30 C
Kudus
Sabtu, Februari 29, 2020
Beranda Teknologi Menteri Perdagangan Tinjau...

Menteri Perdagangan Tinjau Alat Penyimpan Sayuran Produk PT Pura Kudus

SEPUTARKUDUS.COM, TERBAN – Sejumlah 28 ruangan  terlihat berjejer di ruangan milik PT Pura Agro Mandiri (Pura Group) Jalan Kudus-Pati Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kudus. Ruangan boks tersebut yakni  teknologi Controlled Atmosphere Storage (CAS) yang berfungsi untuk mengawetkan komoditas sayuran terutama bawang merah.  Alat tersebut ditunjukkan manajemen PT Pura Agro Mandiri dan Gudang Sistem Resi Gudang (SRG), kepada Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita berkunjung ke PT Pura Kudus 2017_5
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita berkunjung ke PT Pura Kudus. Foto: Imam Arwindra

Sejumlah teknologi CAS berwarna putih pun juga terlihat di sisi utara ruangan CAS warna kuning. Tampak beberapa pegawai sedang menimbang bawang merah dan disusun di atas rak kayu. Selanjutnya, tumpukan bawang merah tersebut dibawa menggunakan Forklift menuju CAS.

Setelah mendapatkan penjelasan dari manajemen perusahaan mengenai teknologi CAS, Enggartiasto memberikan apresiasi karena perusahaan di Kudus itu telah membuat trobosan dalam meningkatkan efensiensi teknologi penyimpanan sayuran terutama bawang merah. Menurutnya, teknologi CAS sudah bisa diterapkan di Indonesia. “Teknologi ini bisa diterapkan. Tadi sudah dibuktikan,” ungkapnya usai meninjau teknologi CAS, Sabtu (20/5/2017).

Dia menjelaskan, teknologi CAS merupakan inovasi teknologi penyimpanan hortikultura terutama untuk menyimpan bawang dan cabai. Di Indonesia, menurut Enggartiasto, harga bawang dan cabai cenderung naik dan turun, sehingga petani dan konsumen selalu dirugikan.

Menurutnya, beberapa kali dirinya bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman ditegur serta diingatkan Presiden Joko Widodo untuk mencari solusi agar produksi bawang dan cabai stabil. Selain itu juga mencari solusi agar harga bawang dan cabai bisa dikendalikan. “Kalau pun ada kenaikan atau turun masih dalam range yang sudah diperhitungkan. Hal tersebut supaya petani tidak jatuh,” jelasnya.

Selama ini, lanjut Enggartiasto, saat panen tiba, stok panen bawang dan cabai berlebih hingga membuat harga jatuh. Namun jika ingin ekspor pun barangnya terbatas. Hal tersebut di antaranya juga dipengaruhi tidak adanya penyimpanan bawang dan cabai. Menurutnya, masyarakat masih menggunakan cara tradisional yang tidak mampu menyimpan bawang dan cabai dengan jangkan waktu lama.

“Teknologi CAR ini bisa menjadi pilot project dan hanya butuh akreditasi saja. Nanti saya coba lihat-lihat anggaran di Disperindag Jateng (Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah). Nanti Brebes ada satu,” tambahnya sambil tersenyum.

Sementara itu, Vice Plant Manager PT Pura Agro Mandiri, Agung Subani menuturkan, teknologi CAS yakni mesin pengawet komoditas sayuran terutama untuk cabai dan bawang merah. Alat tersebut menurutnya dapat mengontol kelembapan, RH, O2, CO2, N2 dan Ethylene (C2H4). “Teknologi CAS mampu menyimpan hingga jangka waktu antara tiga hingga enam bulan,” tuturnya.

Dia menjelaskan, alat tersebut memiliki dimensi 6,8 x 4,8 x 3,1 meter. Alat tersebut mampu menampung sayuran dan hasil bumi lainnya hingga 100 meter kubik. Untuk mengoperasikan alat tersebut dibutuhkan 15 KW 380 Volt 3 Phase.

Dia mengeklaim, meski bawang dan cabai sudah disimpan selama tiga hingga enam bulan, kualitas dan kesegaran akan tetap terjaga. Selain itu, harga jual komoditas pun dipastikan stabil. Agung Subani membandingkan, dengan model penyimpanan secara konvensional, susut komoditas mencapai 35 persen. Sedangkan menggunakan teknologi CAR hanya 10 persen.

“Untuk biaya penyimpanan pun juga terjangkau. Sehingga banyak kelompok petani bawang merah yang dipastikan tertarik,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan

20,013FansSuka
13,439PengikutMengikuti
4,320PengikutMengikuti
8,940PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler

Perajin Miniatur Menara Kudus Kewalahan Penuhi Permintaan Pasar

BETANEWS.ID, KUDUS - Suara mesin kompresor terdengar di sebuah rumah di Desa Bacin RT 08 RW 03, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus. Seorang...

300 Kontainer Briket Arang Asal Jateng Setiap Bulannya Diekspor ke Penjuru Dunia

BETANEWS.ID, SEMARANG – Dalam sebulan, tidak kurang dari 300 kontainer briket arang asal Jateng diekspor ke berbagai penjuru dunia. Di mana, untuk...

Pelajar MAN 1 Kudus Buat Plastik Bisa Dimakan, Raih Medali Emas di Malaysia

BETANEWS.ID, KUDUS - Dua remaja perempuan mengenakan jilbab berwarna putih tampak sedang membuat edible film di ruangan Labotarorium Kimia, Madrasah Aliyah Negeri...

Tak Patah Arang Kalah Bersaing, Parman Banting Setir dari Usaha Gypsun ke Ornamen Rumah

BETANEWS.ID,KUDUS - Seorang pria mengenakan kaus putih tampak membersihkan tumpukan ornamen yang ada di depan sebuah rumah. Dia yakni Suparman (60), pemilik...

Awalnya Produk Spring Bed Rusbandi Sering Ditolak Toko, Sekarang Justru Diburu Konsumen

BETANEWS.ID,KUDUS - Di sebuah halaman sebuah rumah tampak tiga pria sedang memotong dan merakit kayu untuk dibuat kasur. Satu di antaranya yakni...

Dimas, Penyandang Down Syndrome Curhat ke Ganjar Soal Potongan Rambutnya

BETANEWS.ID, SEMARANG – Didampingi ibunya, Detty Supriastuti, Dimas Adi Saputra tampak malu-malu saat bertemu orang nomor satu di Jawa Tengah, Ganjar Pranowo....

Ganjar Minta Calon Jemaah Umrah yang Gagal Berangkat Akibat Kebijakan Arab Saudi Tidak Dipungut Biaya Tambahan

BETANEWS.ID, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta Kementerian Agama (Kemenag) Jateng gencar melakukan sosialisasi, termasuk memastikan calon jemaah umrah tidak...