31 C
Kudus
Selasa, Januari 27, 2026

Harga Jual Saat Ini Capai Rp14.500 Sekilo, Rojolele Srinuk Kini Jadi Primadona Petani

BETANEWS.ID, KLATEN – Beras varietas Rojolele Srinuk asal Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten sedang menjadi primadona petani lantaran kualitasnya yang lebih unggul dan harga jualnya begitu tinggi.

Ketua Sanggar Rojolele Delanggu Eksan Hartanto mengatakan, sekarang budi daya Rojolele Srinuk sedang moncer. Bagaimana tidak, satu kilogram beras varietas ini mampu mencapai harga Rp13.500 sampai Rp14.500.

Ia menyebut, Rojolele awalnya adalah varietas umum yang ditanam oleh petani di wilayah Delanggu. Namun, karena masa tunggu panen yang mencapai 155 hari, petani memilih beralih ke varietas lain yang lebih singkat masa panennya. Meskipun diakui, varietas Rojolele memiliki keunggulan rasa dan tekstur yang pulen.

-Advertisement-

Baca juga: Beras Srinuk Asal Klaten Ini Punya Masa Tanam Pendek dan Kualitas Lebih Baik dari Rojolele

“Kemudian, pada 2013-2019 Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) memuliakan varietas ini. Dampaknya, varietas Rojolele lebih singkat masa panen dan tahan akan penyakit. Kemudian, varietas yang telah dimuliakan Batan didaftarkan pada Kementerian Pertanian RI dengan nama Rojolele Srinuk. Lalu, petani berbondong-bondong menanam kembali padi jenis ini,” paparnya, dihubungi Kamis (29/12/2022).

Perlu diketahui di Desa Delanggu, terdapat 28 hektare sawah dengan 40 petani penggarap. Sementara, hasil panen varietas ini mencapai 8 ton beras per bulan. Sementara di seluruh Kabupaten Klaten, Rojolele Srinuk telah ditanam di 24 Kecamatan dan menyebar ke 123 titik.

Kini, ia mengaku beras Rojolele Srinuk telah beredar di beberapa daerah. Selain pulau Jawa, produk petani Delanggu telah dinikmati hingga Bangka Belitung dan Ibukota DKI Jakarta. 

Eksan menyebut, pemasaran produk ini eksklusif. Sebab, dengan harga per kilogram yang mencapai Rp14.500, segmen pembelinya dari kalangan terbatas. Selain itu, petani pun lebih diuntungkan dengan harga beli yang tinggi.

Baca juga: Srinuk, Beras Unggulan Jateng Pengganti Raja Lele yang Rasanya Top Markotop

“Kalau harga, konsumen tidak masalah dengan beras dari kami (Desa Delanggu). Hanya saja, beras varietas ini kan sempat tidak ditanam (karena alasan lama panen). Tetapi kan ada beras yang kemasannya saja ditulis Rojolele. Nah kami mencoba meyakinkan konsumen, bahwa ini (Rojolele Srinuk) merupakan Rojolele yang memang asli,” tuturnya.

Eksan mengatakan, pengembangan beras “Rojolele Srinuk” juga didukung oleh Pemkab Klaten. Mulai dari fasilitasi peningkatan SDM, pemberantasan hama hingga upaya penyerapan hasil tani dengan memberdayakan perumda untuk kemudian dibeli oleh para ASN di lingkup Pemkab Klaten.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER