Serapan Rendah, Jelang Tutup Tahun Masih Ada 5.202 Ton Pupuk Subsidi di Kudus

BETANEWS.ID, KUDUS – Menjelang tutup tahun 2021, stok pupuk subsidi di Kabupaten Kudus dianggap masih minim. Dari alokasi sebanyak 22.857 ton yang diperuntukkan 20 ribu hektare lahan pertanian, hingga kini masih tersisa 5.202 ton.

Menurut Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Perkebunan pada Dinas Pertanian Kudus, Dewi Masitoh, rendahnya serapan itu dikarenakan ada beberapa wilayah yang terendam banjir, sehingga tidak bisa menanam hingga tiga musim tanam.

“Dari total alokasi pupuk subsidi tersebut, realisasi serapan pupuk subsidi ke petani hingga akhir November 2021 sebanyak 17.655 ton,” beber Masitoh, Selasa (21/12/2021).

-Advertisement-

Baca juga: Pupuk Cair dari Urine Kelinci Buatan Anshori Ini Jadi Buruan Petani

Pupuk subsidi tersebut, lanjut Masitoh, meliputi Urea, SP-36, ZA, NPK, pupuk organik granul, dan pupuk organik cair. Dari jenis pupuk subsidi tersebut yang paling banyak alokasi dan sisanya adalah pupuk urea, yakni sisa 3.617 ton.

“Sedangkan SP-36 sisa sekitar 70 ton, ZA sisa 461 ton, NPK sisa 525 ton, organik granul ada sisa 233 ton, serta organik cair sisa 290 ton,” rincinya.

Dia mengatakan, pupuk subsidi yang tak terserap petani nantinya akan dijadikan alokasi stok awal pada 2022. Sebab, pihaknya tidak bisa memaksa pupuk subsidi tersebut harus habis tahun ini.

“Kita tidak bisa memaksa harus habis tahun ini. Kita juga harus melihat kebutuhan di lapangan. Jika nanti pupuk subsidi ada sisa, maka sisanya akan dijadikan alokasi stok awal pada tahun 2022,” ungkapnya.

Baca juga: Tolak Gaji Rp 25 Juta Per Bulan di Jepang, Safuan Pilih Rintis Usaha Produksi Pupuk Organik

Masitoh menambahkan, alokasi pupuk subsidi ini ditentukan melalui rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK). Penyusunan kebutuhan pupuk subsidi dilakukan oleh kelompok-kelompok tani di Kudus, dengan didampingi para PPL dari Dinas Pertanian. Asumsi kebutuhan pupuk di Kudus dibuat tiga musim tanam untuk komoditas padi, palawija, dan lainnya.

“Namun pada tahun 2021 ada beberapa lahan pertanian di Kudus mengalami kebanjiran, contohnya di Kecamatan Jekulo dan Kaliwungu. Karena banjir itulah sehingga tempat tersebut tidak bisa melaksanakan tiga musim tanam. Sehingga jatah pupuk subsidi tidak diambil,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER