31 C
Kudus
Minggu, Juni 26, 2022
spot_img
BerandaKULINERHomie Coffee &...

Homie Coffee & Food Jadi Jujugan Pecinta Kopi di Gebog, Kopi Susu Aren Paling Laris

BETANEWS.ID, KUDUS – Kursi-kursi yang berada di Homie Coffee & Food, Desa Jurang, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus itu terlihat sebagian besar sudah diisi pengunjung. Mereka ada yang sudah bisa mencicipi kopi pesanan, dan ada juga yang masih menunggu pesanannya jadi. Di antara ramainya pengunjung itu, beberapa pelayan tampak mondar-mandir mengantar menu dan memberesi meja yang sudah ditinggal pelanggan.

Kafe yang baru buka April 2022 itu memang sedang hangat diperbincangkan warga di Kecamatan Gebog. Selain menunya yang beragam dan kekinian, harganya juga tak bikin kantong jebol.

Beberapa menu minuman di Homie Coffee & Resto. Foto: Foto: Kaerul Umam

Pemilik Homie Coffee & Food Zaenal Miftahudin (24) menjelaskan, untuk menu minuman, ada kopi susu, mocktail, milk based, basic tea, dan lain-lain. Sedangkan untuk makanannya itu berupa rice bowl, katsu, chicken wings, nasgor, mie goreng, mie nyemek, spaghetti, dan menu lainnya.

- Ads Banner -

Baca juga: Moon Pastry, Toko Roti Ala Kafe yang Asyik Buat Nongkrong di Kudus

“Untuk harga minuman dari Rp6 ribu hingga Rp15 ribu. Sedangkan untuk makanannya mulai Rp8 ribu sampai Rp15 ribu. Sangat terjangkau pokoknya,” rincinya kepada betanews.id, Selasa (17/5/2022).

Dengan harga terjangkau itu, kedai yang buka setiap hari mulai pukul 10.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB itu bisa menjual hingga puluhan menu tiap hari. Kemudian untuk minuman yang paling banyak diminati pembeli adalah kopi susu aren dan homie mocktail.

Dia menuturkan, alasannya membuka kedai kopi di Desa Jurang lantaran belum ada yang membuka kedai kopi di sana.

“Berhubung di daerah Utara Kudus ini belum ada yang membuka kedai kopi. Keduanya karena mempunyai lahan kosong, dari pada nganggur jadi saya manfaatkan dengan membuka kedai,” beber Zaenal.

Baca juga: Tempatnya Adem dan Harganya Murah, Kedai Senja di Sini Cocok jadi Tempat Nongkrong yang Asyik

“Untuk konsep, saya lebih memilih konsep yang lebih santai dengan target pekerja kantoran yang suntuk dengan kerjaan hariannya bisa mencoba kesini. Untuk sementara pembeli dari daerah Kecamatan Gebog saja. Karena ini memang sebagai solusi bagi masyarakat khususnya anak muda dari pada nongkrong ngopi di daerah kota,” ungkapnya.

Salah satu pembeli Qatrunnada Tsamahatul Qolbi mengaku baru pertama kali datang ke kedai tersebut. Ia penasaran dengan menu katsunya, yang kebanyakan di resto Kudus jarang ada.

“Datang ke sini bareng sama teman-teman. Saya penasaran dengan menu katsu. Ternyata rasanya enak, harga terjangkau,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

Lipsus 14 - Penerapan Teknologi Bambu untuk Tanggul Laut Tol Semarang Demak

Tinggalkan Balasan

31,944FansSuka
15,127PengikutMengikuti
4,332PengikutMengikuti
80,005PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler