UNS Siap Gelar Perkuliahan Tatap Muka 100 Persen Secara Bertahap dan Bersyarat

BETANEWS.ID, SOLO – Rektot Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo , Prof Jamal Wiwoho mengatakan, pihaknya siap untuk melakukan perkuliahan tatap muka dengan kuota 100 Persen. Meski demikian, pihaknya akan melihat terlebih dahulu tren varian virus Omicron akan naik atau tidak.

Meski dalam Surat Kesepakatan Bersama 4 Menteri sudah memperbolehkan PTM dilaksanakan dengan 100 persen, Jamal tidak mau gegabah untuk segera melaksanakannya. Ia mengatakan, masih akan melihat situasi pandemi selama setengah bulan ini, terlebih sudah ada varian virus Omicron yang sudah masuk ke Indonesia.

Baca juga : Inilah 4 Guru Besar yang Dikukuhkan UNS Solo Hari Ini

-Advertisement-

“Kalau Omicron ini tidak anu, ya kita coba dan kami sudah coba untuk memutuskan mempertimbangkan meningkatkan dari persentase yang awalnya 30, 40, 50 kalau memungkinkan 100 persen, ya kenapa tidak,” ujarnya.

Menurut Jamal, saat ini juga sudah banyak mahasiswa yang sangat merindukan untuk belajar tatap muka di kampus. Meski demikian, ia berharap, bahwa dengan diizinkannya PTM 100 persen, tidak menimbulkaan klaster baru di dalam kampus.

“Yang penting sekali adalah, dengan dibukanya kampus tidak boeh nanti adanya klaster kampus itu. Sekarang sudah 30 sampai 40 persen dan kita coba selang seling antara fakultas satu dan fakultas yang lain. Kan tidak mungkin kemudian satu fakultas bareng (melakukan PTM) itu tidak mungkin,” paparnya.

Meski belum melaksanakan PTM secara 100 persen, Jamal mengatakan, bahwa pihaknya terus meningkatkan jumlah peserta, yakni dari 30, 40, bahkan sampai 50 persen. Dengan peningkaan tersebut, ia berharap supaya kegiatan- kegiatan Tri Dharma perguruan tinggi bisa dilakukan.

“Prinsip bertahap dan bersyarat juga tetap kita lakukan. Bersyarat misalnya, harus sudah vaksin dua kali, izin orang tua, fasilitas dan prasarana kita siapkan sesuai dengan rptotokol kesehatan. Bertahapnya ya, kalaun PPKM itu turun, ya kita tingkatkan begitu,” jelasnya.

Jamal juga mengatakan, bahwa pihaknya bisa saja siap untuk melaksanakan PTM 100 persen jika tren virus Covid-19 varian Omicron tidak naik dan mengkhawatirkan. Meski demikian, ia juga tetap memegang prinsip bertahap dan bersyarat.

“Sebetulnnya yang kita khawatirkan kan Natal dan tahun baru. Khususnya di tahun baru ini kan kita bisa melihat di Januari minggu kedua ini. Kalau bulan Januari minggu kedua kemudian trennya tidak naik, kami siapkan 100 persen. Tetapi itu tadi, saya selalu siapkan bertahap dan bersyarat,” terangnya.

Baca juga : Dua Perguruan Tinggi di Solo Siap Laksanakan PTM

Lebih lanjut, Jamal juga mengatakan, bahwa pihaknya telah membuka gerbag belakang UNS yang seperti diketahui, gerbang tersebut ditutup selama saat kasus Covid-19 masih tinggi. Menurutnya, pembukaan gerbang belakang tersebut merupakan bentuk peningkatan dari kampus untuk menigkatkan akses sivitas akademika untuk masuk ke kampus.

“Artinya ini menunjukkan bahwa kampus mulai membuka diri. Saya sudah meminta saat di raker pimpinan universitas, agar para dekan juga mengingatkan ada prasarana yang memadahi, agar ada jaminan keamanan dan keselamatan sivitas akademika,” ujarya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER