SEPUTARKUDUS.COM, DEMAAN – Di antara ratusan gerabah yang berada di atas trotoar Jalan Pangeran Puger, Desa Demaa, Kecamatan Kota, Kudus, tampak seorang anak dengan cekatan melayani pembeli. Saat ada orang yang lewat depan lapaknya, dia selalu bersuara mengajak mereka agar membeli barang dagangannya. Anak tersebut bernama Anugrah Saputra (10), yang rela habiskan waktu libur sekolah bantu neneknya berjualan gerabah di Dandangan.

Seusai melayani pembeli, bocah yang akrab disapa Puput itu sudi berbagi cerita. Dia berjualan membantu neneknya, Yatin (55). Dia mengungkapkan, ikut berjualan gerabah neneknya di Dandangan sejak Senin (15/5/2007) saat pertama Dandangan dimulai. Kebetulan saat ada acara Dandangan tahun ini dirinya sedang sedang libur sekolah.
“Aku masih sekolah dan saat ini masih kelas tiga SD (Sekolah Dasar), dan saat ini sedang libur. Dari pada libur aku isi dengan hanya bermain mending aku bantu nenek berjualan. Dan setelah acara Dandangan usai, nenekku akan ngasih uang saku untuk beli handphone Android,” jelasnya.
Bocah asal Mayong, Jepara, itu mengatakan, ingin sekali punya handphone. Namun orang tuanya belum mau membelikan. Oleh karena itu, dia mengaku minta untuk dibelikan barang tersebut kepada neneknya. Tapi, kata dia, neneknya memberikan syarat kepadanya agar membantu berjualandi Dandangan selama libur sekolah.
“Aku ya oke saja, karena selain memang ingin punya handphone Android, berjualan itu kegiatan aku sukai. Sekaligus aku juga ingin tahu Dandangan itu bagaimana. Ternyata ramai, dan saat berjualan itu terasa sangat menyenangkan saat para pengunjung Dandangan beli gerabah yang aku tawarkan,” ujarnya.
Dia mengatakan, selama ikut berjualan dirinya diajari neneknya untuk menghafal semua harga gerabah yang dijual. Selain itu dia juga dikasih tahu harga yang bisa ditawar dan harga jadi gerabah tersebut. Dia mengaku diajari juga oleh neneknya cara menawarkan barang kepada para pengunjung Dandangan.
“Kata neneku, aku sudah bisa berdagang. Menawarkan barang juga lancar dan aku juga tidak malu lagi menawarkan aneka gerabah. Serta aku juga bisa merayu agar para calon calon pembeli jadi membeli. Soalnya kata neneku, kalau bisa para calon pembeli itu jadi beli dan tidak pindah ke pedagang lain,” ujarnya.
Menurut Yatin (55), nenek Puput, dirinya mengajak berdagang cucunya tersebut agar dia sadar, setiap ada keinginan harus kerja dulu. “Tadinya saat mengajak itu, saya kira tidak mau, tapi dia justru senang dan antusias ikut berdagang gerabah Dandangan Kudus,” tuturnya.
Dia mengatakan, sebenarnya tidak mengharuskan cucunya untuk melayani pembeli. Cukup di lapak menemaninya saja Yatin sudah senang. “Namun Puput cucuku itu orangnya aktif dan bertanya semua harga dan cara menawarkan barang. Aku dengan senang hati mengajari cucuku tersebut, siapa tahu dia itu bakat. Dan sepertinya memang cucuku itu punya bakat berdagang. Selama ikut berdagang, hampir semua pelanggan dia layani,” ujarnya.

