BETANEWS.ID, SOLO – Universitas Sebelas Maret (UNS) mengukuhkan empat guru besar dalam sidang senat akademik terbuka UNS di Auditorium GPH Haryo Mataram, Rabu (15/12/2021).
Empat guru besar tersebut yaitu, Prof Sayekti Wahyuningsih, Guru Besar Bidang Ilmu Kimia Fotokatalis; Prof Agung Tri Wijayanta, Guru Besar Bidang Ilmu Teknik Mesin; Prof Agus Supriyanto, Guru Besar Bidang Ilmu Fisika Material Sel Surya FMIPA; dan Prof Eddy Triharyanto, Guru Besar Bidang Ilmu Hortikultura.
Dalam pengukuhan itu, Sayekti Wahyuningsih menyampaikan pidato pengukuhan dengan judul Material Fotokatalis: Tantangan dan Potensi Pengembangan di Indonesia. Guru besar ke-241 UNS tersebut menerangkan, material fotokatalis akan menerima energi cahaya dan dipergunakan untuk transisi elektronik (perpindahan elektron) dari elektron di keadaan dasar ke keadaan tereksitasi. Pada material fotokatalis semikonduktor disebut dengan valance band (VB) sebagai keadaan dasar, dan conduction band (CB) sebagai keadaan tereksitasi.
“Teknologi fotokatalis merupakan salah satu teknologi yang ramah lingkungan (green technology). Pemanfaatan teknologi fotokatalis ini sangat cocok diterapkan di negara tropis yang banyak mendapatkan paparan sinar matahari,” terangnya.
Baca juga: Industri Mobil Listrik Susah Berkembang, Moeldoko: ‘Banyak Komponen Masih dari Luar Negeri’
“Terdapat setidaknya tiga sumber daya alam yang sudah dikembangkan untuk material fotokatalis yaitu pasir besi, pasir silika, dan ilmenite,” tambah Sayekti.
Sementara Agung Tri Wijayanta menyampaikan pidato pengukuhan dengan judul Peran Ilmu Termofluida Dalam Tingkatkan Performa Termal Menuju Hemat Energi Berwawasan Lingkungan. Agung menjelaskan, ilmu termofluida mempelajari aliran fluida yang mencakup kandungan energi dan transportnya dalam aliran tersebut, dengan mempertimbangkan juga keberlanjutannya yang ramah lingkungan.
“Keberlanjutan yang berdampak positif yang berwawasan lingkungan adalah sangat penting. Sehingga saya bersama rekan-rekan di Program Studi Teknik Mesin membentuk grup riset Sustainable Thermofluids sejak tahun 2016. Kami secara komprehensif bisa belajar bersama ilmu-ilmu yang menjadi pendukung utama, yaitu Termodinamika, Perpindahan Kalor dan juga Mekanika Fluida. Bahasan ini sangat penting di Teknik Mesin,” terang guru besar ke-242 UNS itu.
Lalu Agus Supriyanto yang merupakan guru besar ke-243 UNS menyampaikan pidato pengukuhan dengan judul Peran Sains Material Sel Surya Berbasis DSSC dalam Inovasi Energi Baru Terbarukan Menuju Transisi Energi.
Agus menerangkan, Indonesia saat ini dan ke depan menghadapi tantangan yang signifikan di bidang energi, lingkungan, dan keamanan. Transisi energi menuju Net Zero Emission (NZE) pada 2060 atau lebih cepat adalah komitmen nyata Indonesia untuk melakukan transformasi ekonomi yang berbasis energi baru dan terbarukan yang bersih dan berkelanjutan.
“Untuk mencapai hal tersebut, pendekatan lintas bidang menjadi penting dalam penelitian ini, kerja sama dengan institusi/lembaga penelitian menjadi sesuatu keniscayaan dalam membangun teknologi prototype sel surya transparan. Terutama untuk mengkombinasikan ilmu dan teknologi dengan keunggulan potensi alam agar mempunyai nilai tambah baik secara teknologi nano (nanotechnology) dan ekonomi,” kata Agus.
Baca juga: Kemendag Gandeng UNS Dorong Pelaku UKM Manfaatkan Pasar Digital untuk Ekspor
Sedangkan Eddy Triharyanto menyampaikan pidato pengukuhan dengan judul Peran Bahan Tanam Dalam Meningkatkan Produktivitas dan Kualitas Hortikultura. Hortikultura merupakan perpaduan antara ilmu, teknologi, seni, dan ekonomi.
Eddy menjelaskan, hortikultura merupakan cabang ilmu dari agronomi yang terdiri dari empat tipe yaitu olerikultura (tanaman sayuran), pomology atau frutikultur (tanaman buah), florikultura (tanaman bunga), serta biofarmaka (tanaman herbal). Praktik pertanian hortikultura modern berkembang berdasarkan pengembangan ilmu yang menghasilkan teknologi untuk memproduksi dan menangani komoditas hortikultura yang bertujuan untuk mendapatkan keuntungan ekonomi.
“Secara umum, dalam budidaya tanaman hortikultura, pemilihan bahan tanam bermutu menjadi kunci keberhasilan dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil hortikultura. Untuk itu, maka menumbuhkembangkan industri perbenihan nasional menjadi hal yang harus mendapatkan perhatian semua pihak,” ujar Guru Besar ke-244 UNS itu.
Editor: Ahmad Muhlisin

