BETANEWS.ID, KUDUS – Sitah Choirun (15) terlihat cekatan meracik bahan-bahan dawet ke dalam beberapa gelas di hadapannya. Satu per satu, gelas itu penuh isian dan kemudian diberikan kepada pembeli yang menunggu.
Hari itu, lapaknya yang berada di Jalan Sunan Muria, Desa Glantengan, Kecamatan Kudus, memang cukup ramai. Di tengah teriknya matahari, banyak orang ingin meneguk segelas es untuk menyegarkan tubuhnya. Salah satu pilihannya ya di Lapak Dawet Kendil.
Sitah menjelaskan, usaha yang dimulai pada Mei 2022 itu merupakan upayanya meneruskan usaha sang ayah yang dirintis 2018 lalu. Katanya, sang ayah selama ini tidak buka lapak karena hanya menyetorkan dawetnya ke beberapa penjual dan sempat vakum dua tahun selama pandemi Covid-19. Untuk menyemangati ayahnya, dia bersama kakaknya kemudian punya niat untuk jualan dengan cara buka lapak.
Baca juga: Outlet Nyesss yang Andalkan Toping Puding Ini Banyak Digemari Pemburu Minuman Kekinian
“Saya di sini jualan sama kakak saya. Jadi ayah yang membuat dawetnya, kita yang menjualkan,” ujarnya, Selasa (28/06/2022).
Menurut Sitah, dawet yang dijualnya itu punya keunggulan menggunakan kelapa segar untuk santannya. ia juga menggunakan gula aren asli tanpa pemanis buatan. Selain itu, di Dawet Kendil juga menyediakan tiga varian rasa, yaitu orisinal (santan), susu UHT, dan nangka.
Untuk varian susu UHT, kata Sitah, merupakan varian rasa yang cocok dikonsumsi untuk yang menjalankan progam diet, karena rendah kalori.
Baca juga: Es Cokelat dengan Roti Cocol di Kudus Ini Banyak Digemari, Ternyata Karena Ini
“Keunggulan kita ada di santannya, kita menggunakan kelapa segar yang baru, kemudian diparut dan kita jadikan santan,” katanya.
Lalu untuk harga, Sitah menjualnya sebesar Rp5 ribu per gelas. Sejauh ini, lapaknya itu juga selalu ramai didatangi pembeli di jam buka setiap Sabtu sampai Kamis, mulai pukul 10.00 WIB hingga 17.00 WIB.
“Penjualannya cukup bagus, sehari bisa 100 lebih gelas terjual. Kadang kalau ramai jam 14.00 gitu sudah habis,” tandas Sitah.
Editor: Ahmad Muhlisin

