BETANEWS.ID, KUDUS – Sahroni (31) siang itu sedang sibuk melayani pembeli yang datang di lapaknya yang berada di Jalan Jendral Sudirman, Desa Dersalam, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus. Dengan sabar, ia melayani satu per satu pembeli yang datang silih berganti di lapaknya. Tumpukan buah yang awalnya menggunung, lama-lama terkikis hingga menyisakan beberapa kilogram saja.
Roni mengaku bersyukur jualannya itu bisa jadi penyelamat saat bisnis interior yang dirintisnya 2007 lalu harus gulung tikar karena sepi peminat. Dalam masa pengangguran itu, ia punya ide jualan buah setelah dapat saran dari saudaranya.

“Ini karena dukungan saudara saya, keduanya saya ingin mencoba di usaha lain yang menghasilkan, karena bisnis interior sudah jarang peminatnya, lantaran banyak pesaing,” beber Roni kepada betanews.id, Senin (12/9/2022).
Baca juga: Lapak Buah Pinggir Jalan Dersalam Ini Laris Banget, Sehari Bisa Jual hingga 80 Kilogram
Setelah sebulan berjalan, kata Roni, ia merasa senang karena hasil yang ia dapatkan itu lumayan dan bisa menghidupi keluarganya di rumah. Menurutnya, dalam sehari ia mampu menghasilkan omzet Rp1 juta hingga Rp 2 juta. Sedangkan penghasilan bersihnya antara Rp300 ribu sampai Rp500 ribu sehari.
“Hasil itu karena harga buah dari bakul sudah tinggi dan saya ambil keuntungan sedikit, yang penting masih ada yang beli,” terangnya.
Sementara itu, setiap sepekan dua kali ia harus mengambil barang atau buah-buahan dari bakul di grosiran Kecamatan Mayong, Jepara. Setiap mengambil barang ia biasanya mengambil 70 kilogram anggur dan 62 kilogram kelengkang. Menurutnya barang sebanyak itu mampu habis dalam waktu tiga hari.
Baca juga: Merantau ke Kudus Demi Hidup Layak, Ini Kisah Radit Rintis Usaha Cimol Bojot
“Kalau sehari rata-rata penjualan bisa menjual hingga 80 kilogram dari keseluruhan buah yang tersedia. Kemudian rata-rata pembeli dari ibu-ibu,” jelas warga Desa Megawon RT 2 RW 4, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus tersebut.
Di sana, ia menjual beberapa buah-buahan seperti anggur dengan harga Rp40 ribu per kilogram, kelengkeng Rp40 ribu per kilogram, jeruk Rp 18 ribu per kilogram, pir Rp25 ribu per kilogram, dan apel Rp25 ribu per kilogram atau Rp10 ribu dapat tiga biji apel.
Editor: Ahmad Muhlisin

