31 C
Kudus
Senin, Oktober 25, 2021
spot_img
BerandaSOLODua Perguruan Tinggi...

Dua Perguruan Tinggi di Solo Siap Laksanakan PTM

BETANEWS.ID, SOLO – Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka menjadikan vaksinasi sebagai salah satu syarat Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di perguruan tinggi. Saat ini, kampus yang sudah siap menjalankan PTM adalah Politeknik ATMI (Akademi Tehnik Mesin Industri) Solo dan Universitas Sebelas maret (UNS).

“Rencananya tanggal 13 (September) Politeknik ATMI sudah mulai PTM. Kampus lain udah persiapan juga, kaya UNS minggu depan udah siap,” tuturnya, saat meninjau vaksinasi massal di Politeknik ATMI Solo, Sabtu (4/9/2021).

Menurutnya, kendala yang dialami Pemerintah Kota Solo adalah keberadaan mahasiswa luar daerah yang masih kesulitan mencari vaksin.

- Ads Banner -

“Kalau mahasiswa dari luar Kota Solo belum divaksin, ada kebijakan khusus paling tidak swab, atau nanti kita carikan solusi agar mereka dapat vaksin di sentra vaksinasi non domisili,” jelasnya.

Baca juga: Informasi Pembukaan TSTJ Solo Simpang Siur, Pengunjung Banyak yang Kecewa

Kendati demikian, menurut Gibran jika mahasiswa dari luar kota belum divaksin maka kemungkinan mereka akan kesulitan dalam perjalanan menuju ke Kota Solo. Hal tersebut karena sertifikat vaksin merupakan syarat utama untuk naik transportasi umum.

“Kalau kemarin saya bicara dengan Pak Rektor UNS, yang dari luar kota tidak diprioritaskan, karena bisa ikut daring. PTM ini belum diwajibkan, kalau orang tua belum setuju bisa tetap daring, nggak ada yang dibeda-bedakan,” terangnya.

Gibran menyebut bahwa perguruan tinggi harus menggunakan scan barcode aplikasi Peduli Lindungi saat melaksanakan PTM. Menurutnya, penggunakan aplikasi ini sangat mudah diterapkan bagi para mahasiswa.

“Kalau yang di kampus-kampus kan mahasiswa banyak harus pakai aplikasi. Kalau kampusnya nggak ngadain vaksinasi, ya bisa ikut di kelurahan, di faskes (fasilitas kesehatan) manapun,” ujarnya.

Baca juga: PTM Hari Pertama di Solo: Dari Telat, Salah Seragam, Hingga Bajunya Kekecilan

Di sisi lain, Gibran menyebut capaian vaksinasi di Solo sudah 91 persen. Artinya, kekebalan kelompok di Kota Solo sudah mulai terbentuk yang dibuktikan dengan terus menurunnya angka kasus harian Covid-19.

“PR-nya tinggal ibu hamil, murid-murid ada 73 ribu, ada lansia juga yang masih belum bisa divaksin, mungkin karena ada komorbid atau penyakit lain. Kita akan kejar. Ya moga-moga akhir bulan bisa selesai semua. Stok vaksinnya memadai, booster untuk nakesnya juga sudah jalan,” tutup Gibran.

Editor: Ahmad Muhlisin

Lipsus 10 - Kisah Oei Tiong Ham, Sang Raja Gula Terkaya di Asia Tenggara dari Semarang

Tinggalkan Balasan

31,087FansSuka
15,023PengikutMengikuti
4,337PengikutMengikuti
62,220PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler