Pelajar dari Berbagai Sekolah Diberikan Edukasi Tentang Sejarah Situs Patiayam

BETANEWS.ID, KUDUS – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus bekerja sama dengan Tim Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sejarah mengadakan kegiatan Belajar di Museum Patiayam.

Dalam kegiatan tersebut, Museum Patiayam melibatkan beberapa sekolah, khususnya yang berada di kawasan Kecamatan Jekulo.

Ketua Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI) Jawa Tengah Jupriyono mengatakan, setidaknya ada lima sekolah yang dilibatkan. Yakni SMAN 1 Mejobo, MA Hasyim Asyari 3, SMPN 2 Jekulo, SMPN 1 Jekulo dan SMPN 3 Jekulo.

-Advertisement-
Puluhan siswa saat mendengarkan materi tentang sejarah Situs Patiayam. Foto: Kartika Wulandari.

Baca juga : Puluhan Pelajar Belajar Langsung Soal Fosil Purbakala di Museum Patiayam

“Dalam kegiatan ini tidak ada yang dibeda-bedakan, kami sudah punya komitmen, bahwa semua sekolah itu sama. Baik swasta, negeri, SMP, SMA, MA, SMK akan kami libatkan. Tetapi memang secara perlahan, karena mengingat sekarang sedang pandemi,” ucapnya Rabu (27/10/21).

Untuk materi yang ditekankan dalam kegiatan tersebut, lanjut Jupri, yakni tentang potensi serta koleksi yang ada di Museum Patiayam, supaya ke depanya museum bisa menjadi tempat media edukasi.

“Saya harapkan kedepanya, museum bisa ramai dikunjungi untuk kegiatan belajar, rekreasi, dan sosialisasi seperti ini,” tambahnya.

Lanjutnya, untuk kegiatan edukasi tersebut Tim MGMP juga melibatkan 6 orang sebagai narasumber.

“Untuk narasumbernya ini berasal dari Tim MGMP Kudus yang merupakan guru sejarah dari beberapa sekolah yanga ada di Kudus,” terangnya.

Baca juga : Koleksi Fosil di Museum Patiayam Disebut Lebih Komplet Dibanding Museum Sangiran

Jupri berharap ke depannya, Museum Patiayam ada perhatian secara khusus, karena sebenarnya Museum Patiayam mempunyai fosil yang lebih lengkap dibanding Museum Sangiran. Sehingga memerlukan tempat yang lebih luas untuk memasang displai.

“Kalau komitmen saya tentang Patiayam, ingin Museum Patiayam bisa menjadi Museum Sangiran kedua, karena Patiayam memiliki fosil lebih lengkap dibanding Sangiran,” jelasnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER