31 C
Kudus
Rabu, Januari 28, 2026

Meski Usaha Servis Jok di Jepara Ramai Pelanggan, Karno Pindah ke Kudus agar Dekat Keluarga

SEPUTARKUDUS.COM, MLATI KIDUL – Di tepi Jalan Patimura Kelurahan Mlati Kidul, Kecamatan Kota, Kudus tampak sebuah bangunan dengan sarung jok bergantungan pada seutas tali. Di bawah sarung jok tersebut terlihat seorang pria mengenakan ikat kepala sedang memperbaiki jok sepeda motor. Pria tersebut bernama Sukarno (40)  yang sebelum buka usaha servis jok motor, kursi dan sofa.

Tempat servis jok kursi dan sofa di Mlati Kidul, Kota, Kudus 2017_5_24
Tempat servis jok kursi dan sofa di Mlati Kidul, Kota, Kudus. Foto: Rabu Sipan

Sambil memperbaiki jok sepeda motor, pria yang akrab disapa Karno itu sudi berbagi kisah kepada Seputarkudus.com tentang usahanya. Dia mengungkapkan, mulai usaha servis jok sepeda motor dan mobil pada tahun 1997. Menurutnya, seusai Sekolah Teknik Menengah (STM) dirinya ikut bantu ayahnya mengerjakan usaha serupa di Jepara.

Baca juga: Pemilik Usaha Servis Sofa dan Kursi Ini Berharap Ordernya Meningkat Saat Ramadan Tiba

-Advertisement-

“Aku bantu ayahku selama setahun dan setelah itu aku memutuskan mendirikan usaha servis jok sendiri. Karena saat itu aku sudah punya banyak kenalan di Jepara, aku pun memutuskan untuk membuka usaha di Jepara,” ujarnya saat ditemui beberapa waktu lalu.

Pria warga Desa Loram Wetan, Jati, Kudus itu mengungkapkan, usaha servis jok miliknya di Jepara bertahan hingga delapan tahun. Menurutnya, dalam kurun waktu tersebut dirinya sebenarnya sudah memiliki banyak pelanggan. Saat itu, dia mengaku mampu mendapatkan order hingga 25 jok sepeda motor sehari. Tak jarang pula dia mendapatkan order memperbaiki jok mobil dari perusahaan otobus di Jepara.

Meski sudah memiliki banyak pelanggan, dia memutuskan pindah ke Kudus karena ingin pulang ke tanah kelahiran, serta dekat dengan keluarga. Dan dipilihlah di daerah Kecamatan Dawe, Kudus untuk memulai usaha servis jok motor dan mobil. Di daerah Kecamatan Dawe tersebut, tuturnya, usahanya lumayan bertahan lama yakni hingga 10 tahun. Hingga pada awal tahun 2017, kontrak tempat usahanya tidak diperpanjang dan pindah di tempat sekarang.

“Sejak pindah di tempat sekarang memang aku akui pelanggan belum seramai di tempat lama. Tapi itu merupakan hal wajar dan proses adaptasi cari pelanggan baru. Nanti saat sudah banyak yang kenal dan tahu kualitas servisku, aku yakin nanti pelanggan pasti pada datang,” ujarnya mantab.

Pria yang sudah dikaruniai tiga anak itu mengatakan, melayani berbagai macam perbaikan jok sepeda motor dari ganti komplit yakni, ganti atom, busa, dan kulit jok ditarif Rp 150 ribu. Untuk ganti busa dan kulitnya saja dibebankan biaya Rp 100 ribu. Sedangkan ganti atomnya saja dihargai Rp 70 ribu, ganti kulitnya ditarif mulai Rp 35 ribu, serta seset jok diminta imbalan Rp 15 ribu.

“Aku berharap usaha servis joku makin dikenal dan punya banyak pelanggan. Setidaknya sebanyak yang di Kota sebelumnya, atau bahkan bisa lebih banyak. Dan beberapa tahun terakhir ini selain menerima servis jok aku juga menerima order perbaikan kursi busa dan sofa,” harapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER