31 C
Kudus
Senin, September 21, 2020
Beranda Teknologi Menteri Perdagangan Tinjau...

Menteri Perdagangan Tinjau Alat Penyimpan Sayuran Produk PT Pura Kudus

SEPUTARKUDUS.COM, TERBAN – Sejumlah 28 ruangan  terlihat berjejer di ruangan milik PT Pura Agro Mandiri (Pura Group) Jalan Kudus-Pati Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kudus. Ruangan boks tersebut yakni  teknologi Controlled Atmosphere Storage (CAS) yang berfungsi untuk mengawetkan komoditas sayuran terutama bawang merah.  Alat tersebut ditunjukkan manajemen PT Pura Agro Mandiri dan Gudang Sistem Resi Gudang (SRG), kepada Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita berkunjung ke PT Pura Kudus 2017_5
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita berkunjung ke PT Pura Kudus. Foto: Imam Arwindra

Sejumlah teknologi CAS berwarna putih pun juga terlihat di sisi utara ruangan CAS warna kuning. Tampak beberapa pegawai sedang menimbang bawang merah dan disusun di atas rak kayu. Selanjutnya, tumpukan bawang merah tersebut dibawa menggunakan Forklift menuju CAS.

Setelah mendapatkan penjelasan dari manajemen perusahaan mengenai teknologi CAS, Enggartiasto memberikan apresiasi karena perusahaan di Kudus itu telah membuat trobosan dalam meningkatkan efensiensi teknologi penyimpanan sayuran terutama bawang merah. Menurutnya, teknologi CAS sudah bisa diterapkan di Indonesia. “Teknologi ini bisa diterapkan. Tadi sudah dibuktikan,” ungkapnya usai meninjau teknologi CAS, Sabtu (20/5/2017).

Dia menjelaskan, teknologi CAS merupakan inovasi teknologi penyimpanan hortikultura terutama untuk menyimpan bawang dan cabai. Di Indonesia, menurut Enggartiasto, harga bawang dan cabai cenderung naik dan turun, sehingga petani dan konsumen selalu dirugikan.

Menurutnya, beberapa kali dirinya bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman ditegur serta diingatkan Presiden Joko Widodo untuk mencari solusi agar produksi bawang dan cabai stabil. Selain itu juga mencari solusi agar harga bawang dan cabai bisa dikendalikan. “Kalau pun ada kenaikan atau turun masih dalam range yang sudah diperhitungkan. Hal tersebut supaya petani tidak jatuh,” jelasnya.

Selama ini, lanjut Enggartiasto, saat panen tiba, stok panen bawang dan cabai berlebih hingga membuat harga jatuh. Namun jika ingin ekspor pun barangnya terbatas. Hal tersebut di antaranya juga dipengaruhi tidak adanya penyimpanan bawang dan cabai. Menurutnya, masyarakat masih menggunakan cara tradisional yang tidak mampu menyimpan bawang dan cabai dengan jangkan waktu lama.

“Teknologi CAR ini bisa menjadi pilot project dan hanya butuh akreditasi saja. Nanti saya coba lihat-lihat anggaran di Disperindag Jateng (Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah). Nanti Brebes ada satu,” tambahnya sambil tersenyum.

Sementara itu, Vice Plant Manager PT Pura Agro Mandiri, Agung Subani menuturkan, teknologi CAS yakni mesin pengawet komoditas sayuran terutama untuk cabai dan bawang merah. Alat tersebut menurutnya dapat mengontol kelembapan, RH, O2, CO2, N2 dan Ethylene (C2H4). “Teknologi CAS mampu menyimpan hingga jangka waktu antara tiga hingga enam bulan,” tuturnya.

Dia menjelaskan, alat tersebut memiliki dimensi 6,8 x 4,8 x 3,1 meter. Alat tersebut mampu menampung sayuran dan hasil bumi lainnya hingga 100 meter kubik. Untuk mengoperasikan alat tersebut dibutuhkan 15 KW 380 Volt 3 Phase.

Dia mengeklaim, meski bawang dan cabai sudah disimpan selama tiga hingga enam bulan, kualitas dan kesegaran akan tetap terjaga. Selain itu, harga jual komoditas pun dipastikan stabil. Agung Subani membandingkan, dengan model penyimpanan secara konvensional, susut komoditas mencapai 35 persen. Sedangkan menggunakan teknologi CAR hanya 10 persen.

“Untuk biaya penyimpanan pun juga terjangkau. Sehingga banyak kelompok petani bawang merah yang dipastikan tertarik,” tambahnya.

Imam Arwindra
Imam Arwindrahttps://betanews.id
Jurnalis Beta Media yang sejak awal ikut terlibat dalam pembentukan Seputarkudus.com, cikal bakal Betanews.id.

Tinggalkan Balasan

25,936FansSuka
13,322PengikutMengikuti
4,293PengikutMengikuti
19,146PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler

Viral dan Bikin Penasaran, Ini Tempat Jual Odading di Kudus yang Sudah Laris Sejak 90an

BETANEWS.ID, KUDUS - Di tepi Jalan Johar, Kelurahan Wergu Kulon, Kecamatan Kota Kudus, tampak seorang perempuan berjilbab sedang melayani pelanggan. Dia terlihat...

Harganya Cocok untuk Orang Kudus, Kopi Rata Kiri Memang Bikin Betah Saat Nongkrong

BETANEWS.ID, KUDUS - Lampu filamen kuning terlihat berpendar di sekitar Kopi Rata Kiri, di Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, sore...

Gowes Ngehits, Bengkel Serba Bisa Milik Kaozan Kebanjiran Orderan Bikin Motor Sepeda

BETANEWS.ID, KUDUS - Suasana Jalan Kudus - Purwodadi siang itu tampak ramai. Suara bising kendaraan lewat seolah menutup suara raungan mesin gerinda...

Bisa Tingkatkan Imun Tubuh, Konsumsi Buah Nasional Meningkat Sejak Pandemi

Penulis: Sumardi Dosen Program Studi Teknologi Pangan, Unika Soegijapranata Pandemi...

Disaingi Bata Ringan, Burngawi Resah Bata Merahnya Susah Laku

BETANEWS.ID, KUDUS – Teriknya matahari seperti tak pernah menyurutkan semangat dua orang di area lahan pembuatan bata merah, Desa Jepang Pakis, Kecamatan...

Dua Pabrik Tahu Ditutup, Pengusaha : ‘Saya Tidak Langsung Stop, Masih Berpatokan Pada Berita Acara’

BETANEWS.ID, KUDUS - Di luar Balai Desa Pasuruhan Kidul, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, sekitar 60 warga terdengar berorasi meminta pabrik tahu di...

Serba Bisa, Bengkel Spesialis Kustom Legendaris di Kudus Sejak 1985

BETANEWS.ID, KUDUS - Dua orang pria terlihat sibuk di bengkel yang berada di Desa Tanjung Karang, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Dua orang...