BETANEWS.ID, KUDUS – Tumpukan buku terlihat di sebuah ruangan lantai dua rumah warga Desa Peganjaran RT 6 RW 3, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus. Di sana, seorang pria terlihat sedang menyusun ulang tumpukan koran bekas yang masih berserakan. Tempat itu adalah Pojok Kliping, yang jadi jujugan para pencari sejarah Kudus.
Founder Pojok Kliping Imam Khanafi menjelaskan, tempatnya itu tersedia arsip buku, foto, dan koran yang berkaitan dengan sejarah di area Muria. Bahkan menurutnya, kini Pojok Kliping menjadi tempat yang lengkap dibandingkan dengan Perpusda Kudus tentang sejarah Kudus.

“Dulu Perpusda Kudus sangat lengkap dengan arsip sejarah Kudus. Namun sekarang Perpusda tidak begitu lengkap, mungkin karena setelah pindah lokasi saya tidak tahu, yang jelas saat ini lebih lengkap di sini,” bebernya, Kamis (22/9/2022).
Ia menyebutkan, ada beberapa buku yang mengulas tentang sejarah Kudus, di antaranya tentang sejarah rokok, sejarah Sunan Muria, dan lain sebagainya. Ia memulai mengumpulkan arsip tentang sejarah Kudus itu sejak 2013 yang lalu, dengan mencari di loakan, membeli di market place Facebook, dan ada yang hibah dari temanya.
“Saya suka membaca sudah sejak lama, sejak masih sekolah SMA. Menurut saya ini menarik mengumpulkan arsip buku tentang sejarah, apalagi di Kudus belum ada yang nggarap,” terangnya.
Baca juga: Koleksi Museum Patiayam Sudah Capai 9.346 Fragmen Fosil, Termasuk Manusia Purba
Dengan lengkapnya arsip yang tersedia, kata Imam, banyak siswa, mahasiswa, maupun guru datang ke tempatnya mencari buku sejarah yang diinginkan sebagai bahan tugas maupun penelitian.
“Di tempat ini sekarang tambah banyak relasi dan teman. Jika ada yang mau minjam buku dari sini belum bisa dikeluarkan atau dipinjamkan. Kalau mau saya fotokopi ataupun kirim pdf,” tandas Imam.
Editor: Ahmad Muhlisin

