BETANEWS.ID, KUDUS – Sampai September 2022, koleksi Museum Patiayam sudah mencapai 9.346 fragmen fosil. Fragmen itu terbagi dalam 17 spesies, mulai dari satwa darat, rawa, moluska dari laut, hingga manusia purba.
Fosil manusia purba terbaru yang ditemukan di Situs Patiayam adalah gigi, beserta batu untuk menyalakan api dan alat pemotong. Fragmen fosil manusia purba tersebut dikenalkan dalam acara Sosialisasi Museum Patiayam di Hotel @hom, Kamis (15/9/2022).
Pamong Ahli Budaya Muda Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran Dody Wiranto menyampaikan, temuan gigi manusia purba itu saat ini masih dalam tahap identifikasi. Sebelumnya, di Situs Patiayam juga sudah ditemukan kaki yang perkiraan umurnya 1,5 juta sampai 300 tahun yang umurnya hampir seusia dengan temuan yang ada di Sangiran.
Baca juga: Fosil Gading Gajah Purba Kembali Ditemukan di Situs Patiayam, Umurnya 1,5 Juta Tahun
“Kalau jenisnya homo erectus di Sangiran itu sudah bisa diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu homo erectus arkaik, homo erectus tipik, dan homo erectus progresif. Sedangkan di Patiayam baru giginya dan kita masih mencari,” beber dia.
Menurutnya, temuan baru di situs Museum Patiayam diibaratkan seperti puzzle yang belum bisa dipastikan terkait jenis manusia purbanya. Hal itu lantaran dugaan kemiripan fosil yang ada di Afrika Timur, sehingga memerlukan telaah kembali.
“Fosil dan artefak yang tertinggal itu, kita bisa menceritakan kembali sebenernya zaman itu ada apa. Setelah kita data ternyata memang pulau Jawa dulunya di bawah laut kemudian menjadi daratan. Banyak fauna termasuk manusia, karena dulu manusia purba prasangkanya dari Afrika Timur. Namun setelah dua tahun lalu, ternyata di Bumiayu manusia yang ada di Indonesia sama dengan di Afrika,” imbuhnya.
Baca juga: Dianggarkan Rp 2 Miliar, Pembangunan Gedung Baru Museum Patiayam Kini Masuki Tahap Lelang
Di sisi lain, Dody melihat kondisi situs Museum Patiayam masih kurang tertata. Makanya, adanya kerja sama dengan Museum Sangiran diupayakan untuk mendukung untuk pengembangannya.
“Penyimpanannya memang kurang, tapi seperti Sangiran itu sudah bagus yang jelas kelembapan, suhunya, sama jangan terpapar sinar matahari juga. Pokoknya untuk Patiayam kita terus support,” pungkasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

