31 C
Kudus
Senin, Januari 26, 2026

PTM Hari Pertama di Solo: Dari Telat, Salah Seragam, Hingga Bajunya Kekecilan

BETANEWS.ID, SOLO – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) mulai digelar di Solo hari ini, Kamis (2/9/2021). Ada tiga sekolah yang melaksanakan uji coba terbatas yaitu SD Warga, SMP N 22, dan SMP Diponegoro.

Pantauan betanews.id di SD Warga, puluhan siswa yang dapat jadwal PTM tampak tertib mengikuti semua standar operasional prosedur (SOP) saat masuk sekolah. Mulai dari cuci tangan, mengukur suhu, hingga mengikuti jalur yang disiapkan sekolah untuk masuk ke kelas.

Pelaksanaan PTM hari pertama di SD Warga, Kota Solo. Foto: Khalim Mahfur.

Karena masih hari pertama, tentunya ada beberapa kejadian yang tak terduga yang dialami siswa. Muhammad Afro Satria Martin misalnya (12). Ia mengaku salah megenakan seragam yang harusnya kotak-kotak biru, tapi ia mengenakan seragam merah putih. Tentu saja, pakaian yang dikenakannya berbeda dengan teman temannya.

-Advertisement-

“Baju kotak-kotaknya kekecilan kok mas. Kalau baju merah putih nggak kekecilan,” ujar siswa kelas 6B dari Jebres Solo itu.

Baca juga: 3 Sekolah di Solo Hari Ini Mulai PTM, Siswa Wajib Diantar Jemput Orangtua

Sebelumnya, Afro mengaku sudah mendapatkan instruksi dari sekolah bahwa boleh mengenakan seragam merah putih lantaran seragam kotak-kotaknya sudah sempit. Keluarganya sudah berencana untuk segera membeli baju kotak-kotak biru yang jadi identitas sekolah.

“(Seragam) pramuka juga nggak (kekecilan). Cuma kotak-kotak aja yang kekecilan baju sama celananya. Tapi nggak malu, kok,” kata dia.

Tak hanya itu, bocah satu ini juga telat saat berangkat PTM hari pertama ini. Dirinya mengaku bangun pukul 7.00 WIB. Padahal pembelajaran dimulai pada jam yang sama.

“Bangunnya kesiangan, tadi telat 15 menitan. selama sekolah PJJ di rumah biasanya bangun jam 7, 8 gitu,” ujarnya.

Kendati demikian, Afro mengaku senang dengan dilaksanakannya PTM ini. Ia mengaku kesulitan untuk memahami materi selama mengikuti pembelajaran secara daring.

“Rasanya ya tentunya sangat senang mas. Udah lama nunggu. Udah hampir dua tahun, akhirnya masuk juga. Kesulitan selama di rumah kaya nggak bisa memahami gitu, kurang memahami pelajaran gitu. Biasanya ya Matematika, mau tanya juga susah,” ucapnya.

Baca juga: Keliling Sekolah Pastikan PTM Berjalan Baik, Ganjar: ‘Biasanya yang Nggak Disiplin Itu Gurunya’

Meski harus selalu memakai masker, Afro mengaku sudah terbiasa. Selain itu dirinya juga mengaku selalu mencuci tangan ketika tidak membawa hand sanitizer.

DI sisi lain, salah satu orang tua siswa Susi (28) mengaku tidak ada kendala dengan PTM hari pertama ini. Bahkan dirinya merasa senang karena PTM sudah dapat dilaksanakan.

“Biasanya dari jam tujuh anak juga sudah harus belajar daring di rumah. Jadi sudah terbiasa bangun pagi. Saya sendiri mendukung dengan penyelenggaraan PTM ini karena kasihan anak-anak kalau terus belajar di rumah. Belajarnya tidak maksimal,” ungkap warga Palur, Karanganyar ini.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER