Gelaran Sukun Youth Series II Season 2025/2026. Foto: Kaerul Umam
BETANEWS.ID, KUDUS – Sukun Youth Series II Season 2025/2026 yang berlangsung di GOR Sukun Sport Center, Kudus, kini telah rampung. Klub PTM Sukun berhasil mendominasi dengan meraih lima gelar dari tujuh katagori yang dipertandingkan.
Ketua Panitia, Franki Setiyo Prabowo menyebut even ini menjadi salah satu yang terbaik di Indonesia karena mampu menarik klub-klub besar untuk berpartisipasi dalam ajang tersebut. Tak hanya sekedar pembinaan, penyelanggaraan tersebut juga diharapkan sebagai wadah untuk mengasah kemampuan bagi setiap atlet.
“Peningkatan penonton sangat luar biasa. Event kami salah satu yang terbaik di Indonesia, semua klub besar ikut di sini. Hanya satu atau dua yang absen karena sakit pasca Popnas,” ujarnya, Minggu (16/11/2025) malam.
Dia mengatakan, antusiasme atlet juga sangat tinggi lantaran kejuaraan ini memberi ruang kompetitif yang rutin. Bahkan dalam gelaran ini, menghadirkan kejutan yang biasanya juara mulai bergeser, terutama pada katagori U-13 dan U-19 putri.
Meski begitu, PTM Sukun sebagai salah satu kontestan yang unggul dan masih menunjukan dominasinya. Dari tujuh katagori divisi utama yang dipertandingkan, lima gelar menjadi milik Klub tersebut.
“Dari divisi utama, dari enam yang turun, lima finis di peringkat pertama. Seri ketiga nanti kemungkinan lebih ramai lagi karena menjadi tolok ukur pamungkas dan kompetisinya pasti lebih ketat,” tegasnya.
Corporate Secretary PT Sukun Wartono Indonesia, Deka Hendratmanto, menegaskan bahwa pelaksanaan Seri II berlangsung lebih baik dari sebelumnya, terutama dari sisi pelayanan dan fasilitas.
“Pelaksanaan jauh lebih baik, terutama pelayanan perangkat pertandingan dan peserta. Karena kepedulian pimpinan perusahaan, kami menyediakan fasilitas antar-jemput dari hotel ke GOR dan sebaliknya. Ini memudahkan dan menghemat biaya,” katanya.
Ia menjelaskan, ajang tenis meja untuk kelopuk umur itu sudah menerapkan standar terbaru dari IPTF terkait tata cahaya dan ornamen arena. Di mana pihaknya mengadopsi penyelenggaraan level internasional.
“Ornamen banyak berubah. Yang dulunya cenderung gelap, kini disesuaikan dengan standar internasional IPTF. Karena sebelumnya biru, tetapi sekarang kami terapkan standar baru ini dan ini perdana untuk Kudus,” terangnya.
Menurutnya, standar ini sebenarnya sudah lazim di level nasional dan internasional, namun jarang diterapkan di daerah. “Sebagian besar arena nasional sudah menyesuaikan, tapi di daerah mungkin baru kali ini,” tambahnya.
Deka menyebut, minimnya klub tenis meja di Kudus, yang menjadi tantangan dalam pembinaan atlet lokal ke depannya. Meski demikian, pihaknya berkomitmen untuk membina dan mendorong anak-anak di Kudus dan sekitarnya untuk mulai bergabung dengan klub-klub agar bisa menjadi atlet profesional.
“Pemain tenis meja di Kudus masih sangat kurang, kalau tidak salah hanya sekitar delapan klub terdaftar. Kami menyadari pengembangan tenis meja tidak bisa dilakukan sendiri. Memang perlu berbagai pihak untuk mendukung pengembangan tenis meja, khusunya di Kudus,” jelasnya.
Berikut Daftar Juara Sukun Youth Series 2/3 Season 2025/2026
Pendopo Kabupaten Jepara yang berada di Kompleks Kantor Bupati Jepara resmi beralih fungsi menjadi Museum Kartini. Foto: Umi Nurfaizah
BETANEWS.ID, JEPARA – Pendopo Kabupaten Jepara yang berada di Kompleks Kantor Bupati Jepara resmi beralih fungsi menjadi Museum Kartini. Peresmian itu dihadiri langsung oleh Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon pada Sabtu (15/11/2025).
Berdasarkan pantaun Betanews.id, terdapat empat ruangan yang dijadikan sebagai area untuk mengenalkan sosok RA. Kartini serta menampilkan sejarah Jepara di masa dulu.
Tata letak atau design Museum Kartini di Pendopo Jepara juga disesuaikan dengan tata letak dalem atau rumah kabupaten di wilayah pesisir yang umumnya memiliki empat komponen utama. Yaitu Pendopo, Pringgitan, Dalem, dan Gandok.
Ruang pertama yang dijadikan ruang pameran yaitu Pringgitan. Di ruangan ini berisi peta serta foto-foto sejarah kejayaan Jepara di masa lalu. Saat wilayah pesisir Jepara dijadikan pelabuhan dagang oleh VOC.
Ruang kedua yaitu Dalem atau omah njero yang merupakan area utama tempat tinggal keluarga. Area ini terbagi ke dalam dua ruangan. Di bagian pertama berisi foto keluarga RA. Kartini, termasuk ayahnya Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat serta kedua ibunya yaitu MA. Ngasirah dan RA. Moerjam. Selain itu juga ditampilkan foto seluruh kakak dan adik RA. Kartini.
Kemudian di ruang Dalem berikutnya, yang dulunya merupakan tempat RA. Kartini menjalani masa pingitan serta ruang dimana Kartini menuliskan gagasan-gagasan pikirannya yang ia tuangkan dalam surat-suratnya. Beberapa surat-surat Kartini turut dipamerkan dalam ruang tersebut beserta orang-orang yang membantu Kartini dalam mengembangkan ide gagasannya.
Terakhir yaitu Gandhok atau ruang belakang. Ruangan itu berisi karya-karya Kartini dan tempat dulu ia mengajar anak-anak Pribumi.
Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon yang meresmikan pembukaan museum menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara mengubah rumah dinas bupati menjadi museum.
Hal itu menurutnya turut menjadi komitmen dalam memajukan kebudayaan nasional sebab museum benar-benar berada di tempat aslinya.
“Saya sangat terkesan dan berterima kasih kepada Bupati Jepara yang telah menjadikan pendopo ini sebagai Museum Kartini,” ujar Fadli Zon, Sabtu (15/11/2025).
Fadli menambahkan bahwa Museum Kartini yang berada di Pendopo Jepara layak untuk menjadi Cagar Budaya tingkat nasional, sekaligus ruang edukasi dan kegiatan budaya bagi masyarakat.
“Ruh atau soulnya ini sangat terasa, karena memang berada di tempatnya. Kalau kita lihat dari tempat kontemplasinya, tempat tidur, tempat sehari-hari berada disini, tempat mengajarnya. Ini saya kira menjadi museum yang bisa mengangkat kembali Soul dari Kartini,” ujarnya.
Sementara itu Bupati Jepara, Witiarso Utomo, menyampaikan bahwa hadirnya Museum R.A. Kartini menjadi momentum penting untuk menambah daya tarik wisata sekaligus memperkaya edukasi sejarah bagi generasi muda di Jepara.
“Harapan kami, museum ini menambah destinasi wisata Jepara sekaligus menjadi ruang edukasi agar anak-anak mengenal lebih dekat sosok R.A. Kartini,” katanya.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengunjungi lokasi longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Minggu (16/11/2025). Foto: Ist
BETANEWS.ID, CILACAP – Ada suasana haru saat Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengunjungi lokasi longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Minggu (16/11/2025). Warga menumpahkan tangis di hadapan Gubernur. Ada pula yang menangis dalam pelukan Ahmad Luthfi. Salah satunya adalah Sariman.
Sebelum Gubernur datang, ia berdiri di dekat batang pohon. Ia mengamati dari kejauhan petugas yang sedang mengeduk longsoran tanah di titik lokasi.
Setiap kali ada kabar korban ditemukan, Sariman selalu mak tratap. Hatinya bergetar. Matanya menatap tajam. Raut mukanya menyiratkan harap-harap cemas. Ia berdoa. Dalam hati menyeru agar yang ditemukan adalah istri dan dua anak tersayangnya.
“Kalau dengar kabar ada yang ditemukan, hati saya langsung bergetar. Rasanya kemroso banget. Di dada rasanya kayak dilolosi. Saya berdoa semoga yang ditemukan itu istri dan dua anak saya,” katanya terbata-bata.
Sariman adalah salah satu warga terdampak. Pria berusia 48 tahun itu, harus merelakan istrinya, Nina, serta dua anak perempuannya, Fani dan Fatin, yang belum ditemukan sampai sekarang.
Setiap hari Sariman selalu menunggu dengan perasaan campur aduk. Dari kejauhan dia mengamati dengan seksama para petugas yang bekerja melakukan evakuasi. Mulutnya tak berhenti merapal doa.
“Saya selalu berdoa setiap waktu. Dari pagi sampai pencarian selesai, saya selalu menunggu di sini,” ungkap pria yang kini menumpang tinggal di rumah saudara dekatnya tersebut.
Saat kejadian longsor, Sariman sedang nan jauh di Palembang. Sudah dua tahun ia mengadu nasib di sana menjadi buruh bangunan.
“Saya ditelepon keponakan, disuruh segera pulang ke desa. Dikabari kalau di desa sedang kena musibah longsor,” ungkapnya.
Demi mendengar itu, ia bergegas pulang. Sampai di desa Jumat, 14 November 2025, pukul 02.30. Ia kaget melihat desanya sudah rata dengan timbunan tanah longsor. Oleh Ketua RT setempat, diberitahu kalau istri dan dua anaknya termasuk korban yang dinyatakan hilang.
Sontak badannya lemas. Ia gusar dan bingung mau bagaimana. Terbayang wajah istri dan anaknya. Ia pun menangis. Rumahnya rata tak tersisa. Orang-orang yang ia cintai belum jelas keberadaannya.
Saat bertemu Gubernur Ahmad Lutfi, Sariman mencurahkan segenap perasaan. Ia menangis ketika orang nomor satu di Jawa Tengah itu merangkul kedua pundaknya.
“Yang sabar ya. Bapak harus kuat. Kita akan bantu mencari sampai ketemu. Semoga istri dan anak Bapak segera ditemukan,” ujar Ahmad Luthfi lirih.
Sariman semakin erat memeluk. Gubernur pun membalasnya. Keduanya lantas berpelukan untuk beberapa saat. Semua yang melihat terdiam dan larut dalam suasana haru.
Tak hanya Sariman, beberapa warga yang keluarganya menjadi korban longsor juga menangis di hadapan Gubernur. Di antaranya larut dalam suasana duka saat bersalaman dan dipeluk Ahmad Luthfi.
“Kami ikut prihatin dan berduka atas musibah ini. Kami mengucapkan bela sungkawa kepada Bapak dan Ibu sekalian. Semoga para korban yang dinyatakan hilang segera ditemukan,” ungkap Ahmad Luthfi.
Gubernur menyerahkan bantuan kepada para warga terdampak. Ia membesarkan hati para warga. Dikatakan, warga akan direlokasi ke lokasi yang aman dan akan dibangunkan hunian sementara dan hunian tetap di Majenang. Lahannya sudah disiapkan Pemerintah Kabupaten Cilacap. Setelah menyerahkan bantuan, Gubernur lantas mengecek lokasi longsor.
Ahmad Luthfi juga menginstruksikan kepada para petugas gabungan agar tetap semangat dan terus melakukan pencarian hingga semua korban ditemukan.
“Tetap semangat ya. Tetap waspada dan hati-hati dalam bekerja. Sehat semuanya,” kata Ahmad Luthfi sembari tersenyum dan melambaikan tangan kepada para petugas.
PB Djarum berhasil menyandang gelar juara umum pada Polytron Muria Cup Sirnas C 2025 yang diselenggarakan di GOR Djarum Jati, Kudus pada 11 hingga 16 November 2025. Foto: Kaerul Umam
BETANEWS.ID, KUDUS – PB Djarum berhasil menyandang gelar juara umum Polytron Muria Cup Sirnas C 2025. Kejuaraan itu yang diselenggarakan di GOR Djarum Jati, Kudus pada 11 hingga 16 November 2025. Kesuksesan tersebut diraih usai memastikan langkah menempati podium teratas di 16 nomor pertandingan dari 23 katagori yang dipertandingkan.
Commercial Director Polytron, Tekno Wibowo mengucapkan selamat kepada para pemenang Polytron Muria Cup Sirnas C 2025. Melalui turnamen yang digagas oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation, Polytron, dan PBSI ini mampu menjadi lecutan motivasi para atlet untuk lebih berprestasi di kancah yang lebih tinggi.
“Melalui Polytron Muria Cup Sirnas C 2025, kami ingin meneruskan semangat dari Jawa Tengah, semangat kebersamaan, sportivitas, dan pantang menyerah. Semoga lewat turnamen ini, semangat itu terus terjaga. Dukungan kami pada turnamen ini bukan sekadar bentuk partisipasi, tetapi wujud nyata dari komitmen kami untuk terus hadir, mendukung, dan bertumbuh bersama masyarakat Jawa Tengah,” ujarnya.
Ketua Pengurus Provinsi PBSI Jawa Tengah, Basri Yusuf menyambut gembira kesuksesan terselenggaranya Polytron Muria Cup Sirnas C 2025. Ia berharap, pengalaman bertanding serta poin nasional yang diraih para atlet pada turnamen ini menjadi bekal mereka untuk lebih berjaya sebagai atlet profesional yang kelak membanggakan nama bangsa di panggung dunia.
“Alhamdulillah penyelenggaraan Polytron Muria Cup Sirnas C 2025 berlangsung lancar dan sangat menarik untuk disaksikan karena perebutan gelar juara sangat ketat. Kami mengucapkan selamat kepada PB Djarum yang berhasil menjadi juara umum, serta seluruh atlet yang telah berjuang sekeras tenaga sepanjang turnamen. Kami juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada PP PBSI dan seluruh sponsor yang telah mendukung terselenggaranya kejuaraan ini,” kata Basri.
Deputy Manager PB Djarum, Leonard Holvy De Pauw mengapresiasi semangat dan daya juang 115 atlet PB Djarum di berbagai sektor yang diturunkan pada Polytron Muria Cup Sirnas C 2025. Pada partai final, PB Djarum sukses menempatkan 26 wakil di 17 nomor pertandingan dari 23 yang dipertandingkan.
Menurutnya, turnamen ini menjadi ajang tepat untuk para atlet muda, khususnya di level dasar untuk menambah jam bertanding sebelum memasuki turnamen dengan persaingan yang lebih ketat.
“Kami memang sudah mempersiapkan para atlet agar bermain all out pada Polytron Muria Cup Sirnas C 2025, baik dari segi fisik, teknik, strategi, maupun mental. Karena sebagai tuan rumah, targetnya tentu menjadi juara umum. Walaupun beberapa pemain kami di U-19 tidak ikut serta karena bertanding di Indonesia International Challenge 2025, tapi di kelompok usia lain kami masih memiliki banyak atlet unggulan,” sebutnya.
Ia menambahkan, selain juara umum, target lainnya menambah poin nasional sebagai modal berlaga di Sirnas Premier serta Kejurnas PBSI 2025 dalam waktu dekat. Di samping itu, Holvy beserta jajaran pelatih juga ingin memantau progress dari lulusan Audisi Umum PB Djarum.
“Karena syarat untuk bermain Sirnas Premier itu harus 35 besar dan Kejurnas PBSI pemain top 20. Jadi ini turnamen selain agar mendapat poin nasional juga sebagai salah satu bahan seleksi kami untuk menurunkan pemain di turnamen mendatang. Sementara para atlet yang baru bergabung dengan PB Djarum juga hasilnya jauh bagus dari ekspektasi kami,” imbuh Holvy.
Salah satu atlet yang berhasil menjadi juara Polytron Muria Cup Sirnas C 2025 ialah Syadza Bella Zerlinda Jagadita. Lulusan Audisi Umum PB Djarum 2024 ini menjuarai sektor Tunggal Anak Putri U-13 usai mengalahkan rekan satu klub yang merupakan jebolan Audisi Umum PB Djarum 2025, Syauqia Aisya Inara di partai final yang berlangsung ketat hingga rubber game.
Meski sempat tertinggal dan kelelahan di gim penentuan, Bella berhasil bangkit dan membalikkan keadaan berkat fokus dan ketenangannya dan memastikan kemenangan dengan skor akhir 17-21, 21-6, 24-22.
“Saya senang banget bisa juara di Polytron Muria Cup Sirnas 2025, soalnya di final tadi pertandingannya berat banget. Saya kalah di gim pertama dan sempat ketinggalan di gim ketiga, rasanya juga capek banget, tapi saya berusaha nggak mati sendiri, tetap fokus, dan main tenang. Tadi sempat hampir mau menyerah karena sudah lelah dan napas habis, tapi saya ingat pesan pelatih supaya jangan panik dan jangan kasih poin gratis,” ucap Bella.
Di pertandingan final, Bella juga menunjukkan kedewasaan mental sebagai atlet muda yang terus berkembang. Ia mengaku turnamen ini memberinya banyak pelajaran berharga tentang bagaimana menjaga fokus dan mengontrol permainan.
“Dari pertandingan ini, saya tahu kalau masih suka melakukan kesalahan sendiri terutama di awal pertandingan. Jadi, ke depan harus bisa lebih sabar dan lebih siap sejak gim pertama. Semoga tahun depan bisa ikut Sirnas lagi dan meraih lebih banyak prestasi sampai bisa masuk pelatnas,” ujarnya.
Sementara pemain andalan dari PB Cahaya Lumajang, Ahza Catur Anugrah sukses menorehkan pencapaian besar pertamanya di turnamen skala nasional karena berhasil menjadi juara di Polytron Muria Cup Sirnas C 2025. Keberhasilan itu diraihnya ketika membuat kejutan dengan memenangi partai final Tunggal Pemula Putra U-15 melawan unggulan pertama, Rafi Qabilah Fathurrahman asal PB Taqi Arena Badminton Academy. Catur menyudahi perlawanan tangguh Rafi selama 57 menit dan memastikan status juara lewat drama tiga gim 19-21, 21-17, 21-16.
“Luar biasa senang rasanya bisa juara di turnamen level nasional seperti Polytron Muria Cup Sirnas C 2025. Sebelumnya saya sering mengalami kegagalan di turnamen-turnamen lain dan baru kali ini saya bisa juara di tingkat nasional. Saya bersyukur karena pencapaian ini berkat doa dan dukungan keluarga yang selalu diberikan untuk saya. Di final saya sempat tegang karena lawannya sering menjadi juara, tapi saya berusaha untuk sabar, main tenang, dan nggak buang-buang bola,” tutur Catur.
Bagi atlet berusia 14 tahun ini, kesuksesan menjadi juara di Polytron Muria Cup Sirnas C 2025 adalah hasil dari latihan konsisten, evaluasi diri, dan semangat pantang menyerah. Ia mengaku selalu berusaha memperbaiki kesalahan dari setiap pertandingan. Keberhasilannya bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga membawa nama PB Cahaya Lumajang semakin dikenal di kancah nasional. Atlet muda yang mengidolakan Jonatan Christie ini juga berharap prestasinya menjadi awal dari perjalanan panjang menuju mimpi yang lebih besar.
“Saya ingin terus berkembang, masuk pelatnas, kemudian suatu hari bisa jadi juara dunia. Kemenangan ini juga saya persembahkan untuk orangtua dan klub Cahaya Lumajang. Mereka selalu support saya, dan semoga kemenangan ini bisa bikin klub kami makin dikenal di Indonesia,” terangnya.
Diikuti oleh 1.238 atlet dari berbagai daerah di Indonesia, Polytron Muria Cup Sirnas C 2025 memperebutkan 23 gelar juara. Pada kejuaraan swasta nasional ini, pebulutangkis selain bersaing memperebutkan total hadiah Rp636 juta, juga mendulang poin ranking nasional sebagai modal untuk bersaing di level kejuaraan yang lebih tinggi.
Berikut daftar pemenang Polytron Muria Cup Sirnas C 2025
Tunggal Usia Dini Putra U-11:
Juara 1: Tristan Geovanni Pardosi (PB Djarum)
Juara 2: Haydar Al Zakhiri (Jaya Raya Solo)
Juara 3: Muhammad Emil Elfata (Kopama, Cilacap) dan Ashoka Putra Arvita (Altrec, Semarang)
Tunggal Usia Dini Putri U-11:
Juara 1: Keysha Almirah Dewi (PB Djarum)
Juara 2: Orchid Alkhaleena El Fajri (PB Djarum)
Juara 3: Kimberly Jocelyn Immanuela Mioyo (Jaya Raya Satria) dan Belia Artania Zubilavikh Tansy (Jaya Raya Samudra)
Tunggal Anak Putra U-13
Juara 1: Gavriel Aldrich Alharon Labatar (PB Djarum)
Juara 2: Jonathan Edward Prok (Seraya, Kota Denpasar)
Juara 3: Gufran Labib Fanani (PB Djarum) dan Nawaf Al Ashar (PB Djarum)
Tunggal Anak Putri U-13:
Juara 1: Syadza Bella Zerlinda Jagadita (PB Djarum)
Juara 2: Syauqia Aisya Inara (PB Djarum)
Juara 3: Alatifa Zahra Rahma Mustofa (E’france Kudus) dan Fadya Jauhara Zahrani (KAYP1 Champion Academy)
Ganda Anak Putra U-13
Juara 1: Alvian Ditya Ainurrochman/Shiddiq Alfarizi Fahrin (Jaya Raya Solo)
Juara 2: Gavriel Aldrich Alharon Labatar/Kevin Gunawan (PB Djarum)
Juara 3: Kafie El Azzam Abbasy/Lionel Aufar Adinata (Champion Klaten) dan Kenzo Putra Widodo/Kevin Maitimu (Mataram Raya Sleman)
Ganda Anak Putri U-13
Juara 1: Azzahra Kanaya Maharani/Gladiola Micah Evangelista D Bental (Jaya Raya Satria)
Juara 2: Adelia Alya Shakila/Kayla Gifta Maulida (Jaya Raya Solo)
Juara 3: Ayunda Zalfa Irmanto/Vanezya Artha Nafasta (Champion Klaten) dan Griselda Galafreya Naashir/Neisya Syaza Vardian (Champion Klaten)
Tunggal Pemula Putra U-15
Juara 1: Ahzha Catur Anugrah (Cahaya Lumajang)
Juara 2: Rafi Qabilah Fathurrahman (TAQI Arena Badminton)
Juara 3: Mukhammad Zaki Al Kahfi (AIRI Badminton Academy) dan Haikal Banyu Putra Sutisna (KITA Badminton Club)
Tunggal Pemula Putri U-15
Juara 1: Almaira Dzakira Wulanda Lestari (PB Djarum)
Juara 2: Tiyas Anggraeni (PB Djarum)
Juara 3: Laura Leydisya (PB Djarum) dan Meiliana Anatasya Effendi (PB Djarum)
Ganda Pemula Putra U-15
Juara 1: Deva Devandra Santosa/Muhammad Ashil (PB Djarum)
Juara 2: Kausar/Prabu Arsya Pratama (TAQI Arena Badminton Academy)
Juara 3: Darell Fayi Aflah/Han Liang Gunawan (Mulya Mandiri) dan Muhammad Bilal Alghozy/Muhammad Fardan Apriza (TAQI Arena Badminton Academy)
Ganda Pemula Putri U-15
Juara 1: Aisyah Anindya Rubiyanto/Tiyas Anggraeni (PB Djarum)
Juara 2: Aleyda Dwidyna Putri/Quinsa Juanita Putri (Jaya Raya Satria)
Juara 3: Tiara Shaqeela Jasmine/Zhaafira Khoerunnisa (PB Djarum) dan Laura Leydisya/Orizae Ganesha Jofi (PB Djarum)
Ganda Pemula Campuran U-15:
Juara 1: Muhammad Ashil/Wishell Zadine Andua Nova (PB Djarum)
Juara 2: Han Liang Gunawan/Patricia Queenayla (Mulya Mandiri)
Juara 3: Reza Ahmad Fajri Kurniawan/Aleyda Dwidyna Putri (Jaya Raya Satria) dan Lorenzo Diego Makal/Angela Margaret Sinyoman (PB Talenta)
Tunggal Remaja Putra U-17
Juara 1: Ariel Abraham Arifianto (Champion, Klaten)
Polresta Pati menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Zebra Candi 2025 di halaman Mapolresta Pati, Senin (17/11/2025). Foto: Kholistiono
BETANEWS.ID, PATI – Polresta Pati menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Zebra Candi 2025 di halaman Mapolresta Pati, Senin (17/11/2025). Apel ini menjadi bentuk pengecekan kesiapan personel serta sarana prasarana sebelum operasi berlangsung selama 14 hari. Kegiatan dipimpin Kapolresta Pati Kombes Pol Jaka Wahyudi.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Pati Risma Ardi Candra, Pj Pasiops Kodim 0718/Pati Kapten Inf Tri Sucipto, para PJU Polresta Pati, jajaran Dishub, Satpol PP, Subdenpom, Jasa Raharja, serta personel lintas fungsi lainnya.
Dalam arahannya, Kapolresta membacakan amanat Kapolda Jawa Tengah yang menyoroti dinamika persoalan lalu lintas seiring meningkatnya jumlah kendaraan dan mobilitas masyarakat.
“Situasi lalu lintas hari ini berkembang sangat dinamis. Tantangan ini harus dijawab dengan kesiapan dan kehadiran polisi yang benar-benar mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat,” ujar Kapolresta.
Kombes Pol Jaka Wahyudi menyampaikan, bahwa Operasi Zebra Candi 2025 merupakan langkah strategis untuk menekan angka kecelakaan dan meningkatkan kedisiplinan berlalu lintas.
“Angka kecelakaan masih mengkhawatirkan. Operasi ini adalah ikhtiar kita bersama untuk menurunkannya. Edukasi kepada masyarakat harus berjalan seimbang dengan penegakan hukum,” ungkapnya.
Ia juga menginstruksikan seluruh personel agar mengedepankan pendekatan humanis.
“Saya tekankan, setiap tindakan harus profesional dan mengutamakan keselamatan, baik anggota maupun masyarakat. Penindakan tetap dilakukan, tetapi dengan cara-cara yang persuasif dan beretika,” imbuhnya.
Selain itu, Kapolresta mengimbau anggotanya menjaga keteladanan dalam bertugas. “Disiplin dalam bertugas adalah fondasi. Jadikan operasi ini bukan hanya pekerjaan, tetapi wujud pengabdian. Tunjukkan bahwa kita hadir membawa manfaat, bukan sekadar menegakkan aturan,” ucapnya.
Ia juga memberikan motivasi kepada peserta apel agar menjalankan operasi secara optimal. Yakni, bagaimana setiap langkah aparat di lapangan berpengaruh langsung pada keselamatan banyak orang. Sehingga dirinya meminta, bahwa setiap tugas yang dijalankan bisa menjadi kadang ibadahmu
“Tidak ada pengabdian yang sia-sia ketika dilakukan dengan sungguh-sungguh,” katanya.
Usai apel, dilakukan pemeriksaan kendaraan dinas sebagai sarana pendukung operasi. Pemeriksaan berlangsung tertib tanpa temuan pelanggaran.
Untuk diketahui, Operasi Zebra Candi 2025 digelar pada 17–30 November dengan sasaran prioritas antara lain penggunaan ponsel saat berkendara, tidak memakai helm atau sabuk keselamatan, melawan arus, pengendara di bawah umur, serta pelanggaran batas kecepatan.
MilkLife bersama Bakti Olahraga Djarum Foundation kembali menggelar MilkLife Archery Challenge 2025 Seri 2 di SuperSoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, Rabu–Sabtu (12–15/11/2025). Foto: Rabu Sipan
BETANEWS.ID, KUDUS – MilkLife bersama Bakti Olahraga Djarum Foundation kembali menggelar MilkLife Archery Challenge 2025 Seri 2 di SuperSoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, Rabu–Sabtu (12–15/11/2025). Setelah sukses pada seri pertama di Mei lalu, ajang ini kembali menarik antusias tinggi dengan kehadiran 863 atlet muda panahan dari berbagai daerah di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DIY.
Turnamen yang mendapat dukungan Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Kudus ini diikuti oleh peserta dari 25 Madrasah Ibtidaiyah (MI), 151 Sekolah Dasar (SD), 12 Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan 47 Sekolah Menengah Pertama (SMP). Seri kedua juga menambah satu kategori baru, yakni Nasional (standar bow) KU 15 putra dan putri, melengkapi empat kategori lainnya: Nasional KU 12, Nasional KU 10, PVC KU 12, serta PVC KU 10.
Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, yang hadir dalam pembukaan, menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan ajang ini. Menurutnya, MilkLife Archery Challenge bukan hanya menjadi ruang kompetisi, namun juga sarana pengembangan karakter dan disiplin bagi atlet muda.
“Terima kasih kepada semua pihak, terutama Djarum Foundation yang telah mengadakan acara ini sebagai ajang bagi anak-anak kita untuk berkompetisi dan melatih diri. Pemerintah Kabupaten Kudus akan selalu mendukung pembinaan agar mereka menjadi atlet yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” tutur Sam’ani, Sabtu (15/11/2025).
Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, mengungkapkan bahwa jumlah peserta meningkat signifikan dibandingkan seri perdana yang diikuti 428 atlet. Lonjakan lebih dari 50 persen ini menunjukkan bahwa minat dan antusiasme atlet muda terhadap panahan terus berkembang.
“Kenaikan jumlah peserta ini sangat bagus karena melampaui ekspektasi. Kami ingin ajang ini tidak hanya menjadi panggung kompetisi, tetapi juga bagian dari proses regenerasi atlet panahan nasional. Dengan kompetisi yang terstruktur, kami berharap cabang olahraga ini semakin maju, khususnya di Kudus dan Jawa Tengah,” ujar Yoppy.
Yoppy menambahkan bahwa penyelenggaraan turnamen ini memberikan kesempatan luas bagi atlet dari berbagai latar belakang untuk berpartisipasi. Menurutnya, ekosistem panahan harus terus dirawat melalui pembinaan berkelanjutan.
“Dengan sistem yang terbuka dan pembinaan yang konsisten, olahraga panahan bisa tumbuh, disukai, dan menjadi populer di kalangan anak muda,” tambahnya.
Wakil Ketua Umum II Pembinaan dan Prestasi PB Perpani, Abdul Razak, juga hadir memberikan dukungan. Ia menilai MilkLife Archery Challenge sebagai ajang penting untuk mengukur pertumbuhan kualitas sekaligus kuantitas atlet muda panahan Indonesia.
“Kami sangat mendukung event ini karena jumlah pesertanya terus meningkat, bukan hanya dari Kudus, tetapi juga dari Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Yogyakarta. Kualitas atlet juga menunjukkan perkembangan signifikan dari tahun ke tahun,” jelasnya.
Atmosfer kompetitif semakin terasa saat perebutan gelar Juara Umum MilkLife Archery Challenge Seri 2 berlangsung ketat. MI NU Banat Kudus keluar sebagai Juara Umum dengan raihan enam medali: satu emas dan satu perunggu dari nomor individu, serta satu emas, dua perak, dan satu perunggu dari nomor beregu. Kepala MI NU Banat, Faukhil Wardati, menyebut pihaknya menerjunkan 52 atlet yang telah berlatih rutin menghadapi turnamen ini.
“Syukur kepada Allah, kami bangga dengan murid-murid yang rutin berlatih. Terima kasih kepada guru, orang tua, MilkLife, dan Djarum Foundation yang telah memberi kesempatan bagi kami,” ujar Faukhil.
Pada kategori Nasional KU 15 Putri, Kori Rajwa Nuha Saputro (SKO Surakarta) menang atas Shakila Queena Elrakha dengan set point 6–2 (111–104). Pertarungan sengit juga terjadi di sektor putra, di mana Muhammad Keanu Refi Atallah (SD Muhammadiyah 1 Ngaglik Sleman) menang tipis 6–4 (126–125) atas Pascha Hiro Rianno dari SKO Surakarta.
Keanu mengaku sempat gugup karena tertinggal di set pertama dan bahkan kehilangan satu anak panah yang melesat di luar target. Namun, ia berhasil mengendalikan diri dan membalikkan keadaan.
“Sempat deg-degan karena lawan menang di set pertama, tapi saya mencoba fokus. Meski tidak tinggi, saya percaya dengan persiapan saya,” ujarnya.
Pelatihnya, Hendra Purnama, menambahkan bahwa Keanu memiliki jam terbang tinggi. Selain sering mengikuti turnamen, Keanu juga rutin menjalani training camp di Yogyakarta sehingga mental, fisik, dan teknisnya berkembang matang.
“Keanu ditempa dari berbagai aspek, mulai dari teknik, taktik, mental, hingga fisik karena kami mempersiapkannya untuk jangka panjang,” papar Hendra.
Di kategori Nasional KU 12 Putri, Faiha Qatrunnada Salsabila M. (SD Islam Al-Badar Tulungagung) berhasil menjadi juara setelah mengalahkan Atha Felicia (SD IT Islamic Centre Purwodadi) dengan set point 6–2 (113–110). Sementara di sektor putra, Ahmad Alfath (SD IT Amal Insani Jepara) menang 6–0 (87–81) atas Anschel Cahya Firasy (SD Tingkir Lor 2 Salatiga).
Pada kategori Nasional KU 10 Putri, Butsaina Iftitah Naila Nandita (MI NU Banat Kudus) meraih kemenangan 7–3 (149–147) atas Zalfa Zahrina Putri (SD Islam Al Azhar 60 Pekalongan). Di sektor putra, Alaric Asoka Prabaswara (MI Al-Mukmin Sragen) menang 6–2 (113–110) atas Restu Faqih Athaya (SD Aisyiyah Unggulan Gemolong).
Di divisi PVC KU 12 Putri, Azka Aulia Nurinnajwa (SD Islam Al Furqon Rembang) menang 6–0 (86–78) atas Samita Lituhayu Widati (SDIT Al Ihsan Rembang). Di sektor putra, Ahmad Maulana Umar Al Fatih (MI Muhammadiyah Al Tanbih) unggul 6–2 (115–107) atas Raihan Hafidz Al B (SD 1 Bae Kudus).
Pada PVC KU 10 Putri, Qyara Farzana Permatasari (SD Khalifa IMS Semarang) menang tipis 6–5 (133–124) atas Rafifa Atayani Cahyono (MIN Kudus). Pertandingan kompetitif terjadi pada sektor putra ketika Elang Al Fatikh Sutikno (SD Islam Annawawiyah Rembang) menang 6–5 (144–146) atas Devananda Bady Ramadhan (SD Ya Ummi Fatimah) melalui tembakan tambahan.
Selain nomor perorangan, kompetisi beregu juga berlangsung meriah. Sejumlah sekolah tampil dominan, di antaranya SKO Surakarta (Nasional KU 15 Putra dan Putri), SD Al Islam Pengkol Jepara (Nasional KU 12 Putri), SDIT Umar Bin Khathab Pati (Nasional KU 12 Putra dan PVC KU 10 Putra), SD IT Assalam Bandungan (Nasional KU 10 Putri), SD Aisyiyah Unggulan Gemolong (Nasional KU 10 Putra), SDIT Al Ihsan Rembang (PVC KU 12 Putri), SD Masehi Kudus (PVC KU 12 Putra), serta MI NU Banat Kudus (PVC KU 10 Putri).
Lapak Nasi Cokot milik Adit di Desa Japan, Kudus. Foto: Nania Rizka Apriliyani
BETANEWS.ID, KUDUS – Pagi hari di Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, aktivitas warga mulai menggeliat. Di tepi jalan desa yang masih diselimuti embun, seorang pemuda bernama Adit (20), terlihat sibuk menyiapkan dagangannya. Dengan meja sederhana yang di tutupi dengan banner berwarna merah, Adit menjadi salah satu penjual nasi cokot yang cukup dikenal warga sekitar.
Usaha yang resmi diluncurkan pada 1 Oktober 2025 ini menawarkan konsep yang unik. Nasi dibentuk bulat, diisi lauk di tengahnya, lalu dibungkus dengan praktis sehingga mudah disantap di mana saja. Konsep ini mirip dengan burger, namun dengan sentuhan cita rasa khas nusantara karena menggunakan nasi sebagai bahan utama.
“Nasi Cokot ini saya buat supaya orang bisa makan nasi dengan cara yang lebih praktis. Tidak perlu piring, tidak perlu sendok. Tinggal ‘cokot’ aja,” ujarnya saat ditemui beberapa waktu lalu.
Menu yang paling banyak diminati sejauh ini adalah varian Ayam Kemangi, yang menjadi best seller sejak pertama kali dijual. Menurut Adit, varian Ayam Kemangi dipilih karena memiliki cita rasa yang khas wangi kemangi yang segar berpadu dengan bumbu ayam yang gurih pedas.
“Nasinya saya buat supaya pulen, terus ayamnya setiap pagi saya olah baru, jadi selalu segar. Paing laris ya ayam kemangi, aroma kemanginya menciptakan sensasi rasa yang menggugah selera,” ungkapnya.
Dalam satu hari, usaha ini bisa menghabiskan hingga empat kilogram ayam untuk memenuhi permintaan pelanggan. Biasanya, Adit buka mulai pukul 05.30 hingga 17.00 WIB.
“Karena tingginya antusiasme pembeli, jadi seringnya sudah habis sebelum sore hari,” bebernya.
Tidak hanya melayani pembelian langsung, Nasi Cokot juga hadir di platform ShopeeFood dan GoFood untuk menjangkau pelanggan lebih luas. Menurutnya, banyak anak muda dan pekerja kantoran yang lebih memilih cara praktis memesan secara online.
Lapak Pak Man di depan MAN 1 Kudus. Foto: Muhammad Amaruddin
BETANEWS.ID, KUDUS – Matahari siang mulai condong ke barat. Asap tipis mengepul dari wajan kecil di tepi jalan, tepatnya depan MAN 1 Kudus, tercium aroma manis pisang cokelat yang menggoda.
Di balik gerobak sederhana berwarna merah dan kuning, tampak seorang kakek-kakek yang tangannya masih terampil membolak-balik adonan di minyak panas. Dia tak lain adalah Sukarman (70), penjual jajanan yang akrab disapa Pak Man.
Di sela kesibukannya menggoreng dagangannya, Sukarman menuturkan kisah hidupnya. Sebelum berjualan, ia pernah bekerja di produsen tenteng.
“Tapi karena sudah nggak kuat lagi, saya cari pekerjaan yang modalnya sedikit dan tenaganya nggak terlalu berat. Ya akhirnya jualan jajanan ini,” terangnya.
Usaha kecilnya yang diberi nama “Aneka Jajan Pak Man” sudah berjalan sejak tahun 2022. Ia menjual aneka jajan, mulai dari cilor, cireng, maklor, hingga piscok. Semua menu ia jual dengan harga satuan seribu rupiah.
Pak Man mulai berjualan setiap hari pukul 09.00 hingga 17.00 WIB. Dari sekian jajanan yang ia goreng, piscok dan cireng jadi favorit para pembeli.
“Terutama para siswa dan mahasiswa yang sering mampir setiap sore, kebanyakan belinya itu piscok dan cireng,” bebernya.
Biasanya, Pak Man berjualan di dua lokasi, untuk hari Senin hingga Kamis, ia jualan di depan Kampus UIN Kudus. Sedangkan hari Jumat hingga Minggu, Pak Man mankal di depan MAN 1, Kudus.
“Alhamdulillah hasilnya bisa saya buat hidup sehari-hari. Selagi bisa mandiri, saya tidak ingin merepotkan,” tambahnya saat ditemui di depan MAN 1 Kudus, Ngembalrejo, Bae, Kudus.
Penulis: Muhammad Amaruddin, Mahasiswa PPL PBSI UMK
Air Terjun Tretes di Desa Gunungsari, Kecamatan Tlogowungu, Pati. Foto: Kholistiono
BETANEWS.ID, PATI – Di balik hamparan alam Kabupaten Pati yang memukau, tersembunyi sebuah permata wisata yang kian populer di kalangan pencinta petualangan, yakni Air Terjun Tretes. Destinasi yang berada di kawasan lereng Pegunungan Muria ini menawarkan panorama alam yang masih sangat asri, seolah mengajak setiap pengunjung untuk sejenak melupakan hiruk pikuk kehidupan kota.
Air Terjun Tretes dikenal dengan aliran airnya yang jatuh dari tebing tinggi, menciptakan percikan kabut tipis yang menyegarkan wajah siapa pun yang mendekat. Suara gemuruh air berpadu dengan kicau burung hutan, menghadirkan suasana tenang yang memanjakan telinga.
Tak heran, tempat ini menjadi favorit bagi wisatawan yang mencari ketenangan maupun penggemar fotografi alam.
Akses menuju air terjun yang berada di Desa Gunungsari, Kecamatan Tlogowungu, Pati ini, memang membutuhkan sedikit usaha. Pengunjung harus menyusuri jalan setapak yang menembus pepohonan rindang.
Namun perjalanan yang menantang itu justru menjadi bagian menarik dari petualangan. Setiap langkah seolah dihadiahi pemandangan hutan hijau dan udara pegunungan yang sejuk.
Sesampainya di lokasi, semua lelah seketika hilang. Panorama tebing tinggi, kolam alami yang jernih, serta udara segar khas pegunungan menjadi paket lengkap yang sulit untuk tidak diabadikan. Banyak wisatawan memilih bermain air atau sekadar duduk menikmati keindahan alam yang tersaji di depan mata.
Tak hanya menyuguhkan pesona alam, kawasan Air Terjun Tretes juga cocok untuk aktivitas rekreasi keluarga, piknik, hingga camping bagi pecinta kegiatan outdoor.
Dengan potensi alam yang masih terjaga, tempat ini semakin sering direkomendasikan sebagai salah satu destinasi wisata wajib di Pati.
“Di sini ada Air Terjun Tretes yang langsung dari Pegunungan Lereng Muria,” kata Kafi, salah satu warga setempat, Sabtu (15/11/2025).
Menurutnya Air terjun Tretes ini berasal dari suara air yang berbunyi ‘tretes-tretes’. Dari itu warga mengenal air terjun itu dengan nama Tretes.
“Itu berasal dari suara air yang jatuh tretes-tretes terus dikenal dengan nama Air Terjun Tretes,” kata dia.
Kafi mengatakan ada dua rute untuk bisa sampai di air terjun. Pertama bisa dari Desa Gunungsari dan Tajungsari. Akses jalan yang menurun saat berangkat dan mendaki saat pulang.
“Ada dua rute yakni dari Desa Santi, Gunungsari atau Tajungsari, Kecamatan Tlogowungu,” ucapnya.
Menurutnya biasanya wisatawan ramai saat akhir pekan. Mereka datang dari Pati dan luar daerah.
“Kalau ramai itu pas libur Sabtu dan Minggu. Biasanya mereka camping, bakar-bakar makanan di sini,” jelasnya.
Bagi wisatawan, kata dia tidak dikenai tarif masuk. Hanya ada beberapa titik di rumah warga yang menyediakan jasa parkir.
“Tarifnya gratis. Kalau bawa motor parkir biaya sendiri,” jelasnya.
Salah satu wisatawan, Sentot mengaku penasaran dari media sosial. Setelah itu dia bersama teman-temannya datang ke air terjun.
“Dari Rembang, suasana sangat bagus, airnya jernih, dan sejuk. Tahunnya dari media sosial. Bagus dicoba dengan teman-teman. Apalagi yang suka jalan kaki cocok banget ini,” ungkapnya.
Bagi kamu yang sedang merencanakan liburan dengan nuansa petualangan dan ketenangan, Air Terjun Tretes adalah pilihan yang tak boleh dilewatkan.
Pengunjung menikmati sajian di Warung Alas Pijar Kudus. Foto: Kaerul Umam
BETANEWS.ID, KUDUS – Di tengah sejuknya udara pegunungan Muria, hadir sebuah destinasi kuliner unik bernama Warung Alas Pijar. Warung tersebut menawarkan menu jadul pedesaan yang tersaji di tengah hutan pinus.
Warung yang terletak di kawasan wisata Pijar Park, Desa Kajar, Kecamatan Dawe ini, kini menjadi salah satu daya tarik baru bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana alam sekaligus kuliner khas pedesaan.
Owner Warung Alas Pijar, Pujiharto menjelaskan, bahwa konsep yang diusung warungnya berbeda dari tempat makan pada umumnya. Sejak berdiri Januari 2025, warung itu menjadi dambaan wisatawan kala berkunjung di wisata Pijar Park.
“Konsep kami lebih menawarkan menu-menu jadul atau pedesaan di bawah hutan pinus. Di antaranya yang khas di kawasan Muria seperti pecel pakis dan menu khusus jamur merah atau lingsi, yang hanya ada setahun sekali,” ungkapnya, belum lama ini.
Dengan konsep prasmanan pedesaan, pengunjung bisa langsung mengambil nasi dan lauk yang disajikan di atas tungku api tradisional. Tak hanya cita rasa, peralatan jadul yang digunakan juga menjadi nilai estetika tersendiri.
“Kelebihan kami, tamu bisa bersantai menikmati makanan di bawah pohon pinus. Tempatnya adem, alami, dan jadi spot foto yang bagus bagi pengunjung,” tambahnya.
Ia menuturkan, harga menu di Warung Alas Pijar pun sangat terjangkau, mulai dari Rp5.000 hingga Rp20.000, tergantung pilihan lauk dan menu. Dengan menyajikan menu pedasaan, warung ini mampu menarik 50 hingga 100 pengunjung setiap hari. Bahkan untuk hari libur, warung tersebut lebih ramai lagi.
Menurutnya, menu yang paling banyak dicari ialah pecel pakis dan masakan kampung karena menghadirkan nostalgia cita rasa desa yang otentik. “Paling banyak yang dipilih pelanggan adalah pecel pakis, karena makanan khas Muria,” ujarnya.
Salah satu pengunjung, Seivira Zalfa Ramadani mengaku, mengetahui tempat ini dari media sosial seperti TikTok dan Instagram. Karena ingin mencicipi menu dengan pemandangan alam sejuk dan indah, ia datang jauh-jauh dari Pati .
“Di sini banyak pilihan, bahkan ada nasi jagung buat yang lagi diet seperti saya. Ada nasi liwet, nasi putih, ikan manyung, ikan bakar, lele, sampai jamur merah. Rasanya seperti masakan desa zaman dulu, enak banget,” ujarnya.
Senada dengan Seivira, Widya Cahyaningrum juga puas menikmati sajian khas Alas Pijar. Apalagi tempatnya yang menyuguhkan pemandangan alam dapat menjadi spot foto bagi dirinya.
“Saya pesan nasi liwet, gimbal udang, dan pecel pakis. Menunya lengkap, ada kepala manyung juga. Pemandangannya bagus banget, bisa makan sambil lihat hutan pinus, dan harganya worth it,” katanya.
Milklife Festival Keluarga Sehat 2025 diadakan di Alun-alun Simpang Tujuh, Kudus, pada Sabtu (15/11/2025) hingga Minggu (16/11/2025). Foto: Rabu Sipan
BETANEWS.ID, KUDUS – Milklife Festival Keluarga Sehat 2025 diadakan di Alun-alun Simpang Tujuh, Kudus, pada Sabtu (15/11/2025) hingga Minggu (16/11/2025). Kesadaran dan kepedulian terhadap tumbuh kembang anak mendorong berbagai pihak di Kabupaten Kudus untuk berkolaborasi melakukan upaya pencegahan stunting.
Festival Keluarga Sehat 2025 bertema “Menang Lawan Stunting: Langkah Sehat, Generasi Kuat”. Tema ini sekaligus menjadi bentuk ajakan kepada seluruh elemen masyarakat Kudus agar bersama-sama berperan mencegah bahaya stunting. Festival ini terbuka dan dihadiri ribuan warga mulai dari kategori remaja putri, pasangan usia subur, calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, hingga ibu balita.
Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris mengemukakan peran masyarakat, khususnya orang tua sangat krusial mencegah stunting. Sebagai faktor penentu kesehatan anak-anak, para orang tua hendaknya memiliki pengetahuan yang cakap tentang makanan bergizi, cara pengolahan, hingga aturan makannya.
Oleh karena itu festival gagasan Bakti Sosial Djarum Foundation yang bekerjasama dengan Savoria Group dan Pemerintah Kabupaten Kudus dapat menjadi sarana edukasi yang tepat untuk menjangkau masyarakat khususnya para orang tua.
“Milklife Festival Keluarga Sehat 2025 bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya peran orang tua dalam memerangi stunting. Sebab, kondisi gizi buruk dapat berdampak pada kesehatan dan kecerdasan anak-anak di masa depan,” ujar Sam’ani.
Bakti Sosial Djarum Foundation yang selama ini selalu mengawal dan mendampingi keluarga sehat Kudus. Sehingga menurut data jumlah stunting di Kabupaten Kudus turun menjadi 4,03%. Apa yang telah dilakukan oleh Bakti Sosial Djarum Foundation ini sangat membantu Kudus dalam membangun generasi sehat dan kuat.
“Oleh karena itu segenap jajaran Pemerintahan Kabupaten Kudus harus mendukung, terutama Camat, Kepala Desa, Pendamping Desa dan Bidan Desa ikut bersama-sama membawa Kudus bebas stunting,” imbau Bupati Sam’ani.
Bupati juga memberikan apresiasi kepada Bakti Sosial Djarum Foundation dan Milklife karena telah menginisiasi program pencegahan stunting baik di lingkungan perusahaan maupun masyarakat luas.
“Semoga kerja kolaborasi yang baik bersama seluruh stakeholders di Kabupaten Kudus ini, dapat berkontribusi menurunkan angka prevalensi gizi buruk dalam waktu yang cepat,” harapnya.
Pada kesempatan yang sama, Program Director Bakti Sosial Djarum Foundation Achmad Budiharto mengatakan, diselenggarakannya Milklife Festival Keluarga Sehat 2025 merupakan salah satu cara untuk meningkatkan dan memperluas kesadaran tentang pencegahan stunting.
“Milklife Festival Keluarga Sehat juga merupakan salah satu upaya kami membantu pemerintah menekan angka stunting dalam waktu cepat, khususnya Kabupaten Kudus. Kami sadar angka prevalensi stunting di Kudus cukup tinggi dan sulit turun,” ujarnya.
Salah satu penyebabnya, lanjut Achmad Budiharto, adalah pemahaman masyarakat masih kurang terhadap bahaya dan risiko yang akan menimpa anak-anak mereka. Lewat kegiatan ini diharapkan mampu memberikan edukasi, penanganan, dan pencegahan stunting kepada masyarakat agar semakin waspada terhadap bahaya gizi buruk.
“Selain SDIDTK, Imunisasi Wajib Balita, Vaksin Calon Pengantin, Screening Triple Eliminasi, Activity Edukasi terkait Stunting, kondisi psikologis Ibu Hamil dan menyusui juga sangat penting dipantau. Kami akan bekerja sama dengan posyandu/PKK dan puskesmas yang tersebar di Kabupaten Kudus, Kelompok PAUD Kabupaten Kudus, serta seluruh Unit Kerja Djarum Group dalam rangka menekan angka gizi buruk di Indonesia,” bebernya.
Sebelumnya, beberapa agenda kegiatan menuju Milklife FKS 2025 sudah bergulir. Antara lain: kegiatan “Belanja Pinter Gizine Bener” yang dilaksanakan selama Oktober 2025, bertempat di SKT Sidorekso, SKT Kesambi dan SKT Megawon Group, dan SKT Karangbener, dengan total diikuti 2.500 karyawan/karyawati. Kemudian Aksi Resik Sehat (SIKAT) yang telah dilaksanakan di Desa Klumpit dan Desa Kesambi yang diikuti 300 warga Masyarakat desa setempat.
“Dengan ada banyak kegiatan, banyak edukasi soal gizi dan tempat tinggal yang sehat, kami optimis Kabupaten Kudus menang melawan stunting untuk menuju Generasi Emas 2045,” kata Achmad Budiharto
Ia menegaskan, tujuan utama FKS adalah mengedukasi masyarakat, utamanya Masyarakat Kabupaten Kudus tentang pencegahan dan penanganan stunting, mempersiapkan generasi emas menuju Indonesia Emas 2045. Lebih lanjut Achmad Budharto menjelaskan gambaran pelaksanaan Festival Keluarga Sehat 2025 yang hari ini digelar,
“Festival Keluarga Sehat 2025 akan berisi banyak sekali kegiatan yang dapat diikuti oleh seluruh masyarakat Kudus. Kegiatan-kegiatan yang digelar, meliputi: edukasi dan pemeriksaan kesehatan bagi para remaja, calon pengantin, pasangan usia subur, ibu hamil, ibu menyusui, dan ibu yang mempunyai anak balita. Dan pada penyelenggaraan tahun ini ditambah dengan memberikan edukasi dan gambaran tentang lingkungan hunian yang sehat terkait dengan akses sanitasi dan air minum aman.” jelasnya.
Ia menambahkan, layout pada penyelenggaraan tahun ini juga telah kami desain seperti satu siklus kehidupan mulai dari apa yang harus dipersiapkan mulai dari remaja hingga menikah dan mempunyai anak agar dapat menghasilkan generasi bebas stunting. Harapannya semua target sasaran mulai dari remaja dapat mengetahui hal-hal apa saja yang harus dipersiapkan sebelum mereka mencapai tahapan kehidupan berikutnya.
Selain itu, ada kegiatan-kegiatan lain yang tidak kalah seru, seperti jalan keluarga sehat dengan doorprize motor polytron, kulkas, tv, mesin cuci, dan hadiah lainnya. Akan ada lomba- lomba bagi anak-anak dan keluarga, seperti lomba merangkak, lomba mewarnai, lomba induk dan anak ayam, lomba masak MPASI, dan beberapa lomba lainnya.
“Tidak kalah menarik, edukasi terkait stunting akan kami hadirkan dalam bentuk wayang humor yang akan dimainkan oleh Teater Djarum,” imbuhnya.
Field Promotion Manager Milklife Danang Adityo Pramandaru berharap dengan adanya Milklife Festival Keluarga Sehat 2025 di Kabupaten Kudus, seluruh warga masyarakat semakin sadar akan bahaya yang mengancam anak-anak dengan gizi buruk. Harapannya masyarakat di Kabupaten kudus akan lebih memperhatikan kebutuhan gizi dan nutrisi anak- anak, khususnya di seribu hari pertama kehidupan.
“Target audience utama kegiatan Milklife Festival Keluarga Sehat 2025 ini tidak hanya ibu hamil, ibu menyusui dan balita, namun juga remaja putri dan pasangan subur karena mereka ini bakal orang tua yang nantinya bertanggung jawab terhadap kecukupan gizi anak-anaknya. Milklife Festival Keluarga Sehat 2025 gratis dibuka untuk umum. Di sini kami menyediakan booth pelayanan kesehatan bagi ibu hamil dan menyusui, balita, juga playground bermain anak yang bisa langsung diakses oleh para pengunjung,” kata Danang.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk membahas Rancangan Peraturan Bupati (Ranperbup) tentang Pesantren dan Madrasah Diniyyah (Madin), Sabtu (15/11/2025). Foto: Rabu Sipan
BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk membahas Rancangan Peraturan Bupati (Ranperbup) tentang Pesantren dan Madrasah Diniyyah (Madin), Sabtu (15/11/2025). Regulasi ini ditargetkan rampung dan dapat diterbitkan pada tahun 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung IPHI Kecamatan Jekulo itu dihadiri Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, Wakil Ketua DPRD Kudus Mukhasiron, Ketua PWNU Jateng KH Abdul Ghaffar Rozin, Ketua PCNU Kudus KH Asyrofi Masyitho, serta perwakilan santri dan santriwati dari berbagai pesantren.
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menyampaikan bahwa FGD ini digelar untuk menyerap masukan dari berbagai unsur masyarakat, khususnya tokoh agama dan pengasuh pesantren.
“FGD ini kami lakukan untuk menjaring informasi dan masukan konstruktif dari masyarakat. Rancangan Perbup sudah tersusun, tinggal tahap finalisasi dan harmonisasi,” ujar Sam’ani.
Ia menegaskan bahwa regulasi ini bertujuan memberikan ruang yang lebih kuat bagi pesantren dalam menjalankan fungsi pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat. Dengan adanya Perbup, ia berharap ada kepastian hukum serta tata kelola yang jelas bagi penyelenggaraan pendidikan pesantren dan Madin di Kudus.
Ketua PWNU Jawa Tengah, KH Abdul Ghaffar Rozin, memberikan apresiasi atas progres penyusunan Ranperbup. Ia menyebut rancangan tersebut telah memenuhi kebutuhan dasar, namun masih perlu beberapa penyempurnaan.
“Substansi rekognisi lulusan pesantren dan Madin perlu diperkuat agar tidak ada perbedaan perlakuan dengan lulusan sekolah umum. Mereka punya hak yang sama saat mendaftar sebagai pegawai daerah atau melanjutkan kuliah,” tegasnya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya memastikan regulasi tidak hanya berhenti pada tataran keputusan, tetapi diikuti oleh perencanaan dan pelaksanaan yang nyata. Ia mengusulkan dibentuknya badan atau lembaga khusus yang menangani pendidikan pesantren dan Madin di Kudus.
Wakil Ketua DPRD Kudus, Mukhasiron, menegaskan bahwa Perda Pesantren memandatkan pembentukan lembaga fasilitasi. Karena itu, ia menilai Ranperbup wajib memuat langkah konkret untuk merealisasikan amanat tersebut.
“Tanpa lembaga penghubung, banyak program OPD tidak akan terserap oleh pesantren. Padahal pemerintah memiliki banyak program pemberdayaan, pendidikan, dan ekonomi kreatif yang seharusnya bisa masuk ke pesantren,” ujar Mukhasiron.
Ia menjelaskan bahwa fungsi pesantren yang meliputi pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat harus terintegrasi dengan kebijakan pemerintah daerah. Selama ini, banyak pesantren yang belum terjangkau program pelatihan, peningkatan kapasitas, maupun akses ekonomi karena tidak adanya unit koordinasi resmi di lingkungan Pemkab.
Mukhasiron juga menekankan bahwa keberadaan lembaga fasilitasi ini akan mendorong pemerataan program lintas dinas, seperti dari Dinas Pendidikan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Dinas UMKM, hingga Dinas Koperasi dan Ekonomi Kreatif. Dengan begitu, pesantren dapat berperan lebih aktif dalam mendukung peningkatan kualitas SDM daerah.
Lebih lanjut, ia meminta agar penyempurnaan Ranperbup benar-benar melibatkan perwakilan pesantren dan Madin agar aturan yang dihasilkan memiliki legitimasi kuat. Menurutnya, partisipasi aktif dari para pemangku kepentingan akan membuat Perbup lebih efektif dan mudah diterapkan di lapangan.
“Sebelum Ranperbup ditandatangani Bupati, kami berencana mengundang para tokoh agama dan para kiai pengasuh pesantren untuk merumuskan rekomendasi final. Semua masukan yang relevan dengan kewenangan daerah akan kami perjuangkan untuk masuk dalam regulasi,” tambahnya.
BETANEWS.ID, KUDUS – Sorak Sorai penonton terdengar jelas di GOR Sukun Sport Center ketika menyemangati atlet yang bertanding dalam ajang Sukun Youth Series II Season 2025/2026, Sabtu (15/11/2025). Di sisi lapangan, tampak sejumlah atlet tenis meja terlihat semangat merebut poin demi poin untuk menjadi yang terbaik.
Tak terkecuali Alisya Aimee Maliqa (16) yang turun di katagori youth atau kelompok umur (KU) 19 tahun. Atlet asal Jakarta yang membawa nama klub Garuda JY tersebut senang bisa tampil di kejuaraan tingkat nasional tersebut.
Apalagi banyaknya klub-klub besar yang ikut serta dalam ajang itu, dapat menambah pengalamannya dalam mengembangkan potensi di cabang olahraga tersebut.
“Ajang seperti ini sangat perlu bagi atlet-atlet Indonesia, terutama bagi saya pribadi. Karena pertandingan ini bisa memperbanyak pengalaman jam terbang serta mengejar prestasi,” bebernya saat ditemui usai pertandingan, Sabtu (15/11/2025).
Ia mengaku, sering mengikuti kejuaraan tenis meja semacam even yang digelar oleh PT Sukun Wartono Indonesia itu. Bahkan pihaknya sering menjadi juara di tingkat nasional hingga internasional.
“Seperti pekan kemarin saya berhasil menjuarai Makasar Open. Kemudian untuk ajang internasional pernah Juara 3 dalam ajang Ellite Hopes & Junior Internasional Table Tennis Championssip, di Malaysia,” tuturnya.
Prestasi yang membanggakan itu tak lepas dari kerja kerasnya dalam berlatih dengan semangat dan mental yang kuat seperti baja. Dia menuturkan, awal mula tertarik dengan pimpong saat dirinya berusia 10 tahun.
“Berawal karena ayah hobi dengan pimpong, meskipun tidak sebagai atlet profesional. Dari situ, muncul ketertarikan untuk bermain pimpong seperti ayah,” ujarnya.
Sampai detik ini, wanita yang akrab disapa Alisya itu punya harapan besar untuk bisa tampil di kejuaraan tingkat dunia. Dalam keikutsertaan dalam ajang tersebut, Alisya mengaku tidak menargetkan juara.
Pertandingan yang diikutinya itu dijadikan sebagai pengalaman untuk melangkah dan progres pada kejuaraan berikutnya. “Tidak muluk-muluk menargetkan juara. Tapi ini akan menjadi tolok ukur seberapa kemampuan saya,” tuturnya.
Sebagai informasi, even Sukun Youth Series II Season 2025/2026 di Sukun Sport Center, digelar selama tiga hari, Jumat-Minggu (14-16/11/2025). Ada sebanyak 200-an atlet dari 21 klub yang datang dari delapan provinsi di Indonesia.
Universitas Safin Pati (USP) menggelar wisuda ke-3 di Safin Arena Trangkil, Pati pada Sabtu (15/11/2025). Foto: Kholistiono
BETANEWS.ID, PATI – Universitas Safin Pati (USP) menggelar wisuda ke-3 di Safin Arena Trangkil, Pati pada Sabtu (15/11/2025). 224 mahasiswa dari lima program studi (prodi) resmi dikukuhkan dan sidang senat terbuka.
Kelima program studi tersebut adalah Teknik Informatika, S-1 Ilmu Keperawatan, D-3 Kebidanan, D-3 Farmasi, dan profesi Ners.
Bupati Pati Sudewo yang hadir pada kesempatan tersebut memberikan pesan khusus untuk ratusan wisudawan Universitas Safin Pati.
“Para wisudawan, sarjana-sarjana muda untuk berusaha maksimal, berpikir positif, melakukan hal yang positif. Pokoknya bermanfaat kepada masyarakat, kepada bangsa dan negara, ” ujar Bupati Sudewo.
Dirinya berharap, mahasiswa USP yang telah diwisuda tersebut, jangan sampai menjadi bagian dari masalah ketika sudah terjun ke masyarakat.
Bupati juga merasa bangga dengan eksistensi Universitas Safin Pati yang sudah tiga kali menggelar wisuda. Begitupun dengan jumlah mahasiswa yang sudah mencapai 1.980.
“Dalam tiga tahun cepat begitu. Saya harap nanti Universitas Safin ini menjadi perguruan tinggi yang terus berkembang, menjadi perguruan tinggi yang besar tidak hanya di Kabupaten Pati, tapi skala Jawa Tengah paling tidak. Jumlah mahasiswanya juga semakin besar, ” ucapnya.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Pati akan berusaha maksimal, supaya bisa memberikan support terhadap Universitas Safin tersebut.
Sementara itu, Rektor Universitas Safin Pati, Dr Murtono menyampaikan, bahwa pihaknya meyakini, wisuda yang kali ketiga mereka gelar ini akan menjadi momentum luar biasa bagi USP agar berkembang lebih besar lagi.
Menurutnya, bukan hanya dari sisi jumlah mahasiswa, melainkan juga dalam hal dampak bagi masyarakat.
“Kita sebenarnya sudah melakukan pengabdian terstruktur. Ada desa bina, sekitar 20-an. Jadi kita rutin, kita berkunjung, makanya kita menyebut perguruan tinggi ini berdampak. Berdampak itu artinya tidak hanya sekedar teori, tapi bisa langsung dipraktekan,” ungkapnya.
Ajang Polytron Muria Cup Sirnas C 2025. Foto: Kaerul Umam
BETANEWS.ID, KUDUS – Ajang Polytron Muria Cup Sirnas C 2025 yang diselenggarakan oleh Djarum Foundation menjadi magnet besar bagi para pebulutangkis dari seluruh Indonesia. Terlebih hasil dari kejuaraan tersebut dapat menambah rangking poin secara nasional.
Kejuaraan yang berlangsung pada 11–16 November 2025 di GOR Djarum Jati, Kudus, ini diikuti 1.226 atlet dari berbagai daerah, mulai Kalimantan, Surabaya, hingga Batam. Total hadiah yang diperebutkan mencapai Rp636 juta.
Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) PBSI Jawa Tengah, Akhmad Khafidz Basri Yusuf, menyebut antusiasme peserta tahun ini sangat tinggi. Bahkan klub-klub besar juga andil dalam ajang ini.
“Alhamdulillah, ada 1.226 peserta terdiri dari 23 kategori, mulai usia dini sampai dewasa putra-putri. Banyak yang memberikan respons positif karena klub-klub di Jateng berkesempatan ikut meskipun ini event nasional,” ujarnya.
Sirnas C merupakan kejuaraan yang diselenggarakan pihak swasta namun telah masuk dalam kalender resmi PP PBSI. Artinya, seluruh atlet berkesempatan meraih ranking poin nasional, yang menjadi parameter penting menjelang Kejurnas akhir tahun.
“Kejuaraan ini jadi salah satu daya tarik untuk menambah poin. Karena sebelum Kejurnas, rangking poin diambil dari poin nasional. Jadi ini momentum penting bagi para atlet,” jelasnya.
Ia menambahkan, kualitas pertandingan cukup kompetitif karena sejumlah klub besar seperti PB Djarum Kudus, Jaya Raya Jakarta, Exist Jakarta, Tangkas Jakarta, dan Mutiara Bandung menurunkan atlet terbaik mereka.
Secara keseluruhan, 23 gelar juara diperebutkan. Nomor tunggal putra dan putri memiliki pembagian kelompok umur terbanyak, yakni U-11 (usia dini), U-13 (anak-anak), U-15 (pemula), U-17 (remaja), U-19 (taruna), Dewasa. Untuk nomor ganda (putra, putri, dan campuran), kategori yang dipertandingkan adalah U-15, U-17, U-19, dan dewasa.
“Pantauan kami bagus semua. Hari ini mereka main dua kali, yakni perempat final dan semifinal. Besok tinggal final, ada 13 pertandingan,” katanya.
Akhmad menilai Sirnas C memiliki peran penting dalam proses pembinaan atlet nasional. Hal itu sekaligus sebagai ajang pembinaan bagi atlet muda mengembangkan bakat mereka.
“Kami berharap hasil Sirnas C ini menjadi bagian dari regenerasi pebulutangkis untuk Indonesia. Harapanya memang akan muncul atlet-atlet bagus dari sini,” jelasnya.
“Pembinaan memerlukan 10 tahun atau 10.000 jam. Mata rantai dari usia dini harus terus berjalan. Dalam talent scouting ada empat tahapan: talent detection, orientasi bakat, talent identification, dan development. Untuk usia dini, ini tahap talent identification,” paparnya.
Selain mengejar poin nasional, kejuaraan ini juga menjadi wadah uji kemampuan bagi para atlet dari berbagai kelompok umur. “Manfaatnya jelas, selain meraih poin, mereka bisa mengukur kemampuan dan bersaing sejak usia dini sampai dewasa,” tambahnya.
Polytron Muria Cup Sirnas C 2025, katanya, diselenggarakan secara open, tanpa batasan kuota peserta. Hal ini memberi kesempatan lebih luas bagi klub-klub daerah untuk mengirimkan atlet terbaiknya demi meraih pengalaman bertanding di level nasional.