BETANEWS.ID, KUDUS – Zaenal Miftahudin (24) tampak berbincang sambil membantu barista Homie Coffee & Food menyiapkan menu pesanan pembeli. Sore itu, kedainya itu memang cukup ramai didatangi pembeli. Hal itu terlihat dari beberapa kursi yang disediakan sudah mulai penuh.
Di usaha ini, Zaenal memang menaruh harapan besar setelah merugi di bisnis sebelumnya. Hal itu ia ceritakan kepada betanews.id, di sela-sela ikut membantu melayani kastemer, Selasa (17/5/2022). Menurutnya, meski usaha baru berjalan 2 bulan, ia sudah punya banyak pelanggannya dari kalangan remaja maupun dewasa.

“Dulu sebelum merintis usaha ini, pernah bolak-balik rugi di beberapa usaha salah satunya usaha minuman yang saat itu Thaitea. Waktu itu karena kalah dengan brand yang banyak membuka usaha waralaba di Kudus,” beber Zaenal yang buka kedai di Desa Jurang, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus itu.
Baca juga: Homie Coffee & Food Jadi Jujugan Pecinta Kopi di Gebog, Kopi Susu Aren Paling Laris
Menurutnya, waktu usaha minuman Thaitea itu dirinya rugi kirasan Rp15-20 juta, dan hanya bertahan selama satu tahun. Sedangkan di 2018 lalu usaha kemudian ditutup. Setelah itu, ia membuka usaha properti yang ia jalankan sendiri dan merekrut team dengan freelance. Tanpa pengalaman di bidang usaha properti sebelumnya, akhirnya ia juga mengalami kegagalan dalam usaha tersebut.
“Kalau di usaha properti ini kurang lebih saya rugi hingga Rp50 juta, karena memang belum mempunyai banyak pengalaman. Setelah rugi itu, kemudian saya mencari pengalaman di perusahaan properti di Jogja sebagai marketing. Bekerja di sana itu karena saya sambil mondok selama kurang lebih tiga bulanan. Sebenarnya ini kebalik, harusnya mencari pengalaman terlebih dahulu baru membuka usaha. Tapi mau gimana lagi karena sudah terjadi, ya sudahlah,” jelasnya.
Dengan banyaknya kerugian yang sudah dialaminya, kata Zaenal, itu sebagai pembelajaran dalam usaha agar kedepannya bisa lebih tahu cara mencari solusi saat usaha buntu.
“Ya karena usaha itu lebih enak dibandingkan dengan ikut bekerja orang lain. Membuka kedai kopi ini karena awalnya sering ngopi bareng teman-teman dan kebetulan mempunyai lahan kosong dan saya manfaatkan,” ungkap anak bungsu dari tiga bersaudara itu.
Bac juga: Bisnis Butiknya Gulung Tikar, Inay Bangkit dengan Usaha Kerupuk Rambak
Meski belum bisa dikatakan berhasil, Zaenal cukup optimis karena setiap hari kedainya itu bisa menjual puluhan menu. Menu yang dilarisi pembeli itu seperti kopi susu, mocktail, milk based, basic tea, rice bowl, katsu, chicken wings, nasgor, mie goreng, mie nyemek, dan spaghetti.
“Untuk harga minuman dari Rp6 ribu hingga Rp15 ribu. Sedangkan untuk makanannya mulai Rp8 ribu sampai Rp15 ribu. Sangat terjangkau pokoknya,” rincinya mengakhiri.
Editor: Ahmad Muhlisin

