

Menurutnya, apem yang disusun menjadi tiga gunungan yakni sejumlah 3.000 lebih. Dia menjelaskan, setiap gang di Desa Undaan Lor diberi tanggung jawab untuk membuat apem 100 buah. “Jumlah gang ada 32, setiap kampungnya (gang) diberi jatah membuat 100 buah apem,” tambahnya.

Menurutnya, gunungan berisi apem diarak dari Gang 3 Masjid Baitussalam melewati Balai Desa Undaan Lor. Setelah itu menuju Masjid Jami’ Baitul Mu’minin di Gang 24. Rois mengungkapkan, para peserta kirab juga mengunjungi makam Kiai Idris dan Kiai Zuhri Ma’no yang makamnya satu lokasi dengan Masjid Jami’ Baitul Mu’minin. “Setelah itu kirab berakhir di makam Syeh Abdullah atau Mbah Gareng,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Undaan Lor Edy Pranoto menuturkan, tradisi apeman sudah ada sejak zaman dulu yang dilakukan umat Islam. Menurutnya kegiatan tersebut dilakukan di bulan Ruwah menjelang bulan Ramadan. “Selain untuk melestarikan budaya, juga untuk mempersatukan seluruh masyarakat di Desa Undaan Lor,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, menjelang bulan Ramadan, tradisi masyarakat Desa Undaan Lor dari zaman dahulu memang sudah membuat apem. Namun adanya apem tersebut tidak dibuat kirab melainkan hanya acara doa biasa. Saat menjabat sebagai kepala desa, dirinya inisiatif membuat sebuah kegiatan kirab.
“Kata Apem berasal dari kata afuan atau afuwwu yang berarti ampunan. Oleh lidah orang Jawa menjadi Apem, ” jelasnya.

- advertisement -

Delmitha Salon Kamar Mandi, ‘Sulap’ Porselen Usang dan Berkerak Menjadi Baru Lagi

0

SEPUTARKUDUS.COM, JATI KULON – Di dalam kamar mandi sebuah rumah di Desa Jati Kulon, Kecamatan Jati, Kudus tampak seorang pria memakai masker sedang memoles keramik yang sudah terlihat usang. Sedangkan di pintu kamar mandi tampak seorang pria mengenakan kaus berwarna merah sedang mengawasi. Sesekali dia menunjuk ke keramik berkerak dan perlu dipoles. Pria tersebut bernama Aji Setiadi (39), pemilik usaha jasa salon kamar mandi.

Jasa salon kamar mandi di Kudus 2017_5_23
Jasa salon kamar mandi di Kudus. Foto: Rabu Sipan

Sambil mengawasi pekerjanya, pria yang akrab disapa Aji itu sudi berbagi penjelasan kepada Seputarkudus.com tentang usahanya tersebut. Dia mengungkapkan, merintis usaha salon kamar mandi yang diberi nama Delmitha pada Juli 2016.

Dia mengatakan, meski belum genap setahun, dia sudah punya pelanggan lumayan banyak. Menurutnya, selama ini memasarkan jasanya melalui media daring dan beberapa kali melakukan demo pembersihan kamar mandi usang. Melalui demo tersebut dia memberitahukan banyak orang, bahwa keramik dan porselen yang sudah berkerak dan susah dibersihkan ternyata masih bisa diperindah agar seperti baru lagi.

“Selama ini respon masyarakat sangat positif. Dalam waktu sebulan, aku bisa mendapatkan order membersihkan 33 kamar mandi. Jumlah tersebut saat ramai order, saat sepi aku masih bisa mendapatkan belasan order sebulan,” ujar Aji saat ditemui beberapa waktu lalu.

Dia mengatakan, tarif yang dibanderol bervariasi, sesuai ukuran serta tingkat kekotoran kamar mandi. Untuk kamar mandi ukuran 2x2x2 meter ditarif Rp 550 ribu, ukuran 2x3x2 meter dibebankan biaya Rp 650 ribu dan ukuran 2x4x2 meter biayanya Rp 750 ribu. Menurutnya, harga tersebut sudah all in, yakni termasuk lantai, dinding dan kloset.

“Tapi harga tersebut belum termasuk bathub dan kaca shower. Untuk pembersihan bathub kami tarif Rp 100 ribu. Dan kaca shower kami bebankan biaya Rp 150 ribu. Para pelanggan tidak perlu khawatir, karena kami memberikan garansi pekerjaan selama enam bulan. Jika ada yang ingin menggunakan jasa kami bisa hubungi nomor 0813 9000 6869,” jelasnya.

Aji menceritakan, sebelum membuka usaha salon kamar mandi dirinya kerja menjadi tenaga marketing sekitar 13 tahun lamanya. “Belasan tahun menjalani rutinitas menjadi tenaga marketing ternyata mampu membuatku berada di titik kebosanan. Selain itu aku juga selalu dikejar-kejar target penjualan. Karena alasan tersebut aku keluar kerja dan berinisiatif membuka usaha sendiri. Dan aku pilih usaha jasa cleaning khusus kamar mandi,” ujarnya.

Alumni SMA 1 Kudus itu mengatakan, memilih jasa salon kamar mandi karena usaha tersebut tak lekang dimakan waktu. Karena menurutnya, setiap rumah, perkantoran, pabrik dan lainnya pasti ada kamar mandinya. Dan saat kamar mandi mereka berkerak, sudah pasti akan membutuhkan tenaga spesialis pembersih kamar mandi agar keramik dan porselennya terlihat baru lagi.

“Selain itu, usaha jasa salon kamar mandi juga minim persaingan. Karena memang selama ini yang bermain di usaha pembersih kamar mandi itu perusahaan yang hanya menawarkan produk. Berbeda dengan diriku, yang menawarkan jasa pembersihannya, yang punya kamar mandi pokoknya tinggal terima beres. Dijamin keramik dan porselen kamar mandi usang akan terlihat baru lagi,” katanya.

- advertisement -

Bank Jateng Berikan Sediakan Pinjaman Usaha dengan Suku Bunga Rendah

0

SEPUTARKUDUS.COM, RENDENG – Beberapa orang terlihat sedang duduk sambil menunggu antrean teller di Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jateng Cabang Kudus. Tepat di lantai dua bank tersebut, tampak seorang pria mengenakan kemeja lengan panjang warna putih  sedang duduk sambil berbincang dengan calon nasabah. Pria itu tak lain Dhany Adi Wicaksono (33), Kepala Seksi (Kasi) Analis Kredit Bank Jateng Kudus.

Bank Jateng KC Kudus, Jalan Jendral Sudirman Kudus 2017_5_22
Bank Jateng KC Kudus, Jalan Jendral Sudirman Kudus. Foto: Sutopo Ahmad

Di sela-sela aktivitas melayani masyarakat yang hendak melakukan pinjaman, Dhany, begitu akrab disapa, sudi berbagi penjelasan tentang layanan pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) di tempat tersebut. Dia menjelaskan, layanan itu dipriotaskan bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah. Menurutnya, suku bunga yang diberikan bagi masyarakat yang hendak melakukan pinjaman sangat terjangkau, yakni 9 persen per tahun.

“KUR di Bank Jateng suku bunganya sangat rendah, sebesar 9 persen per tahun. Masyarakat yang ingin mengajukan pinjaman juga cukup mudah. Asalkan belum pernah mengajukan KUR di bank lain, dua sampai tiga hari pengajuan sudah dapat terealisasi,” ungkap Dhany waktu ditemui di kantor, Jalan Jendral Sudirman nomor 158, Desa Rendeng, Kecamatan Kota, Kudus.

Warga Demak yang mengaku belum lama bekerja di Bank Jateng Kudus, ini mengatakan, metode angsuran yang diterapkan pada Bank Jateng, katanya, setiap bulan suku bunga semakin menurun. Menurutnya, pengajuan kredit yang dapat diperoleh terbagi menjadi dua plafon. Di antara dua plafon itu, diperuntukkan untuk modal kerja maksimal Rp 25 juta per debitur dan investasi maksimal pengajuan sebesar Rp 500 juta per debitur.

“Penggunaan modal kerja masa angsuran selama empat tahun dan investasi maksimal lima tahun. Khusus modal kerja, kredit tanpa anggunan dan biaya administrasi ketika masyarakat mengajukan pinjaman. Sektor usaha produktif yang kami prioritaskan meliputi sektor pertanian, perikanan, industri pengolahan, perdagangan serta usaha jasa lain yang kami anggap layak,” ujar Dhany sambil sesekali melanjutkan pekerjaanya.

Dia menambahkan, dalam mengajukan pinjaman berupa KUR di Bank Jateng, masyarakat harus melengkapi beberapa syarat yang sudah ditetapkan. Di antaranya, foto copy Kartu Tanda Penduduk (KTP), surat nikah, ijin usaha minimal sudah berjalan selama dua tahun, Kartu Keluarga (KK) serta surat keterangan dari Desa. Bagi masyarakat yang hendak mengajukan kredit di atas Rp 100 juta, syarat pengajuan disertakan fotokopi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

“Biasanya yang sering melakukan pengajuan di tempat kami dari sektor pertanian, perdagangan dan peternakan. Hampir menyeluruh semua area Kudus, ada yang dari Kecamatan Dawe, Bae dan ada pula yang dari area Gebog. Kebanyakan usaha seperti lontong serta pedagang pasar kliwon yang sering mengajukan pinjaman KUR,” tambah Dhany.

- advertisement -

Suzuki New SX4 S-Cross, Mobil Tangguh Layaknya Berpacu Dengan Sedan

0

SEPUTARKUDUS.COM, DERSALAM – Sejumlah kendaraan terlihat terpakir rapi menghiasi halaman diler resmi penjualan mobil Suzuki Remaja Motor, Jalan Raya Kudus-Pati kilometer 3, Desa Dersalam, Kecamatan Bae, Kudus. Tepat di depan pintu masuk diler, terpakir satu unit mobil berwarna putih tanpa plat nomor kendaraan. Mobil tersebut tak lain Suzuki New SX4 S-Cross.

Suzuki New SX4 S-Cross di Diler Suzuki Remaja Motor Kudus 2017_5
Suzuki New SX4 S-Cross di Diler Suzuki Remaja Motor Kudus. Foto: Sutopo Ahmad

Kepada Seputarkudus.com, seusai dari kegiatan meating, Sales Head PT Remaja Adidaya Motor, Agung Hidayat (35), sudi berbagi penjelasan kepada Seputarkudus.com tentang produk mobil pabrikan asal Jepang tersebut. Dia menjelaskan, mobil itu memiliki ukuran kabin yang cukup luas dengan kapasitas penumpang sebanyak lima orang. Terkait keunggulan, lanjutnya, mobil bergaya crossover itu dibekali performa yang tangguh layaknya mengendarai sedan.

Baca juga:

“Suzuki New SX4 S-Cross merupakan mobil tangguh yang siap melewati segala medan. Baik melewati jalan terjal, pasir, lumpur maupun aspal, pengemudi akan merasakan kenyamanan layaknya berpacu dengan sedan. Pada sektor keamanan dan keselamatan, mobil sudah dilengkapi beberapa fitur canggih,” ungkap Agung, saat ditemui beberapa waktu lalu.

Warga Asal Jakarta yang kini berdomisili di Jepara, melanjutkan, fitur keselamatan yang disematkan pada mobil berupa fitur anti-lock backing sistem (ABS) dan electronic brake distribution (EBD). Menurut dia, adanya fitur tersebut berfungsi memaksimalkan sistem pengereman sewaktu berhenti secara mendadak. Selain itu, katanya, mobil sudah dibekali fitur side impact beam yang berguna untuk mengoptimalkan keselamatan berkendara.

“Keunggulan sangat banyak. Terdapat fitur canggih sekelas engine star stop push button, sensor parkir kendaraan, performa mesin 1,500cc, lampu Light-Emitting Diode (LED) lengkap dengan fog lamp sebagai tambahan penerangan. Sisi depan, terdapat front grill berlapis crome. Lalu ada pula front skid plate pada belakang mobil dengan nuansa silver yang membuat semakin sporty dan mewah,” ujar Agung yang mengenakan kemeja warna krem.

Dia menambahkan, terkait dengan harga yang ditawarkan bagi setiap pembelian mobil berukuran panjang sekitar empat meter serta lebar dan tinggi satu setengah meter itu terbagi menjadi dua varian. Menurutnya, varian harga itu disesuaikan dengan cara pengoperasian pada mobil. Dia merinci, Suzuki New SX4 S-Cross Manual Transmission (M/T) dijual seharga Rp 257,5 juta.

“Untuk Automatic Transmission (A/T), kami jual jauh lebih mahal dengan harga Rp 270,5 juta per unit. Kalau warna, ada empat pilihan warna bagi setiap pelanggan yang hendak membeli. Ada warna biru, silver, abu-abu dan ada pula warna putih yang sekarang banyak di minati pelanggan kami,” tambah Agung yang mengaku sudah lebih dari sembilan tahun bekerja di diler Remaja Motor.

- advertisement -

Lazizaa Chicken and Pizza Kudus Adakan Promo Makan Gratis Bayar Pakai Doa

0

SEPUTARKUDUS.COM, MLATI LOR – Beberapa orang mengantre untuk memesan hidangan di Lazizza Chicken and Pizza di tepi Jalan Pramuka, Kelurahan Mlati Lor, Kecamatan Kota, Kudus. Di dalam rumah makan itu, banyaknya pengunjung terlihat hampir memenuhi bangku yang tersedia sambil menyantap hidangan. Maklum saja, saat itu tempat makan yang baru saja dibuka di Kudus itu mengadakan promo makan gratis bayar pakai doa.

Ahmad Fais, Supervisor Lazizza Kudus 2017_5
Ahmad Fais, Supervisor Lazizza Kudus. Foto: Rabu Sipan

Kepada Seputarkudus.com, Supervisor Lazizaa Chicken And Pizza Moh Fais (23) mengatakan, sejak pertama dibuka pada Jumat (5/5/2017), tempat makan yang dia kelola memang sedang mengadakan beberapa promo, satu di antaranya makan gratis dan bayar pakai doa. Namun, promo tersebut hanya diperuntukan bagi mereka yang puasa Senin dan Kamis.

Baca juga: Pertama Kali Dibuka di Jawa Tengah, Lazizaa Chicken And Pizza Kudus Pecahkan Rekor

“Untuk yang puasa Senin dan Kamis agar mendapatkan paket Lazizaa Minibox, caranya dengan mengirim pesan doa kepada Lazizaa Chicken And Pizza melalui SMS atau WA kepada cutomer service (CS) kami. Jangan lupa cantumkan nama, nomer handphone dan alamat. Dan saat buka puasa tunjukan pesan tersebut pada kami, dia berhak Paket Lazizaa Minibox yang berisi BBQ dan blackpaper,” jelas pria yang akrab disapa Mas Va tersebut.

Pria asal Sumenep, Jawa Timur itu mengatakan, sebenarnya promo tersebut sudah ada sejak awal Lazizaa Chicken And Pizza mulai buka pada tahun 2015. Bahkan promo tersebut sudah berjalan di cabang lain. Namun, diakuinya, di Kudus belum ada orang yang puasa datang dan menikmati promo makan gratis bayar doa.

“Kami berharap dalam waktu dekat ini ada yang puasa Senin dan Kamis yang datang menunjukan pesan doa kepada kami yang mereka kirim ke CS kami. Agar niat baik kami bisa terlaksana,” harap pria lajang tersebut.

Pria yang sudah bekerja di Lazizaa Chicken And Pizza selama satu setengah tahun itu menuturkan, tempat kerjanya tersebut memang sering melaksanakn kegiatan amal. Dia juga mengajak masyarakat Kudus dan sekitarnya agar tak segan datang menikmati lezatnya aneka menu yang disajikan Lazizaa Chicken And Pizza.

Karena selain aneka menu yang disajikan sudah terverifikasi halal, tuturnya, para pembeli juga berkontribusi terhadap kegiatan amal yang dilaksankan oleh Lazizaa Chicken And Pizza. Bahkan sebagian keuntungan yang didapatkan Lazizaa Chicken And Pizza Kudus akan dihibahkan kepada pondok pesantren di Kudus.

“Aku berharap aneka menu yang disajikan di Lazizaa Chicken And Pizza Kudus makin diminati banyak orang dan penjualannya bisa tetap stabil atau bahkan meningkat. Agar Lazizaa Chicken And Pizza bisa tetap amanah dengan selalu menyisihkan sebagian keuntungan untuk beramal kepada sesama yang membutuhkan,” harapnya.

Dia menambahkan, pihaknya juga menyajikan aneka menu dengan cita rasa yang khas dengan kadar kolesterol rendah. Cara memasak yang khas di Lazizaa Chicken And Pizza, aneka menu ayam dan lainnya tanpa kandungan kolesterol. “Dan itu hanya bisa didapatkan di Lazizaa Chicken Pizza,” ujarnya.

- advertisement -

Junaidi Datang Keacara Fasbuk Karena Penasaran Dengan Nama Kegiatannya

0

SEPUTARKUDUS.COM, UMK – Sejumlah orang terlihat duduk atas panggung Forum Apresiasi Seni Dan Budaya (Fasbuk), di Lapangan Basket Universitas Muria Kudus, Sabtu (20/5/2017) malam. Mereka sedang mendiskusikan tentang maraknya berita bohong, atau hoax yang saat ini marak beredar di media daring. Saat sesi tanya jawab dibuka, seorang pria berkaus merah mengagkat tangan untuk bertanya. Dia yakni Junaidi Salat (22).

Fasbuk Mei 2017, Hoax, Hoex, Hoam
Fasbuk Mei 2017, Hoax, Hoex, Hoam. Foto: Ahmad Rosyidi

Junaidi begitu dia akrab disapa, sudi berbagi cerita kepada Seputarkudus.com. Dia mengaku menghadiri acara tersebut karena mendapat informasi dari temannya yang ikut tampil dalam acara bertajuk “Hoax Hoex Hoam” itu. Dia juga merasa tertarik dengan tema yang diangkat.

Baca juga: Elly Persembahkan Puisi untuk Para Politikus yang Suka Umbar Janji Tapi Banyak Menipu

“Saya datang bersama teman saya dari Demak. Karena mendapat informasi dari teman yang kuliah di STAIN Kudus, jadi saya ke sini. Tetapi yang membuat saya tertarik datang itu nama kegiatannya, Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (Fasbuk). Ini pertama kali saya menghadiri kegiatan ini,” ungkap warga Gunungwungkal, Pati itu, usai acara.

Dia mengungkapkan, kegiatan dengan tema besar sekala nasional tersebut, sangat disayangkan karena hanya menyentuh kalangan mahasiswa. Akan lebih bermanfaat jika bisa menyentuh elemen masyarakat keseluruhan. Termasuk masyarakat perdesaan dan orang awam agar tidak mudah percaya dengan berita dan informasi hoax.

“Menurut saya akan lebih bermanfaat kalau bisa melibatkan lebih banyak kalangan. Tidak hanya mahasiswa, tetapi juga masyarakat umum termasuk warga Desa. Jadi bisa mengundang organisasi desa untuk dilibatkan. Tetapi secara keseluruhan saya mengapresiasi kegiatan ini,” jelas mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia di Universitas Negeri Semarang (Unnes) itu.

Menurut Junaidi, berita hoax adalah persoalan yang kompleks. Orang yang bekerja di media akan mengikuti aturan perusahaan, dan perusahaan media dimiliki oleh praktisi politik. Selain itu selera masyarakat juga berpengaruh, karena berita hoax mendapat respon dan lebih diminati masyarakat.

Dalam acara tersebut, Fasbuk menghadirkan sejumlah narasumber untuk menjadi pemantik dalam diskusi tentang maraknya berita hoax. Mereka di antaranya Akrom Hazami, redaktur di Muria News Com, Mohammad Noor Ahsin, dosen UMK).

Akrom Hazami, dalam diskusi itu mengatakan, seorang jurnalis memiliki aturan dan kode etik sesuai Undang-Undang Dasar 1945. Sebagai seorang jurnalis, menurutnya, untuk melawan berita-berita hoax dengan cara mengikuti aturan yang ada.

“Kami yang memiliki profesi sebagai jurnalis, tentu berbeda dengan pekerjaan yang lain. Karena profesi memiliki aturan yang jelas,” ungkapnya saat diskusi.

Sementara itu Noor Ahsin, mengatakan, masyarakat harus lebih selektif dengan berita yang beredar. Karena dengan maraknya media hoax, berita bohong, bisa memecah belah keutuhan Bangsa.

“Itu bisa saja menjadi bagian strategi politik adu domba, untuk memecah belah dan membuat permusuhan suatu bangsa. Jadi para pegiat seni juga bisa melakukan kritik melalui satra, melalui puisi atau kesenian lainya” jelasnya.

Dia menambahkan, seharusnya Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) juga melakukan sosialisasi. Tidak hanya sosialisasi antinarkoba, antiberita hoax juga perlu disuarakan. “Bisa dengan cara masuk ke kampus-kampus. Saat ada masa orientasi misalnya, meminta waktu untuk memberikan pendidikan anti-hoax,” ungkapnya saat diskusi.

- advertisement -

Santiko, Warga Mlati Lor: Saat Hujan Turun, Kawasan Jalan Menur Seperti Kolam Renang

0

SEPUTARKUDUS.COM, MLATI LOR – Backhoe warna biru terlihat mengeruk tanah di aliran driainase air sisi selatan Jalan Menur Desa Mlati Lor, Kecamatan Kota, Kudus. Tanah yang sudah digali langsung dipindahkan ke dalam bak truk dan langsung diangkut meninggalkan lokasi. Pembangunan drainase air sepanjang 300 meter tersebut, dikerjakan di lokasi yang saat turun hujan tergenang.

Pengerukan saluran drainased di Jalan Menur, Kudus 2017_5
Pengerukan saluran drainased di Jalan Menur, Kudus. Foto: Imam Arwindra

Santiko (49), warga desa setempat, mengatakan, lingkungan tempat tinggalnya di sisi Jalan Menur setiap musim hujan selalu tergenang banjir. Menurutnya, hal tersebut dikarenakan kapasitas drainase tidak mampu menampung air. Hal itu menyebabkan air meluap dan masuk ke dalam pemukiman warga.

“Selama 37 tahun daerah sini seperti kolam renang. Saat hujan turun cukup lebat, hampir dipastikan kawasan di sini tergenang air,” ungkapnya saat ditemui Seputarkudus.com, beberapa waktu lalu.

Santiko yang tinggal di Rt 4, RW 4 Desa Mlati Lor, Kecamatan Kota mengungkapkan, selama 37 tahun menurutnya tidak ada upaya dari Pemerintah Kabupaten Kudus untuk mencarikan solusi akan air yang selalu menggenang saat hujan turun. Baru kali ini, katanya, drainase dikeruk. “Ya semoga saja saat musim hujan nanti, genangan air bisa berkurang bahkan tidak ada lagi,” harapnya.

Proyek pekerjaan drainase air oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kudus, menurut Pelaksana dari PT Sumber Muria Abadi Sejahtera Mujiono (35), menelan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (ABPD) sebesar Rp 2,5 miliar. Menurutnya, proyek tersebut akan dikerjakan selama tiga bulan yang dimulai tanggal 3 Mei 2017.

“Adanya drainase baru ini diharapkan bisa mengurangi genangan air yang biasa melanda daerah di sini,” tuturnya.

Dia menjelaskan, pembangunan yang menghabiskan uang negara Rp 2,5 miliyar tersebut untuk membangun drainase air di Jalan Menur sepanjang 300 meter dan di Jalan Pendowo sepanjang 544 meter. Menurutnya, drainase air di Jalan Menur akan dibangun dengan panjang 300 meter, lebar satu meter persegi dan kedalaman 80 sentimeter. Untuk drainase air di Jalan Pendowo dengan panjang 544 meter, lebar satu meter persegi dengan ke dalaman 80 centimeter.

“Kami menggunakan dua alat berat (backhoe) dan 10 truk dump dengan masa kerja tiga bulan,” tambahnya.

- advertisement -