BETANEWS.ID, JEPARA – Kondisi jalan di Jepara beberapa bulan lalu sempat mengalami kerusakan parah. Selain karena tingginya curah hujan, tonase kendaraan yang melebihi kapasitas juga disinyalir menjadi penyebab rusaknya jalan.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Jepara, Trisno Santoso mengatakan, pihaknya sudah mengajukan surat ke Kementrian Perhubungan dan Dirjen Perhubungan Darat agar kegiatan operasional dari jembatan timbang segera diaktifkan kembali.
Baca Juga: SMPN 6 Jepara Enggan Berikan Aset Museum Ukir ke Museum Kartini Jepara
Hal tersebut dimaksudkan agar tonase kendaraan yang melintasi jalur daerah Jepara dapat sesuai dengan kondisi kelas jalan yang ada di Jepara.
“Kondisi Jepara saat ini terdapat obyek vital seperti PLTU Tanjung Jati B dimana kendaraan yang lewat tonasenya melebihi kapasitas muatan,” katanya pada Betanews.id, Rabu (19/7/2023).
Ia kemudian menambahkan bahwa Kementrian Perhubungan sebenarnya sudah membuat kebijakan untuk mengaktifkan kembali Jembatan Timbang tetapi kebijakan tersebut belum diterapkan secara total di semua daerah.
Untuk di Provinsi Jawa Tengah sendiri, menurut Trisno salah satu Jembatan Timbang yang sudah beroperasi berada di Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang.
“Kebijakan jembatan timbang ini ternyata dibuka secara bertahap oleh kementrian perhubungan, seperti yang dibuka itu Sarang, sedangkan daerah lainnya tidak dibuka secara total,” katanya.
Sehingga sembari menunggu keputusan dari pusat untuk membuka kembali jembagan timbang di Jepara, hasil koordinasi dengan Dinas Perhubungan Provinsi menyatakan bahwa akan dilakukan operasi terhadap kendaraan secara berkala menggunakan jembatan portable.
Namun Trisno menyampaikan bahwa dalam pelaksanaannya ia belum mengetahui apakah benar dilakukan atau tidak. Sebab menurutnya selama ini belum terdapat koordinasi dari pihak provinsi. Sedangkan Jepara sendiri tidak memiliki alat jembatan portable tersebut.
“Saat ini karena kita tidak punya itu (Jembatan Portable), Satlantas dan Dishub kan tidak bisa memantau yang lewat kendaraan ini tonasenya berapa, seperti kendaraan PLTU ini kan pasti melebihi dari muatan,” ujarnya.
Kemudian ia menjelaskan bahwa sebenarnya alat-alat jembatan timbang yang berada di Desa Lebuawu, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara masih berfungsi dengan baik.
Namun karena adanya pungutan liar yang sempat disidak oleh Ganjar Pranowo pada tahun 2014 silam, jembatan timbang kemudian tidak lagi diaktifkan.
Baca Juga: Dana Tak Sesuai Pengajuan, KPU Jepara Bakal Lakukan Efisiensi
“Alat-alat yang disana itu masih berfungsi dengan baik. Hanya saja waktu itu karena disinyalir ada dugaan pungli, tonase lebih tetap bisa jalan asalkan bayar sehingga kemudian di tutup,” jelasnya.
Trisno kemudin menambahkan bahwa Kabupaten Jepara sebenarnya mampu untuk pengadaan alat Jembatan Portable. Namun karena kendaraan yang melewati jalur jalan nasional harus melibatkan kementrian perhubungan pengadaan tersebut belum dilakukan.
Editor: Haikal Rosyada

