BETANEWS.ID, KUDUS – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus bekerja sama dengan Tim Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sejarah mengadakan kegiatan belajar di Museum Patiayam.
Kepala UPTD Museum dan Taman Budaya Kudus Yusron menyampaikan, program belajar di museum merupakan lanjutan dari kegiatan sebelumnya. Di mana, tim dari museum yang juga bekerja sama dengan tim MGMP Sejarah mendatangi sekolah untuk mensosialisasikan keberadaan museum.

Baca juga : Koleksi Fosil di Museum Patiayam Disebut Lebih Komplet Dibanding Museum Sangiran
“Setelah kemarin caranya kita datangi sekolah, sekarang berbeda. Kita ajak mereka ke sini agar siswa bisa melihat langsung fosil-fosil yang ada di sini,” ujarnya.
Kegiatan yang dilakukan selama 5 hari ini, melibatkan 5 sekolah, baik tingkat SMP maupun SMA yang ada di Kudus.
Selain itu, ia juga ingin memperkenalkan keberadaan Museum Patiayam lebih luas lagi. Karena kenyataanya, masih banyak anak-anak di Kudus, termasuk anak-anak sekolah yang belum mengetahui keberadaan Museum Patiayam di Kudus.
“Kegiatan ini juga sebagai bentuk pengenalan, karena faktanya, sebagian anak ada yang belum mengetahui, mereka tahunya museum baru Museum Kretek. Jadi kita ajak untuk ke sini,” tuturnya.
Sementara itu, Jalu Raya Baihaqi, siswa SMAN 1 Mejobo yang ikut dalam kegiatan belajar di Museum Patiayam, mengaku senang bisa mengikuti kegiatan ini. Ia mengaku, ini baru kali pertamanya datang ke Museum Patiayam.
“Jujur saya pertama kali datang ke museum dan saya senang karena bisa dapat banyak informasi yang detail dari pengurus tentang museum,” katanya Senin (25/10/21).
Baca juga : Museum Patiayam Kembali Tambah Koleksi Fosil Gading Gajah Purba
Menurutnya, Museum Patiayam yang digagas sangat kaya akan benda-benda purbakala ini sangat menarik.
Ia mengaku beruntung karena bisa mendapatkan banyak informasi dari pemateri serta bisa melihat secara langsung benda-benda sejarah di situs purbakala ini.
Editor : Kholistiono

