SEPUTARKUDUS.COM, MLATI KIDUL – Seorang pria mengenakan kaus singlet warna hitam dan memakai ikat kepala sedang sibuk memperbaiki kursi busa di tepi Jalan Patimura Kelurahan Mlati Kidul, Kecamatan Kota, Kudus. Dengan menggunakan alat staples khusus dia tampak menjahit kain penutup busa ke kayu. Pria tersebut bernama Sukarno (40) pemilik usaha servis kursi busa dan sofa yang berharap order pada Ramadan nanti bisa meningkat.

Kepada Seputarkudus.com, Karno begitu dia akrab disapa sudi berbagi kisah tentang usaahanya. Dia mengungkapkan, pada tahun 1997 sebenarnya usaha yang dirintis itu awalnya hanya jasa servis jok sepeda motor dan mobil. Karena order itu datangnya tidak menentu, pada tahun 2000 Karno memutuskan menerima order servis sofa dan kursi busa. Menurutnya, tidak sama dengan bulan lainnya, saat Ramadan biasanya ordernya servis kursi busa dan sofa bisa meningkat.
“Masalahnya awal tahun 2017 ini tempat usahaku pindah dan lumayan jauh dari tempat sebelumnya. Oleh karena itu pada Ramadan nanti aku berharap order perbaikan kursi busa dan sofa bisa meningkat dari bulan biasa. Saat ini aku memang belum dapat pesanan untuk perbaikan dua perabot rumah tangga tersebut di bulan puasa. Tapi bulan sebelumnya aku sudah mendapatkan order perbaikan tiga set kursi busa dan sofa,”ujarnya.
Pria warga Desa Loram Wetan, Jati, Kudus itu mengatakan, saat bulan menjelang Lebaran dirinya barharap mampu mendapatkan order 10 set kursi busa dan sofa. Sebelum tempat usahanya pindah, dia mengaku, pada bulan puasa sebelumnya kerap mendapatkan order perbaikan kursi busa dan sofa sesuai jumlah yang diucapkannya tersebut. Untuk tarif perbaikan kursi busa dan sofa ditetapkan berbeda, tergantung bahan yang digunakan. Menurutnya, untuk ganti ulang busa pada kursi ditarif Rp 2 juta hingga Rp 3 juta per set.
Sedangkan perbaikan sofa, katanya, ditarif Rp 2 juta sampai Rp 3,5 juta dengan penutup busa menggunakan kulit biasa dan Oscar. Dan servis sofa menggunakan penutup busa bludru di bebankan biaya Rp 3,5 juta. “Selain menerima servis kursi busa dan sofa, aku juga menjual kain dan kulit penutupnya. Untuk kain biasa aku jual Rp 35 ribu per meter, oscar aku banderol mulai Rp 35 ribu hingga Rp 65 ribu per meter dan bludru aku jual dengan harga lebih mahal yakni Rp 125 ribu per meter,” jelasnya.
Sedangkan untuk lama pengerjaan, dia mengaku memerlukan waktu selama tiga hari. Menurutnya selama ini waktu pengerjaan sangat diutamakan agar para pelanggan tidak menunggu terlalu lama. Selain waktu pengerjaan yang lumayan singkat tersebut, kualitas hasil pengerjaan juga sangat diutamakannya. Karena, diakuinya, hal tersebut merupakan menyangkut kepuasaan pelanggan.
“Aku berharap dengan selalu menjaga kualitas dan pengerjaan yang tepat waktu, pada bulan Ramadan tahun ini aku bisa kebanjiran order perbaikan sofa dan kursi busa. Karena biasanya mayarakat itu pada lebaran nanti ingin semuanya terlihat baru satu di antaranya ya sofa dan kursi busa. Semoga dengan pola pikir tersebut, aku bisa ketiban berkah dengan mendapatkan banyak order,” harap Karno.

